Agama Buddha di Kamboja

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Patung Bodhisattva Avalokiteśvara di Kamboja, abad ke 7 Masehi.

Agama Buddha yang dipraktekkan di Kamboja adalah aliran Theravada. Agama Buddha telah ada di Kamboja sejak abad ke 5 Masehi, dengan beberapa sumber mengatakan bahwa asal mula penyebarannya telah berlangsung bahkan sejak abad ke 3 Masehi. Theravada telah menjadi agama negara Kamboja sejak abad ke 13 Masehi (kecuali pada masa Demokrasi Kampuchea, dan sampai saat ini masih menjadi agama paling dominan dengan 95% populasi memeluk agama ini.[1]

Sejarah agama Buddha di Kamboja telah berusia hampir dua ribu tahun dan telah melewati jatuh bangunnya berbagai kerajaan dan dinasti disana. Agama Buddha memasuki Kamboja dalam dua arus yang berbeda. Aliran awal agama Buddha masuk ke Kamboja bersamaan dengan pengaruh Hindu yang dibawa oleh para pedagang Hindu. Sejarah selanjutnya, arus kedua agama Buddha memasuki budaya Khmer selama kerajaan Angkor dimana Kamboja mengadopsi berbagai tradisi Buddhis orang-orang Mon di Dvaravati dan Haripunchai.

Pada seribu tahu pertama dari sejarah Khmer, Kamboja diperintah oleh raja-raja Hindu dan beberapa raja-raja Buddhis, seperti Jayavarman dari Kerajaan Funan dan Suryavarman I. Berbagai tradisi Buddhis ini hidup berdampingan dengan penuh toleransi bersama raja-raja Hindu.

Agama Buddha terus berkembang sampai abad ke 16 Masehi. Banyak pagoda dan tempat peribadatan Buddhis yang dibangun selama masa kejayaan ini. Peninggalan-peninggalan bersejarah dan harta budaya ini telah menjadi daya tarik wisata Kamboja.

Patung Buddha di Kuil Bayon, Angkor Thom, Kamboja (January 2005).
  1. ^ "CIA World Factbook - Cambodia". Diakses 2007-04-10. 

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]