Kabupaten Bengkalis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Bengkalis
Lambang Kabupaten Bengkalis
Lambang Kabupaten Bengkalis
Moto: Negeri Junjungan


Lokasi Riau Kabupaten Bengkalis.svg
Peta lokasi Kabupaten Bengkalis
Koordinat: 1°28′LU 102°7′BT / 1,467°LU 102,117°BT / 1.467; 102.117 (Bengkalis)
Provinsi Riau
Dasar hukum UU No. 12 Tahun 1956
Ibu kota Bengkalis
Pemerintahan
 - Bupati Ir. H. Herliyan Saleh
 - DAU Rp. 450.862.241.000.-(2013)[1]
Luas 7.793,93 Km².[2]
Populasi
 - Total 498.335[3] (2010)
 - Kepadatan 32,5
Demografi
 - Kode area telepon 0766
Pembagian administratif
 - Kecamatan 8
 - Kelurahan 102 Desa/Kelurahan
 - Situs web Situs Pemda Bengkalis

Kabupaten Bengkalis adalah salah satu kabupaten di Provinsi Riau, Indonesia. Wilayahnya mencakup daratan bagian timur pulau Sumatera dan wilayah kepulauan, dengan luas adalah 7.793,93 km². Ibukota kabupaten ini berada di Bengkalis tepatnya berada di Pulau Bengkalis yang terpisah dari Pulau Sumatera. Pulau Bengkalis sendiri berada tepat di muara sungai Siak, sehingga dikatakan bahwa pulau Bengkalis adalah delta sungai Siak. Kota terbesar di kabupaten ini adalah kota Duri di kecamatan Mandau.

Penghasilan terbesar Kabupaten Bengkalis adalah minyak bumi yang menjadi sumber terbesar APBD-nya bersama dengan gas.

Kabupaten Bengkalis mempunyai letak yang sangat strategis, karena dilalui oleh jalur perkapalan internasional menuju ke Selat Malaka. Bengkalis juga termasuk dalam salah satu program Indonesia Malaysia Singapore Growth Triangle (IMS-GT) dan Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle (IMT-GT).

Selamat Datang di Bengkalis

Geografis[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bengkalis terletak di sebelah timur Pulau Sumatera yang mencakup area seluas 7.793,93 Km² dengan batas sebagai berikut [4]:

Utara Selat Malaka
Selatan Kabupaten Siak
Barat Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Rokan Hulu
Timur Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Karimun

Bengkalis merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian rata-rata sekitar 2-6,1 m dari permukaan laut. Sebagian besar merupakan tanah organosol, yaitu jenis tanah yang banyak mengandung bahan organik. Di daerah ini juga terdapat beberapa sungai, tasik (danau) serta 24 Pulau besar dan kecil. Beberapa di antara pulau besar itu adalah Pulau Rupat (1.524,84 km²) dan Pulau Bengkalis (938,40 km²).[5]

Bengkalis mempunyai iklim tropis yang sangat dipengaruhi oleh iklim laut dengan temperatur 26 °C – 32 °C. Musim hujan biasa terjadi sekitar bulan SeptemberJanuari dengan curah hujan rata-rata berkisar antara 809 - 4.078 mm/tahun. Periode musim kering (musim kemarau) biasanya terjadi antara bulan Februari hingga Agustus.[6]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Secara Administrasi Pemerintah, Kabupaten Bengkalis terbagi dalam 8 Kecamatan, 102 Kelurahan/ Desa dengan luas wilayah 7.793,93 km². Tercatat jumlah penduduk Kabupaten Bengkalis 498.335 jiwa dengan sifatnya yang heterogen, mayoritas penduduknya adalah penganut agama Islam. Disamping suku Melayu yang merupakan mayoritas penduduk, juga terdapat suku-suku lainnya seperti : suku Minang, suku Jawa yang mayoritas tinggal di Desa Pedekik, Wonosari , suku Bugis, suku Batak, etnis Tionghoa dan sebagainya. Bengkalis sebagai ibu kota kabupaten dikenal juga dengan julukan Kota Terubuk, karena daerah ini adalah penghasil telur ikan Terubuk yang sangat disukai masyarakat karena rasanya yang amat lezat dan tentu saja menyebabkan harga telur ikan Terubuk menjadi amat mahal. Kota lainnya adalah Duri sebagai daerah penghasil minyak.

Daftar kecamatan[sunting | sunting sumber]

No. Kecamatan Kota Kecamatan Luas Kecamatan
1 Bantan Selat Baru 424,40 km²
2 Bengkalis Bengkalis 514,00 km²
3 Bukit Batu Sungai Pakning 1.128,00 km²
4 Mandau Duri 937,47 km²
5 Rupat Batu Panjang 1.524,85 km²
6 Rupat Utara Tanjung Medang 628,50 km²
7 Pinggir Pinggir 2.503,00 km²
8 Siak Kecil Lubuk Muda 742,21 km²


Daftar Bupati Bengkalis[sunting | sunting sumber]

Bupati bks 01.jpg Bupati bks 02.jpg Bupati bks 03.jpg Bupati bks 04.jpg Bupati bks 05.jpg
1945 s/d 1946 1946 s/d 1949 1949 s/d 1953 1953 s/d 1958 1958 s/d 1960
Bupati bks 06.jpg Bupati bks 07.jpg Bupati bks 08.jpg Bupati bks 09.jpg Bupati bks 10.jpg
1960 s/d 1974 1974 s/d 1979 1979 s/d 1984 1984 s/d 1989 1989 s/d 1994
Bupati bks 11.jpg Bupati bks 12.jpg Bupati bks 13.jpg
1995 s/d 2000 2000 s/d 2010 2010 s/d sekarang


Perhubungan[sunting | sunting sumber]

Transportasi darat[sunting | sunting sumber]

Kota Duri dan Sungai Pakning dihubungkan dengan jalan raya untuk menuju ke Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau dan kota kota lainnya di Sumatera. Selain itu juga disediakan ''ferry'' penyeberangan (RO-RO) untuk menghubungkan Pulau Bengkalis dengan Sungai Pakning, Riau Daratan, sekaligus untuk membuka akses ke seluruh kota-kota kecil dan besar di Pulau Sumatera. Fasilitas jalan raya di Kabupaten Bengkalis khususnya di pulau Bengkalis telah menggunakan aspal hotmix, namun masih belum mencapai daerah pelosok yang masih harus sabar menikmati fasilitas jalan aspal biasa.

Transportasi laut[sunting | sunting sumber]

Pelabuhan Utama Bengkalis, Bandar Sri Laksemana

Tranportasi Laut dilayani oleh kapal-kapal kargo kelas menengah dan kapal penumpang ferry cepat berjenis speed boat yang berkapasitas angkut sampai dengan 300 penumpang. Pelabuhan laut di kabupaten Bengkalis cukup banyak, sebahagian besar adalah pelabuhan rakyat yang di singgahi oleh kapal-kapal kecil dan menengah. Sementara pelabuhan besar di pulau Bnegkalis ada 2 (dua) yaitu pelabuhan utama Bandar Sri Laksemana dan sebuah pelabuhan laut yang melayani jalur internasional yang berada di daerah Selat Baru, kecamatan Bantan. Mlayani rute Bengkalis - Muar, Malaysia. Pelabuhan ini di beri nama Bandar Sri Setia Raja, sesuai dengan nama seorang tokoh masyarakat Melayu Bengkalis pada dahulu kala.

Pelabuhan laut, Bandar Sri Setia Raja

Transportasi udara[sunting | sunting sumber]

Untuk transportasi udara, terdapat sebuah Bandar udara perintis yang bernama Bandar Udara Sei Selari yang berada di Sungai Pakning. Bandar udara ini merupakan milik dari PT. Pertamina UP II Dumai di Sei. Pakning untuk kebutuhan transportasi perusahan minyak negara tersebut dan juga untuk aktivitas perusahan minyak Kondur Petroleum S.A., sebuah perusahaan minyak swasta milik anak negeri. Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan nomor KM. 34 tahun 2003, penetapan sementara Bandar Udara Sei Selari Sei Pakning milik PT. Pertamina UP II Dumai di Sei Pakning sebagai bandar udara khusus yang dapat melayani penerbangan bagi kepentingan umum.

Pelayanan umum[sunting | sunting sumber]

Untuk memenuhi kebutuhan listrik, PT PLN mensuplai listrik keseluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkalis dengan kapasitas sebagai berikut :

  1. Bengkalis 3870 kw dan Teluk Pambang 100 kw.
  2. Sungai Pakning 1090 kw dan Tenggayun 100 kw.
  3. Duri 10.830 kw .
  4. Batu Panjang 420 kw, Pangkalan Nyirih 40 kw dan Teluk Lecah, Titi Akar, Medang 100 kw.
  5. Tanjung Samak 300 kw.
  6. Teluk Belitung 200 kw dan Bandul 100 kw.

Untuk saat ini air bersih dapat disuplai oleh PDAM ke daerah Bengkalis dan Duri, sementara untuk kota lainnya sedang dalam perencanaan. PT. Pos Indonesia telah mencapai seluruh bagian di Kabupaten Bengkalis, disamping itu juga dilengkapi dengan layanan telepon untuk daerah Bengkalis, Sungai Pakning dan Duri. Saat ini telepon selular dapat dilayani di Bengkalis dan Duri.

Saat ini ada beberapa bank di Kabupaten Bengkalis, yaitu :

  1. Bank Rakyat Indonesia di Bengkalis, Selat Baru, Duri, Tanjung Samak dan Sungai Pakning.
  2. Bank Negara Indonesia di Bengkalis dan Duri.
  3. Bank Riau di Duri.
  4. Bank Mandiri di Bengkalis dan Duri.
  5. Bank Mega di Bengkalis dan Duri

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Penjara kolonial Belanda 1883

Letak geografis Kabupaten Bengkalis terdiri dari pulau-pulau dengan daerah pantai pesisir yang menghadap langsung ke Selat Malaka dengan pemandangan yang indah – sangat menjadi perhatian para turis, berpusat di Pulau Rupat. Untuk akomodasi bagi para pengunjung, maka disediakan beberapa hotel di Bengkalis, Duri, Sungai Pakning dan Tanjung Lapin serta Rupat Utara.

Kota Bengkalis Sebenarnya mempunyai potensi pariwisata yang cukup besar. Hal ini di tunjukkan dengan cukup banyaknya bangunan-bangunan tua peninggalan zaman kolonial Belanda yang masih terawat dengan baik. Salah satunya seperti penjara peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1883 yang dijadikan cagar budaya oleh pemerintah daerah kabupaten Bnegkalis. Pada saat ini penjara tersebut dalam perawatan Dinas Pariwisata Kabupaten Bengkalis beserta bangunan-bangunan tua lainnya. Menunjukkan bahwa masyarakat Bengkalis khususnya pemerintah daerah kabupaten Bengkalis amat menghargai sejarah.

Pantai Pasir Panjang di Pulau Rupat Berlokasi di Selat Malaka dan merupakan pantai kebangaan dari 3 daerah di Pulau Rupat, yaitu Tanjung Medang, Tanjung Rhu dan Tanjung Punak. Tempat ini dapat dicapai dengan boat kecil yang dikenal dengan nama ‘pompong’ dari Dumai. Perjalanan akan memakan waktu selama 15 menit dengan boat dan 45 menit dengan kendaraan beroda dua (ojek). Jalur ini dilalui oleh boat nasional dan pengunjung internasional karena keindahan pantai Rupat dan pemandangan laut yang nyaman. Rencananya akan dibangun jembatan sepanjang 50 km untuk menghubungkan pulau ini dengan Malaka – Malaysia. Di pulau Rupat juga dapat ditemukan komunitas suku terbelakang yang disebut dengan suku Akit yang melakukan berbagai atraksi untuk menghibur pengunjung.

Pantai Selat Baru

Pantai Selat Baru Berlokasi di pantai Timur Bengkalis, tepatnya di kecamatan Bantan yang terbentang sepanjang 4 km dengan ciri khas yang unik berupa bibir pantai yang melebar ke arah laut (± 100 m) pada saat air laut surut. Keadaan ini membuat pengunjung pantai dapat bermain sepuasnya di sepanjang pantai. Tidak jauh dari bibir pantai, mengalir sungai kecil yang diberi nama Sungai Liong. Sepanjang tepi sungai terdapat tempat pengembang-biakkan telur ikan Kakap Putih. Tepat di muara Sungai Liong kini berdiri sebuah Pelabuhan Laut yang melayari rute internasional bernama Bandar Sri Setia Raja yang diresmikan oleh Gubernur Riau, HM. Rusli Zainal, SE, MP, pada tanggal 1 Maret 2010 yang melayari rute salah satunya Bengkalis - Muar, Malaysia.[7]

Pusat Pelatihan Gajah di Duri, Mandau, Bengkalis

Hutan Lindung dan Pusat Pelatihan Gajah

Hutan Lindung dan Kawasan Konversi Margasatwa terdapat di daerah Bukit Batu dan kecamatan Mandau yang dimiliki oleh Departemen Kehutanan RI..[8] Daerah Sebanga – Duri yang berjarak ± 40 km dari kota Pekanbaru merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi, di tempat ini beberapa gajah dilatih untuk melakukan berbagai atraksi yang dapat menghibur pengunjung. Kawasan Konservasi Gajah ini merupakan bagian dari TAHURA (Taman Hutan Raya) Sultan Syarif Hasyim dan sudah berulang kali diliput oleh tim Jejak Petualang serta acara-acara lain yang berbau Dokumenter Petualangan oleh stasiun TV swasta.[9]

Pusat Pelatihan Gajah di Duri, Mandau, Bengkalis

Kota Duri Terletak pada jarak 89 km dari Minas atau 119 km dari Pekanbaru, Duri adalah salah satu kota penting yang menghasilkan minyak. Di daerah ini terdapat pipa minyak berukuran besar dengan diameter 60 inci di sepanjang jalan dan kilang minyak Dumai.

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Sebelum dibagi menjadi 4 daerah otonom, kabupaten Bengkalis adalah penghasil minyak terbesar di provinsi Riau dan di Indonesia. Eksplorasi minyak ini dilakukan oleh PT. Caltex Pacific Indonesia dan konsesi dengan Kondur Petroleum.

Perikanan[sunting | sunting sumber]

Karena memiliki daerah perairan yang cukup luas, maka Bengkalis sangat berpotensi menghasilkan ikan laut, selain itu juga terdapat budidaya ikan kakap putih di tepi sungai.

Pertanian dan Holtikultura[sunting | sunting sumber]

Komoditas hasil panen yang ada di Kabupaten Bengkalis berupa beras di lahan seluas 14.319 ha, Sagu 17.710 ha, ubi kayu 1.273 ha, jagung 402 ha, kacang 162 ha, buah-buahan (durian, pisang, rambutan, nenas, mangga dan lain-lain) serta sayur-sayuran 1.151 ha. Beberapa daerah ditunjuk untuk pengembangan komoditas hasil panen sebagai berikut :

  1. Pengembangan beras di Bantan dan Bukit Batu.
  2. Pengembangan komoditas buah-buahan di Bengkalis.
  3. Komoditas sayur-sayuran di Bengkalis, Rupat, Mandau dan Bukit Tinggi.

Perkebunan[sunting | sunting sumber]

Komoditas utama di sektor perkebunan termasuk kelapa, karet dan minyak sawit dan VCO. Tanaman penting lainnya seperti kopi, coklat dan buah pinang.

Kehutanan[sunting | sunting sumber]

Di Kabupaten Bengkalis terdapat hutan seluas 463.441 ha yang tersebar di 8 kecamatan di kabupaten ini. Hutan di daerah ini terdiri dari berbagai macam flora dan fauna. Hutan mangrove banyak terdapat di tepian pantai. Hutan lainnya ada yang menghasilkan kayu gelondongan, rotan, resin dan bahan baku lainnya yang berasal dari hutan. Investasi Perkebunan & Kehutanan

Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit

Lokasi     : Kecamatan Bukit Batu, Mandau, Pinggir, Siak Kecil, Rupat dan Rupat Utara
Klasifikasi Proye 

: Sektor Perkebunan

Penanggungjawab     : Dinas Perkebunan dan Kehutanan
Pemilik Proyek   : Pemerintah Kabupaten Bengkalis
Lahan Tersedia   
22.531 hektare (ha)
a. Gambaran Umum

Dalam hal potensi sumber daya alam, Kabupaten Bengkalis memiliki berbagai macam komoditas yang berlimpah dengan nilai ekonomis yang tinggi, terutama yang berasal dari sektor perkebunan. Salah satu komoditas dimaksud antara lain kelapa sawit.

Berdasarkan data tahun 2009 luas areal tanaman kelapa sawit adalah 155.536,70 hektare yagn tersebar di seluruh kecamatan dengan produksi tanaman 1.794.934,80 ton.

b. Kondisi Eksisting

   Potensi lahan untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten bengkalis sebanyak 22.531 hektare yang tersebar di desa-desaa di 6 kecamatan, yaitu :
    Rata-rata satuan biaya pembangunan kebun sebagamana Standar Satuan Biaya Pembangunan Kebun Program Revitalisasi Perkebunan sesuai SK Direktur Jenderal Perkebunan No.135/Kpts/RC.110/10/2008 sebesar Rp 37.711.000/hektar.
   Saat ini ada 6 perusahaan besar yang akan membuka perkebunan kelapa sawit di Bukit Batu, Bengkalis, Rupat dan Siak Kecil dengan luas areal sekitar 35.818,60 hektare.

Industri[sunting | sunting sumber]

Selain daripada kilang pengelolaan minyak yang dimiliki oleh Pertamina UP II Sungai Pakning, saat ini juga terdapat beberapa industri seperti kayu gergaji, perabotan dan mangrove arang.

Wacana Pemekaran Daerah[sunting | sunting sumber]

Kota Bengkalis[sunting | sunting sumber]

Ibukota Kabupaten Bengkalis yang sekarang statusnya masih menjadi Kota Administratif dan akan ditingkatkan menjadi Kota Madya maka pusat pemerintahan akan tetap di Bengkalis.

Kecamatan yang kemungkinan besar akan digabungkan dengan Kota Madya ini, antara lain[butuh rujukan] :

  1. Bengkalis
  2. Bantan
  3. Bukit Batu (Calon Ibu Kota)
  4. Siak Kecil
  5. Pinggir
  6. Mandau
  7. Rupat

Referensi[sunting | sunting sumber]

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]