Masakan Rusia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Blini (panekuk Rusia)

Masakan Rusia adalah sebutan untuk berbagai masakan yang mencakup hidangan istana Kekaisaran Rusia, masakan nasional Federasi Rusia, dan republik bekas Uni Soviet seperti Ukraina dan Kazakhstan. Sebagai negara terbesar di dunia yang berada di dua benua, Eropa dan Asia, masakan yang sama bisa memiliki resep yang berbeda-beda bergantung pada iklim dan wilayahnya di Rusia. Masakan Rusia sangat dipengaruhi masakan Perancis. Katarina yang Agung sangat menyukai kebudayaan Perancis dan mendatangkan koki dari Perancis.[1]

Sejumlah hidangan yang dianggap asli Rusia, seperti sapi muda Orloff, sapi Stroganoff, ayam Kiev, dan Charlotte Russe adalah hasil kreasi koki Perancis. Beberapa hidangan dari luar Rusia telah dianggap sebagai makanan asli Rusia. Pelmeni berasal dari Siberia, dan shashlik daging kambing atau domba dipelajari dari suku-suku di Pegunungan Kaukasus di abad ke-19.

Makanan Rusia yang paling dikenal adalah sup shchi. Bahan dasarnya hanya kubis dan bawang bombay. Sup ini digemari karena tidak mengenal perbedaan kelas, kaya atau miskin. Orang Rusia mengenal ungkapan "Makanan kami adalah shchi dan kasha (bubur)" (Щи да каша — пища наша, Shchi da kasha pishcha nasha).

Makanan istimewa dihidangkan dalam kesempatan khusus dan perayaan Gereja Ortodoks. Ketika berpuasa daging, orang Rusia membuat shchi dari sauerkraut. Hidangan istimewa untuk Natal adalah kutia, dan blini untuk Maslenitsa, serta Paskha untuk Paskah.

Cara menghidangkan[sunting | sunting sumber]

Makanan utama di Rusia di antaranya adalah roti, kentang, telur, daging, mentega, kubis, jamur, mentimun, dan bawang bombay. Daging berasal dari hewan ternak dan hewan hasil berburu. Semua makanan dimasak di dapur dan bukan di hadapan tamu. Sewaktu dihidangkan, makanan diletakkan di atas nampan perak.[1]

Iklim dingin menyebabkan makanan dihidangkan di atas meja secara berurutan. Satu set hidangan dimulai dari hidangan pembuka (zakuski), sup, hidangan utama, dan hidangan penutup. Hidangan pembuka dapat berupa blini, kaviar, buah zaitun, ikan asap, selada, acar ikan atau sayuran, dan sauerkraut. Sup merupakan hidangan sebelum hidangan utama berupa daging (sapi, kambing, atau babi). Krim asam yang disebut smetana merupakan penyedap utama yang ditambahkan pada sup atau pelmeni.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pengaruh Asia Tengah[sunting | sunting sumber]

Hidangan utama dalam makanan Rusia umumnya dimakan bersama roti. Menurut N.I. Kovalev, seorang sejarawan makanan Soviet, orang Rusia belajar membuat roti yang dikembangkan dengan ragi dari suku nomadik Scythia asal Asia Tengah yang berkuasa di Rusia bagian selatan selama lebih dari 300 tahun sejak abad ke-7 SM. Pengaruh lain dari Asia Tengah adalah minuman fermentasi susu kuda yang disebut kumis. Nilai gizi minuman ini sudah diketahui sejak zaman kuno oleh orang Asia, terutama orang Kazakhstan, Kirgiztan, Bashkir.[2]

Pengaruh Asia Timur[sunting | sunting sumber]

Perdagangan Rusia dengan Konstantinopel sejak tahun 945 membawa serta beras, dan rempah-rempah seperti cengkeh dan merica. Invasi Mongol membuka kembali Jalur Sutra ke Tiongkok, dan membawa serta rempah-rempah baru. Beberapa di antaranya seperti kuma-kuma dan kayu manis menjadi bumbu penting dalam masakan Rusia.

Teknik fermentasi kubis dipelajari orang Tatar dari Tiongkok, dan dipakai untuk membuat untuk sauerkraut. Kubis sudah sejak lama dikenal orang Eropa Utara, tapi orang Rusia belum tahu cara mengawetkannya dengan garam atau air garam. Sekarang, sauerkraut menjadi salah satu hidangan penting di Eropa Utara dan Eropa Tengah.[2]

Pengaruh masakan Perancis[sunting | sunting sumber]

Pada awal abad ke-18, tsar Peter yang Agung mengizinkan masuknya peradaban Barat ke Rusia sehingga masakan Jerman, Belanda, dan Swedia mulai menjadi hidangan di istana kaisar. Kalangan bangsawan mulai mendatangkan juru masak Eropa terutama dari Perancis.[3]

Koki imigran asal Perancis bekerja di rumah keluarga kaya, khususnya kalangan bangsawan sepanjang abad ke-18 dan abad ke-19. Mereka memasukkan pengaruh masakan Perancis ke dalam menu hidangan masyarakat kalangan atas.[2] Berbeda dari sup Perancis yang dibuat dari kaldu bening dan sayuran yang dihaluskan, sup Rusia dulunya hanya kental dan mengenyangkan. Di Rusia, koki Perancis menggunakan teknik pembuatan sup dari Perancis untuk memperbaiki resep-resep sup tradisional Rusia seperti shchi. Masakan Perancis juga menambah ragam saus dan hidangan penutup dalam masakan Rusia.

Sup[sunting | sunting sumber]

Kvass

Makanan utama sebagian besar petani adalah serealia dan sayuran yang dibuat beraneka macam bubur dan sup. Sup tradisional seperti shchi, borscht, ukha, rassolnik, solyanka, botvinya, okroshka, dan turya (okroshka berisi roti) berasal dari masakan petani di Rusia.

Jenis-jenis sup tradisional:

  • Sup dingin dari kvass untuk makanan musim panas: okroshka, turya, dan botvinya
  • Sup encer dan setup dari sayuran
  • Sup berisi mi, daging, jamur, dan susu: lapsha
  • Sup berisi kubis yang dihidangkan panas: shchi
  • Sup kental dari kaldu daging dan acar sayuran: rassolnik dan solyanka
  • Sup encer berisi ikan dan sedikit sayuran (kentang): ukha
  • Sup dari serelia dan sayuran.

Hidangan utama[sunting | sunting sumber]

Potongan daging sapi muda (babi atau ayam) rebus berbumbu merica, peterseli, bawang putih dalam gelatin.
Bola daging yang digoreng di atas wajan.
Daging dibungkus lembaran dari adonan tepung terigu yang dimatangkan dengan cara direbus.
Daging atau sayuran bungkus tepung yang dimatangkan dengan cara direbus atau dipanggang.
Panggang potongan daging dan bawang bombay di tusukan besi.

Hidangan penutup[sunting | sunting sumber]

Minuman[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Strianese, Anthony J.; Pamela P. Strianese (2002). Dining Room and Banquet Management. Thomson Delmar Learning. hlm. 63. ISBN 0-7668-2686-4. 
  2. ^ a b c Molokhovets, Elena; Joyce Toomre, penerjemah (1998). Classic Russian Cooking: Elena Molokhovets' A Gift to Young Housewives. Indiana University Press. ISBN 0-2532-1210-3. 
  3. ^ Schultze, Sydney; Sydney Ellen Schultz (2000). Culture and Customs of Russia. Greenwood Publishing Group. ISBN 0-3133-1101-3. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]