Gnostisisme

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Bagian dari seri tentang
Gnostisisme
Simple crossed circle.svg

Gnostisisme Persia
Mandaeisme
Manikheisme

Gnostisisme Suriah-Mesir
Setian
Tomasin
Valentinian
Basilidean

Para Bapak Gnostisisme Kristen
Simon Magus
Cerinthus
Marsion
Valentinius

Gnostisisme Awal
Ofit
Keni
Karpokratian
Borborit

Gnostisisme Pertengahan
Bogomil
Kathar

Teks-teks Gnostik
Perpustakaan Nag Hammadi
Kisah perbuatan Tomas
Allogenes
1 Wahyu Yakobus
2 Wahyu Yakobus
Apokrifon Yohanes
Kitab-kitab Jeu
Percakapan Juruselamat
Wahyu Koptik Paulus
Injil Koptik orang Mesir
Injil Tomas
Injil Yudas
Injil Filipus
Injil Petrus
Injil Maria
Injil Kebenaran
Wahyu Gnostik Petrus
Marsanes
Diagram Ofit
Hikmat Iman
Hikmat Yesus Kristus
Pemikiran Norea
Trimorfik Protennoia
Zostrianos

Artikel terkait
Kekristenan Esoterik
Teosofi
Gnosis

Gnostisisme (bahasa Yunani: γνῶσις gnōsis, pengetahuan) merujuk pada bermacam-macam gerakan keagamaan yang beraliran sinkretisme pada zaman dahulu kala. Gerakan ini mencampurkan pelbagai ajaran agama, yang biasanya pada intinya mengajarkan bahwa manusia pada dasarnya adalah jiwa yang terperangkap di dalam alam semesta yang diciptakan oleh tuhan yang tidak sempurna. Secara umum dapat dikatakan Gnostisisme adalah agama dualistik, yang dipengaruhi dan memengaruhi filosofi Yunani, Yudaisme, dan Kekristenan.

Istilah gnōsis merujuk pada suatu pengetahuan esoteris yang telah dipaparkan. Dari sana manusia melalui unsur-unsur rohaninya diingatkan kembali akan asal-muasal mereka dari Tuhan yang superior. Yesus Kristus dipandang oleh sebagian sekte Gnostis sebagai perwujudan dari makhluk ilahi yang menjadi manusia untuk membawa gnōsis ke bumi[1].

Pada mulanya Gnostisisme dianggap sebagai cabang aliran sesat dari Kekristenan, namun sekte Gnostis telah ada sejak sebelum kelahiran Yesus[2][3]. Keberadaan kaum Gnostik sejak Abad Pertengahan semakin berkurang dikarenakan pengikutnya memeluk Islam atau akibat dari Perang Salib Albigensian (12091229). Gagasan Gnostis kembali muncul seiring dengan bertumbuhnya gerakan mistis esoteris pada akhir abad ke-19 dan abad ke-20 di Eropa dan Amerika Utara.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "An Introduction to Gnosticism and The Nag Hammadi Library". The Gnostic Society Library. Diakses 2009-12-02. 
  2. ^ "Gnosticism". Catholic Encyclopedia. Diakses 2009-02-12. 
  3. ^ Bart D. Ehrman Lost Christianities. Oxford University press, 2003, p.188-202

Referensi[sunting | sunting sumber]

Buku[sunting | sunting sumber]

Sumber primer[sunting | sunting sumber]

Sumber sekunder[sunting | sunting sumber]

  • Aland, Barbara (1978). Festschrift für Hans Jonas. Vandenhoeck & Ruprecht. ISBN 3-525-58111-4. 
  • Burstein, Dan (2006). Secrets of Mary Magdalene. CDS Books. ISBN 1-59315-205-1. 
  • Freke, Timothy; Gandy, Peter (2002). Jesus and the Lost Goddess : The Secret Teachings of the Original Christians. Three Rivers Press. ISBN 0-00-710071-X. 
  • Green, Henry (1985). Economic and Social Origins of Gnosticism. Scholars P.,U.S. ISBN 0-89130-843-1. 
  • Haardt, Robert (1967). Die Gnosis: Wesen und Zeugnisse. Otto-Müller-Verlag, Salzburg. hlm. 352 pages. , translated as Haardt, Robert (1971). Gnosis: Character and Testimony. Brill, Leiden. 
  • Hoeller, Stephan A. (2002). Gnosticism - New Light on the Ancient Tradition of Inner Knowing. hlm. 257 pages. ISBN 0-8356-0816-6. 
  • Jonas, Hans. Gnosis und spätantiker Geist vol. 2:1-2, Von der Mythologie zur mystischen Philosophie. ISBN 3-525-53841-3. 
  • King, Charles William (1887). The Gnostics and Their Remains. 
  • King, Karen L. (2003). What is Gnosticism?. Harvard University Press. hlm. 343 pages. ISBN 0-674-01071-X. 
  • Klimkeit, Hans-Joachim (1993). Gnosis on the Silk Road: Gnostic Texts from Central Asia. Harper, San Francisco. ISBN 0-06-064586-5. 
  • Layton, Bentley (1995). "Prolegomena to the study of ancient gnosticism". In edited by L. Michael White, O. Larry Yarbrough. The Social World of the First Christians: Essays in Honor of Wayne A. Meeks. Fortress Press, Minneapolis. ISBN 0-8006-2585-4. 
  • Layton, Bentley (ed.) (1981). The Rediscovery of Gnosticism: Sethian Gnosticism. E.J. Brill. 
  • Markschies, Christoph (2000). Gnosis: An Introduction. T & T Clark. hlm. 145 pages. ISBN 0-567-08945-2.  Unknown parameter |other= ignored (help)
  • Mins, Denis (1994). Irenaeus. Geoffrey Chapman. 
  • Pagels, Elaine (1979). The Gnostic Gospels. hlm. 182 pages. ISBN 0-679-72453-2. 
  • Pagels, Elaine (1989). The Johannine Gospel in Gnostic Exegesis. hlm. 128 pages. ISBN 1-55540-334-4. 
  • Petrement, Simone (1990), A Separate God: The Origins and Teachings of Gnosticsim, Harper and Row ISBN 0-06-066421-5
  • Rudolph, Kurt (1987). Gnosis: The Nature & Structure of Gnosticism. Harper & Row. ISBN 0-06-067018-5. 
  • Walker, Benjamin (1990). Gnosticism: Its History and Influence. Harper Collins. ISBN 1-85274-057-4. 
  • Williams, Michael (1996). Rethinking Gnosticism: An Argument for Dismantling a Dubious Category. Princeton University Press. ISBN 0-691-01127-3. 

Video[sunting | sunting sumber]

  • The Naked Truth: Exposing the Deceptions About the Origins of Modern Religions (1995).

Pranala luar[sunting | sunting sumber]