Lompat ke isi

Objektivitas (filsafat)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Peter Singer, seorang filsuf asal Australia. Sedang mengajar di Universitas Washington.

Objektivitas berdasarkan pemaknaan filosofi berarti doktrin di mana pengetahuan berdasarkan kenyataan objektif (berdiri sendiri). Istilah ini mulai digunakan pada tahun 1854.[butuh rujukan]

Objektivitas bermula dari istilah filosofis yang dikenal pada tahun 1620 dan memiliki arti "pertimbangan antara hubungan sesuatu dengan objeknya" (sebagai lawan kata dari subjektif), terbentuk dari pola istilah bahasa Latin diabad pertengahan yaitu objectivus, berasal dari objectum "object" yang berarti "tidak bias, berdiri sendiri (tanpa keterlibatan pribadi)" yang pertama ditemukan pada tahun 1855 dan mendapatkan pengaruh bahasa Jerman objektiv [1]

Objektif sebagai kata benda merupakan serapan dari bahasa Inggris yang berarti "tujuan, sasaran" . Kata ini pertama kali diformulasikan pada tahun 1738 sebagai istilah militer dalam perang saudara Amerika Serikat dan dimaknai sebagai "objektif dari suatu pikiran;" yang juga berarti "arahan" dan berasal dari bahasa Prancis. Kata ini lalu digunakan secara luas pada awal 1881 [2]

Kenyataan objektif adalah sesuatu yang memiliki objektif di mana nilai sesuatu diwakilkan oleh hal nyata lainnya. Descartes menggunakan kenyataan objektif untuk pemikiran-pemikiran dan tidak menyatakan apakah barang-barang seperti, lukisan, memiliki kenyataan objektif.

Jumlah kenyataan objektif dari sebuah pemikiran ditentukan oleh apakah dalam kenyataan formalnya pemikiran tersebut memiliki "barang"/ hal yang mewakilkannya.

Contohnya adalah pemikiran tentang Tuhan memiliki kenyataan objektif yang tak terukur; pemikiran tentang sepupu seseorang (misalnya orang itu benar memiliki seorang sepupu) memiliki kenyataan yang terukur.

Pemikiran tentang warna merah memiliki kenyataan modal objektif.[3]

Descartes menggunakan argumentasi kenyataan objektif sebagai inti dari argumentasi keberadaan Tuhan.

Catatan kaki

[sunting | sunting sumber]
  1. (Inggris) Dictionary.com: Objective.
  2. (Inggris) objective. Etimologi Online: Objective
  3. (Inggris) Sparknotes.com: Filosofi Diarsipkan 2009-04-14 di Wayback Machine.

Bacaan lebih lanjut

[sunting | sunting sumber]
  • Bachelard, Gaston. La formation de l'esprit scientifique: contribution à une psychanalyse de la connaissance. Paris: Vrin, 2004 ISBN 2-7116-1150-7 .
  • Castillejo, David. The Formation of Modern Objectivity. Madrid: Ediciones de Arte y Bibliofilia, 1982.
  • Kuhn, Thomas S.. The Structure of Scientific Revolutions. Chicago: University of Chicago Press, 1996, 3° ed. ISBN 0-226-45808-3
  • Megill, Allan. Rethinking Objectivity. London: Duke UP, 1994.
  • Nagel, Ernest. The Structure of Science. New York: Brace and World, 1961.
  • Nagel, Thomas. The View from Nowhere. Oxford: Oxford UP, 1986
  • Nozick, Robert. Invariances: the structure of the objective world. Cambridge: Harvard UP, 2001.
  • Popper, Karl. R..Objective Knowledge: An Evolutionary Approach. Oxford University Press, 1972, trade paperback, 395 pages, ISBN 0-19-875024-2 , hardcover is out of print. See libraries.
  • Rescher, Nicholas. Objectivity: the obligations of impersonal reason. Notre Dame: Notre Dame Press, 1977.
  • Rorty, Richard. Objectivity, Relativism, and Truth. Cambridge: Cambridge University Press, 1991
  • Rousset, Bernard. La théorie kantienne de l'objectivité, Paris: Vrin, 1967.
  • Schaeffler, Israel. Science and Subjectivity. Hackett, 1982. Voices of Wisdom; a multicutural philosophy reader. kessler

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]