Kreatina kinase

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Kreatina kinase, disingkat CK, juga disebut kreatina fosfokinase ataufosfo-kreatina kinase (EC 2.7.3.2), merupakan enzim yang dihasilkan dari berbagai jaringan di tubuh. Kreatina kinase juga sering disebut sebagai kreatinina kinase, walaupun penyebutan itu kurang tepat.

Sub Unit[sunting | sunting sumber]

Kreatuba kinase terdiri dari dua sub unit, yakni B (brain) dan M (muscle), tiap sub unit memiliki molekul seberat 43.000 Dalton. Jadi kombinasi dari kedua sub unit ini hanya akan menghasilkan tiga isoenzim kreatina kinase, yakni CK-BB (CK-1), CK-MB (CK-2), dan CK-MM (CK-3). CK-BB dapat terutama terdapat di ginjal dan otak sementara CK-MM sebagian besar terdapat pada otot skeletal.

CK-MM  terdapat  pada  konsentrasi  yang  tinggi  di  otot  skeletal  dan  jantung. CK-MB  memiliki  konsentrasi  yang  tinggi  di  otot  jantung,  akan  tetapi  CK-MB juga terdapat dalam jumlah kecil di paru-paru, usus halus, uterus, prostat, dan otot skeletal yang sehat. CK-MM paling banyak terdapat pada otot skeletal dan CKMB paling banyak terdapat pada otot jantung.[1] Konsentrasi dari CK-BB tertinggi terdapat  di  otak,  dalam  jumlah  kecil  derdapat  di  paru-paru,  lambung,  prostat, saluran pencernaan, dan kandung kemih.[2] CK-MM dan CK-BB sama sekali tidak  relevan untuk mendeteksi nekrosis otot jantung.[3]

Fungsi[sunting | sunting sumber]

Peran fisiologis dari kreatina kinase adalah untuk mempertahankan banyaknya jumlah energi kreatina yang terfosforilasi, yang digunakan untuk mengembalikan jumlah ATP yang telah digunakan selama kontraksi otot.[4] Pada jaringan otot yang memerlukan asupan energi yang tinggi (ATP), misalnya otot lurik, enzim ini berperan dalam mengkatalisis produksi ATP(energi).

Creatine kinase rxn.png

Kadar normal CK berkisar antara 20-200U/L dan peningkatan CK merupakan indikasi terjadinya kerusakan otot yang ditandai kemungkinan adanya perlukaan otot atau disebabkan pengobatan tertentu seperti obat golongan statin. Sementara itu, peningkatan dari total kreatin kinase tidak spesifik pada jantung dan dapat ditemukan pada pasien dengan cedera otot skeletal. Secara klinis, esai kreatina kinase dilakukan untuk mencari indikasi serangan jantung, rabdomiolisis, distrofi muskular dan gagal ginjal.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Eric  J.  Topol,  Frans  J.  Van  De  Werf.  2007.  Acute  Myocardial  Infarction: Early  Diagnosis and Management. In: Textbook of CardiovascularMedicine, 3rd Edition. USA: Lippincott Williams & Wilkins.
  2. ^ Gurusher Panjrath, Elaine B. Josephson, and Eyal Herzog.  2008.  Evaluation in the ED and Cardiac Biomarkers. In: Acute Coronary Syndrome Multidisciplinary  and  Pathway-Based  Approach.  New  York:Springer-Verlag London Limited. p. 43
  3. ^ Santoso M., Setiawan T. 2005. Penyakit Jantung Koroner. In: Cermin Dunia Kedokteran  147.  Diakses  dari  http:  //www.kalbefarma.com/, pada tanggal 28 Juli 2011
  4. ^ Padmaja  V,  Deepu  P.  2009.  Cardiac  Biomarkers.  Diakses  dari http://www.hygeiajournal.com/, pada tanggal 17 Agustus 2011