Spektinomisin
| Data klinis | |
|---|---|
| Nama dagang | Trobicin, Lyncomycin |
| Nama lain | (2R,4aR,5aR,6S,7S,8R,9S,9aR,10aS)-4a,7,9-trihydroxy-2-methyl-6,8-bis(methylamino)decahydro-4H-pyrano[2,3-b][1,4]benzodioxin-4-one , SPT/SPE/SC/SP[1] |
| Rute pemberian | Injeksi intramuskular |
| Kode ATC | |
| Pengenal | |
| |
| Nomor CAS | |
| PubChem CID | |
| DrugBank | |
| ChemSpider | |
| UNII | |
| KEGG | |
| ChEBI | |
| ChEMBL | |
| CompTox Dashboard (EPA) | |
| ECHA InfoCard | 100.015.374 |
| Data sifat kimia dan fisik | |
| Rumus | C14H24N2O7 |
| Massa molar | 332,35 g·mol−1 |
| Model 3D (JSmol) | |
| Titik leleh | 184 hingga 194 °C (363 hingga 381 °F) |
| |
| |
| | |
Spektinomisin (spectinomycin) adalah antibiotik dari golongan aminosiklitol (aminocyclitol) yang berguna dalam pengobatan infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae.[2][3] Antibiotik ini diberikan melalui suntikan ke dalam otot (injeksi intramuskular). Spektinomisim umumnya digunakan dalam pengobatan uretritis gonore akut dan proktitis pada pria, serta servisitis gonore akut dan proktitis pada wanita.[2]
Efek samping yang umum dari spektinomisin meliputi rasa sakit di daerah suntikan, ruam, mual, demam, dan sulit tidur.[4] Selain itu, reaksi alergi yang parah kadang-kadang dapat terjadi. Obat ini umumnya aman digunakan selama kehamilan, dengan kategori B dari FDA.[2] Spektinomisin dapat digunakan oleh pasien dengan alergi terhadap penisilin atau sefalosporin.[2][5]
Spektinomisin ditemukan pada tahun 1961, dan diisolasi dari bakteri Streptomyces spectabilis.[6] Obat ini termasuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[7]
Mekanisme aksi
[sunting | sunting sumber]Spektinomisin berikatan dengan subunit 30S dari ribosom bakteri sehingga menghambat proses sintesis protein. Salah satu bentuk resistensi antibiotik telah diidentifikasi pada RNA ribosom 16S pada Pasteurella multocida.[8]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Antibiotic abbreviations list". Diakses tanggal 22 June 2023.
- 1 2 3 4 "Spectinomycin". go.drugbank.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-04-03.
- ↑ "Spectinomycin Uses, Side Effects & Warnings". Drugs.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-04-03.
- ↑ "Spectinomycin Side Effects: Common, Severe, Long Term". Drugs.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-04-03.
- ↑ Bala, Manju; Sood, Seema (2010). "Cephalosporin resistance in Neisseria gonorrhoeae". Journal of Global Infectious Diseases (dalam bahasa Inggris). 2 (3): 284. doi:10.4103/0974-777X.68537. ISSN 0974-777X. PMC 2946686. PMID 20927291. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
- ↑ Stromgaard, Kristian; Krogsgaard-Larsen, Povl; Madsen, Ulf (2009-10-07). Textbook of Drug Design and Discovery (dalam bahasa Inggris). CRC Press. ISBN 978-1-4398-8240-5.
- ↑ "WHO model list of essential medicines". www.who.int (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-04-03.
- ↑ Kehrenberg, Corinna; Schwarz, Stefan (2007-06). "Mutations in 16S rRNA and Ribosomal Protein S5 Associated with High-Level Spectinomycin Resistance in Pasteurella multocida". Antimicrobial Agents and Chemotherapy (dalam bahasa Inggris). 51 (6): 2244–2246. doi:10.1128/AAC.00229-07. ISSN 0066-4804. PMC 1891365. PMID 17371823. Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)