Mario J. Molina
| Mario Molina | |
|---|---|
Mario Molina |
|
| Lahir | 19 Maret 1943 (umur 70) Ciudad de México, Meksiko |
| Kebangsaan | Meksiko, Amerika Serikat. |
| Bidang | Kimia |
| Institusi | UC San Diego, UC Irvine, JPL di Caltech, dan MIT |
| Alma mater | Universitas Otonomi Nasional Meksiko, Universitas Albert Ludwig Freiburg, Universitas California, Berkeley |
| Pembimbing akademik |
George C. Pimentel [1] |
| Dikenal atas | Meneliti ancaman CFC ke lapisan ozon di stratosfer. |
| Penghargaan | Penghargaan Tyler untuk Pencapaian Lingkungan (1983), NASA Exceptional Scientific Achievement Medal (1989),[2] Penghargaan Nobel dalam Kimia (1995), Penghargaan Lingkungan Sasakawa Program Lingkungan PBB (1999), Penghargaan Tahunan Heinz ke-9 dalam Lingkungan (2003)[3] Penghargaan Lingkungan Volvo (2004)[4] |
Mario Jose Molina (lahir di Ciudad de México, Meksiko, 19 Maret 1943; umur 70 tahun) ialah tokoh Meksiko, merupakan salah seorang pemenang Hadiah Nobel Kimia pada tahun 1995 bersama tiga rekannya yang lain karena membuat penemuan penting mengenai bahaya bahan kimia Cloroflorokarbon (CFC) yang membahayakan lapisan ozon. Mario Molina merupakan rakyat Meksiko pertama yang memenangkan Hadiah Nobel.
Mario Molina juga adalah seorang profesor di Institut Teknologi Massachusetts Boston, Amerika Serikat dan giat dalam usaha untuk menyelamatkan alam sekitar.
Referensi [sunting]
- ^ Molina, Mario (2007). "Autobiography". The Nobel Foundation. Diakses 2008-05-30.
- ^ Massachusetts Institute of Technology (October 11, 1995). "MIT's Mario Molina wins Nobel Prize in chemistry for discovery of ozone depletion". Diakses 2008-05-31.
- ^ The Heinz Awards, Mario Molina profile
- ^ Volvo Environment Prize
Pranala luar [sunting]
- (Inggris) http://www.almaz.com/nobel/chemistry/1995b.html
- (Inggris) http://www.enews.tufts.edu/stories/032603Molina.htm
- (Inggris) http://www-eaps.mit.edu/molina/links.html
|
||||||||||||||||||||
