Tokek

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Tokek
G gecko 070101 2323 kng.jpg
Tokek rumah Gekko gecko
dari Kuningan, Jawa Barat
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Lacertilia
Famili: Gekkonidae
Subfamili: Gekkoninae
Genus: Gekko
Spesies

40-50 spesies, lihat pada teks.

Tokek adalah nama umum untuk menyebut cecak besar atau jenis-jenis kadal dari suku Gekkonidae. Namun istilah tokek secara sempit biasa merujuk pada jenis-jenis dari marga Gekko, suku Gekkonidae. Sedangkan tokek dalam pemahaman orang awam merujuk kepada tokek rumah (Gekko gecko), yang memiliki agihan yang luas dan sangat sering dijumpai karena hidup di lingkungan manusia.[1]

Tokek menyebar luas di Asia Selatan dan Asia Tenggara, ke utara hingga Korea dan Jepang, lalu ke timur --meliputi Kepulauan Nusantara dan Filipina-- hingga Kepulauan Solomon dan Santa Cruz di Pasifik.[2]

Pengenalan[sunting | sunting sumber]

Tokek jepang Gekko japonicus

Tokek berkerabat dekat dengan cecak dan keduanya merupakan hewan yang dapat memutuskan dan enumbuhkan ekornya (autotomi), namun tokek berukuran lebih besar. Kulit punggung ditutupi oleh sisik-sisik samar (granular) dengan bintil-bintil yang agak besar dan menonjol. Pupil mata tegak bentuk jorong, dengan tepian yang bergerigi. Jari-jari kaki depan dan belakang tumbuh sempurna, melebar di ujung, terkadang dengan selaput di antara pangkal jari. Cakar (kuku) terdapat pada ujung jari bagian bawah. Sisi bawah jari dihiasi dengan bantalan pelekat (disebut scansor) yang berguna untuk menahan langkah agar tidak jatuh, biasanya digunakan ketika memanjat pohon, dinding atau langit-langit rumah.[1]

Tokek biasanya aktif di saat senja dan malam hari. Ciri khas tokek adalah sering mengeluarkan suara panggilan ketika menjelang malam, meski suara panggilannya kadang-kadang terdengar di siang hari. Tokek tinggal di lubang pepohonan di hutan atau di bawah kayu atau bebatuan, namun sering juga berada di lingkungan manusia, biasanya di balik lemari atau di gudang. Tokek adalah pemakan serangga yang masif, namn mereka juga memburu makanan lain, seperti cacing, dan terkadang reptilia yang lebih kecil. Tokek betina berkembangbiak dengan bertelur, biasanya diletakkan menempel di sudut lubang atau dinding, sering pula di balik lemari atau pajangan di dalam rumah. Tempat menyimpan telur ini biasanya akan digunakan berulang kali oleh tokek yang sama.[1]

Spesies[sunting | sunting sumber]

Tokek berbintik, Gekko monarchus
Tokek emas Gekko ulikovskii
Tokek bergaris, Gekko vittatus

Sejauh ini tercatat sebanyak 59 spesies yang dianggap valid.[3]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Malkmus, R., U. Manthey, G. Vogel, P. Hoffmann, & J. Kosuch. 2002. Amphibians and Reptiles of Mount Kinabalu (North Borneo). A.R.G. Gantner Verlag Kommanditgesselschaft, Ruggell. p. 107.
  2. ^ Gekko auriverrucosus di Reptarium.cz Reptile Database. Diakses 30 May 2016.
  3. ^ The Reptile Database: Genus Gekko

Pranala luar[sunting | sunting sumber]