Kabupaten Tulang Bawang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

[2][3]" valign="top"

Kabupaten Tulang Bawang
Lambang Kabupaten Tulang Bawang
Lambang Kabupaten Tulang Bawang
Moto: Sai Bumi Nengah Nyappur



Peta lokasi Kabupaten Tulang Bawang
Koordinat:
Provinsi Lampung
Tanggal 20 Maret 1997
Ibu kota Kota Menggala
Pemerintahan
 - Bupati Ir. Hanan A. Rozak, M..M
 - Wakil Bupati Heri Wardoyo, S.H.
 - DAU Rp. 482.230.950.000.-(2013)[1]
Luas 3.347 km2
Populasi
 - Total 397.906 jiwa (2010)
 - Kepadatan 118,88 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0726
Pembagian administratif
 - Kecamatan 16
 - Situs web http://www.tulangbawangkab.go.id/

[2] [3]

Kabupaten Tulang Bawang adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung, Indonesia.

Selayang Pandang[4][sunting | sunting sumber]

Pada saat terbentuknya/berdirinya Kabupaten Tulang Bawang pada tanggal 20 Maret 1997 wilayah Kabupaten Tulang Bawang pada saat itu memiliki wilayah terluas, 22% dari wilayah Provinsi Lampung. Dengan menyadari besarnya tantangan dan upaya percepatan pembangunan serta memperpendek rentang kendali pelayanan publik di wilayah Sai Bumi Nengah Nyappur ini, maka segenap elemen masyarakat dan sepenuhnya didukung oleh Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang,

Pada tahun 2008 Kabupaten Tulang Bawang ini dimekarkan menjadi 3 (tiga) wilayah daerah otonom baru (DOB) dengan Undang-Undang Nomor : 49 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Daerah Otonomi Kabupaten Mesuji dan Undang-Undang Nomor : 50 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten Tulang Bawang Barat. Setelah wilayah ini dimekarkan, saat ini Kabupaten Tulang Bawang memiliki luas wilayah ± 4.361,83 Km2, yang tersebar dalam 15 wilayah Pemerintahan Kecamatan, 4 Kelurahan dan 148 Kampung. Walaupun wilayah ini telah dimekarkan, Kabupaten Tulang Bawang tetap memiliki beragam potensi sumber daya alam dan keragaman budaya yang sangat potensial untuk dikembangkan dalam upaya mencapai kesejahteraan segenap lapisan masyarakat.

Kabupaten Tulang Bawang hanya berjarak sekitar 120 Km Ibukota Provinsi Lampung, Bandar Lampung. Sedangkan dari Jakarta dengan menggunakan transportasi udara ± 45 menit dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Raden Intan II (Branti) dilanjutkan dengan 2 jam jalan darat menuju kota Menggala Kabupaten Tulang Bawang. Bagi yang ingin menggunakan transportasi darat jarak dari Jakarta ke Menggala dapat ditempuh ± 8 jam melewati Pelabuhan Laut Merak Bakauheni.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Tulang Bawang dengan Ibukota Menggala, berjarak kurang lebih 120 km dari Ibukota Provinsi (Bandar Lampung). Batas-batas Wilayah kabupaten sbb:

Tugu Kota Menggala
Universitas Megow Pak di Menggala

Topografi[sunting | sunting sumber]

Secara topografi daerah Tulang Bawang dibagi menjadi 4 bagian:

  • Daerah daratan, ini merupakan daerah terluas yang dimanfaatkan untuk pertanian.
  • Daerah rawa, terdapat sepanjang Pantai Timur dengan ketinggian 0-1 m, yang merupakan daerah rawa pasang surut.
  • Daerah River Basin, terdapat dua River Basin yang utama yaitu River Basin Tulang Bawang, dan River Basin sungai-­sungai kecil lainnya.
  • Daerah Alluvial, meliputi pantai sebelah timur yang merupakan bagian hilir (down steem dari sungai-sungai besar yaitu Tulang Bawang, dan Mesuji) dimanfaatkan untuk pelabuhan.

Iklim[sunting | sunting sumber]

Hujan[sunting | sunting sumber]

Daerah Kabupaten Tulang Bawang beriklim Tropis, dengan musim hujan dan musim kemarau berganti sepanjang tahun. Temperatur rata-rata 31° C. Curah hujan rata-rata 2.000 - 2.500 mm/tahun.

Angin[sunting | sunting sumber]

Iklim Tropis Humod dengan angin laut lembab bertiup dari Samudera Indonesia dan Laut Jawa, dari arah Barat dan Barat Laut terjadi pada bulan November - Maret. Selama bulan Juli - Agustus, angin bertiup dari Timur dan Tenggara. Kecepatan angin rata-rata 5,83 km/jam.

Tanah[sunting | sunting sumber]

Secara garis besar Tanah di Tulang Bawang dibagi 6, antara lain Aluvial, Regosol, Andosol, Podsolik, Coklat, Latosol, dan Padsolik Merah Kuning (PMK).

Air[sunting | sunting sumber]

Selain sumber air tanah, sumber air lainnya adalah sumber air permukaan berupa sungai dan laut.

Mineral[sunting | sunting sumber]

Jenis mineral potensial dan strategis di Tulang Bawang adalah:

  • Pasir Kuarsa, terdapat disekitar Menggala dan Gedung Meneng.
  • Minyak Bumi, terdapat pada lapisan Palembang yang terakumulasi sebagai lanjutan dari endapan Minyak Bumi di daerah Palembang; terpusat di sekitar Menggala.
  • Batu Bara, depositnya terdapat pada lapisan sedimen formasi endosit, yaitu bagian Hulu Way Tulang Bawang.

Potensi Daerah[sunting | sunting sumber]

Sumber daya Kabupaten Tulang Bawang sebagai berikut :

Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup[sunting | sunting sumber]

Pengoptimalisasi pembangunan sumber daya alam dan lingkungan hidup di Kabupaten Tulang Bawang secara profesional, dilakukan agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD), tanpa mengabaikan pelestarian lingkungan hidup, serta partisipasi masyarakat dalam memelihara kelestarian dan mutu lingkungan hidup.

Sumber Daya Manusia[sunting | sunting sumber]

Sumber Daya Manusia yang berkualitas sangat diperlukan bagi pengembangan wilayah Tulang Bawang di masa yang akan datang. Jumlah penduduk Kabupaten Tulang Bawang yang lebih kurang sekitar 416 ribu jiwa, menjadi sebuah potensi besar jika dapat terus dikembangkan dan ditingkatkan kualitasnya, untuk memberikan kontribusi yang maksimal bagi pembangunan daerah.

Untuk itu melalui Dinas Pendidikan, pemerintah daerah telah berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan masyarakat sekaligus peningkatan SDM Tulang Bawang. Langkah nyata yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tuiang Bawang dalam rangka meningkatkan mutu SDM yang berkualitas dan profesional adalah melalui kursus-kursus ketrampilan seperti otomotif menjahit, elektronik, sulaman, anyaman. Selain itu mulai dilakukannya kerjasama dengan sekolah-sekolah kejuruan, untuk melatih masyarakat yang putus sekolah dengan ilmu tepat guna, seperti Sekolah Menengah Pertanian, yang melakukan penggemukan sapi potong dengan harapan masyarakat dapat mandiri dan berjiwa wiraswasta. Fasilitas pendidikan di Kabupaten Tulang Bawang pun berkembang cukup pesat, mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK hingga perguruan tinggi.

Sumber Daya Air[sunting | sunting sumber]

Secara historis sungai-sungai Tulang Bawang merupakan denyut nadi perekonomian di daerah Tulang Bawang. Dengan 2 sungai besar yaitu Way Tulang Bawang dan Way Mesuji, disamping sungai-sungai lainnya, seperti Way Pidada, Way Kanan, Way Kiri dll, ditambah potensi laut yang ada di daerah Rawajitu dan Gedung Meneng, jika dikelola dengan optimal dan profesional sangat menjanjikan sebagai salah satu aset untuk pembangunan daerah sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sumber daya air yang ada di Kabupaten Tulang Bawang, disamping dipergunakan untuk budidaya perikanan, juga dijadikan sumber penting bagi pengairan di daerah pertanian, serta dijadikan prasarana transportasi maupun pariwisata.

Sarana Prasarana Wilayah[sunting | sunting sumber]

Untuk memenuhi kebutuhan berbagai fasilitas umum, dalam beberapa tahun terakhir telah dibangun dan dioperasionalkan berbagai fasilitas yang diperlukan di Kabupaten Tulang Bawang. Adapun secara fisik berbagai fasilitas umum tersebut, diantaranya mulai dari jalan, terminal, rumah sakit, perkantoran, pasar, taman makam pahlawan sampai dengan universitas, sekolah unggulan dan berbagai fasilitas lainnya, yang kesemuanya diharapkan dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat yang berada di Kabupaten Tulang Bawang.

Dengan tanpa mengabaikan wilayah lain, khusus untuk meningkatkan pembangunan di Kota Menggala sebagai ibukota Kabupaten, berbagai upaya juga dilakukan, seperti perawatan priodik jalan-jalan kota, pemasangan lampu jalan, pembuatan taman kota, menjaga kebersihan kota dan lain-lain, yang diharapkan dapat memperindah Kota Menggala, agar dapat menampakkan ciri khasnya sebagai Ibukota Kabupaten, sekaligus untuk mendukung keikutsertaannya pada Lomba Adipura setiap tahun.

Disamping itu untuk mendukung pembangunan daerah, khususnya di kawasan transmigrasi, salah satu mega program yang menjadi pilot project secara nasional adalah pelaksanaan program pembangunan Kota Terpadu Mandiri (KTM) di wilayah Mesuji, yang juga merupakan program unggulan dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI. Meskipun wilayah KTM tersebut saat ini telah masuk Kabupaten Mesuji, namun Kabupaten Tulang Bawang memiliki andil yang cukup besar dalam mendukung keberhasilannya hingga tahun 2009. Setelah sukses dengan KTM Mesuji, bahkan kini Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang juga merencanakan akan mengglirkan program KTM yang ke-2, yaitu yang akan dibangun dengan memanfaatkan wilayah Sungai Luar dan Pacing Kecamatan Menggala.

Pemekaran[5][sunting | sunting sumber]

Pembentukan Kabupaten Mesuji[sunting | sunting sumber]

Dengan disahkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2008,[6] tentang Pembentukan Kabupaten Mesuji di Provinsi Lampung, maka sebagian bekas kecamatan di Kabupaten Tulang Bawang menjadi bagian dari Kabupaten Mesuji, yaitu:

  1. Mesuji
  2. Mesuji Timur
  3. Panca Jaya
  4. Rawa Jitu Utara
  5. Simpang Pematang
  6. Tanjung Raya
  7. Way Serdang

Pembentukan Kabupaten Tulang Bawang Barat[sunting | sunting sumber]

Dengan disahkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2008,[7] tentang Pembentukan Kabupaten Tulang Bawang Barat di Provinsi Lampung, maka sebagian bekas kecamatan di Kabupaten Tulang Bawang menjadi bagian dari Kabupaten Tulang Bawang Barat, yaitu:

  1. Gunung Agung
  2. Gunung Terang
  3. Lambu Kibang
  4. Pagar Dewa
  5. Tulang Bawang Tengah
  6. Tulang Bawang Udik
  7. Tumi Jajar
  8. Way Kenanga

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]