Vodka

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Vodka (bahasa Polandia: wódka; bahasa Rusia: во́дка; bahasa Ukraina: горілка, horilka; bahasa Belarus: гарэлка, harelka) adalah sejenis minuman beralkohol berkadar tinggi, bening, dan tidak berwarna, yang biasanya disuling dari gandum yang difermentasi. Banyak yang menduga bahwa kata Vodka merupakan turunan dari kata bahasa Slavia "voda" (woda, вода) yang berarti "air," meskipun banyak pendapat-pendapat lain.

Kecuali untuk sejumlah kecil perasa, vodka mengandung air dan alkohol (etanol). Vodka biasanya memiliki kandungan alkohol sebesar 35 sampai 60% dari isinya. Vodka Rusia klasik mengandung 40% (80° kandungan murni), angka tersebut dirumuskan oleh ahli kimia terkenal Rusia, Dmitri Mendeleev. Menurut Museum Vodka di St. Petersburg, Rusia, Mendeleev berpendapat bahwa kandungan yang sempurna yaitu 38%, tetapi karena minuman beralkohol pada waktu itu dikenakan pajak berdasarkan kandungan alkoholnya, persentasenya dinaikkan menjadi 40 untuk mempermudah penghitungan pajak.

Vodka merupakan bahan dasar dari sejumlah minuman populer, di antaranya Bloody Mary, Bullshot, dan Vodka Martini (juga dikenal sebagai Vodkatini), sebuah dry martini yang dibuat dengan vodka, bukan gin.

Produksi[sunting | sunting sumber]

Vodka dapat diproduksi dari bahan nabati kaya pati (polisakarida) atau gula; sebagian besar vodka pada saat ini diproduksi dari serealia seperti sorgum, jagung, rye atau gandum. Diantara vodka yang berasal dari serealia, vodka rye dan gandum secara umum dianggap memiliki kualitas lebih baik. Beberapa vodka dibuat dari kentang, molasses, kedelai, anggur, beras, bit gula dan terkadang produk samping penjernihan minyak atau pemrosesan bubur kayu. Beberapa negara di sentral Eropa seperti Polandia vodka dapat diproduksi hanya dengan fermentasi larutan gula dan khamir.

Di Amerika Serikat, banyak vodlka dibuat dari etanol 95% yang diproduksi dalam jumlah besar oleh industri agrikultur besar. Pengemas akan membeli dalam jumlah besar, lalu disaring, diencerkan, didistribusi, dan dijual dengan berbagai merk vodka.

Destilasi dan Penyaringan[sunting | sunting sumber]

Vodka yang diproduksi di Amerika Serikat dan Eropa pada umumnya menggunakan proses penyaringan secara ekstensif sebelum proses produksi tambahan lainnya seperti penambahan perisa. Penyaringan terkadang dilakukan dalam selama proses destilasi, juga setelah proses destilasi, dimana vodka yang telah didestilasi disaring melalui karbon aktif dan media lainnya untuk menyerap komponen yang dapat mengubah rasa atau memberikan off-flavor pada vodka. Namun hal ini jarang dilakukan di negara-negara yang memproduksi vodka secara tradisional, sehingga produsen lebih memilih menggunakan proses destilasi yang sangat akurat dengan penyaringan minimal, sehingga rasa dan karakter unik pada produk dapat dipertahankan.

Master distiller adalah orang yang bertanggung jawab dalam destilasi dan penyaringan vodka, termasuk pemisahan "fore-shot", "head" dan "tail". Komponen-komponen tersebut mengandung senyawa aromatik seperti etil asetat dan etil laktat (head) juga fusel oil (tail) yang memberikan karakter clean/bersih yang diinginkan pada vodka. Rasa pada vodka dimodifikasi dan kejernihannya ditingkatkan melalui destilasi berkali-kali atau dengan menggunakan kolom fraksinasi. Sebagai perbandingan, Proses destilasi untuk liquor lainnya seperti wiski, rum, dan baijiu membiarkan sebagian "head" dan "tail" tertinggal di destilat yang memberikan karakter unik pada produk tersebut.

Destilasi berulangkali akan membuat kadar etanol jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang dapat diterima oleh konsumen. Vodka yang telah disaring dan didestilasi akan memililki kadar alkohol 95-96% tergantung metode destilasi dan teknik yang digunakan. Oleh karena itu, sebagian besar vodka diencerkan dengan air sebelum dibotolkan.


Penambahan rasa[sunting | sunting sumber]

Vodka dapat diklasifikasikan dalam 2 kelompok utama, clear vodka-tanpa rasa dan flavored vodka-dengan perisa.

Meskipun sebagian besar vodka tanpa rasa, banyak vodka dengan rasa diproduksi di negara yang memproduksi vodka secara tradisional, sering kali menggunakan resep rumahan untuk meningkatkan kualitas rasa vodka atau untuk keperluan pengobatan. Rasa yang dapat ditambahkan dapat berupa paprika, jahe, buah-buahan, vanilla, coklat (tanpa pemanis), dan kayu manis. Di Rusia, vodka diberi rasa madu dan lada dengan brand pertsovka juga sangat populer. Orang Polandia dan Belarus menambahkan daun rumput bison lokal untuk memproduksi vodka zubrówka (Polandia) dan zubrovka (Belarus), dengan sedikit rasa manis dan berwarna sedikit kuning(light amber). Di Lituania, terdapat vodka terkenal mengandung madu yang disebut krupnik.

Akhir-akhir ini, terdapat vodka diproduksi dengan rasa yang tidak biasa seperti vodka dengan rasa cabai dan bahkan dengan rasa bacon.