Suplir
| Suplir | |
|---|---|
| Paku jari lima barat (Adiantum aleuticum) | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Divisi: | Polypodiophyta |
| Kelas: | Polypodiopsida |
| Ordo: | Polypodiales |
| Famili: | Pteridaceae |
| Subfamili: | Vittarioideae |
| Genus: | Adiantum L. |
| Spesies tipe | |
| Adiantum capillus-veneris L. | |
| Spesies | |
|
Lihat teks | |
| Sinonim | |
| |
Adiantum[2] atau suplir (jangan disamakan dengan paku limpa rambut dara yang tampak serupa), adalah genus yang terdiri dari sekitar 250 spesies paku-pakuan dalam subfamili Vittarioideae dari famili Pteridaceae,[3] walaupun beberapa peneliti menempatkannya dalam familinya sendiri, Adiantaceae. Nama genus ini berasal dari bahasa Yunani, yang berarti "tidak terbasahi", merujuk pada kemampuan entalnya untuk menepis air tanpa menjadi basah.
Deskripsi
[sunting | sunting sumber]Tumbuhan ini memiliki penampilan yang khas, dengan stipe dan rakis yang gelap dan sering kali berwarna hitam, serta jaringan daun berwarna hijau cerah yang sering kali terpotong secara halus. Sori terletak di bawah tepi daun (submarginal), dan tertutup oleh kelepak jaringan daun yang melengkung (refleks) yang menyerupai indusia. Dimorfisme antara ental steril dan fertil umumnya tidak terlalu kentara.
Genus ini umumnya menyukai tempat yang kaya humus, lembap, dan memiliki drainase yang baik, mulai dari tanah dataran rendah hingga dinding batu vertikal. Banyak spesies dikenal tumbuh secara khusus di dinding batu di sekitar air terjun dan area rembesan air.
Keanekaragaman spesies tertinggi terdapat di Andes. Keanekaragaman yang cukup tinggi juga ditemukan di Asia timur, dengan hampir 40 spesies di Tiongkok.
Spesies asli Amerika Utara meliputi A. pedatum (paku jari lima) dan kerabat dekatnya A. aleuticum, yang memiliki ciri khas berupa ental bercabang dua yang memancarkan anak daun hanya di satu sisi. Spesies kosmopolitan A. capillus-veneris (paku rambut Venus) memiliki sebaran asli yang meluas hingga ke benua timur. A. jordanii (Suplir California) adalah spesies asli pantai barat.
Terdapat flora Adiantum yang kaya di Selandia Baru dengan 3 spesies endemik (A. cunninghamii, A. viridescens, dan A. fulvum) dari total 10 spesies yang tercatat. Banyak di antaranya umum ditemukan terutama di bagian barat dan selatan kepulauan tersebut.
Kladistika
[sunting | sunting sumber]| Filogeni Adiantum[4][5] | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
Taksonomi
[sunting | sunting sumber]Dalam klasifikasi yang klasik, berdasarkan sebaran geografis, anggota-anggota Adiantum dimasukkan dalam suku Adiantaceae.
Serangkaian penelitian mengenai Pteridaceae menggunakan sekuens DNA dari plastid menunjukkan indikasi bahwa Adiantum spp. tidak sepenuhnya terpisah dari jenis-jenis vittarioid anggota Pteridaceae.[6] Ini mendukung pilihan yang diambil Christenhusz et al. (2006) yang memasukkan Adiantum dalam anaksuku Vittarioideae, suku Pteridaceae.[3] Namun, hasil ini tidak didukung oleh penelitian lanjutan yang lebih spesifik, yang menunjukkan kalau Adiantum adalah marga yang monofiletik.[7]
Persebaran
[sunting | sunting sumber]Ada sebanyak lebih dari 200 jenis Adiantum yang menyebar di seluruh dunia (220 - 230 jenis). Pusat keragaman ada di Amerika Selatan, khususnya di kawasan Pegunungan Andes (tercatat 229 spesies dan 5 hibrida alami).[8] Anggota marga ini menyukai daerah-daerah lembap di tebing atau rekahan batu atau tembok yang lembap, dekat aliran air dan teduh. Kebanyakan ditemukan di kawasan basah di perbukitan.[8]
Di Asia Tenggara sendiri diperkirakan ada 10–20 jenis Adiantum.[9] Di kawasan Papuasia ditemukan 12 jenis Adiantum.[9]
Melalui perdagangan dan pemuliaan tanaman hias, jenis-jenis asal Amerika dibawa ke kawasan lain dan kawin silang, seleksi, serta mutasi menyebabkan munculnya berbagai kultivar baru dengan ciri-ciri yang baru.
Pemanfaatan
[sunting | sunting sumber]
Suplir tidak memiliki nilai ekonomi penting selain sebagai tanaman hias yang bisa ditanam di dalam ataupun di luar ruang. Tumbuhan ini tidak tahan penyinaran matahari langsung. Suplir menyukai media tumbuh yang gembur, kaya bahan organik (humus), dan selalu lembap, tetapi tidak toleran terhadap genangan. Pemupukan dengan kadar nitrogen lebih tinggi disukainya. Pembentukan spora memerlukan tambahan fosfor dan kalium.[butuh rujukan]
Pemeliharaan suplir sebagai tanaman hias harus memperhatikan penyiraman. Kekeringan yang dialami suplir menyebabkan daun mengering dan menggulung. Hal ini tidak bisa diatasi dengan penyiraman karena daun yang kering tidak bisa pulih. Penanganannya adalah dengan membuang seluruh ental yang kering hingga dekat rimpang dan mengganti media tumbuh. Dalam waktu beberapa hari tunas baru akan muncul apabila perawatan dilakukan dengan benar.[butuh rujukan]
Budidaya
[sunting | sunting sumber]Banyak spesies yang dibudidayakan dalam perdagangan hortikultura. Terdapat sejumlah spesies tropis, termasuk A. raddianum dan A. peruvianum. Baik A. pedatum maupun A. aleuticum tahan terhadap iklim zona 3, dan sejauh ini merupakan anggota genus yang paling tahan dingin. A. venustum juga tahan dingin hingga zona 5. A. capillus-veneris tahan hingga zona 7. Hibrida, seperti Adiantum × mairisii, juga populer.
Galeri
[sunting | sunting sumber]- Paku Suplir Kasar (Adiantum hispidulum)
- Adiantum cunninghamii yang memperlihatkan karakteristik tepi daun yang menggulung ke dalam dan berisi sori
- Suplir Delta (Adiantum raddianum)
Daftar spesies
[sunting | sunting sumber]Daftar ini mungkin tidak lengkap atau menyebut nama spesies yang merupakan sinonim nama spesies lain, tergantung dari versi klasifikasi dan pembaharuan karena studi yang lebih baru.
- Adiantum abscissum
- Adiantum aculeolatum
- Adiantum adiantoides
- Adiantum aethiopicum
- Adiantum alarconianum
- Adiantum aleuticum
- Adiantum amazonicum
- Adiantum amblyopteridium
- Adiantum amelianum
- Adiantum anceps
- Adiantum aneitense
- Adiantum angustatum
- Adiantum annamense
- Adiantum atroviride
- Adiantum bellum
- Adiantum blumenavense
- Adiantum boliviense
- Adiantum bonatianum
- Adiantum bonii
- Adiantum brasiliense
- Adiantum breviserratum
- Adiantum calcareum
- Adiantum capillus-junonis
- Adiantum capillus-veneris - suplir rambut venus
- A. capillus-veneris imbricatum 'Green Petticoat'
- A. capillus-veneris imbricatum 'Yellow Petticoat'
- A. capillus-veneris 'Rawing'
- Adiantum caudatum – suplir berekor
- Adiantum celebicum
- Adiantum chilense
- Adiantum christii
- Adiantum comoroense
- Adiantum concinnum
- Adiantum coreanum
- Adiantum crespianum
- Adiantum cultratum - syn. A. trapeziforme
- Adiantum cuneatiforme
- Adiantum cuneatum - sin. A. raddianum
- Adiantum cunninghamii
- Adiantum cupreum
- Adiantum curvatum
- Adiantum davidii
- Adiantum diaphanum
- Adiantum dioganum
- Adiantum diphyllum
- Adiantum discretodenticulatum
- Adiantum dissimulatum
- Adiantum edgeworthii
- Adiantum elegantulum
- Adiantum emarginatum
- Adiantum erylliae
- Adiantum erythrochlamys
- Adiantum excisum
- Adiantum fengianum
- Adiantum fimbriatum
- Adiantum flabellulatum
- Adiantum formosum
- Adiantum fossarum
- Adiantum fragile
- Adiantum fructosum
- Adiantum fulvum
- Adiantum gertrudis
- Adiantum gibbosum
- Adiantum gingkoides
- Adiantum glabrum
- Adiantum glaureosum
- Adiantum glaucescens
- Adiantum glaucinum
- Adiantum glaziovii
- Adiantum gomphophyllum
- Adiantum gracile
- Adiantum gravesii
- Adiantum grossum
- Adiantum hispidulum
- Adiantum hollandiae
- Adiantum hornei
- Adiantum hosei
- Adiantum imbricatum
- Adiantum incertum
- Adiantum incisum
- Adiantum intermedium
- Adiantum jordanii
- Adiantum juxtapositum
- Adiantum kendalii
- Adiantum kingii
- Adiantum klossii
- Adiantum lamrianum
- Adiantum latifolium
- Adiantum lenvingei
- Adiantum lianxianense
- Adiantum lindenii
- Adiantum lonrentzii
- Adiantum lucidum
- Adiantum macrocladum
- Adiantum macrophyllum - suplir kupu
- Adiantum madagascariense
- Adiantum malaliense
- Adiantum malesianum
- Adiantum mariesii
- Adiantum mcvaughii
- Adiantum melanoleucum
- Adiantum mendoncae
- Adiantum menglianense
- Adiantum mettenii
- Adiantum mindanaense
- Adiantum monochlamys
- Adiantum monosorum
- Adiantum multisorum
- Adiantum myriosorum
- Adiantum neoguineense
- Adiantum novae-caledoniae
- Adiantum nudum
- Adiantum oaxacanum
- Adiantum obliquum
- Adiantum ogasawarense
- Adiantum opacum
- Adiantum ornithopodum
- Adiantum ovalescens
- Adiantum palaoense
- Adiantum papillosum
- Adiantum paraense
- Adiantum patens
- Adiantum pearcei
- Adiantum pedatum
- Adiantum pentadactylon
- Adiantum peruvianum - suplir dolar/kepeng
- Adiantum petiolatum
- Adiantum philippense (sin. A. lunulatum) - kamuding
- Adiantum phyllitidis
- Adiantum platyphyllum
- Adiantum poiretti
- Adiantum polyphyllum - suplir asem
- Adiantum pseudotinctum
- Adiantum pulchellum
- Adiantum pulcherrimum
- Adiantum pulverulentum
- Adiantum pumilum
- Adiantum pyramidale
- Adiantum raddianum (sin. A. cuneatum) - suplir kelor
- A. raddianum 'Melati'
- A. raddianum 'Brilliantelse'
- A. raddianum 'Pacific Maid' (syn. 'Compactum')
- Adiantum rectangulare
- Adiantum reniforme
- Adiantum rhizophorum
- Adiantum robinsonii
- Adiantum roborowskii
- Adiantum rondoni
- Adiantum rubellum
- Adiantum rufopetalum
- Adiantum scabrum
- Adiantum schmalzii
- Adiantum schmidtchenii
- Adiantum schweinfurthii
- Adiantum seemannii
- Adiantum semiorbiculatum
- Adiantum senae
- Adiantum serratifolium
- Adiantum siamense
- Adiantum silvaticum
- Adiantum soboliferum
- Adiantum sordidum
- Adiantum stenochlamys
- Adiantum stolzii
- Adiantum subcordatum
- Adiantum tenerum - suplir biasa
- A. tenerum 'Bessonianum'
- A. tenerum 'Farleyense' - suplir postar
- A. tenerum 'Fergusonii'
- A. tenerum 'Lady Moxam'
- A. tenerum 'Marsha's Pride'
- Adiantum tenuissimum
- Adiantum tetragonum
- Adiantum tetraphyllum
- Adiantum thalictroides
- Adiantum trapeziforme - suplir belimbing/kedondong
- Adiantum tricholepis
- Adiantum trilobum
- Adiantum tripteris
- Adiantum venustum
- Adiantum villosissimum
- Adiantum villosum
- Adiantum viridescens
- Adiantum viridimontanum
- Adiantum vivesii
- Adiantum wattii
- Adiantum wilsonii
- Adiantum zollingeri
Rujukan
[sunting | sunting sumber]- ↑ Barale, G (1981). "La paleoflore Jurassique du Jura Francais: Etude systematique, aspects stratigraphiques et paleoecologiques". Travaux et Documents des Laboratoires de Géologie de Lyon (81): 286.
- ↑ Sunset Western Garden Book, 1995:606–607
- 1 2 Christenhusz, Maarten J. M.; Zhang, Xian-Chun; Schneider, Harald (18 February 2011). "A linear sequence of extant families and genera of lycophytes and ferns" (PDF). Phytotaxa. 19: 7–54. ISSN 1179-3163.
- ↑ Nitta, Joel H.; Schuettpelz, Eric; Ramírez-Barahona, Santiago; Iwasaki, Wataru; et al. (2022). "An Open and Continuously Updated Fern Tree of Life". Frontiers in Plant Science. 13 909768. Bibcode:2022FrPS...1309768N. doi:10.3389/fpls.2022.909768. PMC 9449725. PMID 36092417.
- ↑ "Tree viewer: interactive visualization of FTOL". FTOL v1.5.0 [GenBank release 256]. 2023. Diakses tanggal 17 August 2023.
- ↑ Schuettpelz, E.; Pryer, K.M. (2008). "Fern phylogeny inferred from 400 leptosporangiate species and three plastid genes". Taxon. 56 (4). International Association for Plant Taxonomy: 1037–1050. doi:10.2307/25065903.
- ↑ Lu, Jin-Mei; Wen, Jun; Lutz, Sue; Wang, Yi-Ping; Li, De-Zhu (2012). "Phylogenetic relationships of Chinese Adiantum based on fiveplastid markers". Journal of Plant Research. 125 (2): 237–249. doi:10.1007/s10265-011-0441-y.
- 1 2 Hassler, Michael; Schmidt, Bernd. "Adiantum L." World Ferns: Checklist of Ferns and Lycophytes of the World. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-09-02. Diakses tanggal 15 Februari 2020.
- 1 2 Lestari, Wenni S. (2010). "Konservasi Adiantum spp. (Pteridaceae, Pteridophyta) di Kebun Raya Bali". Prosiding Seminar Nasional Hortikultura Indonesia 2010: Reorientasi Riset untuk Mengoptimalkan Produksi dan Rantai Nilai Hortikultura. Perhimpunan Hortikultura Indonesia: 792–798.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]
Media tentang Adiantum di Wikimedia Commons