Wongkai Satu, Ratahan Timur, Minahasa Tenggara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Wongkai Satu
Desa
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Utara
KabupatenMinahasa Tenggara
KecamatanRatahan Timur
Kodepos95995

Wongkai Satu adalah salah satu desa yang terletak di kecamatan Ratahan Timur, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Indonesia.

Pembagian administratif[sunting | sunting sumber]

Batas-batas[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan PERDA MINAHASA TENGGARA No. 20 Tahun 2009 tentang Pemekaran Desa di Kabupaten Minahasa Tenggara Di sebelah utara ... berbatasan dengan wilayah Kepolisian Pangu Kab.Minahasa Tenggara) Di sebelah barat Wilayah Kepolisian Pangu dan Kelurahan Lowu. Sedangkan di sebelah timur dengan Wilayah Kepolisian Atep kecamatan Langowan Kec.Langowan Selatan, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Wilayah Kepolisian Wiau dan desa wongkai.

Posisi astronomis kelurahan ini berada di koordinat Lintang Selatan dan Bujur Timur.

Batas-batas teritorial Desa Wongkai Satu:

Utara Langowan Kecamatan Langowan garis batas terpanjangnya adalah di gunung lurus ke arah timur hingga Desa Pangu
Timur Desa Atep, Sisi timur Desa Atep, berbatasan beberapa desa yaitu Desa Palamba, Desa Rumbia
Selatan Desa Wiau Kecamatan Pasan, Minahasa Tenggara. garis batas terpanjangnya adalah perkebunan Wiau Sungai Makalu
Barat Desa Pangu Sisi Timur Desa Pangu, garis batas terpanjangnya adalah sungai Makalu, di utara hingga desa Nazaret di selatan. Wioi

Di kecamatan Ratahan Timur, posisi desa Wongkai berada di sisi Timur desa Pangu.

Jaga (Lingkungan)[sunting | sunting sumber]

Desa Wongkai Satu, Kecamatan Ratahan Timur terdiri atas 4 Jaga berikut:

  1. Jaga 1, Wongkai Satu
  2. Jaga 2, Wongkai Satu
  3. Jaga 3, Wongkai Satu
  4. Jaga 4, Wongkai Satu

Desa Wongkai Satu akan berusia ke-2 pada pada tanggal 28 April tahun 2012 setelah dimekarkan menjadi desa terpisah dengan desa [Wongkay]

Desa ini memiliki penduduk sebesar 556 jiwa dan luas 576 km2.

Desa ini dialiri air [Sungai Wasu'u dan bergabung dengan sunagai makalu] yang cukup deras sehingga dapat membuat daerah muara sungai kebanjiran, akibat meluap setelah hujan deras yang contohnya terjadi Agustus 2011 yang menyebabkan kerusakan rumah. sekalipun curah hujan masih tergolong normal tapi air kiriman dari tempat lain yang masuk ke Sungai Wasu'u sangat deras diakbatkan dari pengrusakan hutan Domein. Sungai sudah tak mampu menampung air, sehingga meluap. Sungai Wasu'u dan Makalu dapat menjadi tempat [Wisata] [Arung Jeram], juga sudah sempat digunakan oleh para olahragawan arung jeram.

Desa Wongkai Satu yang berjarak sekitar 9 kilometer dari Desa Pangu yang merupakan desa yang berdekatan dengan pusat kabupaten [Kecamatan Ratahan Timur] disebutkan Bupati Minahasa Tenggara sebagai titik terparah terkena semburan abu vulkanik Soputan 2011 selain [Pangu] dan [Kalatin].

Desa ini memiliki tim musik bambu yang telah turun dari generasi ke generasi menjuarai lomba musik bambu tradisional, bahkan menjadi juara saat lomba tingkat nasional. Juga terdapat Grup tari tradisional Katreli. Gapoktan MAKALU menjadi Gapoktan yang memiliki prestasi yang diakui secara nasional yaitu sebagai Gapoktan terbaik Indonesia Timur Tahun 2010 yang diketuai oleh Jieans Eiler Antou dan merupakan Gapoktan yang mengelolah Produk [VCO], Instant Jahe, Instan Kunyit, intant Tumbulawak

Gapoktan Wasu'u Gabungan Kelompok Tani yang dibangun oleh masyarakat desa Wongkai Satu

VIRGIN COCONUT OIL MURAH(VCO) REMPAH yang MENYEHATKAN Produk VCO merupakan produk kelapa yang semakin populer selang sepuluh tahun terakhir karena semakin banyak dicari konsumen dan harganya cukup tinggi. Permintaan produk kelapa ini akan terus meninggkat oleh karena adanya informasi bahwa VCO merupakan minyak tersehat di dunia karena mempunyai khasiat yang besar bagi kesehatan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejarah desa ini mulanya didiami oleh penduduk Langowan dari [desa Atep], tapi karena wilayah ini berada di wilayah Ratahan maka penduduk Ratahan mengambil alih permukiman ini. Daerah sekitar desa Atep Palamba Wongkay Wiau merupakan lokasi Permukiman kuno, yang di mana dimakamkan Dotu Lumimuut sekitar abad II - V Masehi, desa tua ini sudah ditinggalkan oleh sebab peperangan dan bahaya yang mengancam penduduknya, baik bajak laut [Mindanao], [Moro]. Perang saudara antar keturunan Lumimuut kemudian dapat didamaikan dan berakhir dengan musyawarah di Pinawetengan. Yang mendeklarasikan persatuan, kebersamaan membangun pemerintahan demokrasi, setiap warga berdiri sederajad. [Suku Tountemboan] berdiam disebelah selatan Pinawetengan kemudian dibeberapa abad sekelompok keluarga terus keselatan mendiami dataran Ratahan. Kelompok ini kemudian didatangi kelompok pendatang dari luar pulau mereka bersama-sama membangun Suku yang kemudian dikenal Pasan Ponosakan. Pada abad XIII-XV perairan timur khususnya sekitar bentenan sering diserang musuh dalam memperebutkan pelabuhan Bentenan sebagai benteng pertahanan menjadi sasaran empuk bajak laut merampok karena banyaknya pedagang disini, itu sebabnya Palamba menjadi daerah pertempuran, penduduknya mundur kedaerah [Ratahan] dan [Langowan] untuk melakukan pertahanan bersama dengan pasukan daerah lainnya. Kemudian sekitar abad ke XVI, keturunan dari Toar Lumimuut dari Ratahan, dimasa ini datang beristirahat di Palamba yang waktu itu sudah menjadi hutan rimba, di mana tempat ini menurut anggapan mereka cukup baik dan menyenangkan. Untuk tempat beristirahat mereka mendirikan gubuk dari batang pohon kayu dan daun-daunan. Lama kelamaan untuk memenuhi bekal makanan, mereka mulai membuka perkebunan/huma di tempat itu. Sehingga lama-­kelamaan perkebunan itu makin luas dan orang-orang yang bermukim di situ makin bertambah. Dengan semakin bertambah penduduknya, maka sebagaimana tradisi orang Minahasa dalam suatu perhimpunan penduduk yang sudah cukup banyak, diperlukan seorang pemimpin. Dan oleh karena itu pada sekitar tahun 1600 sampai pada tahun-tahun berikutnya permukiman tersebut telah dipimpin oleh para Tonaas, yang menguasai sampai perkebunan Wongkay Sehingga dapat dipastikan bahwa desa Wongkay merupakan salah satu desa tua di Minahasa Tenggara. Ini juga dapat dibuktikan dengan adanya waruga (kuburan tua/prasasti) Toar Lumimuut yang ada di sana, dan merupakan tempat pertama orang-orang yang masuk dan menetap di Langowan.(Baca Selengkapnya dalam Buku Sejarah [desa Wongkai] oleh [David DS Lumoindong]).

Semua wilayah di Indonesia termasuk Desa-desa dalam hal ini di Wilayah Kabupaten Minahasa Teggara, Kecamatan Ratahan Timur mulai mengadakan pemekaran desa di mana pada tanggal 28 April 2010 Desa Wongkai terbagi menjadi Dua Desa yaitu Desa Wongkai dan Desa Wongkai Satu, dan sebagai kepanitiaan Pemekaran desa adalah ketua Bpk. Jieans Eiler Antou, Sekretaris Ibu Nori Punuhsingon dan Bendahara Bpk. Jemi Sandag Desa Wongkai Satu di pimpin oleh Pjs. Hukum Tua Bpk. Juin Antou dan kemudian mengadakan pemilihan Hukum Tua definitif melalui kepanitaian Pemilihan Hukum Tua yang di ketuai oleh Sdr. Frendly H. Wohos dan pada tanggal 1 Agustus 2011 dan Bpk. Jieans Eiler Antou terpilih sebagai Hukum Tua Definitif Desa Wongkai Satu dan diserahterimakan pada tanggal 10 Agustus 2011.

Pemerintahan Desa[sunting | sunting sumber]

Para Hukum Tua (Kepala Desa) yang memerintah di desa Wongkai Satu di antaranya:

1. Juin Ismail Antou sejak 28 April 2010 - 10 Agustus 2011

2. Jieans Eiler Antou sejak 10 Agustus 2011- kini

Para Pimpinan Badan permusyawaratan Desa (BPD) Wongkai Satu di antaranya:

1. Jieans Eiler Antou sejak 28 April 2010 - 10 Agustus 2011

2. Heri Sualang sejak 10 Agustus 2011 - kini

Pembangunan yang telah dilaksanakan[sunting | sunting sumber]

Pembangunan yang telah dilaksanakan sejak berdirinya desa Wongkai Satu di antaranya:

  • Pengecoran Pilah-pilah jalan dalam desa
  • Pembuatan MCK
  • Pembuatan Tanggul Penahan Badan Jalan di dalam desa
  • Pembuatan Pos Kamling
  • Pembuatan Tugu Batas Desa dan Tugu Icon desa serta tugu berdirinya desa wongkai satu sumber dana swadaya
  • Pengecoran setempat jalan jurusan Wongkai satu - Atep 1,5 Km sumber dana swadaya
  • Pembuatan jembatan darurat Wasu'u pasca banjir agustus 2011 sumber dana swadaya
  • Pengadaan Komuputer 1 unit
  • Pengadaan perlengkapan duka sumber dana Swadaya
  • Pengadaan Meja + lemari arsip
  • Pengadaan Towa + Genset sumber dana swadaya

Pembangunan yang akan dilaksanakan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2012 berjalan ini Pembangunan yang sedang dan akan di laksanakan adalah:

  • a. Pemuatan jaringan air bersih, sumber dana swadaya
  • b. Pembuatan tanggul penahan badan jalan lorong jaga IV, sumber dana ADD dan Swadaya
  • c. Pembuatan master Plan, Design dan RAB Desa Wongkai Satu, Sumbar Dana ADD
  • d. Pembuatan design dan RAB renovasi Kantor Hukum Tua Dan BPU Desa Wongkai Satu, Sumber Dana ADD.
  • e. Pembuatan drainase dan trotoar paving blok desa wongkai satu, sumber dana ADD dan Swadaya
  • f. Rencana Pembuatan Jalan Lingkar Timur dan Barat Desa Wongkai Satu, Sumber dana APBD dan Swadaya
  • g. Peningkatan Perekonomian Masyarakat Melalui Lembaga / Kelompok Tani sumber dana APBD damn Swadaya
  • h. Mengikutsertakan Seluruh elemen Masyarakat dalam kegiatan/Event dari Pemerintah maupun Gereja, antara Lain:
  1. - Lomba Futsal se Kabupaten MITRA
  2. - Lomba POSKAMLING Se Kabupaten MITRA dan MINSEL
  3. - LOmba Desa
  4. - Perkemahan Pemuda Se Sinode GMIM
  5. - Lomba KOBUMA ( Komoditi Bumbu masak ) Tingkat Kabupaten Minahasa Tenggara.
  6. - Lomba Kebaya nasional dan Modern tingkat Desa dan kecamatan Tatahan Timur.

Ulang Tahun Desa[sunting | sunting sumber]

Perayaan Hari Ulang Tahun ke-2 Desa Wongkai satu, Kecamatan Pusomaen yang dirangkaikan dengan HUT PKK, Senin (14/05/2012) berlangsung penuh hikmah. Di mana seluruh masyarakat turut ambil bagian memeriahkan kegiatan yang bertemakan “Torang Samua Basudara”. Acara ini sendiri diawali dengan kegiatan ibadah yang dipimpin oleh Pdt Stenly Pongoh S.Ag dengan inti khotbah, mengajak masyarakat untuk lebih menaruh pengharapan pada Tuhan.

Ketua panitia kegiatan yang juga merupakan hukum tua Desa Wongkai, Dimer Kolinug dalam sambutannya mengatakan, dirinya sangat memberikan apresiasi dan salut terhadap kepemimpinan Bupati Mitra Telly Tjanggulung yang telah membangun Kabupaten ini. “Salut terhadap pembagunan yang dilakukan Ibu Bupati Telly Tjanggulung dalam memajukan daerah ini,”katanya.

Untuk itu, melalui peringatan HUT Desa Wongkai Satu ini, baik pemerintah dan juga masyarakat mencanangkan Bupati Telly Tjanggulung sebagai Bunda Pembangunan Kabupaten Mitra. “Bupati Telly Tjanggulung layak dinobatkan sebagi bunda pembangunan Mitra, ini terlihat dari kepdulian ia dalam membangun daerah ini

PAUD dan TK[sunting | sunting sumber]

Seiring dengan perkembangan desa Wongkai Satu dan sejalan dengan program pemerintah desa maka dibentuk Pendidikan Anak Usia Dini PAUD yang diberi nama "YONSINA" yang diambil dari nama ketua TP PKK Desa Wongkai Satu yang pertama. Anak-anak yang belajar di PAUD dipersiapakan untuk masuk Taman Kanak-kanak Baitani Wongkai.

Sekolah Dasar[sunting | sunting sumber]

Desa Wongkai Satu masih menggunakan sekolah dasar yang berlokasi di desa Wongkay, yang dikarenakan jumlah siswa pertahun baik desa wongkai mapupun desa wongkai satu tidak memenuhi syarat untuk membangun sekolah dasar lagi terutama yang berlokasi di desa wongkai satu. Maka dari itu Sekolah Dasar Inpres dan Sekolah Dasar GMIM yang menjadi sasaran dari para calon siswa yang dari desa wongkai satu dan merupakan sekolah yang telah ada cukup lama didesa wongkai raya, dari sekolah ini/desa ini lahir para tokoh pendidikan di Sulawesi Utara. Di antaranya [Prof.Sientje Kosakoy], [Prof An Kosakoy], [DR.Drs.F.S.Sualang], [Prof.DR.Ir.C.B (Ellen) Pakasi] (anak dari Prof Sin Kosakoy), [Drs.Ibrahim Antou], [Drs.Ellon Antou], dan masih banyak lagi.

Sekolah Menengah Pertama[sunting | sunting sumber]

SMP PGRI Wongkay merupakan satu satunya SMP yang ada di Wongkay Raya yang belum lama ini di sahkan menjadi SMP Negeri 7 Ratahan, telah memiliki gedung dan fasilitas yang diharapkan dapat menunjang proses kegiatan belajar mengajar, yang berlokasi di desa [Wongkay]

Ekonomi Masyarakat[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar masyarakat desa Wongkai Satu adalah petani, bahkan pada tahun 1980 desa ini sebelum dimekarkan menjadi salah satu desa yang kaya dengan hasil pertanian dan perkebunan terutama perkebunan seperti Fanili, Kelapa, cengkih. Khususnya cengkeh, sayang ketidakstabilan harga cengkeh membuat desa ini tidak maju, justru bahkan perkembangan sangat lambat, untuk pengaspalan jalan saja desa ini baru beberapa tahun jalannya diaspal (sekitar tahun 2004) namun sejak tahun 2011 sudah di HRS/ATBL. Daerah Pertanian dan Perkebunan penduduk desa wongkai satu sebagian besar sampai melewati batas desa tetangga.

Hal-hal lain[sunting | sunting sumber]

Cengkih[sunting | sunting sumber]

Sebelum tahun 1990-an, Wongkai merupakan sentra produksi cengkih, rambutan, Pepaya, mangga, pisang, lansa serta kelapa Wongkai yang terkenal itu.

  • Cengkih disebut Cingkeh

Sumber[sunting | sunting sumber]

http://www.manadotoday.com/t2-lantik-8-hukum-tua-ratahan-raya/37742.html http://beritamanado.com/tjanggulung-dicanangkan-sebagai-bunda-pembangunan-mitra/ http://pemerintahwongkaisatu.blogspot.com/2012/06/semangat.html http://wongkairayainfo.blogspot.com/2012/05/musik-bambu-paling-top.html#more http://www.tribunnews.com/regional/2011/07/04/desa-kalatin-pangu-dan-wongkai-masih-tertutup-abu http://www.tribunnews.com/regional/2012/08/29/setiap-pertengahan-tahun-soputan-meletus

Kuntua / Kepala Desa[sunting | sunting sumber]

Didahului oleh:
Juins Antou
Kuntua desa Wongkai satu
2012-2017
Diteruskan oleh:
Eiler Antou

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]