Supervisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Supervisi secara etimologi berasal dari kata "super" dan "visi" yang mengandung arti melihat dan meninjau dari atas atau menilikdan menilaidari atas yang dilakukan oleh pihak atasan terhadap aktivitas,kreativitas, dan kinerja bawahan . Dalam Carter Good`S dictionary of Education,dikemukakan definisi supervisi sebagai berikut. Segala usahapejabat sekolah dalam memimpin guru-guru dan tenaga kependidikan lainnya,untuk memperbaiaki pengajaran;termasuk menstimulasi,menyeleksi pertumbuhan dan perkembangan jabatn guru-guru,menyeleksi,dan merevisis tujuan-tujuan pendidikan,bahan pengajaran dan metode-metode mengajar serta evaluasi pengajaran. Supervisi dapat dilaksanakan oleh kepala sekolah yang berperan sebagai supervisor,tetapi dalam sistem organisasi pendidikan modern diperlukan seorang supervisor khusus yang lebih independent,dan dapat meningkatkan objektivitas dalam pembinaan dan pelaksanaan tugasnya.[1][2]

Jenis jenis supervisi:[3]

a. Supervisi umum dan supervisi pengajaran

Supervisi pengajaran merupakan kegiatan pengawasan yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi yang memungkinkan terciptanya pelaksanaan pembelajaran yang lebih baik, sedang supervisi umum tidak langsung berhubungan denganusaha perbaikan kualitas pembelajaran

b. Supervisi klinis

Supervisi klinis merupakan usaha perbaikan pengajaran yang dilakukan melalui siklus yang sistematis dari tahap perencanaan, pengamatan dan analisis intelektual yang intensif terhadap penampilan mengajar.

c. Pengawasan melekat dan pengawasan fungsional

Pengawasan melekat merupakan sebuah kegiatan administrasi dan majemen yang dilakukan oleh pimpinan satuan kerja untuk mencegah terjadinya salah urus dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja sesuai dengan kebijakan pemerintah.


  1. ^ 1962-, Enco Mulyasa, (2002). Manajemen berbasis sekolah : konsep, strategi, dan implementasi (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Remaja Rosdakarya. ISBN 9796921960. OCLC 50042650. 
  2. ^ 1962-, Mulyasa, E. (Enco), (2003). Menjadi kepala sekolah profesional : dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Remaja Rosdakarya. ISBN 9796922711. OCLC 56672165. 
  3. ^ Purwanto, M. Ngalim (2009). Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Rosda. hlm. 89–93. ISBN 9795140396.