Balai Arkeologi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Sesuai dengan SK. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: 53/OT.001/MKP/2003 tentang organisasi dan Tata kerja Balai Arkeologi, lembaga ini merupakan UPT di lingkungan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang berkedudukan dan bertanggung jawab kepada Deputi Bidang Sejarah dan Purbakala yang sehari-hari dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Sumberdaya Kebudayaan dan Pariwisata.

Setelah bidang kebudayaan kembali digabung dengan pendidikan, maka Balai Arkeologi berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 56 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Arkeologi. Sedangkan Rincian Tugas Balai Arkeologi dituangkan melalui SK Mendikbud nomor 33 Tahun 2013. Melalui keputusan tersebut maka Balai Arkeologi adalah Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (pasal 1), dan Balai Arkeologi Balai Arkeologi dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Pusat Arkeologi Nasional (pasal 2).

Balai Arkeologi di bawah Pusat Arkeologi Nasional secara hirarkis unit eselon I nya dibawah Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sedangkan tanggungjawab substansif dan koordinatif kepada Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Tugas Pokok dan Fungsi (SK lama)[sunting | sunting sumber]

Tugas Pokok Balai Arkeologi adalah melaksanakan penelitian di bidang arkeologi di wilayah kerjanya.

Sementara itu, fungsi lembaga ini adalah:

  • Melakukan pengumpulan, perawatan, pengawetan dan penyajian benda yang bernilai budaya dan ilmiah yang berhubungan dengan penelitian arkeologi;
  • Melakukan urusan perpustakaan, dokumentasi dan pengkajian ilmiah yang berhubungan dengan hasil penelitian;
  • Memperkenalkan dan menyebarluaskan hasil penelitian;
  • Melakukan bimbingan edukatif kultural kepada masyarakat tentang benda yang bernilai budaya dan ilmiah yang berhubungan dengan arkeologi;
  • Melakukan urusan tata usaha dan urusan rumah tangga Balai.

Tugas dan Fungsi (SK baru No. 56/2012)[sunting | sunting sumber]

Balai Arkeologimempunyai tugas penelitian benda arkeologi di wilayah kerjanya.

Dalam melaksanakan tugasnya, Balai Arkeologi menyelenggarakan fungsi fungsi:

a. pencarian benda-benda arkeologi;

b. pelaksanaan analisis dan interpretasi benda-benda arkeologi;

c. perawatan dan pengawetan benda arkeologi hasil penelitian;

d. publikasi dan dokumentasi hasil penelitian benda-benda arkeologi; dan

e. pelaksanaan urusan ketatausahaan Balai.

Tata Kerja

Dalam melasanakan tugas dan fungsinya, Balai Arkeologi berkoordinasi dengan:

  • Unit organisasi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
  • Pemerintah Provinsi;
  • Pemerintah Kabupaten/Kota;
  • Perguruan Tinggi; dan
  • Lembaga/instaansi terkait lainnya.

Balai Arkeologi di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Terdapat sepuluh Balai Arkeologi di Indonesia. Daftar selengkapnya adalah sebagai berikut.

No. Nama Wilayah kerja Alamat Telp./faks.
1 Balai Arkeologi Medan Provinsi Aceh, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara Jl. Seroja Raya, Gang Arkeologi, Medan Tuntungan, Medan 20134 Telp. +62-61-8224365, 8224363, faks. +62-61-8224365
2 Balai Arkeologi Palembang Provinsi Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung Jl. Kancil Putih, Lrg. Rusa, Demang Lebar Daun, Palembang
3 Balai Arkeologi Bandung Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Lampung Jl. Raya Cinunuk Km 17, Cileunyi, Bandung 40623 Telp. +62-2278016
4 Balai Arkeologi Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta, Prov. Jawa Tengah, dan Prov. Jawa Timur Jl. Gedongkuning No. 174, Yogyakarta 55171 telp.+62274 385478

fax. +62274 377913

5 Balai Arkeologi Banjarmasin Seluruh Pulau Kalimantan (5 Propinsi) :Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Jl. Gotong Royong II, RT.03/06, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Telp. +62-511-478176, 4781717 12
6 Balai Arkeologi Denpasar Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Jl. Raya Sesetan No. 80, Denpasar 80223. Telp./faks. +62-361-224703
7 Balai Arkeologi Manado Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo Jl. WR. Supratman No. 72, Manado 95123. Telp./faks. +62-431-866733
8 Balai Arkeologi Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara Jl. Pajjaiyang No. 13, Sudiang, Makassar 90242 Telp. +62-411–510490
9 Balai Arkeologi Ambon Provinsi Maluku dan Maluku Utara Jl. Nn. Saar Sopacua No. 44, RT 006/04, Kel. Kuda Mati, Ambon Telp./faks. +62-911-32337
10 Balai Arkeologi Jayapura Provinsi Papua dan Papua Barat Jl. Isele, Waena Kampung, Jayapura 99358 Telp./faks. +62-967-572467

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]