Transportasi di Tokyo Raya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Jalanan di Tokyo di malam hari

Jaringan transportasi di Tokyo Raya termasuk jaringan kereta api dan jalan raya swasta maupun pemerintah; bandara internasional, domestik, dan penerbangan umum; bus; jasa pengiriman, bersepeda, dan pelayaran komersial. Meski pusatnya di pusat Tokyo, setiap bagian Kawasan Tokyo Raya telah memiliki layanan transportasi jalan atau kereta.

Transportasi umum di dalam Tokyo Raya mencakup jaringan kereta dalam kota paling ekstensif di dunia (per Mei 2014, memiliki 158 jalur, 48 operator, 4,714.5 km rel operasional dan 2.210 stasiun [dihitung ulang untuk masing-masing operator]) yang dikelola oleh berbagai operator, dengan bus, trem, monorel, dan moda lain yang mendukung jalur kereta api.[1] Angka di atas tidak termasuk layanan Shinkansen. Namun, karena masing-masing operator hanya mengelola prosinya sendiri, sistem ini dikelola sebagai sebuah kesatuan jaringan rel kereta daripada satu unit. 40 juta penumpang (dihitung lagi ketika melewati pintu dan tidak sesimpel peron) menggunakan sistem kereta api setiap hari (14,6 miliar per tahun) dengan kereta bawah tanah yang mewakili 22% diantaranya, 8,66 juta menggunakannya sehari-hari.[2] Ada 0.61 stasiun kereta komuter per mil persegi di daerah Tokyo atau satu stasiun tiap 1.6 mil persegi. Perjalanan kereta komuter sangat padat, sekitar 6 juta orang per jalur mil tiap tahun.[3] Pejalan kaki dan pesepeda jauh lebih banyak dijumpai daripada di banyak kota di seluruh dunia. Mobil pribadi dan sepeda motor memainkan peran sekunder dalam transportasi perkotaan.

Udara[sunting | sunting sumber]

Bandara Utama[sunting | sunting sumber]

Bandara Tokyo Haneda

Penerbangan komersial di wilayah ini dilayani terutama oleh bandar udara Internasional Tokyo (Haneda) di Ōta, Tokyo (penghubung domestik maskapai besar Jepang) dan Bandara Internasional Narita di Narita, Chiba (gerbang internasional utama ke wilayah tersebut, tetapi baru-baru ini menjadi penghubung baru untuk beberapa penerbangan internasional).

Rel[sunting | sunting sumber]

Stasiun tersibuk[sunting | sunting sumber]

Penumpang terangkut di stasiun-stasiun Tokyo Raya sehari-hari (2007):

  1. Stasiun Shinjuku 3.64 juta (Terdaftar di Guinness World Records)[4]
  2. Stasiun Ikebukuro 2.71 juta[5]
  3. Stasiun Shibuya 2,18 juta[6]
  4. Stasiun Yokohama 2,09 juta[7]
  5. Stasiun Tokyo 1,12 juta[8]
  6. Stasiun Shinagawa 0,91 juta[9]
  7. Stasiun Takadanobaba 0,90 juta [10]
  8. Stasiun Shimbashi 0.85 juta[11]

Japan Rail[sunting | sunting sumber]

East Japan Railway Company atau JR East, adalah perusahaan kereta api penumpang terbesar di dunia. Perusahaan ini mengoperasikan kereta api di seluruh kawasan Tokyo Raya (serta semua kawasan timur laut Honshu).

Selain mengoperasikan beberapa jalur shinkansen jarak jauh ("kereta peluru"), JR East mengoperasikan jaringan kereta api komuter terbesar di Tokyo. Jaringan ini meliputi Jalur Yamanote, yang mengelilingi pusat Tokyo; Jalur Keihin-Tohoku antara Saitama dan Yokohama; Jalur Utsunomiya (bagian dari Jalur Utama Tohoku) ke Saitama dan seterusnya; Jalur Chūō ke Tokyo barat; Jalur Sōbu dan Jalur Keiyo ke Chiba, dan Jalur Yokohama, Tōkaidō, dan Yokosuka ke Kanagawa.

Banyak tambahan jalur yang membentuk jaringan diluar pusat kota. Di antaranya adalah Jalur Hachiko, Itsukaichi, Jōban, Jōetsu, Kawagoe, Saitama, Ome, Negishi, Nambu, Sagami, Takasaki, dan Tsurumi. Secara total, JR sendiri mengoperasikan 23 jalur di kawasan Tokyo Raya.

Operator kereta bawah tanah[sunting | sunting sumber]

Jalur Ginza, jalur kereta bawah tanah tertua di Asia, pertama kali dibuka pada tahun 1927

Dua organisasi yang mengoperasikan jaringan kereta bawah tanah Tokyo:

Japan Rail[sunting | sunting sumber]

Bus dan trem[sunting | sunting sumber]

Toei bus

Bus umum di Tokyo Raya biasanya melayani peran sekunder, menaik-turunkan penumpang dari dan ke stasiun kereta api. Pengecualian untuk layanan bus jarak jauh, bus di daerah yang kurang terlayani oleh kereta api (tidak banyak) dan layanan bus bandara untuk penumpang dengan bagasi. Biro Transportasi Metropolitan Tokyo mengoperasikan bus Toei terutama di 23 distrik khusus sedangkan perusahaan bus swasta (kebanyakan anak perusahaan dari operator kereta besar yang tercantum di atas) mengoperasikan bus rute lain, seperti yang dilakukan kota-kota lain pemerintah, seperti Bus Kota Kawasaki, Bus Kota Yokohama, dll. Bus Toei memiliki tarif tetap 200 yen[12] sekali naik, sementara sebagian besar perusahaan lain biayanya berdasarkan jarak. Beberapa operator kereta api menawarkan gabungan tiket bus/kereta api; harga tiket khusus berlaku untuk anak-anak, manula dan penyandang cacat.[13] Tokyo memiliki satu jalur trem, yang dikenal sebagai Tokyo Toden. Jaringan ini memiliki 41 rute dengan 213 kilometer rel. Sekarang Tokyo memiliki satu jalur trem dan satu jalur rel kereta ringan.

Transportasi maritim[sunting | sunting sumber]

Penumpang feri[sunting | sunting sumber]

Feri Tokyo-Wan Shirahama-maru

Rute penting yang berfungsi sebagai transportasi internal adalah Feri Tokyo-Wan, feri penumpang dengan rute antara Yokosuka, Kanagawa dan Futtsu, Chiba,[14] menyeberangi Teluk Tokyo. Layanan lainnya sebagian besar digunakan sebagai perjalanan wisata, seperti Kapal Pesiar Tokyo dan Jalur Tokyo Mizube di Tokyo, Port Service dan Kapal Feri Keihin di Yokohama.

Di luar Teluk Tokyo, feri ke Kepulauan Izu dan Kepulauan Ogasawara, Shikoku, Kyushu, Kepulauan Amami dan Okinawa melayani dari pelabuhan Tokyo atau Yokohama.[15] Feri ke Hokkaido melayani dari Oarai, Prefektur Ibaraki.[15] Ada beberapa feri barang (dapat membawa kurang dari 13 penumpang) yang melayani keluar dari Teluk.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  • JR East official website, showing the map of the Suica/PASMO accepting area, which roughly corresponds with Greater Tokyo Area (Japanese) * Greater Tōkyō Railway Network, unofficial railway map of Greater Tokyo (English)
  • Tokyo Railway Map, bilingual railway map of central Tokyo (Japanese) (English)