Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Srengseng Sawah
—  Kelurahan  —
Negara  Indonesia
Provinsi Jakarta
Kota Jakarta Selatan
Kecamatan Jagakarsa
Kodepos 12640

Kelurahan Srengseng Sawah adalah sebuah kelurahan di kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kelurahan ini memiliki kode pos 12640.

Dahulu Srengseng Sawah disebut Srengseng saja, tanpa kata sawah. Orang Belanda VOC menyebutnya Sringsing. Mungkin karena di situ banyak dibuka persawahan, maka kemudian disebut Srengseng sawah. Atau, mungkin juga untuk membedakannya dengan Srengseng di Jakarta Barat, yang sekarang menjadi nama kelurahan di wilayah Kecamatan Kebonjeruk. Srengseng diambil dari nama semacam pandan berdaun lebar, pinggirnya berduri -duri, Pandanus caricosus Ramph, termasuk famili Pandaneseae. Daunnya bisa dianyam dijadikan tikar atau topi kasar (Fillt 1883, 264). Sampai meletusnya Perang Dunia Kedua produksi tikar dan topi pandan dari Distrik Kebayoran mempunyai nilai ekonomi yang cukup berarti, dapat dipasarkan kedaerah- daerah lain, bahkan ke luar Pulau Jawa ( Tideman 1932:19). Sampai tahun tujuh puluhan abad ke-20 ,Masih banyak penduduk asli Srengseng Sawah dan sekitarnya yang membuat tikar dan topi pandan sebagai usaha sampingan.

Pada tahun 1674 kawasan Srengseng tercatat sebagai milik Karim, anak seorang bekas Kapten Jawa, bernama Citragladak. Kemudian jatuh ke tangan Cornelis Chalestein, tuan tanah kaya raya yang antara lain memiliki tanah partikelir Depok. Di Srengseng ia mempunyai sebuah rumah peristirahatan. (De Haan 1935:340).

Kelurahan ini memiliki penduduk kurang lebih sebesar 49.962 jiwa. Memiliki 19 RW (Rukun Warga). Kelurahan ini berbatasan dengan Kelurahan Lenteng Agung / Kelurahan jagakarsa di sebelah utara, Kelurahan Cipedak / Kelurahan Ciganjur di sebelah barat, Kelurahan Lenteng Agung / Kali Ciliwung di sebelah timur dan Depok, Jawa Barat di sebelah selatan.

Srengseng mempunyai tempat wisata yang bernama Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. Dan akan menyusul Setu Mangga Bolong yang hingga saat ini sedang dalam tahap pengerjaan.

Ada rencana dari dinas terkait untuk membagi dua Kelurahan Srengseng Sawah ini. Yaitu Kelurahan Perkampungan budaya Betawi dan Kelurahan Srengseng Sawah. Hingga saat ini pembagian kelurahan Srengseng Sawah itu sendiri mendapat hambatan karena dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 4 Tahun 2004 tentang Perluasan Wilayah,Sebuah kelurahan baru harus mempunyai jumlah penduduk minimal 30 ribu jiwa. Sementara itu, jumlah warga di Pekampungan Budaya Betawi hanya berjumlah 9.900 jiwa. Aturan jumlah penduduk ini bisa diabaikan jika ada keinginan masyarakat untuk membentuk kelurahan baru.