Direktorat Zeni Angkatan Darat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Direktorat Zeni Angkatan Darat
Zeni AD.png
Lambang Ditziad
Masa tugas 1945–sekarang
Negara  Indonesia
Kecabangan TNI Angkatan Darat
Tipe unit Zeni
Markas Matraman, Jakarta
Motto Yudha Karya Satya Bhakti
Komando tempur
Komandan Brigadir Jenderal TNI Irwan (militer)
Tokoh berjasa Brigadir Jenderal TNI GPH Djatikusumo
Situs resmi
Situs www.ditziad.mil.id

Direktorat Zeni Angkatan Darat (disingkat Ditziad) merupakan salah satu Badan Pelaksana Pusat di tingkat TNI Angkatan Darat, yang bertugas pokok membina dan menyelenggarakan fungsi Zeni dan Nubika TNI AD dalam rangka pelaksanaan tugas pokok TNI AD. Zeni sebagai salah satu kecabangan di dalam TNI AD mempunyai kemampuan melaksanakan fungsi teknis militer Zeni, baik di daerah pertempuran maupun daerah pangkalan, sehingga Satuan Zeni AD dapat diklasifikasikan sebagai satuan bantuan tempur dan satuan bantuan administrasi.

"Zeni" sendiri berasal dari bahasa Belanda Genie yang berarti pandai/banyak akalnya. Pada awal berdirinya Kesatuan Zeni kata Genie masih dipergunakan, namun seiring dengan perubahan Ejaan Yang Disempurnakan kata Genie di-Indonesiakan menjadi "Zeni". Kesatuan ini merupakan kesatuan standar militer di seluruh dunia karena perannya dalam pertempuran sejak zaman purba, karena pada intinya fungsi bantuan tempur Zeni adalah bersifat improvisasi, insidentil, dan menggunakan standar teknik yang khusus dikualifikasikan pada Satuan Zeni. Zeni Tempur sendiri secara umum baik di luar negri maupun di Indonesia mempunyai fungsi sebagai pasukan Bantuan Tempur terhadap Pasukan Manuver (Infanteri) berupa Bantuan Tempur Zeni (Banpurzi) dan Bantuan Administrasi Zeni (Banminzi).

Banpurzi diaplikasikan pada segala pekerjaan yang bersifat membantu gerak maju pasukan manuver, dan aksi menghambat gerak maju pasukan lawan, sedangkan Banminzi adalah segala upaya kegiatan dan pekerjaan yang dilakukan oleh prajurit Zeni di medan Tempur dalam rangka membantu pasukan manuver agar tetap dapat bertahan di luar perbekalan, peralatan, serta komunikasi, karena ketiga masalah ini menjadi tanggung jawab satuan korps perbekalan, korps peralatan, dan korps komunikasi. Bantuan Administrasi Zeni hanya bersifat kebutuhan yang bersifat taktis dan teknis di medan tempur. 9 tugas Pokok Zeni AD terdiri dari: Konstruksi, Destruksi, Rintangan, Samaran, Penyeberangan, Penyelidikan, Perkubuan, Penjinakan bahan peledak (Jihandak), serta Nuklir-Biologi-Kimia (Nubika) pasif.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Selama perjalanannya, Zeni Angkatan Darat turut berperan dalam berbagai penugasan.

Periode 1945-1950[sunting | sunting sumber]

Ditziad ikut berperan dalam pertempuran-pertempuran saat merebut Kemerdekaan Republik Indonesia, mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945 saat agresi Belanda I dan II, dan penumpasan pemberontakan PKI di Madiun tahun 1948.

Periode 1951-1960[sunting | sunting sumber]

Berperan pula dalam penumpasan pemberontak APRA, Andi Aziz, RMS, DI-TII dan PRRI/Permesta; dan tugas internasional antara lain bergabung dalam Kontingen Garuda I, II, dan III.Periode 1961-1970, Operasi Trikora, Dwikora, dan penumpasan OPM dan penumpasan G 30 S/PKI.

Periode 1960-1970[sunting | sunting sumber]

  • Operasi Seroja di Timor-Timur,
  • Tugas-tugas internasional antara lain Kontingen Garuda IV, V, VI, VII, VIII, XII, dan XIV.

Periode 1998-2000[sunting | sunting sumber]

  • 4 Agustus 1999, Penugasan Satgaspam ke Maluku (dua SSK Yonzikon 12 Menzikon)
  • 19 September 1999 penugasan Satgas Banmin ke NTT (Yonzikon 13 Menzikon)
  • 14 Februari 2000 penugasan Tim Jihandak ke Aceh (perkuatan Tim Jihandak Dam I/BB)
  • 16 Februari 2000, penugasan Operasi Rehab daerah di Ambon (Yonziko 11 dan Yonzikon 5)
  • 30 Maret 2000 penugasan perbatasan NTT (Denzipur 9)
  • 28 Juni 2000 penugasan Pamwil ke Maluku (Yonzipur 4)
  • 14 Oktober 2000 penugasan Pamwil ke Aceh (Yonzipur 10 dan Yonzipur 4)
  • 22 Oktober 2000 penugasan Pamwil ke Aceh (Yonzikon 13)
  • 22 Desember 2000 Pam Perbatasan NTT (Denzipur2)

Periode 2001-2004[sunting | sunting sumber]

  • 4 Mei 2001 penugasan Pamwil ke Maluku (Yonzipur 3 dan Yonzipur 12)
  • 13 Juni 2001 penugasan Pamwil ke Irja (Yonzipur 8)
  • 20 Juli 2001 penugasan Operasi Bhakti TNI ke Aceh (Yonzipur 8 dan 9, Yonzikon 11,13, dan 14 Menzikon)
  • 3 April 2002 penugasan Pamtas NTT-Timor Larosae (Satgas Yonzipur 9)
  • 18 April 2002 penugasan rehab Daerah dan Pamwil ke Maluku (Yonzikon 5)
  • 2, 3, dan 6 Juni 2002 penugasan bhakti TNI ke daerah Aceh (Yonzipur 1, 2, dan 4)
  • 22 Agustus 2002 penugasan operasi Banmin ke Ambon (Yonzipur 2 dan Denzipur 8)
  • 30 Agustus 2002 penugasan Pamtas NTT-Timor Larosae (Denzipur 9)
  • Bulan April 2003 penugasan Operasi terpadu di NAD (Yonzipur 10, 8 dan 3)
  • 24 Mei 2003 Bhakti TNI di Aceh (Yonzikon 11 Menzikon)
  • 30 September 2004 penugasan Satgas Misi OPP Monuc Kongo II (Dirziad) sebanyak 125 orang)
  • 1 Oktober 2004 penugasan Satgas Bhakti TNI (Yonzipur 9 Kostrad)
  • 28 Januari 2004 penugasan Banmin 2 ke Aceh (Yonzikon 12 Menzikon)

Satuan Zeni, Pusdikzi TNI-AD dan sejarah singkat[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pusdikzi (Pusat Pendidikan Zeni) TNI-AD sebagai Penyelenggara pendidikan Zeni AD sudah memulai kiprahnya sejak tahun 1945 (termasuk merupakan Korps tertua di jajaran TNI AD ), dengan dimulainya Sekolah Genie di Batujajar pada tanggal 2 Nopember 1945 oleh Achdiyat Soeparmadi. Sekolah Genie ini menggunakan pelatih dari eks sersan-sersan KNIL, adalah Kapten Adam untuk membentuk Batalyon Genie Pionir dengan para pelatih dan Siswa sebagai tenaga intinya. Sayang, akibat eskalasi peperangan semakin meningkat mengakibatkan situasi dan kondisi daerah tidak memungkinkan untuk mengembangkan Sekolah Genie tersebut, akhirnya sekolah Genie ini cuma berumur singkat.

Kemudian pada tanggal 23 Februari 1946 didirikan Sekolah Kader Genie di Kleco,Surakarta mendidik 100 Siswa terdiri dari 10 orang Perwira, 32 Bintara dan 58 Tamtama. Kemudian Sekolah Kader Genie ini disempurnakan dan diubah namanya menjadi Sekolah Dasar Genie. Pada tanggal 15 April 1950 berlangsung serah terima antara Depot Genie Troepen KNIL kepada TNI AD, yang selanjutnya tanggal tersebut dijadikan " Hari jadi Pusdikzi " berdasarkan Surat Keputusan Kasad No. 263. KSAD/ KPTS/1954 tanggal 27 september 1954. Kemudian berganti nama menjadi Depot Pasukan Genie dibawah Pimpinan Mayor Suratin Purwowikarto. Sejalan dengan perkembangan dan perubahan organisasi TNI AD, maka melalui proses yang sangat panjang dari hari kelahirannya sampai sekarang, Pertumbuhan dan perkembangan Pusat Pendidikan Zeni tidak terlepas dari prakarsa para pejabat Komandan Pusdikzi yang telah mencurahkan fikiran, tenaga dan waktunya untuk kemajuan Pusdikzi dari masa ke masa.

Bangunan Pusdikzi adalah merupakan peninggalan penjajah Belanda, yang terdiri dari gedung - gedung bergaya arsitektur Barat/ Eropa ( Art Deco), dibangun pemerintah belanda sekitar tahun 1745 dan sampai sekarang diperkirakan berumur lebih dar 2,5 Abad. Maksud pemerintah Belanda membangun gedung ini adalah untuk menampung Pasukan Pengawal gedung Pemerintah ( Buitenzorg )sekarang Istana Bogor. gedung tersebut dipakai oleh pemerintah Belanda sampai Tahun 1942 dan setelah Jepang menyerah kalah terhadap sekutu pada akhir Perang Dunia II (1945) gedung tersebut diambil alih oleh Depot Genie Troepen ( KNIL ) semacam Pusat Pendidikan Zeni pasukan kolonial Belanda.

Pada saat Jepang berkuasa di Indonesia, Jepang mempergunakan gedung ini untuk mendidik prajurit-prajurit PETA. Ada pun perwira-perwira lulusan Pendidikan Perwira PETA Bogor pernah menduduki jabatan penting di Pemerintahan antara lain:

Pejabat Ditziad[sunting | sunting sumber]

  • Direktur Zeni Angkatan Darat: Brigjen TNI Irwan (militer)
  • Wakil Direktur Zeni Angkatan Darat: Kolonel Czi. Sunarto
  • Irditziad: Kol. Czi. Beta Insan
  • Pa Ahli Banzi: Kol. Czi. Tadjul A.
  • Pa Ahli Konstruksi: Kol. Czi. Hendro W
  • Pa Ahli Nubika: Kol. Czi ..........
  • Pamen Ahli Gol IV Nubika: Kol. Czi. Anas D.S, SE
  • Sesditziad: Kol. Czi. Kasuri
  • KasubditBincab: Kol. Czi. Muhammad Munib, S.IP
  • Kasubditbindiklat: Kol. Czi. Susanto B.
  • Kasubditbintiknikzi: Kol. Czi. Ivo Irianto B.
  • Kasubditbinfasjasa: Kol. Czi. Drs. Sindu T
  • Kasubditbinmatzi: Kol. Czi. Benny Octaviar
  • Kasubditbinnubika: Letkol Czi. Manofarianto
  • Kainfolahta: Letkol. Czi. ......
  • Pejabat Ka Satzi:
    • Kazidam IM: Kol. Czi. Dedi Rusdianto
    • Kazidam I/BB: Kol. Czi. Fathur Rochman
    • Kazidam II/Swj: Kol. Czi. Kuwat Rahardjo
    • Kazidam III/Slw: Kol. Czi. Rachmat S. W.
    • Kazidam IV/Dip: Kol. Czi. Dodi Kuswandi
    • Kazidam V/Brw: Kol. Czi. I Nengah W
    • Kazidam VI/Mlw: Kol. Czi. Suwandi
    • Kazidam VII/Wrb: Kol. Czi. Sajad Mawardi
    • Kazidam IX/Udy: Kol. Czi. Ita Jayadi
    • Kazidam Jaya: Kol. Czi. Budi Irawan
    • Kazidam XII/Tpr: Kol. Czi Georgerius Henu B.
    • Kazidam XVI/Ptm: Kol. Czi. Tripriyanto
    • Kazidam XVII/Cen: Kol. Czi. Willem W. Diaz Vera, S.Ip
    • Kazi Kostrad: Kol. Czi. Dwi Prasetyo
    • Kalabzi: Kol. Czi. Hastono D. S.
    • Kabalakada: Kol. Czi. Jamalulael
    • Kazi Kopassus: Letkol. Czi. Anggarsih
    • Kazi Akmil: Letkol. Czi. Tri Ambodo
    • Kabengpuszi: Letkol. Czi. Akhmad Safuan
    • Kagudpuszi Letkol. Czi. Sri Winarso

Satuan setingkat Resimen[sunting | sunting sumber]

Satuan setingkat kompi[sunting | sunting sumber]

Berikut satuans setingkat kompi

Satuan setingkat detasemen[sunting | sunting sumber]

Detasemen Zeni Tempur (Denzipur)
Detasemen Zeni Bangunan (Denzibang)

Satuan setingkat batalyon[sunting | sunting sumber]

Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur)
Batalyon Zeni Konstruksi (Yon Zikon)

Satuan Zeni yang Lain[sunting | sunting sumber]

Komandan[sunting | sunting sumber]

  1. Kolonel Czi Ir. Nowo (1945 – 1946)
  2. Kolonel Czi Ir. Hoedioro Sontojudo (1946 – 1948)
  3. Mayor Czi Soewido (1948 – 1950)
  4. Letkol Czi Soedarto (1950 – 1952)
  5. Mayor Czi Soetedjo (1952 – 1956)
  6. Brigadir Jenderal TNI GPH. Djatikusumo (1956 – 1958)
  7. Brigadir Jenderal TNI Ir. Soedarto (1958 – 1964)
  8. Brigadir Jenderal TNI Hartawan (1964 – 1965)
  9. Brigadir Jenderal TNI Dandy Kadarsan (1965 – 1966)
  10. Brigadir Jenderal TNI Moh. Soeratmo (1966 – 1971)
  11. Brigadir Jenderal TNI Moch. Soeratmo (1971 - 1971)
  12. Brigadir Jenderal TNI Kirsamto (1971 – 1973)
  13. Brigadir Jenderal TNI Bambang S (1973 – 1976)
  14. Brigadir Jenderal TNI Santoso Kasran (1973 – 1976)
  15. Brigadir Jenderal TNI Ir. Soetjihno (1971 – 1978)
  16. Brigadir Jenderal TNI Ir. Soetjihno(1978 – 1980)
  17. Brigadir Jenderal TNI R. Heru Gunadi (1980 – 1982)
  18. Brigadir Jenderal TNI R. Heru Gunadi (1982 – 1984)
  19. Brigadir Jenderal TNI Tarwoto (1984 - 1984)
  20. Brigadir Jenderal TNI Hadi Sunaryo (1984 – 1985)
  21. Brigadir Jenderal TNI Hadi Sunaryo (1985 – 1987)
  22. Brigadir Jenderal TNI Nurdin Muhtar (1987 – 1989)
  23. Brigadir Jenderal TNI AA. Barnadi (1989 – 1993)
  24. Brigadir Jenderal TNI I Wayan Maker (1993 – 1995)
  25. Brigadir Jenderal TNI Wulang Asmadi (1995 - 1995)
  26. Brigadir Jenderal TNI Aminuddin Sobli (1995 – 1996)
  27. Brigadir Jenderal TNI Koenwrihardi, S. Ip (1996 – 1998)
  28. Brigadir Jenderal TNI Hermani, SE (1998 – 1999)
  29. Brigadir Jenderal TNI Dadi Pratjipto, SE (1999 – 2002)
  30. Brigadir Jenderal TNI Kiswantara P, S.Ip (2002 – 2003)
  31. Brigadir Jenderal TNI Sihono, M. Sc (2003 – 2005)
  32. Brigadir Jenderal TNI Kadaryanto, S. Ip (2005 – 2007)
  33. Brigadir Jenderal TNI Didik Prijanto (2007 – 2011)
  34. Brigadir Jenderal TNI Dicky Wainal Usman (2011 - 2012)
  35. Brigadir Jenderal TNI Zainal Arifin, S.Ip (2012 - 2012)
  36. Brigadir Jenderal TNI Juwondo (2012 - 2014)
  37. Brigadir Jenderal TNI Irwan (2014 - Sekarang)

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranara luar[sunting | sunting sumber]