Ares

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Ares
Patung Ares di Villa Hadrian
Patung Ares di Villa Hadrian
Dewa Perang dan pertumpahan darah
Simbol Burung Hering, obor, tombak, helm, perisai, babi hutan, dan anjing.
Pasangan Afrodit
Orang tua Zeus dan Hera
Saudara Hebe, Hefaistos, Enyo, dan Eileithyia
Anak Eros, Deimos, Fobos, Harmonia, Anesta, Himeros, Kentaur, Hippolita dan Adrehoustha
Kendaraan Kereta perang yang ditarik oleh empat ekor kuda
Padanan dalam mitologi Romawi Mars

Ares (Yunani kuno: Ἄρης [árɛːs], Yunani modern: Άρης [ˈaris]) adalah dewa perang dalam mitologi Yunani. Ares adalah anak dari Zeus dan Hera dan termasuk dalam 12 Dewa Olimpus. Dua pengawal utamanya adalah Fobos dan Deimos. Ares adalah dewa yang haus darah dan merupakan perwujudan dari pembunuhan.[1] Ares berkuasa atas alat-alat perang, penyerangan dan pertahanan kota, pemberontakan, penjarahan, kejantanan, serta keberanian. Burung hering dan anjing adalah binatang keramat bagi Ares. Dalam Iliad, dia muncul dengan dikelilingi oleh berbagai penjelmaan dari kengerian perang, tetapi dalam Odyssey karakternya agak sedikit melunak.[2][3] Ares juga terlibat dalam pendirian kota Thebes.[1] Dalam mitologi Romawi ia dikenal dengan nama dewa Mars. Nama Mars menjadi nama salah satu planet yang dekat dengan bumi dan memiliki 2 bulan yang dinamai berdasarkan nama pengawalnya, Phobos dan Deimos. Nama bulan Maret merupakan persembahan baginya.

Asal-usul[sunting | sunting sumber]

Patung kepala Ares dari tahun 150–160 M.

Ares ditemukan muncul dalam lembaran tanah liat Linear B. Di Knossos, Kreta, namanya adalah AR-E tetapi di Pylos namanya dieja A-RE-JA. Enyalios (E-NU-WA-RI-JO), nama yang juga ditemukan di Linear B di Knossos, kemungkinan adalah julukan bagi Ares atau personifikasi dari perang dan saudara laki-laki Enyo.[4]

Ares adalah dewa dewa Olimpus yang penting dalam tradisi kuno seperti diceritakan dalam Iliad. Karakternya cukup ambigu, Ares disebutkan dalam suatu prasasti permakaman dari akhir abad ke-6 di Attika, di sana tertulis: "Tinggallah dan berkabung di makam Kroisos/ yang telah dihancurkan oleh Ares yang mengamuk, dia bertempur di jajaran terdepan".[5]

Di masa kuno, Nama "Ares" juga digunakan sebagai julukan untuk aspek perang dari dewa-dewa lain, misalnya Zeus Areios, Athena Areia, bahkan Aphrodite Areia.[1] Di masa Mikene, ada sebuah prasasti yang menunjukkan tentang Enyalios, nama julukan bagi Ares.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Asal namanya berhubungan dengan bahasa Yunani ἀρή (are), pengembangan dari ἀρά (ara), "kutukan, kehancuran".[6][7][8] Sedangkan nama Mars kemugkinan berhubungan dengan kata Yunani μάρναμαι (marnamai), "bertarung, bertempur" atau dengan bahasa Hindi atau Punjab maarna (membunuh).[9]

Karakteristik[sunting | sunting sumber]

Dalam mitologi Yunani, ada beberapa dewa yang melambangkan berbagai aspek dari peperangan, misalnya Athena yang melambangkan kebijaksanaan dan strategi perang, dan melindungi manusia serta tempat tinggalnya selama perang. Sementara Ares, di pihak lain, merupakan simbol dari keberutalan, kekejaman, dan horor dari perang. Athena dan Ares bermusuhan. Saudari Ares, Eris, memicu peperangan, Zeus mengarahkan jalannya perang, tetapi Ares mencintai perang untuk kesenangannya sendiri, dia menikmati hiruk-pikuk dan teriakan dalam perang, pembantaian manusia, dan penghancuran kota. Dia bahkan tidak mengikuti semangat keberpihakan, dia kadang-kadang mendukung satu pihak lalu membantu pihak lainnya, dia hanya melakukannya sesuai kehendak hatinya.[10] Ares juga dianggap ikut berperan dalam kematian manusia yang disebabkan oleh wabah dan epidemi.[11] Sifat Ares yang haus darah dan liar ini membuat dia dibenci baik oleh orang tuanya maupun oleh dewa lain.[10]

Di antara para dewa, Ares adalah yang paling tidak dipercaya. Dalam Iliad dikatakan: "Kau adalah dewa Olimpus yang paling membenciku," Zeus berkata pada Ares, "Perselisihan, perang, dan pembantaian adalah hal yang kau sukai.[12] Tempat kelahiran sekaligus rumah Ares terletak di antara bangsa Trakia, bangsa barbar yang suka berperang.[13][14] Ke sanalah dia pergi setelah perselingkuhannya dengan Afrodit terungkap.[15][16][17][18][19]

Sebagai dewa perang, Ares malah sering kalah dalam pertarungan. Athena pernah beberapa kali mengalahkan Ares. Herakles dan Diomedes juga pernah melukai tubuh Ares. Selain itu, Ares juga pernah dikalahkan oleh Aloadai, sepasang raksasa.[4]

Atribut[sunting | sunting sumber]

Patung buatan Romawi yang menggambarkan Ares beserta berbagai atributnya.

Ares memiliki tombak berujung perunggu dan seperangkat baju perang (helm, perisai, sabuk, pelindung kaki) yang sangat bercahaya.[20] Ares juga memiliki kereta perang yang ditarik oleh empat ekor kuda emas yang abadi dan mampu menyemburkan api: Aithon ("Api merah"), Konabos ("Kekacauan"), Flogios ("Nyala api") dan Fobos ("Rasa takut").[21] Istananya di Trakia merupakan benteng besi yang dipenuhi harta rampasan.

Hewan keramat[sunting | sunting sumber]

Binatang kesukaan Ares adalah anjing. Hewan lainnya yang dikeramatkan bagi Ares adalah ular berbisa dan sekor naga yang menjaga mata air di Thebes. Burung favoritnya adalah burung pelatuk, burung hantu bertanduk, dan burung hering. Menurut Argonautica, burung keramat Ares (Ornithes Areioi) adalah burung berbulu anak panah yang menjaga kuil Ares di sebuah pulau di Laut Hitam.[22][23][24]

Pengawal[sunting | sunting sumber]

Deimos (teror) dan Fobos (rasa takut) adalah para pengawal Ares dalam pertempuran sekaligus anaknya dari dewi Afrodit.[25][26][27][28][29] Pengawal Ares yang lainnya adalah Eris (saudari Ares), dewi pertengkaran, dan Enyo, dewi kekejaman dan perang yang haus darah. Ares juga ditemani oleh dewa perang lain, Enyalius, anaknya dari Enyo.[30] Selain itu, pembantu Ares yang lain adalah Nike, dewi kemenangan.

Kehadiran Ares juga disertai oleh Kidoimos, dewa hiruk-pikuk peperangan, selain juga Makhai (dewa pertempuran), Hisminai (dewa pembantaian), Polemos (dewa perang), dan Alala, anak Polemos yang merupakan dewi seruan perang.

Julukan[sunting | sunting sumber]

Dalam pemujaan terhadap Ares, sang dewa perang disebut juga sebagai Theritas (buas, kejam), Afneius (berlimpah), Gynaikothoinas (berpesta dengan perempuan), Alloprosallos (murah hati), Enyalius (dewa perang), Gradivus (pemimpin pasukan), dan Hiipius. Selain itu, Homer dan para penyair Yunani juga memberinya berbagai julukan, diantaranya adalah Brotoloigos (pembantai manusia), Andreiphontes (pembunuh manusia), Miaiphonos (berlumur darah), Laossoos (berperang dengan manusia), dan Teikhesipletes (penghancur kota).[4][31]

Ares Borghese, patung Ares yang dibuat antara abad ke-1 sampai ke-2 M.

Pemujaan[sunting | sunting sumber]

Ares muncul dalam banyak puisi tetapi jarang disembah di Yunani Kuno karena Ares melambangkan pembunuhan dan rasa haus darah dalam peperangan. Orang Yunani lebih suka menyembah Athena yang melambangkan disiplin, strategi, dan tujuan baik dari perang.[4] Meskipun begitu, dia banyak disembah di Sparta, tempat orang-orang berdoa padanya sebelum berangkat menuju pertempuran, di sana juga para pemuda mengorbankan anak anjing untuk Enyalios (nama lain dari Ares) sebelum melakukan ritual perkelahian di Foebeum.[32] Di sebelah timur Sparta terdapat patung Enyalios yang dirantai, melambangkan bahwa sang dewa tak akan pernah meninggalkan Sparta.[33] Terdapat kuil Yunani untuk Ares di agora di kota Athena yang banyak didatangi pada bulan Agustus. Areopagus, "Bukit Ares", tempat Paulus dari Tarsus mengajar, terletak di dekat Acropolis dan sejak zaman kuno berfungsi sebagai pengadilan. Kuil Ares lainnya terletak di situs arkeologi Metropolis di bagian barat Turki.

Tempat pemujaannya yang lain adalah di Thebes, dan Trakia. Dia juga disembah di Skithia tempat orang-orang melakukan pengorbanan manusia dan hewan untuknya.

Penggambaran[sunting | sunting sumber]

Dalam seni Yunani, ia kadang-kadang digambarkan sebagai seorang prajurit dewasa yang berjanggut dan mengenakan baju perang. Selain itu, dia juga digambarkan sebagai pemuda telanjang tanpa janggut yang memakai helm dan membawa tombak. Karena tidak banyak memiliki ciri khas, Ares sering sulit dikenali dalam seni klasik.[31]

Dalam mitologi[sunting | sunting sumber]

Pendirian kota Thebes[sunting | sunting sumber]

Salah satu peran Ares adalah dalam pendirian Thebes. Ares memiliki seekor naga yang kemudian dibunuh oleh Kadmus. Kadmus menebarkan gigi naga tersebut ke tanah dan munculah para Spartoi dari tanah. Para Spartoi inilah yang membantu Kadmus membangun Thebes. Untuk menyenangkan hati Ares, Kadmus lalu menikahi Harmonia, anak Ares dan Afrodit.

Ares dan raksasa[sunting | sunting sumber]

Dua orang Gigant, Otus dan Efialtes merantai Ares dan mengurungnya di dalam sebuah kendi perunggu. Selama tiga belas bulan, Ares menjerit meminta pertolongan[1][34] Ibu kedua Gigant itu, Eriboea, kemudian memberitahu Hermes tentang kejadian tersebut. Ares akhirnya diselamatkan oleh Hermes sementara Artemis memperdaya Otus dan Efialtes untuk saling membunuh. Ares juga pernah membunuh Ekhidnades, raksasa anak Ekhidna yang menentang para dewa. Luka Ares kemudian disembuhkan oleh Zeus.[35][36]

Ares dan Herakles[sunting | sunting sumber]

Ares bertarung dengan Herakles ketika sang pahlawan membunuh Kiknus di Itonus, selatan Thessaly. Kiknus adalah anak dari Ares dan Pelopia atau Pirene. Kiknus suka menantang gulat pada orang-orang yang lewat. Suatu hari Kiknus menantang Herakles. Herakles pun bertarung dengan Kiknus yang dibantu oleh ayahnya, Ares. Herakles berhasil membunuh Kiknus sekaligus melukai Ares. Herakles bahkan bisa saja melukai Ares lebih parah seandainya tidak dihalangi oleh petir Zeus.[4]

Perselingkuhan Ares dan Afrodit dilihat oleh para dewa, lukisan karya Joachim Wtewael , 1604.

Jebakan Hefaistos[sunting | sunting sumber]

Suatu hari, Dewa matahari Helios melihat Ares dan Afrodit bercinta diam-diam di kamar suami Afrodit, Hefaistos. Helios pun memberitahukan hal ini pada Hefaistos. Hefaistos berencana menjebak Ares maka dia membuat sebuah jaring yang kuat dan hampir tak terlihat lalu memasangnya di tempat tidurnya. Ketika Ares bercinta lagi dengan Afrodit, mereka langsung terperangkap dan tidak bisa bergerak. Mereka merasa sangat malu. Tetapi Hefaistos belum puas, Hefaistos memanggil semua dewa-dewi untuk melihat perselingkuhan istrinya. Semua dewa datang tetapi para dewi tidak. Setelah Ares dibebaskan, dia langsung kabur ke rumahnya di Trakia.[37][38]

Dalam versi lainnya, Ares sebenarnya telah menempatkan pemuda bernama Alektryon di depan pintu untuk memperingatkan Ares jika Helios lewat. Tetapi Alektryon tertidur dalam tugasnya sehingga Helios bisa memergoki Ares dan Afrodit. Ares marah dan mengubah Alektryon menjadi ayam jantan, hewan yang tak pernah lupa untuk memberitahu datangnya matahari.

Bukit Ares[sunting | sunting sumber]

Menurut Apollodorus, Ares pernah memperkosa Agraulos, putri Aktaius dan istri Kekrops sehingga Ares menjadi ayah dari seorang perempuan bernama Alkippe. Suatu ketika Alkippe diperkosa oleh Halirrhothios, anak Poseidon. Ares datang menolong putrinya dan membunuh Halirrhothios.

Karena kejadian tersebut, Poseidon menuntut Ares di pengadilan para dewa. Ares disidang di sebuah bukit di Athena. Sementara para dewa yang lain menjadi hakimnya. Ares kemudian dinyatakan dibebaskan dan bukit tersebut dinamai Areopagos (bukit Ares). Di kemudian hari, rakyat Athena mengadili tersangka pembunuhan di bukit tersebut.[4][39]

Ares dan Adonis[sunting | sunting sumber]

Afrodit jatuh cinta pada Adonis, seorang pangeran dari Siprus, sehingga menyebabkan Ares cemburu. Suatu hari Adonis sedang berada di tengah hutan, Ares lalu mengubah wujud menjadi babi hutan dan menusuk Adonis dengan taringnya yang beracun hingga Adonis mati. Afrodit sangat berduka dengan kematian Adonis dan mengubahnya menjadi bunga.[40][41]

Perang Troya[sunting | sunting sumber]

Ares pada awalnya berjanji akan memihak Yunani tetapi Afrodit membujuknya sampai akhirnya Ares malah membantu pasukan Troya. [42][43][44] Dalam perang tersebut, Diomedes sedang melawan Hektor ketika dia melihat Ares berperang bersama pasukan Troya. Diomedes lalu menyuruh pasukannya untuk mundur secara perlahan.[45] Hera, ibu Ares, melihat keterlibatan Ares dan meminta izin pada Zeus untuk mengeluarkan Ares dari medan pertempuaran. Zeus mengizinkannya.[46] Hera dan Athena lalu menyuruh Diomedes untuk menyerang Ares.[47] Diomedes melemparkan tombaknya pada Ares dan dengan bantuan Athena tombak tersebut berhasil menusuk tubuh Ares. Ares menjerit kesakitan dengan suara yang lebih keras dari seribu orang sampai menyebabkan bumi berguncang.[48] Ares kemudian kabur ke Gunung Olimpus sehingga pasukan Troya harus mundur. Di Olimpus Zeus menyembuhkan luka Ares sambil memarahinya.[12] Kemudian Ares mengambil perisainya dan berangkat lagi menuju pertempuran.

Suatu hari Zeus mengizinkan para dewa untuk terlibat secara langsung dalam perang tersebut dan Ares adalah dewa pertama yang maju ke medan pertempuran.[49] Ares bertarung melawan Athena untuk membalas dendam atas lukanya tetapi Athena berhasil mengalahkan Ares dengan menyerangnya memakai batu besar.[50]

Pasangan dan keturunan[sunting | sunting sumber]

Ada seorang putra Ares bernama Kiknus (Κύκνος) dari Makedonia. Dia sangat kejam dan mencoba membangun sebuah kuil dari tulang para pengelana yang lewat. Kiknus kemudian dibunuh oleh Herakles.

Ares memiliki hubungan cinta dengan dewi Afrodit. Anak mereka antara lain Eros, Anteros, Fobos, Deimos, Harmonia, dan Adrestia. Eros dan Anteros lebih dekat dengan ibu mereka sedangkan Adrestia, Fobos, dan Deimos leih suka menemani ayahnaya berperang.

Dalam mitologi Romawi[sunting | sunting sumber]

Patung Mars di Gerbang Paris di kota Lille, Prancis.

Bangsa Romawi mengenalinya sebagai Mars, dewa yang diadaptasi dari mitologi Etruska. Awalnya bangsa Romawi memandang Mars lebih sebagai dewa pertanian daripada dewa perang. Tetapi Mars perlahan-lahan berubah menjadi dewa perang seiring kekuasaan Romawi yang semakin lama semakin kuat. Dalam mitologi Romawi, Mars adalah dewa yang terpenting kedua setelah ayahnya, Jupiter (Zeus).[4]

Dalam budaya populer[sunting | sunting sumber]

Ares adalah tokoh tetap dalam serial televisi Xena: Warrior Princess. Dia diperankan oleh Kevin Smith. Dia digambarkan sebagai dewa yang menyukai perang sekaligus berhasrat pada Xena. Setelah kejatuhan para dewa Olimpus, Ares menjadi manusia tetapi berhasil menjadi dewa kembali setelah memakan apel Odin.

Dalam film Alexander tahun 2004, pasukan Makedonia meneriakkan "Enyalios" ketika mereka maju dalam Pertempuran Gaugamela.

Ares juga muncul sebagai tokoh pendukung dalam seri novel Percy Jackson and the Olympians karangan Rick Riordan.

Ares adalah tokoh antagonis utama dan musuh terakhir dalam permainan video God of War. Dalam permainan video tersebut, Ares menjebak Kratos sehingga Kratos membantai keluarganya sendiri. Sejak kejadian tersebut, Kratos menyimpan dendam terhadap Ares.

Grup musik pop Inggris, Bloc Party, memiliki lagu berjudul Ares dalam album ketiga mereka, Intimacy. Gackt, seorang musisi asal jepang, memasukkan lagu berjudul Ares dalam album keduanya, Mars.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d Walter, Burkert (1985). Greek Religion. Harvard University Press. ISBN 0-674-36280-2.  hal. 169
  2. ^ Homer, Iliad iv. 440
  3. ^ Homer, Iliad xv. 119
  4. ^ a b c d e f g Joe, Jimmy. "Ares". Timeless Myths. Diakses 20 April 2010. 
  5. ^ Athens, NM 3851 dikutip dalam Andrew Stewart, One Hundred Greek Sculptors: Their Careers and Extant Works, Introduction: I. "The Sources"
  6. ^ Online Etymology Dictionary: Ares
  7. ^ Are, Georg Autenrieth, A Homeric Dictionary, di Perseus Digital Library.
  8. ^ Are, Henry George Liddell, Robert Scott, A Greek-English Lexicon, di Perseus Digital Library.
  9. ^ Marnamai, Henry George Liddell, Robert Scott, A Greek-English Lexicon, di Perseus Digital Library.
  10. ^ a b Homer, Iliad v. 889-909
  11. ^ Sofokles, Oedipus Tirannus 185
  12. ^ a b Homer, Iliad v. 890
  13. ^ Homer, Iliad xii. 301
  14. ^ Ovid, Ars Amatoria, ii. 10.
  15. ^ Homer, Odyssey viii. 361
  16. ^ Ovid, Ars Amatoria, ii. 585
  17. ^ Statius, Thebaid vii. 42
  18. ^ Herodotus, iv. 59
  19. ^ Herodotus, iv. 62
  20. ^ Atsma, Aaron J. "Ares' Estates". Theoi Project. Diakses 3 Juni 2010. 
  21. ^ Homer, Iliad v. 352
  22. ^ Argonautica, ii. 382
  23. ^ Argonautica, ii. 1031
  24. ^ Higinus, Fabulae 30
  25. ^ Homer, Iliad iv. 436
  26. ^ Homer, Iliad xiii. 299
  27. ^ Hesiod, Perisai Herakles 191 & 460
  28. ^ Quintus Smyrnaeus, 10. 51.
  29. ^ Hesiod, Theogonia 934.
  30. ^ Eustathius pada Homer 944
  31. ^ a b Atsma, Aaron J. "Ares". Theoi Project. Diakses 19 April 2010. 
  32. ^ Pausanias, 3.14.9.
  33. ^ Pausanias, 3.15.7.
  34. ^ Homer, Iliad v. 385–391
  35. ^ Nonnus, Dionisiaka 18. 274
  36. ^ Atsma, Aaron J. "Ekhidnades". Theoi Project. Diakses 2 Juni 2010. 
  37. ^ "Homer, Odyssey viii. 295". 
  38. ^ Homer, Odyssey vii. 300
  39. ^ E.M, Berens (2007). Myths and Legends of Ancient Greece and Rome. Project Gutenberg.  hal. 113
  40. ^ Nonnus, Dionisiaka 42. 1
  41. ^ Thomas Bulfinch. 1855. Bufinch's Mythology, bab 8.
  42. ^ Atsma, Aaron J. "Ares & The Trojan War". Theoi Project. Diakses 1 Juni 2010. 
  43. ^ Homer, Iliad v. 830–834
  44. ^ Homer, Iliad xxi. 410–414
  45. ^ Homer, Iliad v. 590–605
  46. ^ Homer, Iliad v. 711–769
  47. ^ Homer, Iliad v. 780–834
  48. ^ Homer, Iliad v. 855–864
  49. ^ Homer, Iliad xx. 20–29
  50. ^ Homer, Iliad xxi. 391–408

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]