Masjid Jami' Baiturrahman I Robayan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Masjid Jami' Baiturrahman I Robayan
Masjid Jami' Baiturrohman I Robayan Jepara.JPG

Masjid Jami' Baiturrahman I Robayan

Letak Jepara, Jawa Tengah, Indonesia
Afiliasi agama Islam
Deskripsi arsitektur
Jenis arsitektur Masjid
Gaya arsitektur Iran (Masjid)
Hindu-Jawa (Gapura)
Spesifikasi
Kubah 2
Menara 2
Tinggi menara 25 meter

Masjid Jami' Baiturrahman I Robayan adalah sebuah masjid tua di Jepara yang berada di Robayan. Masjid ini kelihatannya masih baru, tapi sejatinya masjid ini sudah ada sebelum era Hindia Belanda.

Lokasi[sunting | sunting sumber]

Gapura masjid yang berarsitektur Hindu.

Masjid Jami' Baiturrahman I terdapat di Jalan Raya Gotri-Welahan Km. 1, tepatnya di desa Robayan, kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Masjid ini dibangun oleh pembabat hutan yang sekarang menjadi desa Robayan sekaligus pendiri desa Robayan yaitu Mbah Roboyo. Masjid ini pernah dibom oleh meriam Belanda, tetapi bomnya tidak mampu meledakan masjid, tetapi meleset ke Pasar Kerajaan Kalinyamat yang sekarang pasar yang dibom tersebut diberi nama Kutha Bedah (Kota Meledak).

Gapura[sunting | sunting sumber]

Simbol pluralisme pada awal perkembangan Islam dengan perpaduan budaya Islam dan Hindu yang terdapat pada Gapura Masjid Jami' Baiturrahman Robayan. Gapura Masjid Jami' Baiturrohman 1 Robayan dahulunya hanya berupa batu bata yang disusun menjadi gapura. Untuk menjaga batu bata tidak lapuk, maka warga desa Robayan menutupi gapura dengan melapisi dengan semen seperti sekarang. Walaupun bentuk masjidnya sekarang sudah direnovasi dan bentuk awalnya sudah tidak kelihatan lagi, tetapi ada yang tidak diubah dan dibiarkan masih seperti aslinya yaitu gapura masjid. bentuk gapura pada Masjid Jami' Baiturrahman I Robayan yang menggambarkan bentuk akulturasi arsitektur Hindu dan Islam. Gapura masjid tersebut dahulunya terdapat piring-piring khas Tiongkok, kemungkinan dulu Mbah Roboyo mendapatkan piring tersebut sebagai hadiah dari saudagar dari Tiongkok. Tapi karena piring-piring tersebut rusak, pada saat mengganti plester atau semen pelapis gapura, sehingga piring tersebut tidak dipasang karena kondisinya rusak. Ada mitos ketika jalan raya di depannya ingin diperlebarkan. Gapura harus dibongkar, tetapi setelah diukur ulang tiba-tiba gapura seolah-olah bergeser, sehingga tidak menghalangi perlebaran jalan.

Mimbar[sunting | sunting sumber]

Masjid ini pun mempunyai mimbar untuk khotbah yang menurut cerita orang-orang tua dahulu mimbar tersebut dibuat oleh seorang wali yang sekaligus membangun Masjid Jami’ Baiturrahman I Robayan. Dahulu pintu masjid sempit dan kecil, seorang wali tersebut membuat mimbar khotbah di luar masjid. Setelah mimbar selesai, ternyata ukurannya lebih tinggi dan besar daripada pintu masjid, tetapi wali tersebut bisa memasukan lewat pintu tersebut dengan mudahnya dan dapat diletakkan di bagian utama masjid.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]