Athena (mitologi)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Athena
Athena Varvakeion, patung dari masa Romawi paruh pertama abad ke-3 Masehi. Patung ini adalah replika dari arca berukuran raksasa Athena Parthenos karya Phidias yang pernah berdiri di Parthenon, Akropolis Athena. Ditemukan di Athena dekat sekolah Varvakeion.
Athena Varvakeion, patung dari masa Romawi paruh pertama abad ke-3 Masehi. Patung ini adalah replika dari arca berukuran raksasa Athena Parthenos karya Phidias yang pernah berdiri di Parthenon, Akropolis Athena. Ditemukan di Athena dekat sekolah Varvakeion.
Dewi kebijaksanaan, perang, strategi[1]
Dewi pelindung kota Athena
Simbol Burung hantu, pohon zaitun, ular, laba-laba, Aigis, baju perang, helm perang, tombak
Orang tua Zeus dan Metis
Saudara Poros[2]
Padanan dalam mitologi Romawi Minerva

Athena atau Athene (Attika: Ἀθηνᾶ, Athēnā atau Ἀθηναία, Athēnaia; Epik: Ἀθηναίη, Athēnaiē; Ionia: Ἀθήνη, Athēnē; Doria: Ἀθάνα, Athana; bahasa Latin: Minerva), juga disebut Pallas Athena atau Pallas Athene (Παλλάς Αθηνά; Παλλάς Άθήνη) dalam mitologi Yunani adalah dewi kebijaksanaan, strategi, dan perang. Athena juga dikenal sebagai dewi yang menolong para pahlawan. Athena adalah seorang dewi yang terlahir sebagai perempuan dewasa dan tak pernah digambarkan sebagai anak kecil. Athena tidak memiliki suami atau kekasih sehingga disebut sebagai parthenos ("perawan"), Hefaistos pernah mencoba memperkosanya namun gagal. Kuil Parthenon di kota Athena, Yunani adalah kuilnya yang paling terkenal.[3]

Menurut legenda, Athena adalah putri kesayangan Zeus, dewa terkuat. Ibunya adalah dewi Metis, yang merupakan dewi pemikiran dan kepandaian, dan terkenal sebagai dewi kebijaksanaan. Athena diberkahi kekuatan oleh ayahnya, kepandaian dan kebijaksanaan oleh ibunya.

Dalam legenda lain Pallas dianggap sebagai ayahnya, maka ia sering diberi gelar Pallas Athena (Παλλάς Αθηνά). Selain itu juga ada yang menyebutkan kalau Athena berhasil membunuh Pallas dalam perang Dewa melawan Titan sehingga diberi gelar Pallas Athena.

Athena pernah mengubah Medusa yang asalnya seorang gadis cantik menjadi monster. Di kemudian hari Perseus memenggal kepala Medusa dan memberikannya pada Athena, sang dewi lalu memasang kepala Medusa pada perisainya atau pada Aigis.

Athena dihubungkan oleh bangsa Etruria dengan dewi mereka yang bernama Menrva, dan kemudian diadaptasi oleh orang Romawi sebagai Minerva.[3] Athena ditemani oleh seekor burung hantu kecil dan dewi kemenangan, Nike. Dia juga sering digambarkan memegang tombak.

Asal-usul[sunting | sunting sumber]

Relief Athena di Istana Louvre, buatan Philippe-Laurent Roland, 1806.

Pemujaan terhadap Athena sebagai pelindung kota Athena tampaknya telah ada sejak masa kuno dan sangat kental sehingga mitos-mitos kuno mengenai dirinya beradaptasi terhadap perubahan budaya. Filsuf Yunani, Plato (429–347 SM), mengidentikannya dengan dewi Libya, Neith, dewi perang dan perburuan dari Mesir sejak periode pradinasti, dan menghubungkannya dengan kegiatan menenun. Sejarawan Yunani, Herodotos (484–425 SM), juga menyebutkan bahwa penduduk Sais di mesir menyembah seorang dewi bernama Neith;[4] dan mereka mengidentikannya dengan Athena.[5][6] Beberapa orang Yunani juga mengenal tempat kelahiran Athena adalah di sisi sungai Triton di Libya.[7] Ahli masa klasik Martin Bernal membuat "Teori Athena Berkulit Hitam" (Athena yang berasal dari Libya) untuk menjelaskan asal mula ini dengan menyatakan bahwa konsep Neith dibawa ke Yunani dari Mesir melalui "sejumlah besar peradaban dan kebudayaan pada milenium kedua dan ketiga.."[8] Athena sebagai dewi filsafat menjadi bagian pemujaan pada akhir abad kelima dan masa Yunani klasik.[9]

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Athena diasosiasikan dengan kota Athena karena di sana adalah tempat dia melindungi persaudaraan perempuan, yaitu para Athenai. Pada masa sebelumnya, di Mikene sang dewi disebut sebagai Mikene, dan Mikene merupakan nama persaudaraan perempuan di sana. Di Thebes dia disebut Thebe, dan nama kota Thebae atau Thebes itu juga berasal dari sana. Dengan demikian, di kota Athena, dia disebut sebagai dewi Athena, dan kota itu disebut Athenae atau Athena.[10] Apakah namanya ada dalam bahasa Etokreta atau tidak hanya bisa diketahui jika Linear A berhasil diuraikan.

Günther Neumann berpendapat bahwa nama Athena kemungkinan berasal dari bahasa Lidia.[11] Di Linear B Knossos, ditemukan tulisan A-TA-NA PO-TI-NI-JA /Athana potniya/.[12][13][14] Meskipun Athana potniya sering diterjemahkan sebagai Nyonya Athena, sebenarnya secara harfiah itu bermakna "potnia dari At(h)ana", yang kemungkinan bermakna perempuan-perempuan dari kota Athena;[15] Dalam Lienar B, hubungan antara dewi Athena dan kota Athena tidak terlalu jelas.[16] Di Linear B juga ditemukan tulisan A-TA-NO-DJU-WA-JA /Athana diwya/, bagian terakhir tersebut dikenal di Yunani kuno sebagai Diwia (DI-U-JA atau DI-WI-JA dalam bahasa Mikene), bermakna dewa.

Dalam salah satu dialognya Kratilos, filsuf Yunani Plato, 428/427 SM – 348/347 SM, memberi pendapat mengenai asal usul nama Athena. Menurutnya, nama Athena berasal dari Atheonóa (Ἀθεονόα), yang berasal dari kata theos ("dewa") dan nous ("pikiran").[17] Etimologi tersebut menunjukkan asal-usulnya sebagai dewi kebijaksanaan yang selalu menggunakan pikiran.

Athena yang mengenakan Aigis, mosaik buatan Romawi pada abad ke-3 M, ditemukan di Tusculum, Italia.

Karakteristik[sunting | sunting sumber]

Athena merupakan pelindung para penenun dan para perajin. Senjata-senjata besi juga masuk dalam perlindungannya. Selain itu, dia juga memimpin pertempuran.[18] Dalam perang, Athena berperan sebagai sisi strategi dan disiplin, berbeda dengan saudaranya Ares, yang melambangkan sisi jahat perang (kekejaman, rasa haus darah, dan pembantaian).[19] Meskipun Athena adalah dewi strategi perang tetapi dia membenci pertarungan tanpa tujuan dan lebih memilih menyelesaikan masalah dengan kebijaksanaan.[20] Athena hanya berperang untuk tujuan yang jelas dan layak atau untuk menyelesaikan konflik.

Athena muncul dalam berbagai cerita mitologi Yunani sebagai penolong para pahlawan, termasuk Odisseus, Iason, dan Herakles. Dia tidak memiliki pasangan dan tidak menikah.[21] Sebuah mitos kuno menyebutkannya sebagai dewi yang mengadopsi Erekhtheus/Erikhthonios, anak yang lahir dari Gaia setelah dibuahi oleh air mani Hefaistos.[22] Nama dewi Athena berhubungan dengan nama kota Athena.[23]

Pemujaan[sunting | sunting sumber]

Di Athena[sunting | sunting sumber]

Athena memiliki hubungan khusus dengan kota Athena, seperti ditunjukkan oleh hubungan namanya. Penduduk kota Athena membangun sebua patung Athena dengan helm di kepalanya, mengenakan baju besi dan aigis, serta memegang dewi kemenangan di tangannya. Patung itu juga dihiasi dengan seekor ular besar dan perisai berhiaskan kepala Gorgon. Di Akropolis kota Athena juga terdapat kuil Parthenon untuk memuja Athena Parthenos.

Di tempat lain[sunting | sunting sumber]

Selain sebagai dewi pelindung kota Athena, dewi Athena juga merupakan pelindung beberapa kota di Yunani, di antaranya adalah kota Sparta, tempat pemujaan kuno Athena Aleia memiliki kuil yang terdapat di desa Aleia, Mantineia dan, khsusunya, Tegea. Tegea adalah pusat keagamaan penting di Yunani kuno.[24] Kuil itu didirikan oleh Aleus.[25] Persembahan yang diberikan adalah kuda dan rusa.

Di Megara, Athena kemungkinan berperan sebagai dewi yang mengajarkan ilmu pelayaran dan navigasi.[26][27]

Pemujaan pada Athena kadang-kadang digunakan sebagai ritual bagi kaum muda Yunani, misalnya untuk laki-laki muda yang ingin memperoleh status warga negara, atau bagi perempuan yang akan menjadi seorang istri.[28]

Athena disembah sebagai penemu kereta kuda atau kereta perang di Tegea dan Olimpia. Di sana Athena kadang-kadang disebut sebagai putri Poseidon dan Polife, anak Okeanos.[29][30] Di akropolis di kota-kota tersebut, kuilnya adalah kuil utama.[31]

Pada masa klasik, Plinteria (“Pesta Hiasan”) dirayakan setiap bulan Mei selaam lima hari. Pada perayaan ini, Plintrides (“pendeta wanita Athena”) melakukan ritual pembersihan di “Erekththeum”, ruang suci pribadi dewi Athena. Di sana, patung dan pakaian Athena dicuci dan disucikan.

Patung Athena Parthenos buatan Romawi, tiruan dari patung asli buatan Fidia.

Penggambaran[sunting | sunting sumber]

Pada masa klasik, Athena digambarkan mengenakan khiton (pakaian orang Yunani kuno) panjang, kadang dengan ular di pinggangnya dan kadang mengenakan baju perang dengan helm agak terangkat ke atas. Perisainya berhiaskan Gorgonion (kepala Gorgon) di bagian tegahnya. Athena juga sering digambarkan dengan burung hantu di salah satu pundaknya atau disertai seekor ular.[32] Salah satu patungnya yang terkenal adalah patung Athena Parthenos buatan Fidia, patung setinggi 36 meter tersebut dibuat dari emas dan gading dan awalnya diletakkan di Parthenon tetapi kini telah hilang. Sementara ada juga Athena yang Berduka, yaitu sebuah relief yang dibuat sekitar tahun 460 SM. Sementara dalam budaya Minoa-Mikenai, Athena kadang-kadang digambarkan dengan sayap burung.

Atribut[sunting | sunting sumber]

Sebagai dewi perang, simbol Athena antara lain baju perang, tombak, helm perang, perisai dengan kepala Gorgon, serta Aigis. Aigis adalah mantel atau jubah yang dihiasi dengan kepala Medusa dan dipercaya mampu memberikan perlindungan yang kuat (Aigis juga disebut sebagai perisai Zeus dan Athena). Sementara Hewan yang merupakan atribut Athena adalah burung hantu, ular, dan laba-laba. Karena kaitannya dengan dewi Athena yang merupakan dewi kebijaksanaan, hingga kini burung hantu dianggap sebagai simbol kebijaksanaan. Athena pernah mengubah Arakhne menjadi seekor laba-laba sehingga hewan tersebut juga menjadi atributnya. Sementara ular merupakan perlambang dari Erikhtonios, manusia yang pernah diasuh oleh Athena. Pohon yang dikeramatkan untuknya adalah pohon zaitun. Athena juga kadang-kadang disertai Nike, dewi kemenangan.

Julukan[sunting | sunting sumber]

Pallas Athena[sunting | sunting sumber]

Patung Pallas Athena di depan gedung parlemen di Wina, Austria.

Tradisi penting mengenai Athena adalah beberapa julukannya yang misterius, misalnya Pallas Athena, (bahasa Yunani: Παλλάς Άθήνη) (juga Pallantias).

Seseorang bernama Pallas disebut sebagai ayah, saudari, saudari tiri, sahabat, atau bahkan musuh Athena. Dalam setiap cerita, Athena membunuh Pallas sehingga kemudian disebut Pallas Athena.

Dalam versi ketika Pallas adalah ayah Athena, Athena dilahirkan di dekat sungai Triton atau Tritonis. Ada juga Pallas sebagai saudari atau saudari tiri Athena sedangkan ayah atau ayah tiri Athena adalah Triton, putra Poseidon. Tetapi Athena juga disebut sebagai anak dari Poseidon dan seorang nimfa bernama Tritonis, tanpa melibatkan Pallas. Demikian juga sebaliknya, Pallas kemungkinan adalah ayah atau musuh Athena tanpa melibatkan Triton.[33] Mengenai topik ini, Walter Burkert berpendapat, "dia adalah Pallas dari kota Athena, Pallas Athenaie, seperti juga Hera dari Argos disebut Here Argeie.[34] Untuk orang-orang Athena, menurut Burkert, Athena disebut sebagai he thea ("sang Dewi"), sebuah julukan yang berasal dari masa kuno.

Tritogeneia[sunting | sunting sumber]

Julukan lain Athena yang misterius adalah Tritogeneia (juga Trito, Tritonis, Tritoneia, Tritogenes).[35][36] Makna dari istilah ini tidak jelas. Nampaknya julukan itu bermakna "lahir dari Triton", dan menunjukkan bawah Triton, dewa laut, adalah orang tua Athena pada mitos yang sangat kuno. Kemungkinan lain yaitu karena Athena dilahirkan di dekat sungai Triton atau Tritonis[37] Dalam Metamorphoses, Athena adakalanya disebut sebagai "Tritonia."[38]

Athena Parthenos[sunting | sunting sumber]

Athena tidak pernah memiliki pasangan atau kekasih sehingga dijuluki sebagai Athena Parthenos ("Athena Perawan"). Kuilnya yang paling terkenal di Akropolis diberi nama Parthenon. Bukan hanya menunjukkan keperawanannya tetapi juga menunjukkan perannya sebagai penegak aturan kesopanan seksual dan misteri ritual. Orang-orang Athena memberikan dewi Athena kemurnian keperawanan seperti ini untuk menopang dasar perilaku perempuan dalam masyarakat patriarki.

Julukan lain[sunting | sunting sumber]

Selain yang telah disebutkan di atas, Athena memiliki beberapa julukan lain, di antaranya adalah Atritone (Άτρυτώνη, yang tak pernah lelah), Promakhos (Παρθένος, pemimpin pertempuran). Glaukopis (γλαυκώπις, bermata terang atau dengan mata bercahaya).[39][3] Di Megara, Athena disembah dengan julukan Aithita.[40] Di sebuah kuil di Frixa, Elis, yang dibangun oleh Klimenos, Athena dikenal sebagai Kidonia.[41] Sealin itu, Athena juga disebut sebagai Ageleia dan Itonia.

Dalam perannya sebagai hakim pada pengadilan Orestes atas pembunuhan ibu Orestes, Klitemnestra, Athena mendapat julukan Athena Areia. Dia disebut sebaai Athena Ergane sebagai pelindung para perajin dan seniman.[42] Dengan julukan Athena Polias ("pemilik kota"), Athena adalah pelindung tidak hanya kota Athena tetapi juga Argos, Sparta, Gortin, Lindos, dan Larisa. Sebagai penemu kereta perang, Athena mendapat gelar Athena Hippia (Athena kuda).

Setelah bangsa Athena berhasil menguasai pulau Aegina, dewi Athena sering disamakan dengan Afaea, dewa lokal di sana. Sejarawan Yunani, Plutarch (46 M–120 M), juga menyebutkan bahwa selama pembangunan kuil Parthenon, Athena disebut sebagai Athena Hygieia ("penyembuh").[43]

Di Arkadia, dia terasimilasikan dengan dewi kuno Alea dan disembah sebagai sebagai Athena Alea.

Dalam mitologi[sunting | sunting sumber]

Kelahiran[sunting | sunting sumber]

Menurut ramalan, apabila Zeus memiliki anak dengan Metis maka anak tersebut akan lebih kuat dan pandai dari Zeus sehingga mampu untuk menggulingkan Zeus dari tahta.[44] Pada saat Metis mengandung Athena, Zeus menelan Metis untuk mencegah kelahiran anaknya.[45] Hal ini menyebabkan Zeus menderita sakit kepala hebat dan memerintahkan Hermes untuk membelah kepala Zeus dengan menggunakan kapak perunggu (buatan Hefaistos) untuk menghilangkan rasa sakitnya. lalu lahirlah Athena melalui kepala/dahi Zeus dalam keadaan berbaju perang lengkap dengan pelindung kepala.[46] Disebutkan pula penyebab sakit kepala Zeus karena Metis membuatkan baju perang dan pelindung kepala untuk anaknya di dalam tubuh Zeus, dan proses pembuatan inilah yang menyebabkan Zeus menderita sakit kepala.

Enkelados[sunting | sunting sumber]

Dalam pertempuran antara para Gigant (raksasa) melawan para dewa, Athena bertarung melawan raksasa Enkelados. Dalam pertarungan itu Athena berhsil unggul setelah dia menusuk Enkelados dengan tombaknya. Setelah dilumpuhkan, Enkelados dikurung di bawah Gunung Etna di Pulau Sisilia.

Erikhthonios[sunting | sunting sumber]

Athena menolak rayuan Hefaistos, lukisan karya Paris Bordone.

Hefaistos bernafsu pada Athena dan berusaha memperkosanya tetapi Athena selalu bisa menghindar dari Hefaistos. Dalam usahnya yang penuh nafsu, air mani Hefaistos berjatuhan di tanah dan membuahi Gaia (bumi). Dari tanah, lahirlah seorang bayi bernama Erikhtonios. Athena kemudian merawat bayi tersebut.[47]

Athena menaruh bayi Erikhtonios dalam sebuah kotak dan dititpkan pada tiga bersaudari: Herse, Pandrosos, dan Agraulos. Athena melarang mereka membuka kotak itu sampai dia kembali. Tetapi mereka penasaran dan membuka kotak titipan Athena. Dia dalamnya mereka melihat Erikhtonios yang dikelilingi (atau berwujud) ular. Herse dan Pandrosos kaget lalu melempar diri mereka sendiri dari Akropolis.[48]

Setelah dewasa, Erikhthonios menjadi raja di kota Athena. Dia mengajarkan banyak hal pada rakyatnya. Selama masa pemerintahannya, dewi Athena sering melindunginya.

Perebutan kota Athena[sunting | sunting sumber]

Athena pernah berkompetisi dengan Poseidon dalam memperebutkan kota Athena, yang saat itu belum punya nama. Mereka sepakat bahwa masing-masing akan memberikan hadiah pada rakyat Athena dan dewa yang hadiahnay dipilih akan menjadi pemenang. Poseidon menghantamkan trisulanya ke tanah dan dan munculah mata air tetapi air itu asin sehingga tidak terlalu berguna. Sementara Athena memberikan pohon zaitun, yang bisa dimanfaatkan untuk kayu, buah, dan minyak. Rakyat Athena (atau rajanya, Kekrops) menerima pemberian dari Athena dan dengan demikian menjadikan Athena sebaagi pelindung kota Athena.

Menurut Robert Graves, persaingan Poseidon dalam menguasai beberapa kota tertentu melambangkan konflik antara budaya patriarki dan matriarki.[49]

Athena dan para pahlawan[sunting | sunting sumber]

Herakles dan Athena, lukisan vas dari Attika, 480–470 SM.

Athena sering membantu para pahlawan dalam petualangan mereka melawan makhluk-makhluk mengerikan. Athena memandu Perseus dalam tugasnya untuk mendapatkan kepala Gorgon Medusa. Athena memberi nasihat pada Herakles untuk menguliti Singa Nemea menggunakan kuku singa itu sendiri saking tebalnya kulit singa Nemea. Athena juga membantu Herakles mengalahkan Burung Stimfalia, serta memandunya dalam menangkap Kerberos. Dalam Odyssey, Athena membantu Odisseus dalam perjalanan pulangnya dari Troya ke Ithaka.[50] Sikap Athena tersebut membuatnya dijuluki "pelindung para pahlawan" sedangkan ahli mitologi Walter Friedrich Otto menyebutnya sebagai "dewi kedekatan" sesuai dengan sikap Athena yang mengawasi para pahlawan.[51]

Athena dan tiga bersaudari[sunting | sunting sumber]

Cerita lainnya mengenai Athena dan tiga bersadari (Herse, Agraulos, dan Pandrosos) diceritakan dalam Metamorphoses karya penyair Romawi Ovid (43 SM – 17 M). Herse, Agraulos, dan Pandrosos pergi ke kuil untuk memberikan persembahan pada Athena. Hermes jatuh cinta pada Herse dan meminta bantuan dari Agraulos untuk berhubungan dengan Herse. Agraulos meminta imbalan uang. Hermes memberikan uang tetapi uang tersebut merupakan uang yang telah dipersembahkan oleh tiga bersaudari itu pada Athena. Sebagai hukuman atas keserakahan Agraulos, Athena menyuruh dewi Iri Hati untuk membuat Agraulos cemburu. Agraulos yang cemburu kemudian menghalangi hubungan Hermes dan Herse bukannya membantu seperti janjinya. Hermes akhirnya mengubahnya menjadi batu.[52]

Arakhne[sunting | sunting sumber]

Arakhne adalah seorang perempuan penenun yang sangat handal. Orang-orang mengagumi karya-karyanya sampai akhirnya dia menjadi sangat sombong dan menyatakan bahawa dia lebih hebat menenun daripada Athena (Minerva) sang dewi penenun. mendengar kesombongan Arakhne, Athena kemudian menyamar sebagai seorang perempuan tua dan menasihatinya agar tidak membuat marah para dewa namun Arakhne tetap keras kepala bahkan ia berani menantang Athena bertanding menenun. Perempuan tua tersebut langsung berubah menjadi dewi Athena dan melayani tantangan Arakhne. Maka mereka pun bertanding.

Dalam pertandingan itu, Athena membuat permadani yang berhiaskan gambar-gambar para dewa Olimpus di tahta mereka yang agung. Athena juga menggambarkan para dewa yang menghukum manusia-manusia yang sombong. Sementara Arakhne menggambarkan perselingkuhan para dewa dengan manusia, terutaam Zeus dan Poseidon yang gemar berhubungan dengan banyak perempuan. Athena kemudian menyadari bahwa buatan Arakhne jauh lebih bagus, selain itu Arakhne juga mengolok-olok para dewa. Athena yang marah kemudian merobek permadani Arakhne dan mengubahnya menjadi laba-laba. Kisah tersebut bukan berasal dari mitologi Yunani tetapi dari mitologi Romawi.[53][54][55]

Bagian perisai pada patung Athena di München buatan Giuseppe Volpini.

Medusa dan Tiresias[sunting | sunting sumber]

Medusa, tidak seperti kedua saudari Gorgonnya, terlahir sebagai wanita yang sangat cantik. Medusa diperkosa oleh Poseidon di kuil Athena (menurut pendapat lainnya, Medusa berhubungan seksual dengan Poseidon secara sukarela).[56] Marah karena kuilnya telah dinodai, Athena mengubah Medusa menjadi seperti kedua saudarinya. Rambut Medusa berubah menjadi ular dan pandangan matanya akan mengubah siapapun yang melihatnya menjadi batu. Setelah memenggal kepala Medusa, Perseus menyerahkannya ke Athena, yang kemudian memasangnya pada perisainya atau pada Aigis.

Dalam suatu versi mengenai Tiresias, Athena sedang mandi ketika dia diintip oleh Tiresias. Sebagai hukumannya, Athena kemudian membutakan mata Tiresias.[57] Ibu Tiresias memohon pada Athena supaya Athena membatalkan kutukannya tetapi Athena tidak bisa. Akhirnya Athena memberi Tiresias kekuatan meramal sebagai ganti atas kebutaannya.

Dalam seni dan budaya[sunting | sunting sumber]

Perhiasan dengan ukiran Athena Parthenos, dibuat dari batu darah oleh Yunani pada abad ke-1 M.

Berkembangnya agama Kristen di Yunani mengakhiri penyembahan pada para dewa dan agama politeisme. Tetapi sosok Athena muncul kembali pada abad pertengahan sebagai lambang kebijaksanaan dan kebajikan sehingga statusnya sebagai prajurit yang berani masih tetap utuh hingga kini (Athena ditemukan pada lambang beberapa keluarga bangsawan). Pada masa Renaisans dia melambangkan seni dan usaha manusia. Selain itu, dia juga melambangkan kebebasan dan republik pada masa revolusi Perancis (ada sebuah patungnya di tengah Place de la Revolution di Paris).[3]

Selama lebih dari seabad, sebuah replika Parthenon berukuran sama berdiri di Nashville, Tennessee, yang dikenal sebagai Kota Athena dari Selatan. Pada tahun 1990, replika patung Athena Parthenos setinggi 12.5 m ikut ditambahkan ke sana. Pada cap resmi begara bagian California, terdapat gambar Athena (atau Minerva) di dekat seekor beruang grizzly.[58]

Athena juga menjadi lambang dari banyak universitas, di antaranya adalah lambang Universitas Teknologi Darmstadt di Jerman, dan lambang Universitas Federal Rio de Janeiro di Brasil. Gambarnya bisa ditemukan pada lambang Fakultas Filsafat dan Sastra, dan Fakultas Ilmu Pengetahuan di Universitas Otonomi Nasiona Meksiko, sedangkan burung hantunya merupakan simbol Fakultas Kimia. Di Universitas Bryn Mawr di Pennsylvania, terdapat patung Athena di Aula Utama, patung tersebut merupakan replika dari patung perunggu asli yang disimpan di perpustakaan seni dan arkeologi. Sudah menjadi kebiasaan di sana pada masa ujian, para mahasiswanya menyimpan sesuatu di patung tersebut dan meminta keberuntungan, atau untuk menyesali tindakan pelanggaran pada peraturan universitas. Burung hantu Athena juga menjadi maskot di sana, dan salah satu lagu himne kampus berjudul "Pallas Athena". Pallas Athena juga merupakan simbol dari Phi Delta Theta, suatu kelompok persaudaraan sosial internasional.[59] Burung hantu Athena merupakan simbol dari kelompok persaudaraan.[59]

Athena adalah simbol Angkatan Laut Wanita Amerika Serikat. Athena juga digambarkan pada medali yang diberikan pada perempuan yang mengabdi dalam Pasukan Cadangan Angkatan Darat Wanita sejak 10 Juli 1942 sampai 31 Agustus 1943, serta di Pasukan Angkatan Darat Wanita sejak 1 september 1943 sampai 2 September 1945.

Athena dan Demeter pada lambang Franekeradeel, sebuah munisipalitas di Belanda.

Helm Athena adalah unsur utama pada lambang Akademi Militer Amerika Serikat.

Athena telah banyak digunakan sebagai simbol republik oleh berbagai negara dan muncul dalam mata uang. Athena digambarkan dalam uang kertas Yunani senilai 100 drachma pada 1978-2001.[60] Athena juga digambarkan pada Koin peringatan 60 Tahun Republik Kedua yang dikeluarkan oleh Austria pada 2005. Di koin tersebut, Athena melambangkan Republik Austria. Selain itu, Athena (Minerva) muncul pada koin peringatan Panama-pasifik $50 tahun 1915.

Dalam budaya populer[sunting | sunting sumber]

Athena adalah salah satu tokoh dalam komik Marvel. Athena juga muncul dalam seri novel Percy Jackson & Dewa-Dewi Olympia karangan Rick Riordan. Dalam novel tersebut, putrinya yang bernama Annabeth Chase merupakan salah satu tokoh penting.

Athena Mulvain merupakan tokoh utama dalam film tahun 1954, Athena. Dalam anime Saint Seiya, Athena adalah dewi yang bertugas membawa perdamaian pada umat manusia dengan dibantu oleh para prajuritnya. Athena adalah nama dari beberapa tokoh dalam seri televisi Battlestar Galactica. Dalam film tahun 1981, Clash of the Titans, Athena menyuruh Hefaistos membuat replika dari burung hantu Bubo sebagai pemandu untuk Perseus.

Lagu pertama pada album It's Hard dari grup musik The Who berjudul Athena. Athena juga merupakan sebuah grup musik ska punk dari Istanbul, Turki, dan beranggotakan empat orang.

Pada tahun 1986, SNK mengeluarkan permainan video Athena. Pada tahun 1993, ada sebuah permainan arkade berjudul Athena no Hate na?.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Athena". Myths Encyclopedia. Diakses 2009-11-24. 
  2. ^ Poros adalah saudara tiri Athena karena Poros adalah putra Metis, yang melahirkannya sendirian, sedangkan Athena lahir dari hubungan Metis dan Zeus.
  3. ^ a b c d Deacy, Susan, and Alexandra Villing. Athena in the Classical World. 1st ed. Koninklijke Brill NV,Leiden, The Netherlands: Brill, 2001. Print.
  4. ^ "masyarakat tersbeut memiliki dewi untuk sang pendiri kota mereka; dia disebut sebagai Neith, dan menurut mereka itu adalah dewi yang sama dengan dewi Athena dari Yunani; mereka sangat menyukai orang-orang Athena, dan mereka mengatakan bahwa mereka dan bangsa Athena memiliki ikatan tertentu". ( Timaios 21e)
  5. ^ Timaios 21e
  6. ^ Historia 2:170–175
  7. ^ Aesch. Eum. 292-293. Cf. the tradition that she was the daughter of Neilos: see, e.g. Clem. Alex. Protr. 2.28.2; Cic. Nat. D. 3.59.
  8. ^ M.Bernal,Black Athena: The Afroasiatic Roots of Classical Civilization(New Brunswick: Rutgers University Press, 1987),21,51-53.
  9. ^ Walter Burkert, Greek Religion 1985:VII "Philosophical Religion".
  10. ^ Ruck and Staples 1994:24.
  11. ^ Günther Neumann, "Der lydische Name der Athena. Neulesung der lydischen Inschrift Nr. 40" Kadmos 6 (1967).
  12. ^ Kn V 52 (teks 208 dalam Ventris dan Chadwick).
  13. ^ Palaeolexicon, Word study tool of ancient languages
  14. ^ Lembaran Knossos V 52 (John Chadwick, The Mycenaean World [Cambridge] 1976:88 gambar 37.) Athana Potnia tidak muncul pada lembaran di Pylos, di sana yang disebut sebagai "nyonya" adalah MA-TE-R TE-I-JA, Mater Theia, bermakna "Dewi Ibu".
  15. ^ Palaima, hal. 444.
  16. ^ Burkert, hal. 44.
  17. ^ Plato, Kratilos 407b
  18. ^ C.J. Herrington, Athena Parthenos and Athena Polias. Manchester: Manchester University Press, 1955.
  19. ^ Darmon."Athena and Ares".Chicago and London: University of Chicago Press, 1978.
  20. ^ Loewen, Nancy. Athena. 
  21. ^ S.Goldhill.Reading Greek Tragedy(Aesch.Eum.737).Cambrdige:Cambridge University Press,1986.
  22. ^ Pseudo-Apollodorus, Bibliotheke 3.14.6.
  23. ^ "Apakah sang dewi yang dinamai berdasarkan nama kota atau sebaliknya masih diperdebatkan" (Burkert 1985:139)
  24. ^ "Kuil ini dihormati sejak masa kuno oleh semua bangsa Peloponnesia, dan para penyembah di sana dijamin keamanannya" (Pausanias, Description of Greece iii.5.6)
  25. ^ Pausanias, Description of Greece viii.4.8.
  26. ^ John Tzetzes, ad Lycophr., l.c.
  27. ^ Schmitz, Leonhard (1867). "Aethyta". In Smith, William. Dictionary of Greek and Roman Biography and Mythology 1. Boston, MA. hlm. 51. 
  28. ^ P.Schmitt,"Athena Apatouria et la ceinture: Les aspects feminis des apatouries a Athenes"in Annales:Economies, Societies, Civilisations(1059-1073).London:Thames and Hudson,2000.
  29. ^ POLYPHE: Oceanid nymph of Rhodes in the Aegean; Greek mythology
  30. ^ TITLES OF ATHENA: Ancient Greek religion
  31. ^ Burkert, hal. 140.
  32. ^ Burung hantu sebagai lambang kebijaksanaan berawal dari asosiasinya dengan Athena, dewi kebijaksanaan.
  33. ^ Graves, Robert, The Greek Myths I, "The Birth of Athena", 8.a., hal. 51. Kisah tersebut datang dari orang-orang Libya ketika dewi Athena dari Yunani dan dewi Neith dari mesir bercampur menjadi satu. Kisah ini jarang dijadikan referensi karena banyak fakta yang berkontradiksi-fakta yang terdokumentasikan. Frazer, vol. 2 hal.41
  34. ^ Burkert, hal. 139.
  35. ^ Homer, Iliad iv. 514
  36. ^ Hesiod, Theogonia
  37. ^ Karl Kerenyi berpendapat bahwat "Tritogeneia tidak berarti bawah Athena lahir di sungai atau danau tertentu tetapi lahir dari air itu sendiri; karena nama Triton berhubungan dengan air." (Kerenyi, p. 128).
  38. ^ Ovid, Metamorphoses
  39. ^ Henry George Liddell, Robert Scott, 1940, A Greek-English Lexicon, ISBN 0-19-864226-1, versi daring di Perseus Project.
  40. ^ Pausanias, i. 5. § 3; 41. § 6
  41. ^ Smith, Dictionary of Greek and Roman Biography and Mythology.
  42. ^ Robertson,Noel.Festivals and Legends:The Formation of Greek Cities in the Light of Public Ritual.Toronto:University of Toronto Press,1992.
  43. ^ Plutarch, 13.8 Kutipan: "Ketika Perikles tertekan karena hal ini (ada pekerjanya yang terluka), dewi Athena hadir dalam mimpinya dan memberitahunya cara mengobati pekerjanya. Dalam waktu singkat akhirnya pekerja tersebut bisa sembuh dengan mudah. Sejak itu, dibuatlah sebuah patung kuningan bernama Athena Hygeia."
  44. ^ Bandingkan dengan ramalan mengenai Thetis.
  45. ^ Hesiod, Theogonia 890 & 924.
  46. ^ Harrison 1922:302
  47. ^ Pseudo-Apollodoros, Bibliotheke 3.14.6.
  48. ^ Graves, Robert, The Greek Myths I, "The Nature and Deeds of Athena" 25.d.
  49. ^ Graves 1960:16.3p 62.
  50. ^ Trahman in Phoenix, p. 35.
  51. ^ W.F.Otto,Die Gotter Griechenlands(55-77).Bonn:F.Cohen,1929
  52. ^ Ovid, Metamorphoses, X. Aglaura, Book II, 708–751; XI. The Envy, Buku II, 752–832.
  53. ^ Joe, Jimmy. "Arachnes". Timeless Myths. Diakses 25 Juni 2010. 
  54. ^ Ovid, Metamorphoses vi.5-54 & 129-145
  55. ^ Virgil, Georgics iv, 246
  56. ^ "Medusa in Myth and Literary History". Diakses 2010-01-06. 
  57. ^ Graves, Robert, The Greek Myths I",The Nature and Deeds of Athena" 25.g.
  58. ^ LearnCalifornia.org - Segel resmi California
  59. ^ a b "Phi Delta Theta International - Symbols". phideltatheta.org. Diakses 2008-06-07. 
  60. ^ Bank Yunani. Uang kertas dan koin drachma: 100 drachma. – Diakses pada 27 Maret 2009.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Apollodoros, Bibliotheke, 3,180
  • Augustine, De civitate dei xviii.8–9
  • Cicero, De natura deorum iii.21.53, 23.59
  • Eusebius, Chronicon 30.21–26, 42.11–14
  • Lactantius, Divinae institutions i.17.12–13, 18.22–23
  • Livius, Ad urbe condita libri vii.3.7
  • Lucan, Bellum civile ix.350

Referensi modern[sunting | sunting sumber]

  • Burkert, Walter. 1985. Greek Religion (Harvard).
  • Graves, Robert. (1955) 1960. The Greek Myths edisi revisi.
  • Kerenyi, Karl. 1951. The Gods of the Greeks (Thames and Hudson).
  • Harrison, Jane Ellen. 1903. Prolegomena to the Study of Greek Religion.
  • Palaima, Thomas. 2004. "Appendix One: Linear B Sources." dalam Trzaskoma, Stephen, et al., eds., Anthology of Classical Myth: Primary Sources in Translation (Hackett).
  • Ruck, Carl A.P. dan Danny Staples, 1994. The World of Classical Myth: Gods and Goddesses, Heroines and Heroes (Durham, NC).
  • Telenius, Seppo Sakari, 2005 dan 2006. Athena-Artemis.
  • Trahman, C.R. 1952. "Odysseus' Lies ('Odyssey', Buku 13-19)" dalam Phoenix, Vol. 6, No. 2 (Classical Association of Canada), hal. 31–43.
  • Ventris, Michael dan John Chadwick. 1973. Documents in Mycenaean Greek (Cambridge).
  • Friel, Brian. 1980. Translations

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]