Melawan Ajaran Sesat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Melawan Ajaran Sesat (judul aslinya dalam bahasa Yunani: ἔλεγχος και άνατροπή της ψευδωνύμου γνώσεως, "Menemukan dan mengalahkan ajaran palsu Gnosisisme"; bahasa Latin: Adversus haereses, bahasa Yunani: κατὰ αἱρέσεων; bahasa Inggris: On the Detection and Overthrow of the So-Called Gnosis atau On the Detection and Overthrow of Knowledge Falsely So Called, yang disingkat "Against Heresies"),[1] adalah 5 jilid tulisan karya Ireneus yang ditulis pada abad ke-2. Frasa terakhir dari judul tulisan "ajaran palsu tentang pengetahuan (Gnosisisme)" ("of knowledge falsely so-called" (Greek: tes pseudonymou gnoseos dalam bentuk kata kepunyaan; atau bentuk nominatif pseudonymos gnosis[2]) adalah kutipan dari peringatan rasul Paulus terhadap "pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang (secara keliru) disebut pengetahuan," dalam 1 Timotius 6:20.[3]

Berdasarkan penyebutan Eleutherius sebagai uskup Roma saat itu, karya ini diyakini ditulis sekitar tahun 180 Masehi.[4] Di dalam karyanya ini, Ireneus mengidentifikasi dan menjabarkan beberapa ajaran gnostisisme dan membandingan kepercayaan mereka dengan ajaran Kristen umum dan ortodoks. Hanya sejumlah fragmen dari naskah asli bahasa Yunani yang ada saat ini. Namun, ditemukan terjemahan lengkap dalam bahasa Latin, yang nampaknya dibuat segera setelah penerbitan bahasa Yunani, serta terjemahan Jilid IV dan V dalam bahasa Armenia literal.[5]

Tujuan[sunting | sunting sumber]

Penulisan "Melawan Ajaran Sesat" ini untuk membantah ajaran dari berbagai kelompok gnostik. Nampaknya sejumlah pedagang Yunani mulai berkampanye memuji upaya memperoleh "gnosis" ("pengetahuan") di wilayah pelayanan keuskupan Ireneus. Juga ada satu kelompok gnostik yang disebut "Valentinianisme" menjadi bagian dari gereja mula-mula dan turut ibadah gereja meskipun berbeda jauh ajarannya. Dikatakan bahwa kelompok gnostik bertemu dengan rahasia di luar kegiatan rutin gereja, di mana mereka membincangkan "pengetahuan rahasia" dan kitab-kitab yang berkaitan dengan hal itu. Sebagai penilik jemaat, Ireneus merasa terbeban untuk mengawasi penganut Valentinianisme dan menjaga gereja dari ajaran mereka. Untuk itu, Ireneus belajar sendiri dan menjadi paham akan doktrin dan tradisi gnostisisme,[6] sehingga membuatnya menulis karya ini.

Alasan utama Ireneus membuat tulisan ini juga karena dia merasa orang-orang Kristen di provinsi Asia dan Phrygia membutuhkan bahan untuk menghadapi Gnostisisme, karena mereka kekurangan penilik jemaat (uskup) untuk membina dan mengatasi persoalan semacam ini (mungkin satu uskup menangani sejumlah jemaat).[7] Karenanya, mengingat jarak yang jauh dari tempat Ireneus (di provinsi Gaul, atau Perancis) dengan jemaat di Asia (atau sekarang, Turki), Ireneus dapat membantu mereka secara tertulis.

Sampai dengan penemuan kumpulan pustaka Nag Hammadi pada tahun 1945, "Melawan Ajaran Sesat" merupakan sumber terbaik untuk mempelajari Gnostisisme.

Penerbitan ini sangat penting dari segi sejarah karena dapat ditentukan jelas waktu penulisannya dan termasuk salah satu tulisan paling awal yang meyakinkan dokumentasi banyak perkataan Tuhan Yesus Kristus dan surat-surat rasul Paulus.

Argumen utama[sunting | sunting sumber]

Ireneus menyebut Firman sebagai "Anak" yang menurutnya, "selalu bersama dengan Bapa," di mana hal ini tidak bertentangan dengan pandangan Unitarianisme (keesaan) tentang Allah. Ireneus menegaskan bahwa "Bapa adalah di atas segala sesuatu. Karena menurut Kristus, Bapa lebih besar dari Aku, sehingga Tuhan kita menyatakan bahwa Bapa lebih tinggi dari segala pengetahuan."[8] Ireneus menjelaskan: "Sesungguhnya Bapa di atas segalanya, dan Ia adalah Kepala dari Kristus."[9] Namun, tulisannya telah dikutip sebagai bukti bahwa orang-orang Kristen mula-mula memegang pandangan binitarian atau trinitarian karena ia menulis, "…tidak ada yang disebut sebagai Allah dalam Kitab Suci selain Bapa segala-galanya, dan Anak, dan mereka yang diangkat anak.".[10] Meskipun ini juga ajaran yang dipegang gereja bahwa Kristus dan Roh Kudus adalah dari Bapa "yang satu" yang dibuktikan dari tulisan Ireneus mengenai Roh Kudus dalam karya yang sama.[11] Ajaran ini kemudian dikembangkan oleh Teolog Timur melalui pengajaran Ireneus, "Roh Kudus dan Kristus adalah kepanjangan tangan Bapa, yang menggapai dari kekekalan kepada dunia fana."[10]

Dalam Jilid II, pasal 22, Ireneus mengindikasikan bahwa pelayanan Yesus dimulai dari baptisan-Nya pada usia 30 tahun sampai berusia 50 tahun:

dari tahun ke-40 dan ke-50 orang mulai menurun memasuki usia tua, yang dimiliki oleh Tuhan kita ketika Ia memenuhi jabatan Guru, seperti yang disaksikan oleh kitab-kitab Injil dan para Penatua; mereka yang sempat berbicara di Asia dengan Yohanes, murid Tuhan, menegaskan bahwa Yohanes menyampaikan informasi itu kepada mereka. Dan ia berada di antara mereka sampai pada zaman (kaisar Romawi) Trajan. Beberapa dari mereka, tidak hanya bertemu Yohanes, tetapi juga rasul-rasul yang lain, dan mendengar pernyataan yang sama dari mereka, dan memberi kesaksian akan kebenaran pernyataan itu.[12]

Argumen untuk membela tuduhan ini diberikan pada bagian 3 dari pasal yang sama, menunjukkan lebih dari 3 tahun masa pelayanan dari usia 30 tahun:

Tetapi sangat mencengangkan, bagaimana bisa terjadi, bahwa mereka menyatakan menemukan misteri Allah, namun tidak memeriksa Injil-injil untuk memastikan bahwa sejak Baptisannya, berapa sering Tuhan pergi, menjelang hari Paskah, ke Yerusalem, menurut praktek orang-orang Yahudi dari berbagai negara, dan setiap tahun, mereka harus berkumpul pada periode itu di Yerusalem, dan disana merayakan Paskah. Pertama-tama, setelah Ia mengubah air menjadi anggur di Kana, Galilea, Ia pergi ke perayaan Paskah, pada peristiwa mana ditulis, Bahwa banyak orang percaya kepada-Nya, ketika mereka melihat tanda yang dibuat-Nya, seperti yang dicatat oleh Yohanes, murid Tuhan. Kemudian, lagi, kembali [dari Yudæa], Ia berada di Samaria; di mana Ia berbicara dengan seorang perempuan Samaria, dan dari jauh menyembuhkan anak seorang perwira ("centurion") dengan satu kalimat, yaitu, Pergilah, anakmu hidup. Kemudian Ia pergi, kedua kalinya, untuk merayakan Paskah di Yerusalem, di mana Ia menyembuhkan orang lumpuh, yang berbaring di sisi kolam selama 38 tahun, menyuruhnya berdiri, mengangkat tilamnya dan pergi. Lagi, menarik diri dari sana ke tepi seberang danau Tiberias. Di sana Ia melihat orang banyak mengikutnya, memberi mereka makan dengan 5 potong roti, dan 12 keranjang sisa dikumpulkan. Kemudian, ketika Ia telah membangkitkan Lazarus dari kematian, dan persepakatan dibuat terhadapnya oleh orang-orang Farisi, Ia menarik diri ke kota yang disebut Efraim; dan dari sana, seperti yang tertulis, Ia datang ke kota Betania 6 hari sebelum Paskah, dan dari Betania Ia pergi naik ke Yerusalem, di sana Ia makan Perjamuan Paskah, dan mengalami sengsara di hari berikutnya.[12]

Ireneus mengutip dari hampir seluruh Kitab-kitab Perjanjian Baru, juga kitab-kitab non-kanon, misalnya "Surat 1 Klemens" dan "Gembala Hermas"; tetapi tidak ditemukan kutipan dari Surat Filemon, Surat 2 Petrus, Surat 3 Yohanes atau Surat Yudas– empat surat-surat terpendek.[13]

Mark Jeffrey Olson mengatakan bahwa 1 Korintus 15:50 dikutip paling sering dibandingkan ayat-ayat lain dari surat-surat Paulus dalam Melawan Ajaran Sesat. Ia berargumen Ireneus "percaya bahwa ayat ini adalah kunci tekstual peperangan eksegetikal mengenai Paulus antara Gnostik Valentinianisme dan Kristen umum." Baik Ireneus dan pengikut Valentinian menggunakan ayat ini untuk membuktikan kaitan langsung dengan rasul Paulus. Kedua pihak sama sekali tidak setuju mengenai evaluasi mereka akan dunia materi dan masing-masing berusaha menunjukkan bahwa pendapatnya benar-benar mewakili pandangan rasul Paulus tetang hal ini. Olson menyatakan, menurut Ireneus, ayat penting ini yang mengatakan, "daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah" digunakan oleh orang-orang Gnostik untuk menunjukkan bahwa "pekerjaan tangan Allah tidak diselamatkan."[14] Orang-orang Gnostik mempunyai pandangan negatif terhadap dunia materi.

Valentinian Gnostik percaya bahwa Kristus dan Yesus adalah dua makhluk terpisah yang untuk sementara waktu bersatu. Mereka juga memegang kepercayaan bahwa sebelum penyaliban Yesus, Kristus meninggalkan tubuh-Nya. Karenanya mereka percaya bahwa Kristus tidak benar-benar memiliki tubuh secara fisik, sehingga tidak mengalami kebangkitan secara fisik, melainkan secara spiritual. Penafsiran yang benar menurut Irenaeus adalah menggunakan istilah "daging dan darah" yang dinyatakan dalam ayat ini untuk "orang-orang jahat yang tidak akan mewarisi kerajaan karena perbuatan mereka yang jahat di dalam daging."[15]

Struktur[sunting | sunting sumber]

Jilid I[sunting | sunting sumber]

  • Pendahuluan
  • Bab 1 Pemikiran yang tidak masuk akal murid-murid Valentinus tentang asal, nama, urutan dan pembentukan konjugal dari aeons yang mereka puja, dengan tulisan Kitab Suci yang diadaptasi sesuai pendapat mereka.
  • Bab 2 Propator yang hanya dikenal oleh Monogenes. Ambisi, gangguan, dan bahaya ke dalam mana Sophia jatuh; keturunannya yang tak berbentuk: ia dipulihkan oleh Horos. Pembentukan Kristus dan Roh Kudus demi kelengkapan aeons. Cara pembentukan Yesus.
  • Bab 3 Teks Kitab Suci digunakan oleh golongan heretik ini untuk mendukung pendapat-pendapat mereka
  • Bab 4 Penjelasan dari golongan heretik mengenai pembentukan Achamoth; asal mula dunia yang tampak ini dari kekacauannya
  • Bab 5 Pembentukan Demiurge; deskripsinya. Ia adalah pencipta segala sesuatu yang di luar Pleroma
  • Bab 6 Jenis manusia tiga lapis yang pura-pura diajarkan oleh golongan heretik ini: perbuatan baik dianggap tidak perlu, meskipun perlu untuk yang lain: moral yang ditinggalkan mereka
  • Bab 7 Ibu Achamoth, bila semua benihnya disempurnakan, akan menjadi Pleroma, diiringi oleh orang-orang rohaniah; Demiurge, dengan manusia binatang, akan pindah ke tempat tinggal menengah; tetapi semua manusia jasmaniah akan menjadi rusak. Pendapat hujatan mereka terhadap Inkarnasi sejati Kristus oleh perawan Maria. Pandangan mereka mengenai nubuat. Kebodohan "Demiurge"
  • Bab 8 Bagaimana kelompok Valentinian menyelewengkan Kitab Suci untuk mendukung pendapat mereka yang sok suci
  • Bab 9 Bantahan terhadap penafsiran tak beriman golongan heretik ini
  • Bab 10 Kesatuan iman Gereja di seluruh dunia
  • Bab 11 Pendapat Valentinius dan murid-muridnya serta yang lain
  • Bab 12 Doktrin dari para pengikut Ptolemeus dan Colorbasus
  • Bab 13 Cara menipu dan praktek-praktek jahat Marcus
  • Bab 14 Berbagai hipotesa Marcus dan yang lain. Teori-teori mengenai huruf dan suku kata
  • Bab 15 Sige memberitahukan Marcus tentang terjadinya 24 element dan Yesus. Pembongkaran ketidak masuk akalan ini
  • Bab 16 Penafsiran yang tidak masuk akal dari golongan Marcosian
  • Bab 17 Teori dari golongan Marcosian, bahwa makhluk ciptaan dibuat menurut gambar makhluk yang tidak dapat dilihat
  • Bab 18 Tulisan Musa, yang diselewengkan golongan heretik untuk mendukung hipotesa mereka
  • Bab 19 Tulisan Kitab Suci yang digunakan mereka dalam usaha untuk membuktikan bahwa Bapa yang Mahatinggi tidak dikenal sebelum kedatangan Kristus
  • Bab 20 Tulisan-tulisan yang palsu dan diragukan kebenarannya dari golongan Marcosian, dengan tulisan Injil yang mereka selewengkan
  • Bab 21 Pandangan penebusan yang diajarkan golongan heretik ini
  • Bab 22 Penyimpangan golongan heretik dari kebenaran
  • Bab 23 Doktrin dan praktek-praktek Simon Magus dan Menander
  • Bab 24 Doktrin dari Saturninus dan Basilides
  • Bab 25 Doktrin dari Carpocrates
  • Bab 26 Doktrin dari Cerinthus, golongan Ebionit, dan Nicolaitan
  • Bab 27 Doktrin dari Cerdo dan Marcion
  • Bab 28 Doktrin dari Tatian, golongan Enkratit, dan yang lain
  • Bab 29 Doktrin dari berbagai sekte Gnostik yang lain, dan khususnya golongan Barbeliotes atau Borborians
  • Bab 30 Doktrin dari golongan Ophites dan Sethians
  • Bab 31 Doktrin dari golongan Cainites

Jilid 2-5: Pernyataan ulang ortodoksi.

Jilid II[sunting | sunting sumber]

  • Pendahuluan
  • Bab 1 Hanya ada satu Allah: tidak mungkin tidak demikian
  • Bab 2 Dunia tidak dibuat oleh para malaikat, atau makhluk lain, berlawanan dengan kehendak Allah Mahatinggi, tetapi diciptakan oleh Bapa melalui Firman
  • Bab 3 Bythus dan Pleroma dari golongan Valentinian, juga 'Allah' dari Marcion, ditunjukkan kemustahilannya; dunia sesungguhnya diciptakan oleh Oknum yang sama yang merencanakannya, dan bukan buah dari kerusakan atau keacuhan
  • Bab 4 Ketidak masuk akalan dari anggapan mengenai kehampaan dan kerusakan golongan heretik ditunjukkan
  • Bab 5 Dunia ini tidak dibuat oleh makhluk lain dalam teritori yang dimiliki Sang Bapa
  • Bab 6 Malaikat dan Pencipta dunia tidak mungkin tidak tahu mengenai Allah yang Mahatinggi
  • Bab 7 Makhluk ciptaan bukan gambar dari aeons yang ada di dalam Pleroma
  • Bab 8 Makhluk ciptaan bukan bayangan dari Pleroma
  • Bab 9 Hanya ada satu Pencipta dunia, Allah Bapa: inilah kepercayaan yang teguh dari Gereja
  • Bab 10 Penyelewengan penafsiran Kitab Suci oleh golongan heretik: Allah menciptakan semuanya dari yang tidak ada, dan bukan dari bahan yang sudah ada.
  • Bab 11 Golongan heretik, dari ketidakpercayaan mereka terhadap kebenaran, telah jatuh ke dalam sumur kesalahan yang dalam: alasan untuk menyelidiki sistem mereka
  • Bab 12 Triacontad golongan heretik keliru dalam kerusakan dan kelebihan: Sophia tidak akan dapat menghasilkan apapun tanpa pasangannya; Logos dan Sige tidak mungkin sezaman.
  • Bab 13 Urut-urutan pembentukan pertama yang dipegang oleh golongan heretik seluruhnya tidak dapat dipertahankan
  • Bab 14 Valentinus dan para pengikutnya mengambil prinsip sistem mereka dari orang kafir; hanya nama-namanya yang diganti
  • Bab 15 Tidak ada catatan mengenai pembentukan ini
  • Bab 16 Pencipta dunia entah membentuk gambar semua yang dibuat-Nya dari diri-Nya sendiri, atau Pleroma dibentuk menurut gambar dari sistem yang ada sebelumnya, dan seterusnya sampai tak terbatas
  • Bab 17 Pertanyaan mengenai pembentukan Æons: apapun anggapan sifatnya, dalam setiap sudut tidak konsisten; dan mengenai hipotesa golongan heretik, bahkan Nous dan Sang Bapa sendiri akan dinodai dengan ketidaktahuan
  • Bab 18 Sophia tidak pernah sungguh-sungguh tidak tahu atau bergairah; enthymesis-nya tidak dapat dipisahkan dari dirinya, atau menunjukkan tendensi khusus dengan sendirinya
  • Bab 19 Tidak masuk akalnya golongan heretik mengenai asal mula mereka sendiri: pendapat mereka dalam menghormati Demiurge tampak sama-sama tidak bisa diterima dan konyol
  • Bab 20 Kesia-siaan argumen mengenai penderitaan aeon ke-12, dari perumpamaan-perumpamaan, pengkhianatan Yudas, dan Penderitaan Juruselamat kita
  • Bab 21 Keduabelas Rasul bukan sejenis Æons
  • Bab 22 Ketiga puluh aeons bukan ditandai fakta bahwa Kristus dibaptis pada waktu berusia 30 tahun: Ia tidak menderita dalam bulan ke-12 setelah baptisan-Nya, tetapi tidak lebih dari 50 tahun ketika wafat
  • Bab 23 Wanita yang menderita pendarahan bukan sejenis aeon yang menderita
  • Bab 24 Kebodohan argumen golongan heretik dari angka-angka, huruf-huruf dan suku-suku kata
  • Bab 25 Allah tidak seharusnya dicari dari huruf-huruf, suku-suku kata, dan angka-angka; perlunya kerendahan hati dalam penyelidikan semacam itu
  • Bab 26 "Pengetahuan membuat kembung, tetapi kasih membuat kenyang"
  • Bab 27 Gaya lazim dalam menginterpretasikan perumpamaan dan tulisan Kitab Suci yang kurang jelas
  • Bab 28 Pengetahuan sempurna tidak dapat dicapai dalam hidup yang sekarang: banyak pertanyaan harus ditinggalkan dengan penyerahan diri di tangan Allah
  • Bab 29 Bantahan terhadap pandangan golongan heretik mengenai nasib jiwa dan raga di masa depan
  • Bab 30 Tidak masuk akalnya penyebutan mereka sendiri sebagai rohaniah, sedangkan Demiurge dinyatakan sebagai binatang
  • Bab 31 Rekapitulasi dan aplikasi dari argumen-argumen sebelumnya
  • Bab 32 Pembongkaran lebih lanjut tentang doktrin yang jahat dan menghujat dari golongan heretik
  • Bab 33 Tidak masuk akalnya doktrin transmigrasi jiwa-jiwa
  • Bab 34 Jiwa tidak dapat dikenal dalam keadaan yang terpisah, dan abadi meskipun pada mulanya mempunyai awal
  • Bab 35 Bantahan terhadap Basilides, dan pendapat bahwa para nabi mengucapkan ramalan mereka di bawah inspirasi allah-allah yang berbeda

Jilid III[sunting | sunting sumber]

  • Pendahuluan
  • Bab 1 Para rasul tidak memulai mengabarkan Injil, atau menulis apapun, sampai mereka diberi karunia dan kuasa Roh Kudus. Mereka memberitakan satu Allah saja, pencipta langit dan bumi.
  • Bab 2 Golongan heretik tidak mengikuti Kitab Suci maupun Tradisi gerejawi
  • Bab 3 Sebuah bantahan terhadap golongan heretik, berdasarkan fakta dari berbagai gereja tentang pergantian terus menerus dari para uskup.
  • Bab 4 Kebenaran tidak dapat ditemukan selain di dalam Gereja Am, tempat satu-satunya penyimpanan doktrin apostolik. Penyesatan (heresies) baru saja terbentuk dan tidak bisa melacak asalnya ke para rasul.
  • Bab 5 Kristus dan rasul-rasulnya, tanpa kepalsuan, penipuan atau kemunafikan, memberitakan bahwa satu Allah, Sang Bapa, adalah Pendiri segala sesuatu. Mereka tidak mengemas doktrin mereka untuk menyesuaikan dengan pendengarnya.
  • Bab 6 Roh Kudus, dalam seluruh Perjanjian Lama di Kitab Suci, tidak menyebut adanya Allah atau Tuhan lain, kecuali Dia, Allah sejati.
  • Bab 7 Jawaban terhadap keberatan yang didasarkan kata-kata Santo Paulus (2 Korintus 4:5). Paulus kadang kala menggunakan kata-kata tidak dalam susunan tatabahasa yang lazim.
  • Bab 8 Jawaban terhadap keberatan yang muncul dari kata-kata Kristus (Matius 6:24). Allah saja yang wajib disebut Allah dan Tuhan, karena Dia tidak memiliki awal dan akhir.
  • Bab 9 Allah yang Esa dan sama, Pencipta Sorga dan bumi, adalah Dia yang diramalkan oleh para nabi, dan yang dinyatakan oleh Injil. Buktinya, dari semula, berdasarkan Injil Matius
  • Bab 10 Bukti lanjutan dari sebelumnya, diambil dari Injil Markus dan Lukas
  • Bab 11 Bukti selanjutnya, disarikan dari Injil Yohanes. Injil seluruhnya ada empat, tidak lebih dan tidak kurang. Alasan mistik untuk ini
  • Bab 12 Doktrin para Rasul yang lain
  • Bab 13 Bantahan terhadap pandangan, bahwa Paul adalah satu-satunya Rasul yang mempunyai pengetahuan tentang kebenaran
  • Bab 14 Jika Paulus tahu misteri apapun yang tidak disampaikan kepada rasul yang lain, Lukas, teman seperjalanan yang selalu menemaninya, tidak mungkin tidak tahu mengenainya; juga kebenaran tidak mungkin tersembunyi darinya, yang daripadanya saja kita mengetahui banyak hal penting dari sejarah Injil.
  • Bab 15 Bantahan terhadap golongan Ebionit, yang meremehkan otoritas Santo Paulus, dari tulisan-tulisan Santo Lukas, yang harus diterima seluruhnya. Pembongkaran kemunafikan, penipuan dan kesombongan golongan Gnostik. Para rasul dan murid-murid mereka tahu dan mengabarkan satu Allah, Pencipta dunia.
  • Bab 16 Bukti-bukti dari tulisan apostolik, bahwa Yesus Kristus adalah satu dan sama, Anak Tunggal Allah, Allah yang sempurna dan manusia yang sempurna
  • Bab 17 Para rasul mengajarkan bahwa bukanlah Kristus maupun sang Juruselamat, melainkan Roh Kudus, yang turun kepada Yesus. Alasan turunnya ini.
  • Bab 18 Lanjutan dari argumen sebelumnya. Bukti-bukti dari tulisan-tulisan Santo Paulus, dan dari perkataan Tuhan kita, bahwa Kristus dan Yesus tidak dapat dianggap makhluk yang berbeda; juga tidak dapat disangka bahwa Anak Allah menjadi manusia hanya dari penampakan, melainkan Dia sungguh-sungguh dan benar-benar hidup.
  • Bab 19 Yesus Kristus bukan hanya manusia biasa, diperanakkan dari Yusuf dengan cara alamiah biasa, melainkan Allah sejati, diperanakkan dari Sang Bapa Mahatinggi, dan manusia sejati, lahir dari sang Perawan
  • Bab 20 Allah menunjukkan Diri-Nya, dengan kejatuhan manusia, sebagai yang sabar, lunak, pengasih, berkuasa untuk menyelamatkan. Karenanya, manusia adalah tidak tahu budi, jika, tanpa peduli nasibnya, dan semua keuntungan yang ditawarkan kepadanya, ia tidak mengakui anugerah kudus.
  • Bab 21 Pembuktian nubuat dalam Yesaya 7:14 terhadap penafsiran yang salah dari Theodotion, Aquila, golongan Ebionit, dan orang-orang Yahudi. Otoritas versi Septuaginta. Argumen yang membuktikan bahwa Kristus dilahirkan oleh seorang Perawan.
  • Bab 22 Kristus menjadi daging sesungguhnya, dikandung dan lahir dari sang Perawan
  • Bab 23 Argumen melawan Tatian, menunjukkan bahwa sesuai dengan Keadilan dan Kemurahan Kudus maka Adam yang pertama harus mengambil bagian dahulu dalam keselamatan yang ditawarkan untuk semua oleh Kristus
  • Bab 24 Rekapitulasi berbagai argumen yang dikemukakan melawan ketidakpercayaan aliran Gnostik dalam segala aspeknya. Golongan heretik, diombang-ambingkan setiap hembusan doktrin, tidak seperti ajaran Gereja yang teratur, yang selalu demikian, dan konsisten dengan dirinya sendiri.
  • Bab 25 Dunia ini diperintah dengan ajaib oleh satu Allah, yang memiliki keadilan tak terbatas untuk menghukum yang jahat dan kebaikan tak terbatas untuk memberkati yang saleh serta memberikan keselamatan bagi mereka

Jilid IV[sunting | sunting sumber]

  • Pendahuluan
  • Bab 1 Tuhan mengakui hanya satu Allah dan Bapa.
  • Bab 2 Bukti-bukti dari kesaksian yang jelas dari Musa, dan dari nabi-nabi lain, yang perkataannya adalah perkataan Kristus, bahwa hanya ada satu Allah, Pencipta dunia, yang diberitakan Tuhan kita, dan yang dipanggil-Nya Bapa-Nya.
  • Bab 3 Jawaban terhadap celaan Golongan Gnostik. Kita tidak seharusnya mengira bahwa Allah sejati dapat berubah, atau berakhir karena langit, yang adalah tahta-Nya dan bumi, tumpuan kaki-Nya, akan berlalu.
  • Bab 4 Jawaban terhadap keberatan lain, menunjukkan bahwa kehancuran Yerusalem, yaitu kota raja besar, tidak mengurangi kekuasaan dan kemuliaan Allah yang agung, karena kehancuran ini dijalankan dengan nasehat yang paling bijak dari Allah yang sama.
  • Bab 5 Pengarang kembali kepada argumen sebelumnya, dan menunjukkan bahwa hanya ada satu Allah yang dinyatakan oleh Kitab Hukum (Taurat) dan Nabi-nabi, yang diakui oleh Kristus sebagai Bapa-Nya, dan Dia, melalui Firman-Nya, satu Allah yang hidup dengan-Nya, menyatakan Diri-Nya kepada manusia dalam kedua Perjanjian.
  • Bab 6 Penjelasan perkataan Kristus, "Tidak ada yang mengenal Sang Bapa, selain Anak." dan seterusnya; yang disalahartikan oleh golongan heretik. Bukti bahwa karena Sang Bapa menyatakan Anak, dan oleh Son telah dinyatakan, Sang Bapa tidak pernah tidak dikenal.
  • Bab 7 Rekapitulasi argumen sebelumnya, menunjukkan bahwa Abraham, melalui penyampaian Firman, mengenal Sang Bapa, dan kedatangan Anak Allah. Karenanya, ia bersukacita melihat harinya Kristus, ketika janji yang diberikan kepadanya akan dipenuhi. Buah dari sukacita ini mengalir kepada keturunannya, yaitu, kepada mereka yang mengambil bagian dalam iman Abraham, tetapi tidak kepada orang Yahudi yang menolak Firman Allah.
  • Bab 8 Usaha sia-sia Marcion dan pengikutnya, yang mengecualikan Abraham dari keselamatan yang dianugerahkan oleh Kristus, yang memerdekakan bukan saja Abraham, tetapi juga keturunan Abraham, dengan memenuhi dan tidak menghancurkan Hukum ketika Ia menyembuhkan pada hari Sabat.
  • Bab 9 Hanya ada satu Pengarang dan satu akhir dari kedua Perjanjian.
  • Bab 10 Perjanjian Lama Kitab Suci, dan terutama yang ditulis oleh Musa, dimana-mana menyinggung tentang Anak Allah, dan meramalkan "Advent" (kelahiran) dan "Passion" (penderitaan). Dari fakta ini, dapat ditelusuri bahwa semua ini diilhami oleh Allah yang satu dan sama.
  • Bab 11 Nabi-nabi dan orang saleh pada zaman dulu telah mengetahui sebelumnya Advent (kelahiran) Kristus, dan sungguh-sungguh ingin melihat dan mendengar-Nya, Ia menyatakan diri-Nya dalam Kitab Suci oleh Roh Kudus, dan tanpa perubahan dalam diri-Nya, memperkaya orang setiap hari dengan manfaat, tetapi menganugerahkan kepada mereka lebih berlimpah di generasi kemudian dibanding generasi sebelumnya.
  • Bab 12 Jelas hanya ada satu Pengarang untuk Hukum yang Lama dan yang Baru, dari fakta bahwa Kristus mengecam tradisi dan kebiasaan yang menjijikkan bagi Hukum Lama, sedangkan Ia memastikan precept terpenting dan mengajarkan bahwa Ia sendirilah akhir dari Hukum Musa.
  • Bab 13 Kristus tidak membatalkan precept alamiah dari Hukum itu, melainkan menggenapi dan memperluasnya. Ia menyingkirkan beband dan ikatan Hukum Lama, sehingga umat manusia, sekarang dimerdekakan, dapat melayani Allah dengan kesalehan yang beriman menjadi anak-anak-Nya.
  • Bab 14 Jika Allah menuntut kepatuhan manusia, jika Ia membentuk manusia, memanggilnya dan menempatkannya di bawah hukum, itu untuk kesejahteraan manusia sendiri; bukannya Allah menghalangi kebutuhan manusia, tetapi dengan murahnya menganugerahkan kepada manusia berkat-Nya dalam segala cara apa pun.
  • Bab 15 Mulanya Allah menetapkan cukup untuk menulis hukum alam, atau the Decalogue, di hati umat manusia; tetapi kemudian Ia merasa perlu untuk mengikat, dengan beban Hukum Musa, keinginan orang Yahudi, yang menyalahgunakan kebebasan mereka; dan malah menambah perintah-perintah khusus, karena kekerasan hati mereka.
  • Bab 16 Kesalehan sempurna dianugerahkan bukan dengan sunat atau upacara resmi lainnya. Namun, Sepuluh Perintah Allah/Decalogue tidak dibatalkan oleh Kristus, melainkan selalu berlaku: manusia tidak pernah lepas dari perintah-perintah itu.
  • Bab 17 Bukti bahwa Allah tidak menetapkan dispensasi Levitical untuk kepentingan-Nya sendiri, atau seakan-akan membutuhkan pelayanan semacam itu, padahal Ia tidak membutuhkan apa-apa dari manusia.
  • Bab 18 Mengenai korban dan persembahan, dan mereka yang sungguh-sungguh mempersembahkannya.
  • Bab 19 Barang duniawi mungkin serupa dengan yang sorgawi, tapi yang sorgawi tidak sama dengan yang lain yang lebih tinggi dan belum dikenal; juga kita tidak dapat, tanpa kegilaan absolut, menganggap bahwa Allah itu kita kenal hanya dalam tipe sosok yang masih tidak dikenal dan lebih agung.
  • Bab 20 Satu Allah itu membentuk segalanya di dunia, dengan Firman dan Roh Kudus: dan meskipun Ia dalam hidup kita sekarang ini tidak tampak dan tidak dapat dipahami, tetapi Ia bukannya tidak dikenal; seberapa jauh karya-Nya menyatakan tentang Dia, dan Firman-Nya menunjukkan bahwa Ia dilihat dan dikenal dengan berbagai cara.
  • Bab 21 Iman Abraham sama dengan iman kita; iman ini digambarkan sebelummnya dengan perkataan dan perbuatan leluhur zaman dulu.
  • Bab 22 Kristus tidak datang untuk kepentingan manusia dalam satu masa saja, tetapi untuk semua, yang hidup benar dan saleh, percaya kepada-Nya; dan untuk mereka juga, yang akan percaya.
  • Bab 23 Para Leluhur dan Nabi menunjuk kepada advent (kelahiran) Kristus, sehingga menguatkan, sebagaimana adanya, jalan untuk anak cucu mereka kepada iman Kristus; dan sehingga pekerjaan para rasul diringankan sedemikian ketika mereka mengumpulkan buah dari pekerjaan orang lain.
  • Bab 24 Masuknya orang kafir ("Gentiles") ke dalam iman Kristen lebih sukar daripada orang Yahudi; karenanya pekerjaan para rasul untuk orang asing lebih berat dari mereka yang mengerjakan untuk orang Yahudi.
  • Bab 25 Kedua Perjanjian itu sudah direncanakan dalam Abraham, dan peristiwa Tamar melahirkan anak; hanya ada satu Allah yang sama untuk setiap Perjanjian.
  • Bab 26 Harta karun yang tersembunyi dalam Kitab Suci adalah Kristus; Eksposisi sejati Kitab Suci hanya ditemukan dalam Gereja.
  • Bab 27 Dosa manusia pada zaman purba, yang mengakibatkan ketidaksenangan Allah, oleh tuntunan-Nya, dicatat dalam bentuk tulisan, sehingga kita mendapatkan pengajaran dan tidak menjadi angkuh. Karenanya, kita tidak boleh menganggap ada Allah lain selain Dia yang diberitakan oleh Kristus; kita seharusnya takut, bahwa Allah yang Esa dan sama, yang memberi hukuman pada zaman lampau, akan memberikan yang lebih berat kepada kita.
  • Bab 28 Orang-orang yang membuktikan dirinya tidak peduli, yang membesar-besarkan kemurahan Kristus, tetapi membisu terhadap penghakiman, dan hanya melihat anugerah yang melimpah dalam Perjanjian Baru; tetapi lupa akan tingkat kesempurnaan yang lebih tinggi yang dituntut dari kita, mereka mencoba menunjukkan bahwa ada ilah lain selain Dia yang menciptakan dunia.
  • Bab 29 Bantahan terhadap argumen golongan Marcionites, yang berusaha menunjukkan bahwa Allah adalah Pengarang Dosa, karena Ia membutakan Firaun dan hamba-hambanya.
  • Bab 30 Bantahan terhadap argumen lain yang diberikan oleh golongan Marcionites, bahwa Allah mengarahkan orang Ibrani untuk merampok orang Mesir.
  • Bab 31 Kita tidak boleh cepat mempersalahkan sebagai kejahatan bagi orang zaman dulu yang tindakannya tidak dikecam oleh Kitab Suci, melainkan melihat jenis hal yang akan datang, misalnya dalam kasus hubungan sedarah oleh Lot.
  • Bab 32 Bahwa Allah adalah Pengarang kedua Perjanjian, dipastikan dengan otoritas seorang Penatua yang diajari oleh para rasul.
  • Bab 33 Barangsiapa mengaku bahwa satu Allah sebagai Pengarang kedua Perjanjian, dan dengan rajin membaca Kitab Suci dalam persekutuan dengan para Penatua Gereja, adalah murid rohani sejati; dan ia akan memahami dan menafsirkan dengan benar semua yang dinyatakan oleh para nabi tentang Kristus dan kemerdekaan dalam Perjanjian Baru.
  • Bab 34 Bukti melawan golongan Marcionites, bahwa para nabi merujuk semua ramalan mereka kepada Kristus kita.
  • Bab 35 Sebuah bantahan terhadap mereka yang menganggap para nabi membuat ramalan di bawah inspisasi Yang Mahatinggi, yang lain dari demiurge. Ketidaksepakatan di antara golongan Valentinians sendiri mengenai ramalan yang sama ini.
  • Bab 36 Para nabi dikirim dari Bapa yang satu dan sama, yang daripada-Nya Anak diutus.
  • Bab 37 Manusia memiliki kebebasan kehendak (free will), dan diberi kemampuan untuk membuat pilihan. Karenanya, tidaklah benar, bila sebagian bersifat baik, dan yang lain jahat.
  • Bab 38 Mengapa manusia tidak dibuat sempurna dari mulanya.
  • Bab 39 Manusia diberi kemampuan membedakan baik dan jahat; sehingga, tanpa paksaan, ia memiliki kekuatan, dengan kehendak dan pilihannya sendiri, untuk melaksanakan perintah Allah, dengan tindakan itu ia menghindari kejahatan yang disiapkan untuk mereka yang memberontak.
  • Bab 40 Allah yang Esa dan sama, Sang Bapa, menimpakan hukuman bagi inflicts punishment kepada mereka yang terkutut, dan menganugerahkan pahala bagi orang pilihan.
  • Bab 41 Orang-orang yang tidak percaya kepada Allah, dan yang tidak patuh, adalah para malaikat dan anak-anak Iblis, bukan karena sifat, melainkan karena meniru. Akhir buku ini dan cakupan buku berikutnya

Jilid V[sunting | sunting sumber]

  • Pendahuluan
  • Bab 1 Kristus saja yang mampu mengajarkan hal-hal kudus ("Divine"), dan untuk menebus kita: Ia, yang sama, menjadi daging melalui perawan Maria, bukan dari penampakan saja, tetapi sesungguhnya, dari pekerjaan Roh Kudus, untuk memperbarui kita. Kecaman terhadap kecongkakan Valentinus dan Ebion.
  • Bab 2 Ketika Kristus mengunjungi kita dalam kemurahan-Nya, Ia tidak datang kepada mereka yang bukan milik-Nya: juga, dengan mengucurkan darah sejati-Nya untuk kita, dan menunjukkan kepada kita daging sejati dalam Ekaristi ("Eucharist"), Ia menganugerahkan kepada daging kita kapasitas keselamatan itu.
  • Bab 3 Kekuasaan dan kemuliaan Allah bersinar terang dalam kelemahan daging manusia, sebagaimana Ia membuat tubuh kita partisipan ("participator") kebangkitan dan kekekalan, meskipun Ia membentuknya dari debu tanah; Ia juga menganugerahkan di atasnya sukacita kekekalan, sebagaimana Ia memberikannya hidup yang pendek ini bersama-sama dengan jiwa.
  • Bab 4 Orang-orang itu ditipu oleh mereka yang berpura-pura menyembah Allah Sang Bapa lain selain Pencipta dunia; karena ilah ini lemah dan tidak berguna, atau malah jahat dan penuh cemburu, jika ia tidak mampu atau tidak mau memberi hidup kekal untuk tubuh kita.
  • Bab 5 Hidup yang berkepanjangan dari zaman dulu, kenaikan Elia dan Henokh dengan tubuh mereka, juga perlindungan nyawa Yunus, Sadrakh, Mesakh Abednego, di tengah bahaya maut, merupakan demonstrasi nyata bahwa Allah mampun membangkitkan tubuh kita kepada hidup kekal.
  • Bab 6 Allah akan menganugerahkan keselamatan bagi seluruh keberadaan manusia, terdiri dari tubuh dan jiwa dalam satu kesatuan erat, sejak Firman itu menguasainya dan memahkotai dengan karunia Roh Kudus, di mana tubuh kita adalah dan dinamai "bait"-Nya.
  • Bab 7 Sejauh Kristus dibangkitkan dalam daging yang kita miliki, maka kemudian kita akan dibangkitkan dengan cara yang sama; karena kebangkitan yang dijanjikan untuk kita tidak merujuk kepada roh yang secara alamiah tidak dapat mati, tetapi kepada tubuh yang dapat mati.
  • Bab 8 Karunia Roh Kudus yang kita terima mempersiapkan kita kepada hal yang tidak dapat rusak, membuat kita rohaniah, dan memisahkan kita dari manusia daging. Kedua golongan ini ditandai dengan binatang halal dan haram dalam dispensasi hukum.
  • Bab 9 Menunjukkan bagaimana bagian-bagian ajaran rasul yang diselewengkan oleh golongan heretik ("Daging dan darah tidak akan memiliki Kerajaan Allah"), seharusnya dipahami
  • Bab 10 Sebagai perbandingan dengan pohon zaitun liar, yang kualitasnya, bukan sifatnya, diubah dengan dicangkok, membuktikan hal-hal yang lebih penting; ditunjukkan bahwa manusia tanpa roh tidak mampu berbuah atau mewarisi Kerajaan Allah.
  • Bab 11 Membahas perbuatan seorang yang dalam daging dan dalam roh; juga, pembersihan roh bukan merujuk kepada substansi tubuh kita, tetapi cara hidup kita yang lama.
  • Bab 12 Perbedaan antara hidup dan mati; napas hidup dan kebangkitan roh: bagaimana substansi daging membangkitkan apa yang telah mati.
  • Bab 13 Dalam kematian yang dibangkitkan oleh Kristus kita memiliki bukti yang tertinggi akan Kebangkitan; dan hati kita ditunjukkan mampu untuk hidup kekal, karena mereka sekarang dapat menerima Roh Allah.
  • Bab 14 Kecuali daging akan diselamatkan, Firman tidak dapat membawa kepada-Nya daging dengan substansi yang sama dengan kita: dari sini akan diteruskan bahwa kita tidak dapat diperdamaikan dengan Dia.
  • Bab 15 Bukti dari Kebangkitan dari Yesaya dan Yehezkiel; Allah yang sama yang menciptakan kita juga yang membangkitkan kita.
  • Bab 16 Karena tubuh kita kembali ke bumi, diteruskan bahwa mereka mengambil substansi darinya; juga dengan kedatangan Firman, gambar Allah dalam kita akan muncul dengan terang yang lebih jelas.
  • Bab 17 Hanya ada satu Tuhan dan satu Allah, Sang Bapa dan Pencipta segalanya, Yang mengasihi kita dalam Kristus, memberikan kepada kita hukum, dan penebusan dosa-dosa kita; Yang dibuktikan oleh Kristus, Anak-Nya dan Firman, ketika Ia mengampuni dosa-dosa kita.
  • Bab 18 Allah Sang Bapa dan Firman-Nya telah membuat semua makhluk ciptaan (yang Mereka gunakan) dengan kuasa dan hikmat Mereka sendiri, bukan dari cacat atau keacuhan. Anak Allah, Yang menerima segala kuasa dari Sang Bapa, kalau bukan demikian tidak akan pernah menerima daging kepada Dia.
  • Bab 19 Sebuat perbandingan dibuat antara Hawa yang tidak patuh dan berdosa dengan perawan Maria, pelindungnya. Berbagai kesesatan yang tidak berhubungan juga disebut.
  • Bab 20 Gembala-gembala yang diserahi Gereja oleh para rasul perlu didengarkan, mereka memiliki doktrin keselamatan yang satu dan sama; sebaliknya, golongan heretik harus dihindari. Kita harus berpikir dengan sadar mengenai Misteri Iman.
  • Bab 21 Kristus adalah Kepala dari semuanya yang telah disebut. Pantaslah bahwa Ia diutus oleh Sang Bapa, Pencipta segala sesuatu, untuk mengambil rupa manusia, dan dicobai oleh Iblis, supaya Ia menggenapi semua janji, dan membawa kemenangan yang gemilang dan sempurna.
  • Bab 22 Tuhan sejati dan Allah yang Esa dinyatakan oleh Hukum
  • Bab 23 Iblis sangat terbiasa untuk berdusta, dengan mana Adam disesatkan, berdosa pada hari ke-6 penciptaan, di hari itu pula ia diperbarui oleh Kristus.
  • Bab 24 Mengenai kepalsuan yang tetap dari Iblis, dan mengenai kuasa dan pemerintahan dunia, yang harus kita patuhi, karena mereka ditunjuk oleh Allah bukan oleh Iblis.
  • Bab 25 Kepalsuan, kepongahan dan kesewenang-wenangan kerajaan dari Antikristus
  • Bab 26 Yohanes dan Daniel sudah meramalkan pembubaran dan penghancuran Kerajaan Romawi, yang akan mendahului akhir dunia dan Kerajaan Kristus yang kekal. Golongan Gnostik dibantah, alat-alat Iblis, yang menciptakan Bapa lain yang berbeda dengan Pencipta.
  • Bab 27 Penghakiman di masa datang oleh Kristus. Persatuan dengan dan pemisahan
  • Bab 28 Pembedaan yang dibuat antara orang saleh dan jahat. Penyesatan di masa datang pada zaman Antikristus, dan akhir dunia.
  • Bab 29 Segala sesuatu diciptakan untuk melayani manusia. Kuasa penipuan, kejahatan dan kesesatan Antikristus. Ini sudah digambarkan pada air bah, sebagaimana kemudian pada penganiayaan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.
  • Bab 30 Meskipun pasti mengenai angka dari nama Antikristus, tetapi kita tidak boleh cepat-cepat mengambil kesimpulan dari nama itu sendiri, karena angka ini dapat dicocokkan ke banyak nama. Alasan-alasan akan hal ini dicadangkan oleh Roh Kudus. Pemerintahan dan kematian Antikristus.
  • Bab 31 Pengawetan tubuh kita dipastikan dengan Kebangkitan dan Kenaikan Kristus: jiwa-jiwa orang kudus dalam periode antara ini adalah dalam keadaan penantian saat mereka akan menerima kemuliaan yang sempurna dan dapat dinikmati.
  • Bab 32 Dalam daging di mana orang kudus mengalami penderitaan, mereka akan menerima buah pekerjaan mereka; khususnya karena semua makhluk ciptaan menantikannya, dan Allah menjanjikannya kepada Abraham dan keturunannya.
  • Bab 33 Bukti lebih lanjut dari proposisi yang sama, diambil dari janji-janji yang dibuat oleh Kristus, ketika Ia menyatakan bahwa Ia akan minum dari buah anggur dengan murid-muridnya di dalam Kerajaan Bapa-Nya, sementara di waktu yang sama Ia menjanjikan pahala kepada mereka seratus kali lipat, dan membuat mereka mengambil bagian dari pesta itu. Berkat yang diberikan oleh Yakub telah menunjuk kepada hal ini, sebagaimana Papias dan para penatua telah menafsirkannya.
  • Bab 34 Ia memperkuat pendapatnya mengenai kerajaan orang kudus yang temporal dan duniawi setelah kebangkitan mereka, dengan berbagai kesaksian dari Yesaya, Yehezkiel, Yeremia, dan Daniel; juga dari Perumpamaan para hamba yang menunggu, kepada siapa Tuhan berjanji akan diberi pahala.
  • Bab 35 Ia berpendapat bahwa kesaksian ini sudah dianggap tidak dapat dipahami secara alegoris dari berkat sorgawi, tetapi akan digenapi setelah kedatangan Antikristus, dan Kebangkitan, di Yerusalem duniawi. Kepada nubuat sebelumnya digabungkan dengan yang lain yang diambil dari Yesaya, Yeremia, dan Wahyu Yohanes.
  • Bab 36 Manusia pada akhirnya akan dibangkitkan: dunia tidak akan dimusnahkan; tetapi akan ada berbagai rumah untuk orang-orang kudus, sesuai tingkatan yang diberikan kepada masing-masing. Segala sesuatu akan tunduk kepada Allah Bapa, dan demikianlah Ia akan menjadi semua di dalam semua.

Kutipan dari Alkitab[sunting | sunting sumber]

Menurut para sarjana Irenaeus terbukti mengutip bahan-bahan dari 22 kitab di antara 27 kitab dalam Perjanjian Baru:

Kemungkinan ia juga merujuk kepada Yakobus (Jilid 4, Bab 16) serta mungkin juga 2 Petrus (Jilid 5, Bab 28) tetapi tidak ada kutipan dari Filemon, 3 Yohanes maupun Yudas.

Selain itu ia mengutip dari Perjanjian Lama terutama Kitab Mazmur dan Kitab Yesaya.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ e.g. Peter Drilling Premodern faith in a postmodern culture 2006 p73 "Namun akhirnya "The Detection and Overthrow of Knowledge Falsely So-Called" (judul asli dari apa yang umumnya dikenal sebagai "Against Heresies") dikembangkan dari 2 volume menjadi 5." Robert Lee Williams Bishop lists 2005 p123 "Irenaeus mencatat uskup-uskup (bishops) dari gereja Roma dalam jilid ke-3 dari 5 bukunya yang berjudul "Detection and Overthrow of Knowledge Falsely So-Called"
  2. ^ irregular nom f. sg.
  3. ^ Dominic J. Unger, John J. Dillon - 1992 St. Irenaeus of Lyons Against the heresies, Vol.1 p3 "frasa terakhir dari judul "knowledge falsely so-called" ditemukan di 1 Timotius 6:20.
  4. ^ Schaff, Philip (2001) [kr. 1885] "Introductory Note to Irenæus Against Heresies", Ante-Nicene Fathers, Volume I, Against Heresies, William B. Eerdmans Publishing Company.
  5. ^ Poncelet, Albert (1910). "St. Irenaeus". Catholic Encyclopedia. New York City: Robert Appleton Company. Diakses 4 March 2009. 
  6. ^ Vallée, Gérard (1981). A study in anti-Gnostic polemics: Irenaeus, Hippolytus, and Epiphanius. Waterloo, Ontario: Wilfrid Laurier University Press. hlm. 9. ISBN 0-919812-14-7. OCLC 8975860. 
  7. ^ Grant, Robert McQueen (1997). Irenaeus of Lyons. New York City: Routledge. hlm. 6. ISBN 0-415-11838-7. OCLC 34517356. 
  8. ^ Irenaeus (2001) [kr. 180] "Perfect knowledge cannot be attained in the present life: many questions must be submissively left in the hands of God", in Philip Schaff, Ante-Nicene Fathers, Volume I, Against Heresies, Book II, Chapter XXVIII, William B. Eerdmans Publishing Company.
  9. ^ Irenaeus (2001) [kr. 180] "God the Father and His Word have formed all created things (which They use) by Their own power and wisdom, not out of defect or ignorance. The Son of God, who received all power from the Father, would otherwise never have taken flesh upon Him", in Philip Schaff, Ante-Nicene Fathers, Volume I, Against Heresies, Book V, Chapter XVIII, William B. Eerdmans Publishing Company.
  10. ^ a b Ireneus (2001) [kr. 180] "Preface to Book IV", in Philip Schaff, Ante-Nicene Fathers, Volume I, Against Heresies, William B. Eerdmans Publishing Company.
  11. ^ Ireneus (2001) [kr. 180] "The Holy Ghost, throughout the Old Testament Scriptures, made mention of no other God or Lord, save him who is the true God", in Philip Schaff, Ante-Nicene Fathers, Volume I, Against Heresies, Book III, Chapter VI, William B. Eerdmans Publishing Company.
  12. ^ a b Ireneus (2001) [kr. 180] "The thirty Æons are not typified by the fact that Christ was baptized in His thirtieth year: He did not suffer in the twelfth month after His baptism, but was more than fifty years old when He died.", in Philip Schaff, Ante-Nicene Fathers, Volume I, Against Heresies, Book II, Chapter XXII, William B. Eerdmans Publishing Company.
  13. ^ Davis, Glenn (2008). "Irenaeus of Lyons". The Development of the Canon of the New Testament. Diakses 4 March 2009. 
  14. ^ Ireneus (2001) [kr. 180] "Showing how that passage of the apostle which the heretics pervert, should be understood; viz., 'Flesh and blood shall not possess the kingdom of God.'", in Philip Schaff, Ante-Nicene Fathers, Volume I, Against Heresies, Book V, Chapter IX, William B. Eerdmans Publishing Company.
  15. ^ Olson, Mark Jeffrey (1992). Irenaeus, the Valentinian Gnostics, and the Kingdom of God (A.H. Book V): The Debate about 1 Corinthians 15:50. Lewiston, New York: Mellen Biblical Press. hlm. 11–14. ISBN 0-7734-2352-4. OCLC 26504711. 
  16. ^ Irenaeus and Hebrews oleh D. Jeffrey Bingham]

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]