Sedulang, Muara Kaman, Kutai Kartanegara
Sedulang | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Kalimantan Timur | ||||
| Kabupaten | Kutai Kartanegara | ||||
| Kecamatan | Muara Kaman | ||||
| Kode pos | 75553 | ||||
| Kode Kemendagri | 64.02.11.2009 | ||||
| Luas | 201,66km² | ||||
| Jumlah penduduk | 2.815jiwa | ||||
| Kepadatan | 14jiwa/km² | ||||
| Jumlah KK | 924 | ||||
| |||||
Sedulang adalah salah satu desa di kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Indonesia. Sedulang adalah sebuah desa yang terletak di pedalaman kecamatan Muara Kaman.
Sejarah Desa Sedulang
[sunting | sunting sumber]
Desa Sedulang memiliki sejarah yang berawal dari sebuah perkampungan bernama Kampung Langgar, yang terletak di dalam aliran Sungai Sedulang. Pada masa itu, mata pencaharian penduduk utamanya adalah bertani dan menangkap ikan. Kampung Langgar diperkirakan dihuni selama kurang lebih empat generasi, dengan jumlah penduduk sekitar 673 kepala keluarga yang hidup dalam suasana damai dan sejahtera.
Menjelang akhir abad ke-18 Masehi, pejabat kerajaan Muara Kaman memerintahkan penduduk pedalaman untuk pindah ke lokasi yang lebih mudah dijangkau oleh pemerintahan di Tenggarong. Hal ini disebabkan oleh kondisi Kampung Langgar yang kerap mengalami kekeringan saat musim kemarau serta sulit diakses karena jalur transportasi hanya melalui sungai.
Sebagian penduduk, sekitar 10 kepala keluarga, kemudian berpindah ke muara sungai untuk bermukim sementara sambil mencari ikan sebagai mata pencaharian musiman. Kehidupan baru mereka di lokasi tersebut ditandai dengan kebersamaan yang erat, termasuk kebiasaan makan bersama dalam satu dulang (piring besar). Dari kebiasaan inilah lahir nama "Sedulang", yang kemudian menjadi nama kampung baru mereka, sekaligus menamai sungai yang menghubungkannya dengan Kampung Langgar sebagai Sungai Sedulang.
Tidak semua warga Kampung Langgar menetap di Sedulang. Sebagian memilih pindah ke Muara Kaman, Lebak Pompong, atau Rantau Hempang. Namun, pemukiman yang terbentuk di Sedulang bertahan hingga kini dan berkembang menjadi Desa Sedulang. Lokasi desa saat ini berjarak sekitar 7 km dari pemukiman awal di Kampung Langgar.
Pemerintah Desa
[sunting | sunting sumber]| No. | Kepala Desa | Periode Menjabat |
|---|---|---|
| 1. | SUGUK | - |
| 2. | ABEB | - |
| 3. | BADRIN. T | - |
| 4. | AHMAD. HA | - |
| 5. | ASNAWI | 1999 s/d 2002 |
| 6. | H. TOMMY ELLY | 2003 s/d 2008 |
| 7. | YUNUS | 2009 s/d 2010 |
| 8. | RAMLI, A. Ma. Pd | 2011 s/d 2017 |
| 9. | ANEDY (PJ) | 2017 s/d 2019 |
| 10. | AJIS SOFIANSYAH (PJ) | 2019 |
| 11. | FERIANSYAH | 2019 s/d hingga saat ini |
Letak Geografis
[sunting | sunting sumber]
Desa Sedulang merupakan salah satu dari 19 desa yang berada di wilayah Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara. Desa ini terletak di bagian utara, berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Timur, dengan jarak sekitar 60 km dari pusat Kecamatan Muara Kaman.
Desa Sedulang memiliki luas wilayah sekitar 50.763 hektare dan berada pada kawasan dataran rendah. Kondisi geografis ini menyebabkan desa rawan mengalami banjir, terutama pada musim hujan. Genangan air akibat banjir dapat bertahan cukup lama, dengan periode yang berkisar antara 4 hingga 6 bulan setiap tahunnya.
Letak geografis dan kondisi alam tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pola kehidupan dan kegiatan ekonomi masyarakat Desa Sedulang, terutama dalam sektor pertanian dan pemukiman. Penduduk Desa Sedulang didominasi nelayan sebanyak 622 orang, diikuti petani 322 orang. Sektor lain meliputi karyawan swasta 124 orang, pedagang 16 orang, tukang 12 orang, PNS 12 orang, tenaga medis 4 orang, dan honorer 3 orang. Total jumlah penduduk yang bekerja tercatat 1.115 orang
Iklim
[sunting | sunting sumber]Desa Sedulang, sebagaimana desa-desa lain di Indonesia, memiliki dua musim utama, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Kondisi iklim ini memberikan pengaruh langsung terhadap pola kehidupan dan mata pencaharian masyarakat setempat. Pada musim kemarau, yang berlangsung sekitar enam bulan, masyarakat umumnya memanfaatkan waktu tersebut untuk membuka lahan pertanian musiman. Tanaman yang dibudidayakan biasanya adalah tanaman yang tahan terhadap cuaca panas dan minim curah hujan.
Sebaliknya, pada musim penghujan, ketinggian air di wilayah Desa Sedulang dapat melebihi permukaan tanah dan menyebabkan banjir dengan kedalaman mencapai sekitar lima meter. Dalam kondisi ini, sebagian besar masyarakat beralih profesi menjadi nelayan, memanfaatkan genangan air untuk mencari ikan sebagai sumber mata pencaharian sementara. Pola adaptasi masyarakat terhadap perubahan musim ini telah menjadi bagian dari tradisi dan strategi bertahan hidup mereka sejak lama.
Kependudukan & Perekonomian
[sunting | sunting sumber]
Berdasarkan data kependudukan terbaru, Desa Sedulang memiliki total jumlah penduduk sebanyak 2.815 jiwa. Dari jumlah tersebut, penduduk berjenis kelamin laki-laki tercatat sebanyak 1.516 jiwa, sedangkan penduduk berjenis kelamin perempuan berjumlah 1.299 jiwa.
Distribusi ini menunjukkan adanya selisih 217 jiwa, di mana jumlah penduduk laki-laki lebih mendominasi dibandingkan perempuan. Ketidakseimbangan ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan rasio penduduk ideal, yang umumnya mendekati seimbang antara laki-laki dan perempuan.
Desa Sedulang merupakan wilayah dengan perekonomian yang didominasi oleh sektor pertanian dan perikanan. Berdasarkan data tahun 2020 dari Kantor Desa Sedulang, sebagian besar penduduk bekerja sebagai nelayan (622 orang) dan petani (322 orang). Selain itu, terdapat 124 orang yang bekerja sebagai karyawan swasta, 16 orang sebagai pedagang, 12 orang sebagai tukang, 12 orang sebagai pegawai negeri sipil (PNS), 4 orang tenaga medis, dan 3 orang tenaga honorer. Secara keseluruhan, jumlah penduduk yang tercatat memiliki mata pencaharian di desa ini mencapai 1.115 orang.
Agama & Suku
[sunting | sunting sumber]Berdasarkan data demografis, penduduk Desa Sedulang mayoritas menganut agama Islam, yang menjadi agama utama di wilayah ini. Dari segi etnisitas, suku Kutai dan Banjar mendominasi sebagai kelompok masyarakat terbesar yang menetap di desa ini. Selain itu, terdapat pula keberagaman etnis lain seperti suku Jawa, yang turut menjadi bagian dari komunitas desa.
Kehidupan sosial masyarakat Desa Sedulang berjalan harmonis dengan adanya perpaduan budaya antara suku Kutai dan beberapa suku lain. Nilai-nilai gotong royong, adat istiadat lokal, serta ajaran agama Islam menjadi landasan utama dalam membentuk tatanan sosial dan kebiasaan masyarakat sehari-hari.
Keberagaman ini tidak hanya terlihat dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi juga pada berbagai kegiatan keagamaan, tradisi, serta perayaan adat yang dilaksanakan secara bersama-sama, sehingga menciptakan ikatan sosial yang kuat di tengah penduduk Desa Sedulang.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Kartanegara. (26 September 2024). Kecamatan Muara Kaman Dalam Angka 2024. Diakses pada 9 Agustus 2025, dari https://kukarkab.bps.go.id/id/publication/2024/09/26/ab88b695e3fb7d0484766ffe/kecamatan-muara-kaman-dalam-angka-2024.html
- Pemerintah Desa Sedulang. (2021). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) Sedulang Tahun 2021–2026. Sedulang: Pemerintah Desa Sedulang.
