Seni Gotik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Portal (Kerajaan) Barat di Katedral Chartres (1145) - patung arsitektural ini adalah patung Gotik paling awal dan merupakan sebuah revolusi dalam gaya dan model Gaya Patung untuk satu generasi.
Patung Orang Majus dalam adopsi seni Gotik di Katedral Strasbourg.
Patung Gotik, akhir abad-15, Katedral Amiens.

Seni Gotik adalah gaya seni abad pertengahan bagian seni Romawi yang berkembang di Prancis Utara pada abad ke 12 Masehi, dan yang lebih berkembangan adalah arsitektur Gotik. Seni Gotik kemudian menyebar ke semua Eropa Barat, dan sebagian besar di Eropa Selatan dan Eropa Tengah, dan seni ini lebih terpadu dengan seni gaya klasik di Italia. Pada akhir abad ke-14, gaya seni ini semakin canggih dan dikenal dengan istilah Gothic Internasional, karena terus berkembang sampai akhir abad ke-15. Di banyak daerah, terutama Jerman, seni Gotik masih terus berlanjut sampai abad ke-16, sebelum masuknya seni Renaisan. Kebanyakan seni Gothik yang terkenal adalah berupa seni patung, lukisan panel, kaca patri, fresco dan manuskrip yang disinari.[1] Pergeseran arsitektur zaman dulu sangat mudah dikenali, mulai dari gaya Romawi sampai Gotik, dan Gotik ke gaya seni Renaissance, biasanya digunakan untuk menentukan periode seni di semua masa, meskipun dalam banyak hal seni figuratif perbedaan-perbedaan itu berkembang dengan cepat.

Pada awal perkembangan seni Gotik, yang paling terkenal adalah patung-patung monumen yang umumnya dibangun di dinding Katedral dan biara. Kesenian patung yang berkenaan dengan kekristenan sering tampak di Alun-alun sepanjang Eropa di Abad Pertengahan. Patung-patung tersebut umumnya menggambarkan peristiwa atau tokoh yang ada di Alkitab, baik kisah-kisah Perjanjian Baru dan maupun Perjanjian Lama. Beberapa patung yang sering dibuat adalah Gambar Bunda Maria. Kebanyakan ciri patung Bunda Maria digambarkan dengan sosok penuh kasih sayang, memeluk bayinya, menari, dan menunjukkan perilaku wanita lemah lebut dan terhormat. Selain patung Bunda Maria, ada juga patung Yesus Kristus, patung orang suci atau Santo dan Santa dari agama Katolik.

Asal-usul[sunting | sunting sumber]

Patung Maria Magdalena di Katedral Santo Yohanes Toruń, abad ke-14.

Seni Gothic muncul di Île-de-France, Prancis, pada awal abad ke-12 di Gereja Biara St Denis]] yang dibangun oleh Abbot Suger.[2] Gaya seni ini dengan cepat menyebar di luar asal usulnya, dan menjadi gaya arsitektur dalam pembuatan patung, monumen, bahkan untuk lukisan pribadi, juga mengambil berbagai bentuk, termasuk fresco, kaca patri , manuskrip, dan lukisan panel dengan mengadopsi gaya seni Gotik.[1]

Perintah Monastik, terutama Cistercian dan Carthusian, adalah tokoh penting dalam menyebarkan gaya seni ini, dan mereka mengembangkan banyak varian khas sampai ke seluruh Eropa. Arsitektur-arsitektur bangunan Katedral di Eropa Barat menjadi bagian penting pada masa itu, sehingga pada akhir abad ke-14, gaya atau seni Gotik yang universal dan koheren semakin dikenal dengan julukan Gothic Internasional. Perkembangannya terus berlanjut sampai akhir abad ke-15, dan sampai menyebar dibanyak tempat di Eropa. Beberapa jenis patung yang berkembang adalah: Patung Penghakiman Terakhir Yesus Kristus (patung ini kebanyakan memperlihatkan dadaNya yang luka-luka/The Passion of Christ). Ada juga patung para Santo dan orang-orang kudus,Patung tahta Bunda Maria (biasanya Bunda Maria dan bayi Yesus).[3]

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Kata "Gotik" untuk seni pada awalnya digunakan sebagai sinonim untuk "Barbar", dan karena itu digunakan sebagai arti merendahkan.[4] Para kritikus melihat bahwa seni Abad Pertengahan seperti tidak murni dan terlalu jauh dari proporsi estetika dan bentuk seni klasik.[5] Para penulis Renaisans percaya bahwa suku Gotik telah meruntuhkan dunia Klasik (tahun 410) Romawi yang sudah lebih awal ada. Pada abad ke-15, berbagai arsitek dan penulis Italia mengeluhkan bahwa gaya 'barbar' baru mulai muncul dari utara pegunungan Alpen dan itu merupakan ancaman serupa terhadap kebangkitan klasik yang dipromosikan oleh Renaisans.[6]. Dari sinilah kata "Gotik" ini diklarifikasi dalam nama seni yang digunakan pertama kali dalam surat Raphael kepada Paus Leo X (tahun 1518an) dan kemudian dipopulerkan oleh seniman dan penulis Italia Giorgio Vasari,[7] yang menggunakannya sejak tahun 1530, menyebut seni Gotik sebagai arti yang "mengerikan dan biadab", dan "kelainan".[8] Pada awalnya, seni Gotik disebut "karya Prancis" (Opus Francigenum), ini ingin membuktikan bahwa Prancislah yang menciptakan gaya atau seni ini.

Gambar Seni Gotik[sunting | sunting sumber]

Lukisan[sunting | sunting sumber]

Simone Martini (1285–1344).

Lukisan dengan gaya yang bisa disebut Gotik tidak tampak sampai sekitar tahun 1200, namun hampir 50 tahun setelah asal mula arsitektur dan patung gotik terkenal, barulah istilah ini lebih populer.

Lukisan Dinding[sunting | sunting sumber]

Lukisan Dinding Gotik Perancis.

Lukisan dinding tetap digunakan sebagai karya narasi utama di dinding gereja di Eropa selatan sebagai kelanjutan tradisi Kristen dan awal kerajaan Romawi. Lukisan dinding gereja di Denmark dan lukisan dinding gereja di Swedia menjadi tempat terbesar dari lukisan dinding gereja yang masih bertahan dalam gaya Biblia pauperum, yang biasanya dibangun dengan kubah melintang. Beberapa contoh bangunan terbaik dari Denmark adalah Guru Elmelunde yang ada di pulau Møn Denmark, dia adalah yang menghiasi gereja Gereja Fanefjord, Gereja Keldby, dan Gereja Elmelunde.[9]

Kaca Berwarna[sunting | sunting sumber]

Di utara Eropa, kaca patri adalah bentuk lukisan yang penting dan bergengsi sampai abad ke 15]. Minat akan gaya arsitektur gotik sangat meningkatkan tajam, khususnya untuk bangunan besar, sebagian besar dibuat dengan bentuk kaca yang besar, seperti pada jendela-jendela bangunan. Pada bagian awal periode ini, warna dominan terutama adalah cat hitam dan kaca bening atau berwarna cerah, namun pada awal abad ke 14 penggunaan corak berwarna perak, dilukis pada kaca yang kebanyakan didominasi pada warna kuning.[10]

Pelukis kaca patri sering menunjukkan bakat hebat saat mereka melukis sejumlah besar gambar di kaca untuk gambar seperti: perawan Maria dan Yesus, serta Orang Suci dan tokoh lainnya. Mereka secara khusus berfokus pada seni yang kreatif, penuh emosi dan gaya yang khas karena ini adalah cara mereka untuk mengekspresikan diri.[11]

Manuskrip dan Seni Grafis[sunting | sunting sumber]

Naskah-naskah bergaya Gotik, mewakili jejak rekam paling lengkap dari lukisan Gotik, dimana tidak banyak peninggalan seperti ini yang masih dapat tetap bertahan dengan waktu yang cukup lama. Naskah-naskah seni Gotik Prancis seperti ini paling awal berasal dari pertengahan abad ke-13.[12]

Patung[sunting | sunting sumber]

Patung Monumen[sunting | sunting sumber]

Patung Perawan Maria dan bayi Yesus, akhir abad ke-13, setinggi 25 cm.

Masa Gotik pada dasarnya didefinisikan oleh arsitektur Gotik, dan tidak sepenuhnya sesuai dengan perkembangan dalam gaya pahatan, baik dalam bentuk awal berkembngnya seni Gotik maupun masa akhir. Ciri khas dari seni ini adalah dari segi patung di pintu gereja. Patung besar akan dipahat di sekitar pintu gereja tapi juga ada deretan patung terpahat yang menyebar di sekitar patung utama yang dibangun.


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Stokstad (2005), 544.
  2. ^ Stokstad (2005), 516.
  3. ^ Émile Mâle, The Gothic Image, Religious Art in France of the Thirteenth Century, p 165-8, English trans of 3rd edn, 1913, Collins, London (and many other editions) is a classic work on French Gothic church art
  4. ^ "Gothic art". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-06-22. 
  5. ^ History of Architecture Fiske Kimball, George Harold Edgell p. 275
  6. ^ E. S. de Beer, Gothic: Origin and Diffusion of the Term; The Idea of Style in Architecture in Journal of the Warburg and Courtauld Institutes, Vol.11, 1948, pp. 143-62
  7. ^ Vasari on technique p.135
  8. ^ The art of the sublime: principles of Christian art and architecture by Roger Homan p. 70 [1]
  9. ^ Kirsten Trampedach: Introduction to Danish Wall Paintings - Conservation Ethics and Methods of Treatment. National Museum of Denmark Archived 24 November 2009 at the Wayback Machine.. Retrieved 6 September 2009.
  10. ^ Coe, 8-11
  11. ^ "Khan Academy". Khan Academy (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-06-22. 
  12. ^ Stokstad (2005), 540.