Meriam Bellina

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Meriam Bellina
Meriam Bellina.png
Nama lahir Ellisa Meriam Bellina Maria Bamboe
Lahir 10 April 1965 (umur 49)
Bendera Indonesia Bandung, Indonesia
Pekerjaan Aktris, penyanyi, bintang iklan
Tahun aktif 1981 - sekarang
Pasangan Ferry Anggriawan (cerai)
Adi Surya Abdi (cerai)
Hotman Paris Hutapea (sekarang)
Anak Pernikahan dengan Adi Surya Abdi:
Albert Surya
Nigel Pino
Agama Katolik

Meriam Bellina (lahir di Bandung, 10 April 1965; umur 49 tahun) adalah seorang aktris Indonesia.

Masa kecil dan remaja[sunting | sunting sumber]

Meriam adalah anak dari Maria Theresia dan G.H. Bamboe yang seorang pembuat kaki palsu. Ia sebenarnya ingin menjadi seorang pramugari Garuda Indonesia, tetapi dia keluar dari SMAK Dago Bandung saat kelas II. Ia menjadi gadis sampul di majalah Gadis.

Terjun ke dunia film[sunting | sunting sumber]

Film pertama, Perawan-Perawan dia bintangi waktu masih remaja. Setelah meraih Piala Citra (1984) sebagai Pemeran Utama Wanita terbaik dalam film Cinta di Balik Noda (nominasi FFI 1984 cukup berat, ada Christine Hakim, Jenny Rachman, Zoraya Perucha, dan Lidya Kandou), kariernya mulai mencuat dalam film Catatan si Boy. Ia kembali mendapatkan Piala Citra lewat film Taksi pada tahun 1990.

Kehidupan pribadinya tidak selancar kariernya di layar putih dan karier lainnya sebagai penyanyi pop (albumnya antara lain Simfoni Rindu, Untuk Sebuah Nama, dan Belajar Menyanyi dengan lagu-lagu andalan seperti Begitu Indah, Kerinduan, dan lagu-lagu ciptaan Pance F. Pondaag. Wajah Indonya (blasteran Makassar-Jawa-Jerman-Sunda-Belanda) telah mengesankan seorang penulis Belanda yang bernama Ivan Wolffers, yang menggambarkan rasa kagum serta obsesinya dalam sebuah novel Liefste, mijn liefste (1992) (Sayang, oh sayangku) yang laris dengan lebih dari 10.000 buku terjual di Belanda.[1]

Meriam Bellina terbilang berani melakukan adegan panas sehingga dia pernah mendapatkan gelar sebagai Bom Seks Indonesia. Adegan dalam film Roro Mendut (1982) malah telah dibatalkan di Festival Film Indonesia di Tropenmuseum Amsterdam, karena perannya dianggap terlalu sensual. Karena Arifin C. Noer menjulukinya Magma Perfilman Indonesia.[2] Tiga piala citra ia peroleh dalam film Cinta di Balik Noda (1984), Taksi (1990), dan Get Married (2007). Di dunia sinetron, Meriam meraih Piala Vidia tahun 1994 melalui sinetron Aku Mau Hidup.

Kasus[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 23 Maret 2012, Meriam mendatangi Mapolda Metro Jaya untuk melaporkan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea atas tuduhan penganiayaan.[3] Peristiwa itu terjadi pada 10 April 2009 ketika dirinya baru saja pulang dari gereja.[4] Meriam mengaku dipukul dan ditampar oleh pengacara kondang itu sehingga menderita retak di hidung, luka di leher hingga telinga mengeluarkan darah.[5]

Iklan[sunting | sunting sumber]

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Film[sunting | sunting sumber]

Film televisi[sunting | sunting sumber]

Sinetron[sunting | sunting sumber]

Sitkom[sunting | sunting sumber]

Diskografi[sunting | sunting sumber]

  • Simfoni Rindu (1983)
  • Untuk Sebuah Nama (1984)
  • Kerinduan (1985)
  • Begitu Indah (1986)
  • Mulanya Biasa Saja (1987)
  • Jangan Pernah Ragukan-Single (1988)
  • Aku Percaya (1989)
  • Kata Hati-Soundtrack Namaku Joe (1989)
  • Seandainya Masih Mungkin-Single (1989)
  • Mungkin Aku Harus Berlalu (1990)
  • Asmara (1993)
  • Kucinta Kamu (1999)

Prestasi[sunting | sunting sumber]

  • Aktris Terbaik, Piala Citra FFI 1984 (Cinta di Balik Noda)
  • Aktris Terbaik, Piala Citra FFI 1990 (Taksi)
  • Aktris Terpuji Festival Film Bandung 1991 (Taksi dan Wanita)
  • Aktris Terbaik Drama, Piala Vidia FSI 1994 (Aku Mau Hidup)
  • Aktris Sinetron Terpuji Festival Film Bandung 1999 (Jangan Rebut Suamiku)
  • Aktris Terpuji Festival Film Bandung 2004 (Kafir)
  • Best Actress Bali International Film Festival 2004 (Kafir)
  • Aktris Pendukung Terbaik, Piala Citra FFI 2007 (Get Married)
  • Lifetime Achievement Festival Film Jakarta 2007
  • Aktris Pembantu Terpuji Festival Film Bandung 2008 (Get Married)
  • Aktris film dengan honor termahal pertama 1987-1990, no.2 Paramitha Rusady, no.3 Nurul Arifin (sumber Kompas: 28jt-32jt per film)
  • Aktris sinetron dengan honor termahal urutan ke-5 versi tabloid Buletin Sinetron (1999)
  • Nominasi FFI 2012 - Aktris Pendukung (Test Pack)
  • Nominasi Piala Maya 2012 - Aktris Pemeran Pendukung (Test Pack)
  • Nominasi Pemeran Pendukung Wanita Terbaik Indonesian Movie Awards 2013
  • Nominasi Pemeran Pendukung Wanita Terpuji Festival Film Bandung 2014

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Penghargaan dan prestasi
Didahului oleh:
Tuti Indra Malaon
Film : Pacar Ketinggalan Kereta
(1989)
Pemeran Utama Wanita Terbaik
(Festival Film Indonesia)

Film : Taksi
(1990)
Diteruskan oleh:
Lidya Kandou
Film : Boneka dari Indiana
(1991)
Didahului oleh:
Christine Hakim
Film : Di Balik Kelambu
(1983)
Pemeran Utama Wanita Terbaik
(Festival Film Indonesia)

Film : Cinta di Balik Noda
(1984)
Diteruskan oleh:
Christine Hakim
Film : Kerikil-Kerikil Tajam
(1985)