Pakubuwana XIII

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Pakubuwono XIII)
Langsung ke: navigasi, cari
Sri Susuhunan Pakubuwana XIII
Pakubuwana XIII
Sunan Surakarta
Petahana
Mulai menjabat
2004-2009: Posisi diperebutkan dengan Pangeran Tejowulan

2009

Presiden Megawati Soekarnoputri
Susilo Bambang Yudhoyono
Wakil Pangeran Tejowulan
Didahului oleh Pakubuwana XII
Informasi pribadi
Lahir GRM. Suryo Partono
28 Juni 1948
Surakarta
Agama Islam
Sri Susuhunan Pakubuwono XIII bersama permaisuri GKR. Pakubuwono berjalan menuju Siti Hinggil Keraton Surakarta ketika acara kirab Tingalandalem Jumenengan.

SISKS. Pakubuwana XIII (Bahasa Jawa: Sri Susuhunan Pakubuwono XIII) adalah gelar yang mewakili Sunan Kasunanan Surakarta yang ke-13; yang awalnya diklaim oleh 2 pihak. Setelah meninggalnya Pakubuwana XII tanpa putra mahkota yang jelas karena ia tidak memiliki Ratu yang formal (permaisuri), maka dua putra Pakubuwana XII dari ibu yang berbeda saling mengakui tahta ayahnya. Putra yang tertua, Hangabehi, oleh keluarga didaulat sebagai penguasa keraton (istana) dan Pangeran Tejowulan menyatakan keluar dari keraton; dua-duanya mengklaim pemangku tahta yang sah, dan masing-masing menyelenggarakan acara pemakaman ayahnya secara terpisah. Akan tetapi, konsensus keluarga telah mengakui bahwa Hangabehi yang diberi gelar Pakubuwana XIII. Pada tanggal 1819 Juli 2009 diselenggarakan upacara di keraton untuk merayakan pengangkatan tahta dengan iringan Tari Bedhaya Ketawang yang biasanya hanya ditampilkan khusus pada acara ini saja. Para tamu yang hadir terdiri dari tamu penting lokal dan asing dan juga Pangeran Tejowulan. Namun saat ini konflik Raja Kembar telah usai setelah Pangeran Tejowulan melemparkan tahta Pakubuwana kepada kakaknya yakni Pangeran Hangabehi dalam sebuah rekonsiliasi resmi yang di prakarsai oleh Pemerintah Kota Surakarta bersama DPR-RI, dan Pangeran Tejowulan sendiri menjadi mahapatih (pepatih dalem) dengan gelar KGPHPA. (Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung)[rujukan?].

Kehidupan[sunting | sunting sumber]

Dalam buku Angger-angger dan Perubahan Zaman yang diterbitkan Yayasan Pawiyatan Kabudayan Keraton Surakarta tahun 2004 menyebutkan, dari seorang garwa ampil Sinuhun Pakubuwana XII bernama KRAy. Pradapaningrum, telah lahir seorang anak lelaki tertua pada Senin, 28 Juni 1948, dengan nama GRM. Suryadi. Karena sakit-sakitan, neneknya yang permaisuri Sinuhun Pakubuwana XI bernama GKR. Pakubuwana, mengganti nama sang cucu dengan GRM. Suryo Partono seperti lazimnya masyarakat kebanyakan mengikuti petuah spiritual dalam adat Jawa. Ketika sudah dewasa dan Sinuhun Pakubuwana XII bersama komunitas keraton berada di alam republik, paugeran atau pranata adat lalu menetapkan anak lelaki tertua di antara 35 anak yang lahir dari 6 garwa ampil itu untuk menyandang nama Hangabehi dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Haryo. Artinya, dia adalah seorang pangeran tertua yang disiapkan menjadi putera mahkota atau calon penerus tahta di Keraton Surakarta.

Semasa muda, Hangabehi gemar bermain keyboard dan juga pandai menciptakan beberapa lagu sebagai koleksi pribadinya, Sinuhun juga menghabiskan masa lapang dengan berolahraga seperti bowling dan mengendarai motor besar. Hangabehi menjalankan tugasnya sebagai Yang Dipertuan Pemangku Tahta Adat Kasunanan Surakarta dan semua aktivitas kebudayaan Jawa yang ada di wilayah Surakarta dan sekitarnya. Hangabehi selain menerima beberapa anugerah tertinggi dari beberapa lembaga institusi maupun negara asing, ia juga mendapat gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Global (GULL, Amerika Serikat).

Kini, setelah konflik internal keraton usai, Hangabehi sebagai Pakubuwana XIII mencoba merangkul seluruh keluarga keraton (sentana dalem) yang bertikai, terutama keluarga yang menolak rekonsiliasi dan Tejowulan, untuk rujuk dan saling memaafkan. Selain itu, bersama Pangeran Tejowulan, ia bertekad untuk memperbaiki seluruh isi keraton, baik secara fisik maupun aspek lainnya, demi mengembalikan wibawa Keraton Surakarta sebagai benteng penjaga budaya.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Didahului oleh:
Pakubuwana XII
Sunan Surakarta
2009-
Diteruskan oleh:
sedang menjabat