Rumpun bahasa Formosa Utara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Formosa Utara
(diusulkan)
Letak
persebaran
Taiwan
Penggolongan
bahasa
Austronesia
Glottologwest2572  (Dataran Barat)
nort2899  (Barat Laut)
Formosan languages (Indonesian version).svg
Formosa Utara terdiri dari Dataran Barat (jingga) dan Formosa Barat Laut (merah muda).

Rumpun bahasa Formosa Utara adalah usulan penggolongan sub-rumpun dalam rumpun bahasa Formosa yang mencakup Atayalik, Dataran Barat (Papora, Hoanya, Babuza, and Taokas), dan Formosa Barat Laut (Pazeh dan Saisiyat; Li memasukkan Dataran Barat dalam pengelompokan ini).

Sub-rumpun Formosa Utara pertama kali diusulkan oleh Paul Jen-kuei Li pada tahun 1985.[1] Blust (1999) menolak usulan sub-rumpun Formosa Utara. Namun, analisis 2008 dari Basis Data Kosakata Dasar Austronesia mendukung kesatuan sub-rumpun Formosa Utara dengan tingkat kepercayaan sebesar 97%. (see Austronesian languages#Classification).

Pembuktian[sunting | sunting sumber]

Perubahan bunyi berikut dari bahasa Proto-Austronesia terjadi dalam bahasa-bahasa Formosa Utara (Li 2008:215).[2]

Juga, bahasa Pazeh, Saisiyat, dan Thao merupakan bahasa Formosa yang memungkinkan konstruksi subjek-predikat-objek (SPO), meskipun kemungkinan karena telah lama mengalami kontak bahasa dengan Hokkien Taiwan.[3]

Juga, bahasa Atayal, Seediq, dan Pazeh telah menghilangkan konsonan akhir yang sebelumnya ada pada bahasa Proto-Austronesia (Blust 2009:616).

Formosa Barat Laut[sunting | sunting sumber]

Li (2003, 2008) menyimpulkan bahwa enam bahasa Dataran Barat terpisah dari Proto-Formosa Barat Laut. Penggolongannya adalah sebagai berikut:

Barat Laut

Pazih

Saisiyat

Kulon

Thao

Hoanya

Papora

Babuza

Taokas

Empat bahasa pesisir Taokas, Babuza, Papora, dan Hoanya berbagi inovasi berikut (Li 2003):

  1. Hilangnya *k
  2. Hilangnya *-y
  3. Penggabungan *s dan *t pada posisi non-akhiran
  4. Penggabungan *ŋ dan *n secara menyeluruh

Thao berbagi inovasi berikut dengan empat bahasa pesisir (Li 2003).

  1. Penggabungan *s dan *t
  2. Penggabungan *ŋ dan *n

Pazih telah mengalami dua perubahan bunyi sebagai berikut:

  1. Penggabungan *j dan *s menjadi /z/
  2. Penggabungan *C dan *S1 menjadi /s/

Li (2003) tidak menganggap Pazih mirip dengan Saisiyat (Li 2003:946).

Referensi[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Li, Paul Jen-kuei (1985). "The position of Atayal in the Austronesian family." In Li, Paul Jen-kuei. 2004. Selected Papers on Formosan Languages, vol. 2. Taipei, Taiwan: Institute of Linguistics, Academia Sinica.
  2. ^ Li, Paul Jen-kuei. 2008. "Time perspective of Formosan Aborigines." In Sanchez-Mazas, Alicia ed. Past human migrations in East Asia: matching archaeology, linguistics and genetics. Taylor & Francis US.
  3. ^ Li, Paul Jen-kuei. 1998. "台灣南島語言 [The Austronesian Languages of Taiwan]." In Li, Paul Jen-kuei. 2004. Selected Papers on Formosan Languages. Taipei, Taiwan: Institute of Linguistics, Academia Sinica.

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Li, Paul Jen-kuei (2003). "The Internal Relationships of Six Western Plains Languages." In Li, Paul Jen-kuei. 2004. Selected Papers on Formosan Languages, vol. 2. Taipei, Taiwan: Institute of Linguistics, Academia Sinica.