Silungkang, Sawahlunto

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Silungkang
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Sumatera Barat
Kota Sawahlunto
Pemerintahan
 • Camat -
Luas 32,93 km²
Jumlah penduduk 8.636 jiwa (2001)
Kepadatan 262 jiwa/km²
Nagari/kelurahan -
Stasiun kereta api Silungkang pada masa Hindia Belanda
Pemandangan di sekitar stasiun Silungkang pada tahun 1880-an

Silungkang adalah sebuah kecamatan di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Indonesia.

Asal nama[sunting | sunting sumber]

Tentang dari mana asal nama Silungkang dan sejak kapan nagari ini memakai nama Silungkang hingga kini masih dipertanyakan. Belum ada yang secara pasti dapat menjawabnya. Karena memang belum pernah dilakukan penelitian.

Yang terang di Silungkang memang ada lurah yang bernama Lungkang. Lurah itu airnya mengalir melalui Surau Bingkuang dan bertemu dengan Batang Lasi sebelum Lubuak Nan Godang. Ada yang memperkirakan dari nama lurah Lungkang inilah nama Silungkang.

Tetapi ada pula yang memperkirakan bahwa nama Silungkang itu berasal dari Sawah Lungkang. Nampaknya perkiraan ini agak jauh dari kemungkinan. Sebab di sekitar mengalirnya air lurah Lungkang sampai bertemu dengan Batang Lasi tak ada tanda-tanda bahwa pada masa lalu tempat itu adalah persawahan. Yang terkenal (dekat pertemuan lurah Lungkang dengan Batang Lasi) ialah Polak Pisang (Ladang Pisang). Sedang di mudieknya ialah Polak Kopi. Tak kelihatan bekas-bekasnya bahwa Polak Piang dan Polak Kopi itu dulunya sawah.

Lain pula halnya dengan buku Mambangkik Tareh Tarandam. Nama Lungkang itu dikaitkannya dengan legenda Adu Kerbau1. “Lungkang” itulah nasihat yang diberikan pemimpin-pemimpin (3 bersaudara : Nan Tuo, Nan Tongah dan Nan Ketek) Talang Tului Batu Badegui, tatkala utusan Kerajaan Bukit Batu Patah datang mencari ikhtiar guna melawan Kerbau besar dari orang Jawa.

Tatkala utusan Kerajaan Bukit Batu Patah menanyakan apakah yang dimaksud Lungkang, oleh Nan Tuo dikatakan yang dimaksud dengan Lungkang ialah “Lawan yang besar ialah yang kecil, lawan yang panjang ialah yang singkat, lawan jantan ialah betina”.

Keterangan Nan Tuo itu diperkuat oleh Nan Tongah dengan kata-kata : “Itu sebenarnya. Sebab di alam ini terjadi segala dua. Cobalah berguru ke alam Lungkang”. Kemudian Nan Ketek memperkuat pula keterangan Nan Tuo dan Nan Tongah.

Utusan pun kembali ke Bukit Batu Patah, setelah ada kepastian dari pemimpin-pemimpin Talang Tului Batu Badegui itu bahwa nasihatnya dapat dipertanggung jawabkan. Nampaknya nasihat “Lungkang” itu dapat diterima Bukit Batu Patah. Dan kemudian terjadilah pertarungan kerbau besar dari Jawa dengan anak kerbau yang pakai taji dan pertarungan ini dimenangkan Anak Kerbau.

Dan dari nasihat Lungkang inilah asal nama Silungkang.

Bila kita lihat Kamus Umum Bahasa Indonesia Poerwadarminta maka Lungkang itu artinya ialah “selokan” atau “pelimbahan”. Bisa saja dalam selokan atau pelimbahan itu terdapat benda atau materi yang besar berlawanan dengan yang kecil, yang panjang berlawanan dengan yang singkat, yang jantan berlawanan dengan betina. Tetapi yang pasti Lungkang bukan berarti besar lawan kecil, panjang lawan singkat, jantan lawan betina.

Di samping itu ada pula yang mengatakan bahwa nama Silungkang ini berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “Lowongan batu yang tinggi”. Nama Silungkang ini mulai diletakkan pada abad ke-4 Sebelum Masehi. Sebelum bernama Silungkang namanya Talang Tului Batu Badegui.

Ada dua curaian mengenai penukaran nama itu. Pertama penukaran nama ini adalah untuk menyesuaikan nama dengan keadaan alamnya. Silungkang adalah nagari yang tandus2, punya hanya sedikit dataran yang kiri kanannya diapit oleh bukit yang tinggi dan memang seperti lowongan batu. Kedua penukaran nama ini adalah hadiah dari Kerajaan di Periangan Padang Panjang.

Dari mana sumber keterangan di atas tak ada penjelasan. Karena itu belum bisa dipastikan kebenarannya.

Apalagi bila diingat yang memakai nama Silungkang bukan hanya nagari Silungkang yang dulunya bernama Talang Tului Batu Badegui, tetapi juga terdapat nama kampung Silungkang di Sulit Air dan Palembayan. Apakah letak kampung Silungkang di sana juga diapit oleh bukit-bukit yang tinggi dan apakah juga hadiah dari Kerajaan di Periangan Padang Pajang ?

Jadi hingga kini dari mana asal nama Silungkang dan sejak kapan nama Silungkang menggantikan Talang Tului Batu Badegui masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Tugas generasi mudalah untuk menggali sejarahnya.

Lepas dari persoalan dari mana asal nama Silungkang, maka kini Silungkang termasuk dalam Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung (tahun 1988). Di sebelah Barat berbatas dengan nagari Kubang dan Lunto. Di sebelah Timur berbatas dengan nagari Batu Manjulur dan Tarung-Tarung. Di sebelah Utara berbatas dengan nagari Pianggu dan di sebelah Selatan berbatas dengan nagari Padang Sibusuk.

Menurut sensus terakhir (sumber tulisan ini dibuat tahun 1988) penduduk Silungkang yang menetap di kampungnya berjumlah 8400 orang. Sedang yang tinggal di perantuan kurang lebih 10.000 orang. Secara administratif Negari Silungkang dibagi dalam 7 Jorong : Silungkang Khusus (4300 orang); Muaro Kalaban (3360 orang); Taratak Boncah (440 orang); Bukit Kociek atau Talang Tulus (210 orang); Sungai Cocang (150 orang); Rumbio (120 orang); Bukit Kuning (110) orang.

Dengan dikeluarnya Perda (Peraturan Daerah Sumatera Barat No. 13/1983) maka Jorong-jorong itu ditetapkan menjadi Desa. Kini Jorong Silungkang Khusus telah menjadi Desa Silungkang Khusus.

Suku di Nagari Silungkang[sunting | sunting sumber]

Suku di Silungkang ada lima 1. Melayu 2. Payobadar/Payabodai 3. Supanjang/Sepanjang 4. Patopang 5. Dalimo Penghulu nya pun ada lima 1. Suku Melayu penghulunya bergelar Datuak Rajo Nan Godang 2. Suku Payobadar penghulunya bergelar ......... 3. Suku Patopang penghulunya bergelar ........ 4. Suku Dalimo penghulunya bergelar ....... 5. Suku ...................

Kampung di Silungkang[sunting | sunting sumber]

Secara kelompok besar, Nagari di Silungkang terbagi menjadi beberapa kampuang ( kampung ) yaitu:

  • Dalimo (Dalimo Godang, Dalimo Tapanggang, Dalimo Singkek, Dalimo Baruah, Dalimo Coca, Dalimo Jao)
  • 4 Kampuang (Guguak, Koto Marapak, Paliang, Batu Mananggau)
  • Malawas (Malawas Hilir. Melawas Mudik)
  • Kutianyi
  • Paliang (Paliang Atas, Paliang Baruah)
  • Palokoto
  • Panai (Panai 4 Rumah, Panai Kotobaru, Panai 3 Tingka)
  • Sawah Juai
  • Sungkiang

Letak Geografis[sunting | sunting sumber]

lihat di Google Maps

Jarak dari Kec. Silungkang ke Ibukota Kecamatan Muaro Kalaban berjarak 8 km.
Letak Daerah :
Batas Daerah :

  1. Utara : Kec. Lembah Segar
  2. Selatan :
  3. Timur : Kec. Sijunjung
  4. Barat :

Luas Daerah : 32.93 km2
Ketinggian : 650 m
Temperatur : 22 - 33 °C
Sungai sungai : Batang Lasi, di Kecamatan Silungkang

Komunitas[sunting | sunting sumber]

Komunitas keluarga besar Silungkang di Jakarta dikenal dengan Persatuan Keluarga Silungkang, yang beralamat Gedung PKS di Jl. Gotong Royong No.13 RT.04 RW.01 Larangan Tangerang Banten.

Putera daerah[sunting | sunting sumber]

  • Abdullah Usman adalah ahli negosiasi yang menguasai bahasa Belanda, Jepang, dan Arab. Sehingga terpilih menjadi wali nagari dan berhasil membuat Silungkang menjadi daerah yang disegani para penjajah atau tidak pernah dijajah oleh bangsa manapun.
  • Mansyur bin Samin adalah ahli perdagangan yang mempunyai toko di Singapura bernama CV BANTEN. Ia ditangkap oleh pihak penjajah karena menyelundupkan senjata ke Jakarta, di saat penerimaan penghargaan pejuang 45, dia tidak dapat hadir).

Fasilitas Umum dan Sosial[sunting | sunting sumber]

Kesehatan

  • RSU -
  • Puskesmas 1
  • Puskesmas Pembantu 4
  • Praktik Dokter 7
  • Pos KB 5
  • Klinik KB 2
  • Dokter 3
  • Perawat 21
  • Bidan 11
  • Apotek 2
  • Toko Obat 1
  • Dukun 5

Sambungan Telepon

  • Bisnis 24
  • Perumahan 664

Tempat Wisata

  • Waterboom 1