Sauerkraut
Sauerkraut (kol asam) adalah makanan Jerman dari kubis yang diiris halus dan difermentasi oleh berbagai bakteri asam laktat, seperti Leuconostoc, Lactobacillus dan Pediococcus.[1][2] Sauerkraut dapat bertahan lama dan memiliki rasa yang cukup asam, hal ini terjadi disebabkan oleh bakteri asam laktat yang terbentuk saat gula di dalam sayuran berfermentasi.
Sejarah [sunting]
Kubis yang dicampur dengan garam dan cairan yang bersifat asam sebenarnya sudah ada sejak zaman prasejarah namun kemungkinan dideskripsikan pertama kali oleh Gaius Plinius Secundus di abad pertama Masehi. Cara pembuatan sauerkraut seperti sekarang diperkirakan berkembang sekitar tahun 1550 hingga 1750.
Pada tahun 1776, Kapten James Cook diberi penghargaan Medali Copley setelah membuktikan Sauerkraut berkhasiat sebagai makanan pencegah skorbut di kalangan pelaut Inggris ketika melakukan pelayaran jauh.[1]
| Nilai nurtrisi per 100 g (3.5 oz) | |
|---|---|
| Energi | 78 kJ (19 kcal) |
| Karbohidrat | 4.3 g |
| - Gula | 1.8 g |
| - Dietary fibre | 2.9 g |
| Lemak | 0.14 g |
| Protein | 0.9 g |
| Air | 92 g |
| Vitamin B6 | 0.13 mg (10%) |
| Vitamin C | 15 mg (25%) |
| Iron | 1.5 mg (12%) |
| Sodium | 661 mg (29%) |
| Persentase merujuk kepada rekomendasi Amerika Serikat untuk dewasa. Source: Sumberdata Nutrisi USDA |
|
Referensi [sunting]
- ^ a b Farnworth, Edward R. (2003). Handbook of Fermented Functional Foods. CRC. ISBN 0-8493-1372-4.
- ^ "Fermented Fruits and Vegetables - A Global Perspective". United Nations FAO. 1998. Diakses 10 Juni 2007.
| Wikimedia Commons memiliki kategori mengenai Sauerkraut |
