Naypyidaw

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Naypyitaw
(Myanmar)
Ibu kota
Pagoda Uppatasanti, Nay Pyi Taw
Pagoda Uppatasanti, Nay Pyi Taw
Naypyitaw is located in Burma
Naypyitaw
Lokasi Naypyidaw di Birma
Koordinat: 19°45′LU 96°6′BT / 19,75°LU 96,1°BT / 19.750; 96.100Koordinat: 19°45′LU 96°6′BT / 19,75°LU 96,1°BT / 19.750; 96.100
Negara Burma
Administratif Union Territory[1]
Subdivisions 8 townships
Settled 2005
Incorporated 2008
Pemerintahan[2]
 • Mayor Colonel Thein Nyunt
Area[3]
 • Total 272,371 mil² (7.054,37 km2)
Populasi (2009)[4]
 • Total 925.000
 • Kepadatan Bad rounding here0.0.034/sq mi (Bad rounding here0.0.013/km2)
  .[5] Downtown is further divided into four wards. Pyinmana, Lewe, and Tatkon townships were all formerly part of Yamethin District. Oathara Thiri, Dekkina Thiri, Poppha Thiri, Zapu Thiri, and Zeyar Thiri are all new townships currently under construction. As of December 2009, most government ministry offices have been relocated to the administrative capital. Only the offices of ministries' directorates remain in Yangon.[5]
Zona waktu MST (UTC+6:30)
Kode wilayah 067

Naypyidaw adalah bacaan untuk Nay Pyi Taw, adalah ibu kota nasional Myanmar yang sekarang, berlokasi di Desa Kyatpyae, Kota Pyinmana, Provinsi Mandalay. Kyatpyae dalam bahasa Myanmar berarti 'lari di bawah perjuangan'. Naypyitaw berarti 'Kota/Istana Kerajaan', tetapi juga diartikan sebagai 'singgasana raja'".[3] Kegiatan administrasi ibu kota Myanmar secara resmi dipindahkan ke sebuah lahan kosong sekitar dua mil barat Pyinmana pada 6 November 2005. Naypyitaw kurang lebih 320 kilometer di sebelah utara Yangon. Nama resmi ibu kota diumumkan pada saat Hari Angkatan Militer (Armed Forces Day) pada Maret 2006.

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Naypyidaw adalah salah satu kota indah yang sayang untuk di lewatkan begitu saja bila berkunjung ke Burma,sebuah negara yang kini kita kenal dengan nama Myanmar. Selain sebagai ibukota baru yang menggantikan Yangon, kota ini adalah kota terbesar ketiga di Myanmar dan termasuk dalam 10 kota yang pertumbuhannya tercepat di dunia. Sangat menyenangkan bila berada di sana.

Tak hanya keanggunan dan kecantikannya saja, ‘kota terlarang’ ini juga menyimpan gambaran budaya asli Myanmar sekaligus aura pemerintahan junta militer yang hingga kini masih terasa. Naypyidaw adalah sebuah kota yang di tata dalam beberapa zona wilayah, diantaranya adalah zona militer, zona penginapan atau hotel dan juga zona pemukiman penduduk. Ada beberapa zona yang terlarang untuk di masuki para turis, bahkan oleh para warga Myanmar sendiri. Namun banyak juga zona menarik yang bebas untuk bisa di datangi.

Kota ini juga terkenal akan pusat-pusat perbelanjaannya. Salah satu lokasi wisata belanja yang menarik untuk di datangi adalah Thapye Chaung Market dan juga Junction Center Naypyidaw. Selain itu banyak lagi pasar-pasar dan juga restaurant yang bisa di temukan di segenap penjuru kota.

Di kota ini para penyuka jalan-jalan juga bisa berkunjung ke beberapa taman kota dan kawasan-kawasan berpanorama alami. Kapanpun datang kesana, pastikan untuk berkunjung ke National Herbal Park-nya, atau juga ke Ngalaik Lake Gardens.

Di Naypyidaw juga bisa di jumpai kebun binatang yang terbesar di Myanmar yaitu Naypyidaw Zoological Gardens. Meski berada di tengah kota, nuansa natural yang alami milik Naypyidaw Safari Park juga sayang untuk di lewatkan. Kota ini juga memiliki pantai yang bisa di jadikan tempat bersantai sambil menikmati pemandangan perairan yang menawan.

Naypyidaw Safari Park sendiri terbagi dalam beberapa area, yaitu area Asian Safari yang memiliki luas lebih dari 14 hektar, area Australian Safari yang memiliki luas 1,5 hektar, dan area African Safari yang memiliki area seluas 24,15 hektar. Di area Asian Safari terdapat koleksi lebih dari 100 binatang, termasuk diantaranya adalah rubah hutan dan beberapa jenis rusa.

Di area Australia Safari pengunjungnya bisa menyaksikan tingkah laku leopard. Sementara di area African Safari bisa di saksikan unta, singa, harimau, badak, jerapah dan zebra. Pengunjung taman safari ini juga bisa berkeliling dengan menggunakan ATV (all terrain vehicle).

Jika sudah puas menyaksikan berbagai jenis binatang, perjalanan bisa di lanjutkan ke National Herbal Park. Lokasinya ada di Naypyidaw-Taungnyo Road. Di kawasannya yang memiliki luas hampir 1 KM2 pengunjung bisa menyaksikan 20,000 koleksi tanaman obat-obatan yang terdiri dari 700 species tanaman yang tumbuh di berbagai kawasan dan pelosok Myanmar.

National Herbal Park sendiri memang di bangun pemerintah Myanmar untuk melindungi dan melestarikan tanaman-tanaman obat dari kepunahan. Destinasi wisata ini tidak menetapkan karcis masuk bagi pengunjungnya.

Di Naypyidaw juga bisa di temukan sebuah taman bunga yang indah. Nama tempatnya adalah Naypyidaw Water Fountain Garden. Lokasinya tak jauh dari Naypyidaw Safari Park dan Nyapyidaw City Hall. Di dalam areanya terdapat sebuah kolam utama dengan 3 air mancur dan 11 kolam berukuran lebih kecil yang dilengkapi dengan 1 air mancur.

Pengunjung juga bisa menyaksikan sebuah bangunan menar jam setinggi lebih dari 9 meter . Bagi yang membawa putra-putri tercinta juga menggunakan 9 fasilitras permainan yang ada disana. Naypyidaw Water Fountain Garden juga memiliki 2 buah taman bunga berukuran kecil, dua buah taman batu dan jalan setapak selebar 3 meter yang bisa digunakan untuk berkeliling.

Kota Naypyidaw juga kerap menjadi tuan rumah beragam event budaya dan hiburan penting. Salah satunya adalah Myanmar Motion Picture Academy Awards, sebuah event nasiional yang selalu mengundang daya tarik pengunjung setiap tahun. Beberapa spot lain yang menarik untuk di datangi adalah Uppatasanti Pagoda, The Water Fountain Garden, The Main Plaza dan Hluttaw.

Untuk menginap, Myat Taw Win Hotel mungkin bisa di jadikan pilihan. Kamar-kamarnya di bangun dengan konsep Bungalow di tengah taman bunga yang berukuran cukup luas. Untuk yang menginap harga kamarnya di tawarkan seharga US $35. Para tamu akan mendapatkan kamar bersih yang ber AC, Televisi dan Blue –Ray Player.

Berbeda dengan banyak hotel yang berada di Yangon, di ibukota yang baru ini para turis akan di manjakan dengan banyaknya fasilitas baru di bangunan-bangunan penginapan. Di Yangon atau Mandalay, wisatawan harus membayar mahal untuk mendapatkan fasilitas hotel mewah. Di Naypyidaw, hanya dengan membayar room rate standard hotel bintang 2 atau 3, kita sudah bisa mendapatkan fasilitas hotel bintang 4 atau 5, dan semuanya baru.

Bila ingin berkunjung ke Naypyidaw, kota ini bisa di jangkau dengan perjalanan udara dari Bangkok (Thailand) maupun Yangon. Bandaranya sendiri berada hanya 16 KM dari pusat kota. Bila kebetulan lokasi awal perjalanan adalah Yangon, Naypyidaw juga bisa di capai lewat jalan darat dengan waktu tempuh sekitar 5 jam perjalanan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pyinmana dahulu adalah markas dari Tentara Kemerdekaan Burma (Burma Independence Army) dan direorganisasikan ke Tentara Nasional Burma (Burma National Army) oleh Kekaisaran Jepang. Di Pyinmana inilah tentara dan karyawan Tentara Nasional Burma dilatih. Kemudian Tentara Nasional Burma berubah jalur, menjalin kerja sama dengan pejuang gerilya, dan operasi tersebut adalah sebuah keberhasilan bagi orang-orang Burma. Pyinmana menjadi sebuah icon dalam Tentara Burma, sebagai tempat dimana 'penyerang superior' dikalahkan oleh orang-orang Burma.

Pada 27 Maret 2006, lebih dari 12.000 tentara berbaris di ibu kota baru dalam acara publik pertamanya: sebuah parade militer besar untuk menandakan Armed Forces Day (Hari Angkatan Bersenjata)- yang dimana adalah hari kebangkitan Burma (1945) terhadap pendudukan Jepang. Mengfilmkan acara tersebut dibataskan pada lokasi parade bersemen, yang berlukiskan pahatan tiga raja-raja Burma Anawrahta, Bayinnaung dan Alaungpaya U Aung Zeya, yang dianggap sebagai tiga raja yang paling penting dalam sejarah Burma. Kota tersebut secara resmi dinamai Naypyidaw pada saat upacara tersebut.[6]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Kereta Api[sunting | sunting sumber]

Diperlukan sembilan jam melalui kereta api untuk sampai ke Naypyidaw dari Yangon. Kereta berangkat pukul 21.00 dan tiba pukul 06.00 waktu setempat.[7]

Penerbangan[sunting | sunting sumber]

Untuk melayani ibu kota baru, lapangan terbang yang sekarang di Ela di upgrade agar dapat menangani pesawat yang lebih besar. Letaknya sekitar 10 mil di sebelah tenggara Kyatpyae.

Semua perusahaan penerbangan lokal di Myanmar - Myanmar Airways, Yangon Airways, Air Mandalay dan yang terbaru Air Bagan - telah memasukan Naypyidaw sebagai tujuan dan menyediakan layanan antara Naypyidaw dengan kota-kota lain di Myanmar.

Pada pertengahan Maret 2006, Air Mandalay meluncurkan layanan penerbangan antara Yangon dan Naypyidaw dan pada 5 Juni 2006, Air Mandalay meluncurkan penerbangan antara Naypyidaw dan Thandwe (Sandoway) dan Sittwe (Akyab) di Negara Bagian Rakhine, untuk memberikan pegawai sipil akses yang lebih baik ke daerah bagian Barat Myanmar.[8]

Fotografi[sunting | sunting sumber]

Seorang jurnalis India, yang mengunjungi Naypyidaw pada Januari 2007 sebagai bagian dari delegasi resmi, mempublikasikan sebuah blog foto yang memperlihatkan gambaran sekilas seperti apa arsitektur ibu kota baru Myanmar ini.[9]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "တိုင်းခုနစ်တိုင်းကို တိုင်းဒေသကြီးများအဖြစ် လည်းကောင်း၊ ကိုယ်ပိုင်အုပ်ချုပ်ခွင့်ရ တိုင်းနှင့် ကိုယ်ပိုင်အုပ်ချုပ်ခွင့်ရ ဒေသများ ရုံးစိုက်ရာ မြို့များကို လည်းကောင်း ပြည်ထောင်စုနယ်မြေတွင် ခရိုင်နှင့်မြို့နယ်များကို လည်းကောင်း သတ်မှတ်ကြေညာ". Weekly Eleven News (dalam bahasa Burmese). 2010-08-20. Diakses 2010-08-23. 
  2. ^ "News Briefs". The Myanmar Times. Myanmar Consolidated Media. 20 March 2006. Diakses 1 April 2006. 
  3. ^ a b Pedrosa, Veronica (20 November 2006). "Burma's 'seat of the kings'". Al Jazeera. Diakses 21 November 2006. 
  4. ^ "World Urbanization Prospects 2007". 2008. Diakses 24 September 2008. 
  5. ^ a b "Construction of Myanmar new capital continues". People's Daily Online. 24 December 2009.  Unknown parameter |source= ignored (help)
  6. ^ "Burma's new capital stages parade". BBC News (BBC). 2006-03-27. Diakses 2006-04-06. 
  7. ^ "Import, export licensing moving to Naypyidaw". The Myanmar Times. Myanmar Consolidated Media. 2006-05-29. Diakses 2006-06-29. 
  8. ^ "News Briefs (New air destinations)". The Myanmar Times. Myanmar Consolidated Media. 2006-06-12. Diakses 2006-06-29. 
  9. ^ "Nay Pyi Taw - A photo album".  Unknown parameter |blog= ignored (help)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]