Kabupaten Mesuji

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Mesuji
Lambang Mesuji.jpg
Lambang Kabupaten Mesuji
Moto: Sai Bumi Serasan Segawi


Peta Kabupaten Mesuji.jpg
Peta lokasi Kabupaten Mesuji
Koordinat:
Provinsi Lampung
Dasar hukum UU RI No. 49 Tahun 2008
Ibu kota Wiralaga Mulya, Mesuji (UU RI No. 49 Tahun 2008)
Pemerintahan
 - Bupati Khamami, S.H[1]
 - Wakil Bupati Lowong
 - DAU Rp. 338.570.276.000.-(2013)[2]
Luas 2.184 km2
Populasi
 - Total 219.654 jiwa (2012)[3]
 - Kepadatan 100,57 jiwa/km2
Demografi
Pembagian administratif
 - Kecamatan 7
 - Kelurahan 75 kampung
 - Situs web http://www.mesujikab.go.id

Kabupaten Mesuji adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung, Indonesia. Mesuji merupakan kabupaten dengan jarak terjauh dari Bandar Lampung, ibukota Lampung, serta berbatasan langsung dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan

Daftar isi

Sejarah [sunting]

Kabupaten ini memisahkan diri dari kabupaten tulang bawang dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, pada 29 Oktober 2008. Luas wilayah kabupaten ini adalah 2.184,00 km² sedangkan jumlah penduduknya sebanyak 189.999 jiwa (2006).[4]

Ibukota [sunting]

Sesuai dengan amanah UU No.49 tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Mesuji, ditetapkan bahwa ibu kota Kabupaten Mesuji adalah kecamatan Mesuji, berdasarkan hasil musyawarah tokoh-tokoh masyarakat ditetapkan bahwa ibukota terletak tepatnya di Kampung Wiralaga Mulya Kecamatan Mesuji. Nama Wiralaga Mulya diambil dari penggabungan dua Kampung Di Kecamatan Mesuji yaitu Kampung Wiralaga dan Kampung Sidomulya yang juga berdasarkan hasil musyawarah tokoh masyarakat dan para tetua adat yang ada di Kabupaten Mesuji. Pemilihan ibukota kabupaten di Kecamatan Mesuji merupakan solusi terbaik dalam hal pemerataan kesempatan pembangunan, dalam hal ini Kabupaten Mesuji menggunakan prinsip "Segitiga Emas" yakni Kecamatan Mesuji Sebagai Pusat Pemerintahan, Kecamatan Mesuji Timur sebagai sentra pertanian dan perikanan yang didukung oleh Kecamatan Rawa Jitu Utara, dimana Kecamatan Mesuji Timur sendiri terdapat Kota Terpadu Mandiri dan yang terakhir adalah Kecamatan Simpang Pematang dan Way Serdang yang secara geografis dilalui Jalan Lintas Timur Sumatera dijadikan sentra Perdagangan dan Pengembangan ekonomi. sedangkan Kecamatan Panca Jaya dan Kecamatan Tanjung Raya yang terdapat di ditengah tengan segitiga emas tersebut dengan sendirinya dapat menikmati pembangunan secara langsung dan/atau tidak langsung akibat dari bergeraknya roda pemerintahan, pertanian serta perdagangan di Kabupaten Mesuji. Kabupaten Mesuji masih sangat jauh terbelakang di banding kabupaten-kabupaten di lampung lainnya. listrik yang masih memakai tenaga diesel. Jalan sebagian besar masih dari tanah sehingga waktu hujan aktivitas ekonomi agak tersendat karena jalan rusak.

Kasus Pembantaian Mesuji 2011 [sunting]

Pembantaian Mesuji adalah peristiwa pembantaian massal sejumlah petani yang dilakukan aparat keamanan di kawasan Mesuji, Lampung. Berawal saat PT Silva membuka lahan untuk menanam kelapa sawit dan karet pada 2003, yang selalu ditentang masyarakat setempat. Akhirnya, PT Silva membentuk PAM Swakarsa yang juga didukung aparat kepolisian untuk mengusir penduduk dengan membantai sejumlah warga. Pasca adanya PAM Swakarsa terjadilah beberapa pembantaian sadis dari tahun 2009 hingga 2011. Akibatnya, puluhan warga Mesuji, Lampung, mengadu ke Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, melaporkan pembunuhan keji yang diduga dilakukan oleh aparat penegak hukum pada awal tahun 2011.[5]

Referensi [sunting]

Pranala luar [sunting]