Lompat ke isi

Seven Samurai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Seven Samurai
Rilis poster Jepang
SutradaraAkira Kurosawa
ProduserSojiro Motoki
Ditulis olehAkira Kurosawa
Shinobu Hashimoto
Hideo Oguni
PemeranTakashi Shimura
Toshiro Mifune
Penata musikFumio Hayasaka
SinematograferAsakazu Nakai
PenyuntingAkira Kurosawa
DistributorToho (Jepang)
Columbia Pictures (Amerika Serikat)
Tanggal rilis
26 April 1954 (Jepang)
19 November 1956 (Amerika Serikat)
Durasi207 menit
NegaraJepang
BahasaJepang
AnggaranAS$500.000

Seven Samurai[catatan 1] (七人の侍, Shichinin no samurai, arti: Tujuh Orang Samurai) adalah film drama petualangan Jepang tahun 1954 ditulis, disunting, dan disutradarai oleh Akira Kurosawa. Film ini mengambil waktu pada tahun 1587 pada zaman Sengoku Jepang. Film ini menceritakan tentang sebuah desa para petani yang menyewa tujuh orang ronin untuk melawan bandit yang akan segera kembali setelah para petani memanen hasil tanamnya untuk merampasnya dari para petani.

Seven Samurai telah disebut sebagai salah satu film terbaik dan paling berpengaruh yang pernah dibuat,[1] dan merupakan salah satu dari sedikit film Jepang yang berhasil dikenal secara luas di dunia Barat untuk waktu yang lama. Film ini juga film yang terkenal sekaligus film yang banyak dikritisi; seperti ditulis dalam polling Sight & Sound pada tahun 1982 dan 1992 mengenai daftar dari sepuluh film terbaik sepanjang masa, dan juga pada tahun 2002 film ini masuk dalam kategori sepuluh film andalan para sutradara.[2]

Lambang tujuh orang samurai. Pada bagian tengah terdapat sebuah segitiga. Pada bagian bawah terdapat huruf . Keenam lingkaran ini merupakan perwakilan dari anggota tujuh orang samurai, kecuali Kikuchiyo. Segitiga mewakili Kikuchiyo, yang sebenarnya bukanlah seorang samurai. Sedangkan huruf hiragana "ta", yang berarti sawah, mewakili para petani.

Sekelompok bandit perusak menghampiri sebuah desa gunung. Pemimpin bandit menyadari bahwa mereka telah merampok desa ini sebelumnya, dan memutuskan untuk membiarkan desa ini dan menunggu hingga musim panen yang akan tiba dalam beberapa bulan lagi. Seorang penduduk mendengar rencana para bandit tersebut secara tidak sengaja. Berita ini menyebabkan para penduduk desa mulai terpisah-pisah, ada yang beranggapan bahwa mereka harus menyerahkan hasil panen mereka, ada juga yang ingin bertempur melawan bandit. Mereka kemudian pergi menuju tetua desa, yang menyatakan bahwa mereka harus bertempur, dengan cara menyewa samurai untuk membantu mereka mempertahankan desa mereka. Beberapa penduduk mempermasalahkan usulan ini, mereka berpikir bahwa samurai cukup mahal untuk disewa dan meyakini bahwa samurai bernafsu pada wanita muda. Tapi mereka tak punya pilihan lain. Menyadari bahwa para penduduk tak memiliki apa pun untuk dipersembahkan selain makanan, maka tetua menyuruh penduduk untuk "cari samurai kelaparan".

Para penduduk laki-laki pergi menuju kota, namun menemui kegagalan pada awalnya, tidak ditanggapi oleh setiap samurai mereka tanyai — kadang-kadang dengan kasar. Saat seolah-olah semua harapan hilang, mereka menjadi saksi dari seorang samurai, Kambei, yang menyelamatkan bocah laki-laki yang disandera oleh seorang pencuri. Sementara Kambei berjalan menyusuri kota, seorang samurai muda, Katsushirō, meminta Kambei agar ia dapat menjadi murid Kambei. Kambei memaksa bahwa Katsushirō untuk berjalan setara dengannya sebagai teman. Maka para petani meminta Kambei untuk membantu mempertahankan desa mereka. Kambei menerima dan mereka sangat gembira. Kambei, dengan bantuan Katsushirō, merekrut empat lagi samurai tak bertuan (ronin), masing-masing dengan keahlian dan kepribadian khusus: Gorobei Katayama, pandai dan naik hati; Heihachi, samurai dengan humor yang tinggi dan kemampuan pedang yang lumayan; Shichirōji, teman lama Kambei; dan Kyūzō, ahli pedang yang pendiam. Walaupun pada awalnya Kambei telah memutuskan bahwa diperlukan tujuh samurai, ia berencana akan berangkat menuju desa dengan hanya empat orang samurai terpilih, karena keterbatasan waktu. Penduduk desa meminta dirinya untuk mengikutsertakan Katsushirō. Dengan sedikit desakan dari yang lain, dia setuju. Seorang pria yang kikuk dan aneh bernama Kikuchiyo, yang telah ditolak Kambei untuk misi ini, mengikuti mereka ke desa di kejauhan, mengabaikan protes dan upaya para samurai untuk mengusir dia pergi.

Ketika para samurai tiba, penduduk desa meringkuk ketakutan di dalam rumah mereka masing-masing, melindungi diri dan anak perempuan mereka dari samurai yang mereka anggap berbahaya. Para samurai merasa terhina dengan sambutan dingin ini, dan meminta penjelasan dari tetua desa. Tiba-tiba, alarm dibunyikan; para penduduk desa, yang takut akan telah kembalinya para bandit, segera keluar dari tempat persembunyian mereka dan memohon untuk dilindungi oleh para samurai yang baru tiba. Ternyata Kikuchiyo lah yang telah membunyikan alarm palsu. Dia memarahi para penduduk desa yang panik, karena mendekati samurai untuk memohon bantuan, setelah tak mau menyambut kedatangan mereka ke desa. Di sini lah Kikuchiyo menunjukkan bahwa ada suatu kecerdikan di balik sikapnya yang kasar. Keenam samurai secara simbolis menerima dia sebagai anggota mereka, menyempurnakan kelompok pengelana sebagai "Tujuh Orang Samurai." Penduduk desa memberikan mereka nasi putih, yang berharga bagi mereka, karena biasa mereka hanya mengkonsumsi milet.

Selama mereka mempersiapkan diri untuk mengepung musuh, para penduduk desa dan samurai perlahan mulai saling percaya satu sama lain. Para samurai menemukan bahwa beberapa penduduk desa telah membunuh dan merampok samurai lain yang telah kabur pada masa lalu. Mereka menjadi terkejut dan marah. Kyūzō bahkan menyatakan bahwa ia ingin membunuh semua orang di desa. Kikuchiyo pun menginginkan samurai yang lain untuk mengabaikan kerja keras para petani dalam bertahan hidup di tengah intimidasi dan pelecehan dari kelas ksatria. Hal ini menyebabkan Kambei mengetahui kenyataan bahwa Kikuchiyo adalah anak seorang petani. "Tetapi siapa yang membuat mereka menjadi seperti ini?", ia bertanya, "Kalian lah yang melakukannya!". Samurai yang tadinya merasa marah berubah menjadi malu, dan ketika tetua desa, yang datang setelah mendengar keributan hebat ini, menanyakan apakah ada masalah, Kambei dengan rendah diri menanggapi bahwa tidak ada masalah apa pun.

Persiapan untuk pertahanan desa berlangsung cepat, termasuk pembangunan kubu pertahanan dan pelatihan para petani untuk pertempuran. Katsushirō, samurai termuda, mulai tertarik pada Shino, seorang putri salah satu penduduk desa. Shino telah dipaksa oleh ayahnya, Manzō, untuk menyamar sebagai anak laki-laki. Manzō berharap penyamaran ini akan melindungi putrinya dari para ksatria samurai yang ia duga gasang.

Saat waktu penyerangan semakin mendekat, dua kelompok bandit dibunuh. Salah satu bandit ditangkap dan memberitahukan lokasi kemah bandit. Tiga samurai, bersama Rikkichi, pemandu dari desa, memutuskan untuk melakukan penyerangan pencegahan untuk berjaga-jaga. Hasilnya banyak bandit yang tewas, namun salah satu samurai, Heihachi, terkena tembakan. Kemah bandit pun dibakar dan saat itu seorang wanita muncul, ia melihat Rikichi dan berjalan kembali ke dalam kobaran api. Rikichi mengungkapkan bahwa wanita itu adalah istrinya, yang telah diculik dan diperkosa.

Ketika pasukan bandit tiba, mereka dikacaukan oleh kubu pertahanan yang telah disiapkan oleh para samurai. Beberapa bandit bahkan terbunuh saat mereka mencoba menaiki barikade maupun melintasi parit-parit. Bagaimanapun juga, kelompok bandit ini memiliki tiga musket, yang mampu mempertahankan diri mereka sendiri. Kyūzō, atas inisiatifnya sendiri, memutuskan untuk melakukan penyerangan untuk mengambil salah satu musket dan kembali dalam beberapa jam mendatang. Kikuchiyo, yang cemburu akan pujian dan penghormatan yang Kyūzō dapatkan, terutama dari Katsushirō, kemudian meninggalkan posnya untuk mengambil musket lainnya, meninggalkan rombongan para petani yang berada di bawah wewenangnya. Walau Kikuchiyo berhasil, para bandit menyerang pos tersebut sehingga beberapa petani terbunuh. Kambei terpaksa harus menyediakan bala bantuan dari pos utama untuk mengatasi para bandit, yang mengakibatkan kekurangan tenaga saat pemimpin bandit menyerang pos utama ini. Meskipun serangan bandit ini dapat diatasi, Gorobei tewas tertembak dan juga terungkap bahwa Yohei, teman dari Kikuchiyo, terbunuh di poskonya.

Selain pertahanan, strategi awal para samurai adalah untuk membiarkan para bandit memasuki celah pada kubu pertahanan satu per satu, melewati semacam "dinding" tombak, dan kemudian membunuh musuh yang masuk sendirian tersebut setelah "dinding" ditutup kembali. Hal ini beberapa kali berhasil dilakukan. Pada malam kedua, Kambei menginstruksikan mereka mempersiapkan pertempuran terakhir yang menentukan. Malam itu, hubungan asmara Katsushirō terungkap. Karena kegemparan awal ini lah, petualangan asmara Katsushirō memberikan semacam kelegaan pada para petempur.

Ketika pagi mulai merekah dan para bandit melancarkan serangan mereka, Kambei memerintahkan pasukannya agar membiarkan bandit yang tersisa untuk masuk sekaligus. Dalam pertempuran kali ini, sebagian besar bandit berhasil dibunuh, tetapi pemimpin bandit berlindung di sebuah pondok yang tak terlihat. Tergambarkan sebagai perbuatan keji, sang pemimpin bandit menembak Kyūzō dari belakang, dari pondok yang terlindungi tersebut, dan berhasil membunuh Kyūzō. Katsushirō yang putus asa berusaha untuk melawan atas apa yang telah menimpa pahlawannya. Tetapi Kikuchiyo yang sangat marah maju menyerang mendahului Katsushirō, yang hanya mengakibatkan ia tertembak di bagian perut. Walaupun terluka parah, Kikuchiyo berhasil membunuh pemimpin bandit sebelum dia meninggal. Dalam kebingungan dan kelelahan, Kambei dan Shichirōji dengan sedih menyatakan "Kita berhasil selamat sekali lagi," saat Katsushiro meratapi para sahabatnya yang gugur. Pertempuran ini akhirnya murni dimenangkan pihak penduduk desa.

Tiga samurai yang berhasil selamat, Kambei, Katsushirō, dan Shichirōji, berjalan untuk mengamati para penduduk desa yang dengan gembira mulai menanam kembali. Para samurai mencerminkan hubungan antara kelas petani dengan ksatria: walaupun mereka berhasil memenangkan pertempuran demi para petani, mereka telah kehilangan teman-teman mereka dan berusaha untuk tidak menunjukkan rasa kehilangan itu. "Sekali lagi kita dikalahkan," renung Kambei. "Pemenangnya adalah para petani. Bukan kita." Tampilan terakhir dalam film ini adalah kuburan di bukit yang mengarah ke desa. Di kuburan inilah keempat samurai lainnya dan para penduduk desa yang terbunuh dalam pertempuran disemayamkan.

Tujuh orang samurai

[sunting | sunting sumber]
Ketujuh orang samurai
  • Kambei Shimada (島田勘兵衛, Shimada Kanbei) (Takashi Shimura) — Pemimpin kelompok dan yang pertama yang direkrut penduduk desa. Ia bijaksana namun suka berperang.
  • Katsushirō Okamoto (岡本勝四郎, Okamoto Katsushirō) (Isao Kimura) — Seorang prajurit muda yang belum teruji. Dia berasal dari ksatria aristokrat yang ingin menjadi murid Kambei.
  • Gorōbei Katayama (片山五郎兵衛, Katayama Gorōbei) (Yoshio Inaba) — Dia direkrut oleh Kambei dan merupkan seorang pemanah yang terampil. Dia berperan sebagai asisten pemimpin dan membantu menyusun rancangan utama dalam pertahanan desa.
  • Shichirōji (七郎次) (Daisuke Katō) — Dia dahulunya adalah letnan Kambei. Kambei bertemu dengannya secara tidak sengaja di kota, dan kembali berperan menjadi letnan.
  • Heihachi Hayashida (林田平八, Hayashida Heihachi) (Minoru Chiaki) — Direkrut oleh Gorōbei. Seorang samurai yang ramah namun kurang terampil. Ia selalu ceria sehingga dapat mempertahankan semangat kelompoknya.
  • Kyūzō (久蔵) (Seiji Miyaguchi) — Dia adalah orang yang awalnya secara spontan menolak penawaran dari Kambei untuk bergabung, walau ia berubah pikiran kemudian. Seorang samurai yang serius dan bermuka-rata. Ia benar-benar samurai berbakat yang membuat Katsushirō kagum akan dirinya.
  • Kikuchiyo (菊千代) (Toshirō Mifune) — Seorang yang seharusnya menjadi samurai (menurut akta kelahiran miliknya yang salah) dan selanjutnya membuktikan bahwa ia layak menjadi samurai. Ia seorang yang temperamental. Dia lah yang paling dekat dengan penduduk desa dan juga penderitaannya.

Para penduduk desa

[sunting | sunting sumber]
  • Gisaku (儀作) (Kokuten Kodo) — Seorang tukang giling dan merupakan kepala keluarga, dipanggil sebagai "Kakek", dari desa tersebut yang mengusulkan seluruh desa agar menyewa samurai untuk melindungi desa tersebut.
  • Yohei (与平) (Bokuzen Hidari) — Seorang lelaki tua penakut yang berbagi adegan dengan Kikuchiyo yang mudah diingat.
  • Manzō (万造) (Kamatari Fujiwara) — Seorang petani yang takut akan keperawanan putrinya saat berada dikelilingi samurai.
  • Shino (志乃) (Keiko Tsushima) — Putri dari Manzō yang jatuh cinta pada Katsushirō.
  • Rikichi (利吉) (Yoshio Tsuchiya) — Seorang pemuda yang berkepala panas, ia memiliki kenangan masa lalu pahit yang tersembunyi mengenai istrinya.
  • Istri Rikichi (Yukiko Shimazaki) — Tidak diceritakan di bagian awal film ini, rahasia mengenai keberadaannya akan membawa mereka pada sebuah tragedi.
  • Mosuke (茂助) (Yoshio Kosugi) — Rumah miliknya adalah salah satu rumah pinggiran desa yang harus dikorbankan dan ditelantarkan demi menyelamatkan dua puluh rumah lainnya di kawasan utama.

Para bandit

[sunting | sunting sumber]
  • Ketua bandit (Shinpei Takagi)
  • Bawahan ketua bandit (Shin Ōtomo)
  • Bandit musket (Toshio Takahara)
  • Bandit atap (Masanobu Ōkubo)

Berikut ini adalah beberapa kru film Seven Samurai seperti yang tertera dalam sampul DVD-nya:

  • Akira Kurosawa — Sutradara
  • Sojiro Motoki — Produksi
  • Akira Kurosawa, Shinobu Hashimoto, Hideo Oguni — Tata layar
  • Asaichi Nakai — Fotografi
  • So Matsuyama — Pengarah kesenian
  • Fumio Hayasaka — Pengarah musik
  • Kohei Ezaki, Yoshio Sugino, Ienori Kaneko, Shigeru Endo — Peniliti Sejarah (Budaya, Pertombakan, Pemanahan)
  • Hiromichi Horikawa — Asisten sutradara
  • Junjiro Yamada — Tata rias
  • Hiroshi Nezu — Pengelola penyuntingan
Proses perekaman film dari balik layar.

Film ini merupakan film samurai pertama yang pernah disutradarai oleh Akira Kurosawa. Dia awalnya ingin mensutradarai film tentang satu hari dalam kehidupan samurai. Dalam penelitiannya, kemudian dia menemukan cerita mengenai samurai yang membela para petani. Menurut aktor Toshirō Mifune, film ini awalnya akan diberi judul Enam Orang Samurai, di mana dia memerankan tokoh Kyuzo. Dalam proses penulisan naskah yang berlangsung selama enam minggu, Kurosawa dan para penulis naskahnya menyadari bahwa "enam samurai yang sederhana itu membosankan—mereka membutuhkan seorang tokoh yang lebih di-luar-batas."[3]

Kurosawa mengubah peran Mifune menjadi Kikuchiyo dan memberikannya izin kreatif untuk mengimprovisasi aksi dalam penampilannya. Setelah tiga bulan masa praproduksi, film ini direkam selama 148 hari kerja yang tersebar dalam lebih dari satu tahun, empat kali waktu yang ditetapkan dalam anggaran aslinya sehingga menghabiskan hampir setengah juta dolar Amerika. Studio Toho setidaknya pernah dua kali menutup proses produksi film ini. Setiap penutupan ini, Kurosawa dengan tenang pergi memancing, beranggapan bahwa pihak studio telah berinvestasi besar dalam proses produksi dan pasti akan mengizinkannya untuk menyelesaikan film ini.

Adegan pertempuran terakhir dalam film ini awalnya direncanakan untuk diambil pada akhir musim panas, namun ditunda sehingga diambil pada bulan Februari dengan suhu yang nyaris membekukan. Mifune mengungkapkan bahwa dia tidak pernah merasa sedingin itu di sepanjang hidupnya kemudian.[4]

Kurosawa menolak untuk merekam desa petani yang ada di dalam Studio Toho dan membangun serangkaian desa tersebut dengan lengkap di Peninsula Izu. Walaupun pihak studio memprotes biaya produksi yang meningkat, Kurosawa tetap pada pendiriannya bahwa "kualitas dari latar mempengaruhi kualitas penampilan para aktor.... Atas alasan inilah, saya harus memiliki latar yang dibuat sama seperti aslinya. Hal ini membatasi proses perekaman namun meningkatkan rasa yang otentik."[4] Ia juga mulai menggunakan banyak kamera untuk merekam adegan untuk dapat mengambil serangkaian aksi dalam berbagai sudut, praktik yang kemudian ia teruskan sepanjang kariernya.

Inovasi struktural

[sunting | sunting sumber]

Menurut Michael Jeck dalam komentar audio DVD Seven Samurai, Seven Samurai merupakan salah satu dari rangkaian film-film pertama yang menggunakan alur dalam merekrut dan mengumpulkan pahlawan yang menjadi tim untuk mencapai tujuan tertentu, yang umum digunakan sekarang dalam film-film lainnya, seperti dalam film The Guns of Navarone, Ocean's Eleven, The Dirty Dozen, dan remake film ini, The Magnificent Seven.[5] Kritikus film Roger Ebert berspekulasi dalam ulasannya bahwa alur perkenalan si pemimpin Kambei (di mana samurai memangkas jambul, tanda kehormatan seorang samurai, untuk menyamar sebagai pendeta demi menyelamatkan seorang anak laki-laki dari penculik) bisa jadi merupakan asal muasal dari adegan serupa yang sekarang umum hadir di film-film laga, di mana pengenalan tokoh utama pahlawan tidak berhubungan dengan alur utama.[6] Sedangkan untuk alur lainnya, seperti keengganan para pahlawan, percintaan antara wanita lokal dengan pahlawan termuda, serta kegugupan para penduduk, sudah umum muncul dalam film-film lainnya sebelum ini. Tetapi di dalam film ini, semua hal di atas dipadukan dengan baik.

Pengembangan selanjutnya

[sunting | sunting sumber]

Sebagai film tunggal terbesar yang pernah dibuat Jepang pada saat itu, "Seven Samurai" merupakan sentuhan teknis dan kreatif yang menjadi film Jepang yang berpendapatan tertinggi dan menciptakan standar baru bagi dunia perfilman. Pengaruhnya dapat dengan jelas terlihat pada film The Magnificent Seven (1960) yang diadaptasi secara khusus dari Seven Samurai. Para samurai digantikan dengan para gunslinger. Bahkan dialog terakhirnya juga sangat identik yaitu "Tetua itu benar. Hanya para petani yang menang. Kita kalah. Kita selalu kalah." Film ini dibagi menjadi beberapa sekuel dan ada pula seri televisinya pada tahun 1998.

Film ini juga menjadi juara satu dalam "100 Film Bioskop Terbaik di Dunia" versi Majalah Empire.[7] Selain The Magnificent Seven, beberapa karya lainnya yang mengadaptasi film Seven Samurai adalah sebagai berikut:

  • Sholay adalah film India tahun 1975 yang mengambil inti cerita dari Seven Samurai dan The Magnificent Seven. Film ini dinyatakan BBC India sebagai "Film Pilihan Millennium" dan berhasil menjadi film dengan pemasukan tertinggi dalam sejarah perfilman India.
  • Battle Beyond the Stars adalah film bertema fiksi ilmiah yang dirilis Roger Corman pada tahun 1980 yang tidak hanya menyisipkan alur dari Seven Samurai, tetapi juga menghadirkan salah satu aktor dari The Magnificent Seven yaitu Robert Vaughn.
  • Dalam komentar audio DVD Star Wars Episode III: Revenge of the Sith, George Lucas menyatakan bahwa gaya tangan Yoda yang sering diletakan di kepala (seperti Kambei) adalah sebuah pernyataan salut bagi Kurosawa dan film ini. Dalam Star Wars Episode IV: A New Hope juga ada dialog bahwa sebagian besar kehidupan para petani adalah dalam penderitaan.
  • Film Zatoichi (2003) menampilkan adegan pertarungan di tengah hujan, yang menurut Takeshi Kitano juga merupakan ungkapan salut untuk Seven Samurai.[8]
  • Sam Peckinpah menggunakan efek gerakan lambat dalam adegan kekerasan filmnya yang terkenal The Wild Bunch, yang dipengaruhi sutradara lainnya, yang pada kenyataannya, dipengaruhi oleh Kurosawa pada film semacam ini.
  • Samurai 7 adalah sebuah anime remake Seven Samurai yang diproduksi GONZO pada tahun 2004 dan menyajikan anime bertema steampunk alternatif dalam menceritakan kisah klasik. Versi manga dari anime ini juga tersedia.
  • A Bug’s Life mengambil berbagai unsur cerita dari Seven Samurai.
  • Pada musim ke enam serial Star Trek: Deep Space Nine berjudul The Magnificent Ferengi juga memuat lelucon akan film ini.
  • Permainan Arasy of Darkness memberikan pemain kontrol pada tujuh orang samurai (empat dalam satu regu pada satu waktu) yang sangat menyerupai ciri khas Kurosawa dari segi peran, gaya pertempuran dan tampilan.
  • The Dark Tower V: Wolves of the Calla karya Stephen King mengambil beberapa elemen dari film ini seperti kata Magnificent, seperti yang ditulis pula dalam novel selanjutnya The Dark Tower VI: Song of Susannah.
  • Permainan PlayStation 2 berjudul Seven Samurai 20XX, juga telah dirilis yang juga mengambil beberapa elemen dari film ini.

Versi suntingan dan rilis DVD

[sunting | sunting sumber]

Versi asli film ini berdurasi tiga jam dan dua puluh tujuh menit (207 menit). Ini merupakan film terpanjang yang pernah dibuat oleh Kurosawa.

Studio Toho awalnya membuang sekitar lima puluh menit dari film ini ketika membagikannya kepada distributor Amerika karena takut penonton Amerika tidak bersedia duduk terus di sepanjang film ini.[9] Sedangkan di Inggris diputar dengan durasi 150 menit.

Versi 190 menit dirilis ulang di Inggris pada tahun 1991. Amerika Serikat juga merilis ulang untuk versi 203 menitnya pada tahun 2002. Saat ini sudah tersedia pula versi DVD Criterion Collection film tersebut yang berisi versi asli lengkap film tersebut (207 menit) dalam satu cakram. Pada tahun 2006, The Criterion Collection meluncurkan kembali versi DVD film ini yang kedua. Rilis DVD keduanya ini terdiri dari tiga buah cakram, berisi film yang telah di-digital-kan dan diperbaiki sepenuhnya (dua cakram pertama), serta bahan tambahan (pada cakram ketiga). Selain itu, ada pula DVD wilayah 4 versi utuhnya yang dirilis pada tahun 2004 oleh Madman Entertainment di bawah label Eastern Eye. Edisi Blu-ray dari versi penuh film ini diterbitkan pula oleh Criterion Collection pada 19 Oktober 2010.[10]

Penghargaan dan nominasi

[sunting | sunting sumber]
Festival Film Venice (1954)
Penghargaan Film Mainichi (1955)
Penghargaan Akademi Film Inggris ke-9 (1956)
  • Dinominasikan - Penghargaan BAFTA untuk Film Terbaik
  • Dinominasikan - Penghargaan BAFTA untuk Pemeran Asing Terbaik - Toshiro Mifune
  • Dinominasikan - Penghargaan BAFTA untuk Pemeran Asing Terbaik - Takashi Shimura
Academy Award ke-29 (1957) [11]
Jussi Award (1959)
Satellite Award (2006)
  • Pemenang - DVD Terbaik

Daftar adegan

[sunting | sunting sumber]
No. Judul adegan asli Terjemahan judul (bukan versi resmi)
1. Main titles Judul utama
2. "Is there no god to pretect us?" "Tak adakah dewa yang melindungi kita?"
3. Shopping for samurai Berbelanja samurai
4. Death of a thief Kematian seorang pencuri
5. A master and his disciples Seorang guru dan muridnya
6. Samurai auditions, part I Audisi samurai, bagian I
7. Samurai auditions, part II Audisi samurai, bagian II
8. The seventh samurai Samurai ke-tujuh
9. Frightened village Desa yang ketakutan
10. False alarm Peringatan palsu
11. Making plans Menyusun rencana
12. "Still a child" "Masih bocah"
13. Samurai armor Zirah samurai
14. The secret garden Taman rahasia
15. Training Pelatihan
16. (Intermission) (Waktu istirahat)
17. Harvesting Pemanenan
18. Night watch Pemantauan malam hari
19. Building barricades Membangun barikade
20. The scouts Pasukan
21. The surprise attack Serangan mendadak
22. Funeral Pemakaman
23. The first battle Pertempuran pertama
24. Night skirmish Pertempuran kecil malam hari
25. The second battle Pertempuran kedua
26. Behind the lines Di belakang garis
27. That night Malam itu
28. The last battle Pertempuran terakhir
29. Finale Penutup
30. Color bars Balok warna

Catatan kaki

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Karena dalam bahasa Jepang tidak ada artikula, muncul pertanyaan apakah terjemahan bahasa Inggris yang benar adalah Seven Samurai atau The Seven Samurai. Seven Samurai merupakan makna harfiahnya, namun keduanya dianggap benar secara ideomatik.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Fujiwara, Chris (2002-08-29). "Canon fodder - What it means to call Seven Samurai a great film". The Boston Phoenix. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-03-29. Diakses tanggal 2012-06-22. 
  2. ^ "The Sight & Sound Top Ten Poll 2002". Diakses tanggal 2010-12-28. 
  3. ^ Wawancara dengan Toshiro Mifune, 25 Agustus 1993. Pamflet DVD Criterion Collection
  4. ^ a b "Behind the Camera on THE SEVEN SAMURAI". 
  5. ^ "An Appreciation of Akira Kurosawa's 'Seven Samurai'". 
  6. ^ Ebert, Roger (2001-08-19). "The Seven Samurai (1954)". Chicago Sun-Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-02-16. Diakses tanggal 2008-10-17. 
  7. ^ "The 100 Best Films Of World Cinema". Empire.  Teks " 1. Seven Samurai " akan diabaikan (bantuan)
  8. ^ Wawancara Midnight Eye dengan Takeshi Kitano
  9. ^ "The Hours and Times: Kurosawa and the Art of Epic Storytelling". 
  10. ^ "Seven Samurai (1954) - The Criterion Collection". Criterion.com. Diakses tanggal 2011-06-02. 
  11. ^ "NY Times: Seven Samurai". NY Times. Diakses tanggal 2008-12-22. 

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]