Siam Malaysia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Siam Malaysia
ชาวมาเลเซียเชื้อสายไทย
Orang Siam Malaysia
Daerah dengan populasi signifikan
Semenanjung Malaysia (terutama negara-negara bagian di wilayah utara)
 Perak: 2,000 (2008)[1]
 Perlis: 6,000 (2008)[2]
 Kedah: 30,000 (2007)[3]
 Kelantan: 13,000 (2008)[4]
Bahasa
Thai Selatan, dialek Takbai, Thai standar, Melayu Kelantan, Melayu standar[5]
Agama
Umumnya Buddha Theravada dengan minoritas Islam Sunni

Siam Malaysia (juga dikenal sebagai Thai Malaysia) adalah sebuah istilah yang merujuk ke orang Malaysia berdarah Thai.[6] Secara politik, Siam Malaysia disahkan sebagai Bumiputera dan diberi status yang sama dengan Melayu, Brunei, Kadazan-Dusun, Iban dan Portugis Malaka.[7][8][9]

Agama[sunting | sunting sumber]

Orang Siam Malaysia memeluk agama Buddha dan Islam. Bentuk umum dari Buddha adalah Theravada yang berpusat pada tempat beribadah mereka yang disebut Wat. Terdapat juga sejumlah komunitas Muslim yang signifikan. Namun, beberapa Muslim Siam berasimilasi dengan penduduk Melayu dan tidak banyak yang mengidentifikasi dirinya sebagai orang Siam.

Budaya[sunting | sunting sumber]

Kebanyakan orang Siam Malaysia menjalankan cari hidup yang mirip dengan orang Melayu, khususnya Siam Kelantan. Seseorang tidak dapat diketahui apakah ia orang Melayu atau orang Siam jika mereka tidak menggunakan bahasa mereka sendiri. Satu-satunya tanda pembedanya adalah agama dan bahasa mereka. Siam Malaysia lainnya akan seperti orang Melayu ketika mereka juga menggunakan dialek Melayu lokal.

Siam Malaysia sering mendapatkan perlindungan dari pemerintah negara-negara bagian untuk komunitas mereka. Seringkali, kuil-kuil diberi sumbangan oleh pemerintah.[10]

Statistik[sunting | sunting sumber]

  • Pada 2000, statistik nasional menunjukan 50,211 orang adalah etnis Thai di Malaysia. Beberapa diantaranya, 38,353 orang (atau 76.4% dari mereka) memegang kewarganegaraan Malaysian.[11]

Orang Siam Malaysia terkenal[sunting | sunting sumber]

Sastra[sunting | sunting sumber]

  • Johnson, Irving Chan (2013). The Buddha on Mecca's Verandah: Encounters, mobilities, and histories along the Malaysian-Thai border. University of Washington Press. 

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]