Skorpio (astrologi)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Skorpio
Scorpio2.jpg
Scorpio.svg
Simbol zodiakKalajengking
Jangka waktu (Astrologi tropis)23 Oktober – 22 November (2019, UTC)
Jangka waktu (Astrologi sideris)23 November – 29 November (2019, UTC)
Rasi bintangSkorpio
ElemenAir
KualitasTetap
DomisilMars (lama)
Pluto (baru)
KerugianVenus (resmi)
Ceres (masih diragukan)
PeninggianUranus
JatuhBulan
AriesTaurusGeminiKanserLeoVirgoLibraSkorpioSagitariusKaprikornusAkuariusPises

Skorpio () (bahasa Yunani: Σκορπιός Skorpios; bahasa Latin: Scorpius) adalah bintang kedelapan dari daftar zodiak. Bintang ini berada diurutan 210-240 zodiak, antara 207,25 dan 234,75 derajat bujur langit. Di bawah zodiak tropis, matahari transit daerah ini rata-rata antara 23 Oktober sampai 21 November, dan di bawah zodiak sidereal, matahari saat transit konstelasi Scorpius dari sekitar November 16 sampai 15 Desember. Tergantung pada sistem zodiak yang digunakan, sebuah individu yang lahir di bawah pengaruh Skorpio dapat disebut Scorpio atau Scorpion.[1] Simbol kalajengking didasarkan pada Scorpius, kalajengking raksasa yang dikirim oleh Gaia untuk membunuh Orion.[2]

Skorpio adalah zodiak kedua dalam elemen air, setelah Cancer dan diikuti oleh zodiak berelemen air ketiga, Pisces.

Karakteristik[sunting | sunting sumber]

Skorpio diperintah oleh planet Pluto (Utama) dan Mars (Kedua). Elemen skorpio adalah air, elemen yang menandai perasaan. Kualitas skorpio adalah tetap (Bersama Taurus, Leo, Akuarius). Peninggian skorpio akan terjadi apabila skorpio berada di Uranus. Sementara skorpio akan mengalami kejatuhan derajat apabila skorpio berada di planet Venus, Fortune (Bumi) dan Bulan. Lawan dari skorpio adalah taurus.

Asal Mula[sunting | sunting sumber]

Keberadaan dari lambang zodiak Scorpio dapat dilihat dari kisah mitologi Orion yakni anak dari Poseidon dan adalah seorang pria yang disebut-sebut sebagai pria tertampan serta tertinggi yang pernah ada di dunia dengan hobi berburu. Bahkan ia sangat disenangi oleh Dewi perburuan, Artemis. Melihat kesombongan Orion yang mengatakan bahwa dirinya dapat mengalahkan semua mahluk di bumi, Gaia si Dewi Bumi mengirimkan kalajengking untuk mengalahkan Orion.

Kalajengking itu langsung menyengat Orion dan racun mematikannya langsung mengirim Orion ke kematiannya. Melihat kemenangan kalajengking itu, Gaia kemudian menempatkan kalajengking tersebut di langit sebagi rasi bintang Scorpio atau zodiak Scorpio. Di sisi lain, Dewi Perburuan Artemis yang sangat menyukai Orion juga menempatkan Orion di langit sebagai konstelasi tersendiri. Ia ditempatkan di langit bersama dengan anjingnya yakni Sirius yang disebut-sebut adalah bintang paling bersinar di Surga para Dewa.

Kisah lain menceritakan bahwa Orion jatuh cinta dengan 7 wanita cantik dan mulai mengejar mereka. Wanita-wanita tersebut tidak menyukai hal itu dan meminta Zeus menyelamatkan mereka. Agar Orion tidak dapat mengejar mereka, Zeus kemudian mengubah mereka menjadi 7 bintang yang sekarang dikenal sebagai Peliades. Tidak hanya itu saja, sebagai hukuman Zeus mengirimkan kalajengking untuk menyengat Orion dan mengubah Orion serta kalajengking itu sebagai rasi bintang. Hal itu adalah sebagai hukuman agar Orion selalu mengejar Peliades namun tidak akan dapat mendapatkannya dan selalu dikejar oleh kalajengking yakni zodiak Scorpio.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Scorpio". oxforddictionaries.com. Diakses tanggal 3 Maret 2016. 
  2. ^ "SCORPIUS : Giant scorpion". theoi.com. Diakses tanggal 3 Maret 2016.