Marsion

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Bagian dari seri tentang
Gnostisisme
Simple crossed circle.svg

Gnostisisme Persia
Mandaeisme
Manikheisme

Gnostisisme Suriah-Mesir
Setian
Tomasin
Valentinian
Basilidean

Para Bapak Gnostisisme Kristen
Simon Magus
Cerinthus
Marsion
Valentinius

Gnostisisme Awal
Ofit
Keni
Karpokratian
Borborit

Gnostisisme Pertengahan
Bogomil
Kathar

Teks-teks Gnostik
Perpustakaan Nag Hammadi
Kisah perbuatan Tomas
Allogenes
1 Wahyu Yakobus
2 Wahyu Yakobus
Apokrifon Yohanes
Kitab-kitab Jeu
Percakapan Juruselamat
Wahyu Koptik Paulus
Injil Koptik orang Mesir
Injil Tomas
Injil Yudas
Injil Filipus
Injil Petrus
Injil Maria
Injil Kebenaran
Wahyu Gnostik Petrus
Marsanes
Diagram Ofit
Hikmat Iman
Hikmat Yesus Kristus
Pemikiran Norea
Trimorfik Protennoia
Zostrianos

Artikel terkait
Kekristenan Esoterik
Teosofi
Gnosis

Marsion (dari kota Sinope), (~85-160, bahasa Yunani: Μαρκίων[1] Σινώπης, Marcion atau Markion Sinopes) adalah seorang uskup dalam gereja mula-mula di kota Sinope.[2] Salah satu pemikirannya yang banyak memicu perdebatan adalah pemisahan radikal antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Teologi yang diajarkannya menganggap Allah dalam Alkitab Ibrani (Perjanjian Lama di Alkitab Kristen) lebih rendah tingkatannya daripada Allah dalam Injil (Perjanjian Baru), karenanya Marsion menganggap bahwa Perjanjian Lama yang diwakili oleh Taurat tidak dapat disandingkan dengan Injil. Ajarannya diikuti oleh sejumlah orang dan disebut aliran Marsionisme.[3] Ajaran ini ditentang oleh bapa-bapa gereja (antara lain Ireneus dalam karyanya "Melawan Ajaran Sesat") dan ia di-ekskomunikasi oleh gereja Roma. Penolakannya atas kitab-kitab yang dianggap bagian Kitab Suci dalam gereja mula-mula menyebabkan gereja memulai penetapan kanon Alkitab.

Ajaran Marsion[sunting | sunting sumber]

Menurut Ireneus, Marsion, yang kemudian berada di Pontus, Asia Kecil, meneruskan ajaran Cerdo. Cerdo mengambil teologinya dari pengikut Simon Magus dari Samaria, dan diam di kota Roma pada zaman Hyginus, yang merupakan penilik jemaat (epikopos) ke-9 dalam suksesi kepemimpinan sejak masa para Rasul. Cerdo mengajarkan bahwa Allah yang dinyatakan oleh hukum dan para nabi (bagian Perjanjian Lama di Alkitab) bukanlah Bapa dari Tuhan Yesus Kristus.[4] Selanjutnya Ireneus menulis:

Marsion dari Pontus meneruskan ajaran Cerdo ini dan mengembangkan doktrinnya sendiri, dengan menghujat Allah dalam Perjanjian Lama itu sebagai "sumber kejahatan" (author of evils), yang suka berperang, tidak berpendirian dan malah sering berlawanan dengan Diri-Nya sendiri. Namun, Yesus yang diperanakkan dari Bapa yang di atas Allah yang menciptakan dunia, dan datang ke Yudea dalam zaman gubernur Pontius Pilatus, seorang prokurator dari Tiberius Cæsar, dinyatakan dalam wujud seorang manusia kepada mereka yang ada di Yudea, untuk menghapuskan kitab para nabi dan hukum (=Perjanjian Lama) dan segala karya Allah yang menciptakan dunia, yang disebut Marsion sebagai "Cosmocrator". Di samping itu, Marsion mengubah-ubah Injil yang menurut Lukas, menghilangkan semua yang berhubungan dengan silsilah Tuhan, dan menyingkirkan banyak ajaran Tuhan, di mana tercatat bahwa Tuhan dengan sungguh mengakui bahwa Pencipta alam semesta ini adalah Bapa-Nya. Dengan demikian Marsion membujuk murid-muridnya bahwa ia lebih berharga daripada para rasul yang menyampaikan Injil kepada kita, karena memberi murid-murid itu bukan Injil, melainkan hanya potongan-potongannya saja. Demikian pula, ia memotong-motong Surat-surat Paulus, menghapus semua yang dikatakan oleh sang rasul mengenai Allah pencipta dunia, yang adalah Bapa Tuhan Yesus Kristus, dan juga bagian-bagian dari tulisan nubuat yang dikutip oleh sang rasul untuk mengajarkan kepada kita bahwa mereka sudah menubuatkan sebelumnya kedatangan Tuhan.[5] Keselamatan hanya diperoleh oleh jiwa-jiwa yang mempelajari doktrinnya, sedangkan tubuh, yang diambil dari bumi, tidak dapat menerima keselamatan. Selain hujatan terhadap Allah sendiri, ia mengajarkan (seperti dari mulut iblis) hal yang berlawanan dengan kebenaran - bahwa Kain (putra Adam) dan mereka yang seperti dia, dan orang-orang Sodom, orang Mesir, dan yang sama dengan mereka, dan pada pokoknya, semua bangsa yang hidup dalam kejahatan, telah diselamatkan oleh Tuhan, pada waktu Ia turun ke dalam Hades (=dunia orang mati), dan saat mereka berlari kepada-Nya, mereka menerima Dia ke dalam kerajaan mereka. Namun, ular yang di dalam Marsion mengatakan bahwa Habil, Henokh, Nuh dan semua orang saleh yang keluar dari bapa leluhur Abraham, dengan semua nabi, dan mereka yang berkenan kepada Allah, tidak mendapatkan keselamatan. Kata Marsion, orang-orang ini tahu bahwa Allah mereka terus menerus mencobai mereka, karena itu mereka sekarang curiga bahwa Ia sedang mencobai mereka, dan tidak berlari kepada Yesus, atau percaya akan pernyataan-Nya: dan dengan alasan ini Marsion menyatakan jiwa mereka masih di Hades.[6] Oleh karena orang ini satu-satunya yang berani merusak Kitab Suci dan tanpa malu melawan Allah, aku (=Ireneus) sengaja secara khusus membantahnya, mendakwanya berdasarkan tulisannya sendiri, dan dengan pertolongan Allah, aku akan menjatuhkannya berdasarkan pengajaran Tuhan dan para rasul, yang dianggapnya berotoritas dan yang dipakainya... Mereka ini (murid-murid atau pengikut Simon Magus dari Samaria) tidak menyebut nama guru mereka, supaya dapat membujuk orang-orang, tetapi mereka mengajarkan doktrinnya. Mereka menggunakan nama Kristus Yesus sebagai semacam umpan, tetapi dengan berbagai cara mereka memperkenalkan kesesatan Simon; dan menghancurkan orang banyak, secara jahat menyebarkan doktrin mereka sendiri dengan memakai nama baik, dan dengan manis dan cantik, meneruskan kepada pendengar mereka, racun yang pahit dan kejam dari ular, sumber kesesatan (Wahyu 12:9).[7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://khazarzar.skeptik.net/books/justinus/apolog1g.htm
  2. ^ Tertullian, "Adversus Marcionem" book 1.
  3. ^ David L. Baker. 1996. Satu Alkitab Dua Perjanjian: Studi tentang Hubungan Teologis antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 36.>
  4. ^ Ireneus. Against Heresies. Jilid I, Bab 27, alinea 1
  5. ^ Ireneus. Against Heresies. Jilid I, Bab 27, alinea 2
  6. ^ Ireneus. Against Heresies. Jilid I, Bab 27, alinea 3
  7. ^ Ireneus. Against Heresies. Jilid I, Bab 27, alinea 4

Pustaka Tambahan[sunting | sunting sumber]

  • Blackman, E.C. Marcion and His Influence 2004 ISBN 1-59244-731-7
  • Clabeaux, John James. The Lost Edition of the Letters of Paul: A Reassessment of the Text of Pauline Corpus Attested by Marcion (Catholic Biblical Quarterly Monograph Series No. 21) 1989 ISBN 0-915170-20-5
  • Dahl, Nils Alstrup. "The Origin of the Earliest Prologues to the Pauline Letters", Semeia 12 (1978), 233-277
  • Epiphanius of Salamis. The Panarion of Epiphanius of Salamis, Book 1 (Sects 1-46) Frank Williams translator, 1987 ISBN 90-04-07926-2
  • Grant, Robert M. Marcion and the Critical Method Peter Richardson & John Collidge Hurd, eds., From Jesus to Paul. Studies in Honour of Francis Wright Beare. Waterloo, ON, 1984. pp.207-215.
  • Harnack, Adolf von 1961. History of Dogma (Neil Buchanan, translating Harnack's Dogmengeschichte 1900), vol I, pp 267 – 313, vol II, pp 1 – 19
  • Harnack, Adolf von. Marcion: The Gospel of the Alien God translation 1990 ISBN 0-939464-16-0
  • Hoffmann, R. Joseph Marcion, on the Restitution of Christianity: An Essay on the Development of Radical Paulist Theology in the Second Century 1984 ISBN 0-89130-638-2
  • Knox, John. Marcion and the New Testament 1942 ISBN 0-404-16183-9
  • Francis Legge, Forerunners and Rivals of Christianity, From 330 B.C. to 330 A.D. (1914), reprinted in two volumes bound as one, University Books New York, 1964. LC Catalog 64-24125.
  • Livingstone, E.A. The Oxford Dictionary of the Christian Church (3rd ed.), pp. 1033-34, 1997 ISBN 0-19-211655-X
  • Tertullian. Ernest Evans, translator, 1972. Against Marcion (Oxford University Press). E-text of Adversus Marcionem and Evan's introduction "Marcion : His Doctrine and Influence"
  • Williams, David Salter. Reconsidering Marcion's Gospel Journal of Biblical Literature 108 (1989), p.477-796
  • Andrew McGowan is Associate Professor of Early Christian History at the Episcopal Divinity School, Cambridge, Massachusettshttp://muse.jhu.edu/journals/journal_of_early_christian_studies/v009/9.3mcgowan.html

Pranala luar[sunting | sunting sumber]