Siprianus Hormat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Siprianus Hormat
Uskup Ruteng
Mgr Siprianus Hormat.jpg
GerejaKatolik Roma
KeuskupanRuteng
Penunjukan13 November 2019
(2 tahun, 195 hari)
PendahuluHubertus Leteng
Imamat
Tahbisan imam8 Oktober 1995
(26 tahun, 231 hari)
oleh Eduardus Sangsun, S.V.D.
Tahbisan uskup19 Maret 2020
(2 tahun, 69 hari)
oleh Ignatius Kardinal Suharyo
Informasi pribadi
Nama lahirSiprianus Hormat
Lahir16 Juli 1965 (umur 56)
Indonesia Cibal, Manggarai, Nusa Tenggara Timur
Kewarganegaraan Indonesia
DenominasiKatolik Roma
Moto"Omnia in Caritate" (1 Korintus 16:14)
("Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih")
LambangLambang Siprianus Hormat

Mgr. Siprianus Hormat (lahir 16 Juli 1965) adalah Uskup Ruteng sejak 13 November 2019. Saat ditunjuk sebagai uskup oleh Tahta Suci, Siprianus masih menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia. Dia menggantikan Mgr. Hubertus Leteng yang mengundurkan diri pada 11 Oktober 2017.[1]

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Siprianus lahir sebagai anak kedua dari tujuh bersaudara pasangan Mikael Mahar dan Yuliana Nahus. Latar belakang keluarga Katolik yang sederhana namun menjalankan disiplin yang ketat menjadi dasar kehidupan berkeluarga Siprianus.[2]

Karya[sunting | sunting sumber]

Siprianus menjalani pendidikan sekolah dasar di SDK Ri'I (1974-1980). Ia kemudian masuk ke Seminari Pius XII Kisol untuk menjalani pendidikan tingkat SMP dan SMA sejak 1980 hingga 1986. Ia mendaftarkan diri untuk menjadi imam diosesan Keuskupan Ruteng dan melanjutkan studi filsafat di STFK Ledalero sejak tahun 1987 hingga 1991, disusul dengan studi teologi juga di Ledalero sejak 1993 hingga 1995.[3] Ia menjalani masa Tahun Orientasi Pastoral (TOP) juga di Seminari Pius XII Kisol pada tahun 1991 hingga 1993.[4] Pada April 1995 di Kapel Seminari Tinggi Santo Petrus, Ritapiret, ia menerima tahbisan diakonat dari tangan Mgr. Anton Pain Ratu, S.V.D., yang merupakan Uskup Atambua.

Siprianus ditahbiskan menjadi imam pada 8 Oktober 1995 di Gereja Katedral Ruteng. Tahbisan imamat tersebut ia terima dari Mgr. Eduardus Sangsun, S.V.D., Uskup Ruteng. Ia mendapat penugasan awal sebagai Ketua Komisi Kepemudahaan Keuskupan Ruteng sekaligus sebagai pastor kapelan di Paroki Santo Vitalis Cewonikit, Ruteng, yang ia jalani hingga tahun 1996.[5] Sejak tahun 1996 hingga 1997, ia bertugas di Lela, Maumere, Flores sebagai pendamping (socius) para biarawan yang melaksanakan Tahun Orientasi Rohani (TOR). Ia kemudian ditugaskan menjadi pastor rekan pada Paroki Santo Paskalis, Cempaka Putih, Jakarta Pusat yang merupakan wilayah Keuskupan Agung Jakarta, pada tahun 1997 hingga 1999.[6] Pada waktu itu, ia juga mengambil kursus bahasa Inggris.[7]

Ia menjalani pendidikan lanjut di Accademia Alfonsianum, Roma, Italia untuk mengambil gelar Licenciat dalam bidang teologi moral pada tahun 1999 hingga 2001. Ia juga mengambil kursus formasi dalam bidang Diploma Interdiscipline Studies di Universitas Kepausan Gregoriana pada tahun 2001 hingga 2002. Sekembalinya ke Indonesia, pada tahun 2002, ia menjadi staf pembina Seminari Tinggi St Petrus Ritapiret. Sejak tahun 2003 ia juga menjadi Pembantu Ketua III dan staf pengajar STFK Ledalero.[8] Kedua hal ini ia jalani hingga tahun 2012. Ia juga menjadi dosen tamu STKIP Santo Paulus Ruteng sejak tahun 2007 hingga 2011. Ia mengikuti kembali kursus formasi, yang pada tahun 2011 hingga 2012 ia lakukan di Varese, Italia.[5]

Sejak tahun 2012, ia ditunjuk sebagai Sekretaris Komini Seminari Konferensi Waligereja Indonesia dan Sekretaris Harian Badan Kerjasama Bina Lanjut Imam Indonesia KWI. Sejak saat itu, ia mulai tinggal di Jakarta. Pada Oktober 2014, ia terpilih menjadi ketua UNIO Indonesia periode 2014–2017 yang merupakan perkumpulan para imam diosesan di Indonesia. Ia terpilih dalam Musyawarah Nasional ke-11 di Ambon.[9] Pada November 2016, ia terpilih menjadi Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia, menggantikan R.D. Yohanes Rasul Edy Purwanto.[10]

Uskup Ruteng[sunting | sunting sumber]

Pada Misa penutupan Sidang Tahunan Konferensi Waligereja Indonesia, tanggal 13 November 2019, Nuncio Apostolik Tahta Suci Vatikan untuk Indonesia, Piero Pioppo mengumumkan penunjukkan Mgr. Siprianus Hormat sebagai Uskup Ruteng.[5][11] Pengumuman yang sama dilakukan di Gereja Katedral Ruteng dalam ibadat sore yang dibacakan oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng, R.D. Alfonsius Segar.[12] Pengumuman Penunjukkan ini terjadi setelah mundurnya Mgr. Hubertus Leteng pada 11 Oktober 2017. Dalam masa kekosongan kepemimpinan di Ruteng, Uskup Denpasar, Mgr. Silvester Tung Kiem San menjadi Administrator Apostolik.[13]

Tahbisan episkopal Mgr. Siprianus berlangsung pada 19 Maret 2020 yang bertepatan dengan Hari Raya Santo Yusuf. Penahbisan berlangsung di Gereja Katedral Santa Maria Diangkat ke Surga (Asumpta), Ruteng.[14] Bertindak sebagai Uskup Penahbis Utama ialah Ignatius Kardinal Suharyo, Uskup Agung Jakarta sekaligus Ketua Konferensi Waligereja Indonesia. Ia didampingi oleh Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Uskup Agung Ende dan Mgr. Silvester Tung Kiem San, Uskup Denpasar yang menjadi Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng pada saat takhta lowong sebelum ini.[15] Satu hari sebelum tahbisan uskup yakni pada 18 Maret 2020, dilaksanakan ibadat salve dan pemberkatan insignia yang berlangsung di Gereja Katedral Lama Santo Yosef, Ruteng. Misa pontifikal perdana Mgr. Sipri berlangsung pada Sabtu, 21 Maret 2020.

Lambang Mgr. Siprianus sebagai uskup terbagi dalam empat sisi perisai. Sisi kiri atas berlatar abu-abu keperakan menunjukkan dedikasi kepada Santo Siprianus dari Kartago dalam rupa daun palma, pedang emas, dan buku merah termasuk yang berjudul "Persatuan dalam Gereja Katolik". Sisi atas sebelah kanan perisai menujukkan rumah adat Manggarai yang melambangkan tempat kelahiran Mgr. Sipri. Sisi sebelah kiri bawah yang berlatar belakang merah terdiri dari setangkai padi, sarang laba-laba, dan kayu teno yang melambangkan Kabupaten Manggarai sebagai tempat awal karya Mgr. Sipri. Sisi sebelah kanan bawah didedikasikan untuk Santa Perawan Maria, Ratu Para Rasul dengan latar belakang warna biru dan berisi mahkota kuning keemasan dengan 12 lingkaran berwarna hitam dan putih. Mgr. Siprianus mengambil moto penggembalaan dari Surat Paulus yang Pertama kepada Jemaat di Korintus bab 16 ayat 14, yakni "Omnia in Caritate" ("Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih").[16]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Jabatan Gereja Katolik
Didahului oleh:
Hubertus Leteng
Uskup Ruteng
13 November 2019–kini
Petahana