Rumah Sakit Islam Wonosobo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Rumah Sakit Islam Wonosobo
Institusi Pelayanan Kesehatan, Rumah Sakit Umum Swasta
Didirikan1992 (Peletakan Batu Pertama)
1995 (Operasional dan Peresmian)
Kantor
pusat
Jl. Letjend. S. Parman Km.03 Mendolo, Bumireso Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia
PemilikYayasan Rumah Sakit Islam Wonosobo
Situs webwww.rsiwonosobo.com

Rumah Sakit Islam Wonosobo (lebih familiar disebut RSI Wonosobo atau RSI Mendolo) merupakan salah satu Rumah Sakit umum swasta tertua di Kabupaten Wonosobo milik Yayasan Rumah Sakit Islam Wonosobo yang berdiri pada tahun 1994 dan diresmikan serta memulai operasional pada tahun 1995. Terletak di Jalan Letjen S. Parman Kilometer 3, Mendolo, Bumireso, Wonosobo (Sebelumnya bermana Jalan Mayjend Bambang Sugeng). Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.03.05/1/319/12 tentang Penetapan Kelas Rumah Sakit Umum Islam Wonosobo ditetapkan sebagai Rumah Sakit Umum Kelas C. Selain melayani pasien umum, Rumah Sakit Islam Wonosobo juga melayani pasien peserta BPJS Kesehatan dan peserta asuransi lainnya. Pada akhir tahun 2019, Rumah Sakit Islam Wonosobo telah melaksanakan Akreditasi Rumah Sakit dan memenuhi Standar Akreditasi Rumah Sakit (SNARS edisi 1) dengan predikat Lulus Tingkat PARIPURNA dengan Nomor Sertifikat: KARS-SERT/1156/XI/2019.

Sejarah Singkat[sunting | sunting sumber]

Berdirinya Rumah Sakit Islam Wonosobo diawali dari gagasan yang dicetuskan dalam Sarasehan Ulama dan Umaro yang diselenggarakan setiap malam Jum’at Kliwon oleh Yayasan Amal dan Kesejahteraan Umat Islam (YAKAUMI) pada periode ke-6 Tanggal 29 Agustus 1991. Pada sarasehan itu Bapak Bupati Drs. H. Soemadi, MM selaku pimpinan sarasehan menyampaikan informasi, bahwa pendapatan infaq Yakaumi telah mulai disalurkan keseluruh wilayah Kecamatan di Kabupaten Wonosobo.

Menanggapi informasi tersebut Bapak KH. Ghozali Syihab berpendapat, hasil infaq tidak seluruhnya dibagikan ke wilayah Kecamatan, tetapi ada sebagian yang dihimpun di Kabupaten untuk membuat bangunan yang bersifat monumental bagi kepentingan umat Islam. Usulan diterima dengan baik dan ditawarkan beberapa alternatif pembangunan seperti membangun Pondok Pesantren Modern, Islamic Centre, Masjid Jami’ yang lebih baik dari yang sudah ada atau bangunan yang lain. Dari beberapa pendapat yang disampaikan, peserta sarasehan sepakat untuk menerima usulan Bapak KH. Bajoeri Thoyib agar di Wonosobo dapat didirikan sebuah Rumah Sakit Islam. Sebagai tindak lanjut atas hasil sarasehan tersebut dibentuklah sebuah Yayasan Rumah Sakit Islam dengan Akta Notaris Burhanuddin Husaini, SH  Nomor : 5 tanggal, 22 Nopember 1991. Yayasan inilah yang diberi  tugas untuk mewujudkan sebuah Rumah Sakit Islam pertama di Wonosobo.

Para pendiri Yayasan berasal dari berbagai macam latar belakang,meliputi unsur pemerintah, pimpinan ormas islam, serta tokoh-tokoh ulama dan masyarakat se-Kabupaten Wonosobo, yaitu :

  1. Drs. H. Soemadi, MM  (Bupati Wonosobo tahun 1990-1995).
  2. dr. H. Sudibjo Juwono, MPH (Kepala Kantor Departemen Kesehatan Kabupaten Wonosobo pada tahun 1991, sekarang direktur RSI Wonosobo).
  3. K.H. Muntaha Al-Hafidz (Tokoh Ulama/Pimpinan Pondok Pesantren “Al-Asy’ariyah“ Wonosobo).
  4. K.H. Chabibullah Idris (Ketua Majelis Ulama Indonesia Kab.Wonosobo).
  5. K.H. Nasir (Rois Syuriyah Nahdlatul Ulama Cabang Wonosobo).
  6. H. Muhammad Zaid (Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Wonosobo).
  7. H. Ahmad Sayoeti (Ketua Majelis Dakwah Islamiyah Kabupaten Wonosobo).
  8. H. Moh. Bachrurozi Sumarno, BA (Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Kabupaten Wonosobo)
  9. Dr. H. Muchotob Hamzah, MM (Tokoh Masyarakat/Anggota DPRD)
  10. H. Muhammad Zain Ibrahim (Tokoh Masyarakat/Pengusaha).

Pada Tanggal 6 Agustus 1992 dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Wonosobo yang disertai dengan Tabligh Akbar yang disampaikan K.H. Zaenuddin MZ dari Jakarta. Sejak periode Ke-31 sarasehan Yakaumi Tanggal, 20 Januari 1994 seluruh pendapatan Infaq dipergunakan untuk mempercepat proses pembangunan  Rumah Sakit Islam. Pada tahap pertama dibangun dua buah gedung, sebuah gedung berlantai II sebagai Gedung Induk dan sebuah lagi direncanakan untuk Instalasi Gawat Darurat. Pada Tanggal 01 Mei 1995 dilakukan uji coba operasional dan Tanggal 29 Juni 1995 diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia bapak Dr. H. Tarmidzi Taher.

Tahap Perkembangan[sunting | sunting sumber]

Setelah 20 tahun melayani, Rumah Sakit Islam Wonosobo semakin menunjukkan jati dirinya sebagai rumah sakit swasta yang patut diperhitungkan. Pada areal seluas 24.472 m2, yang semula hanya memiliki bangunan 1.908 m2 (Tahun 1995), kini berkembang menjadi 4.402 m2.

Awal operasional, Rumah Sakit Islam Wonosobo hanya memiliki dua buah gedung. Satu gedung berlantai dua dan satu gedung lainnya berlantai satu. Dengan keterbatasan ruangan, Rumah Sakit Islam mulai memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ruang gedung yang terbatas tidak menyurutkan semangat dan dedikasi para pengelolanya. Saat itu, gedung I berlantai dua yang direncanakan sebagai Gedung Utama untuk Kantor, Poliklinik dan Farmasi, dipergunakan sebagai Bangsal Kelas I, II dan Bangsal Kelas III, disamping sebagai tempat pelayanan kesehatan yang meliputi Kamar Operasi, Bersalin, Laboratorium, Farmasi, dan IGD. Adapun bangunan gedung II yang disiapkan untuk IGD, dipakai untuk Gizi/Dapur, Kamar Jenazah serta Ruang Cuci / Binatu.

Selama 20 tahun mengabdikan diri melayani kesehatan masyarakat, secara bertahap bangunan fisik yang dimiliki RSI Wonosobo terus berkembang. Sekarang ini, Rumah Sakit Islam Wonosobo telah memiliki gedung Bangsal Utama Ibnu Sina, Bangsal Utama Al-Kautsar Lantai I Al-Kautsar Lantai II, Instalasi Bedah Sentral, Gedung Anissa Lt.I untuk Kamar Bersalin dan Bangsal Anak, Lt II Kelas III. Disamping itu sudah mempunyai Instalasi Pengolahan Air Limbah yang representatif, Koperasi Karyawan, gedung Instalasi Gizi, Gedung Cuci dan Binatu serta bangunan untuk genset berkekuatan 125 KVA. Gedung IGD sebagaimana perencanaan awal diselesaikan sesuai standar yang berlaku dan dilengkapi dengan Ruang Radiologi. Adapun gedung Ruang Laboratorium sudah tersendiri.

Selaras dengan perkembangan teknologi untuk memenuhi kebutuhan pelayanan, pembenahan terus dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan. Diantaranya dengan menambah jenis pelayanan serta sarana dan prasarana kesehatan, maka pihak menejemen RSI Wonosobo pun merekrut dan menambah karyawan serta tenaga medis dan paramedis. karyawan yang semula 53 sekarang 339 karyawan. Disamping itu juga meningkatkan kemampuan karyawan, melalui pendidikan/ pelatihan, sesuai fungsinya.

Demikian halnya dengan jumlah tempat tidur yang disediakan untuk melayani pasien, yang semula hanya tersedia 50 tempat tidur, sekarang ini bertambah menjadi 135 tempat tidur. Dengan jumlah tempat tidur yang semakin banyak, otomatis daya tampung bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan pun semakin meningkat.

Mengenai fungsi sosial, Rumah Sakit Islam Wonosobo sejak awal berdiri, berusaha memberikan keringanan biaya perawatan kepada para Ulama’, dan bahkan membebaskan biaya terhadap pasien dari keluarga kurang mampu. Tarif kesehatan diupayakan bisa terjangkau oleh masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Kegiatan sosial lain yang dilaksanakan Rumah Sakit Islam Wonosobo, antara lain menyelenggarakan khitanan massal, santunan kepada anak yatim, warga miskin, buruh gendong, pembagian paket hewan qurban, pembagian zakat fitrah, shodaqoh dan mal, santuanan anak-anak dari keluarga yang kurang mampu. Secara insidentil melakukan pemeriksaan dan pengobatan massal secara gratis di wilayah pedesaan yang masyarakatnya kurang beruntung dari segi ekonomi. Membantu korban bencana alam, baik yang lokal, propinsi maupun nasional, bantuan pendidikan bagi anak dari keluarga miskin, bantuan pendidikan pada instansi seperti seminar-seminar kesehatan, penyuluhan, bantuan keagamaan, membantu pembangunan gedung jama’ah haji, masjid dan mushola.

Falsafah, Visi, Misi, Tujuan, Motto, Dan Slogan[sunting | sunting sumber]

Filosofi[sunting | sunting sumber]

Menyelamatkan, menyembuhkan dan memberi kepuasan kepada “pasien” merupakan ibadah kepada Allah SWT.

Visi[sunting | sunting sumber]

Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi dan profesional berdasarkan ajaran Islam serta dapat terjangkau oleh masyarakat.

Misi[sunting | sunting sumber]

1. Memberdayakan profesionalisme karyawan yang berwatak akhlaqul karimah secara berkesinambungan lewat pendidikan dan latihan.

2. Memberi kepuasan “pasien” sebagai salah satu tujuan pelayanan.

3. Memberi kemaslahatan kepada umat dan mensejahterakan semua pihak yang terkait dalam karya pelayanan Rumah Sakit Islam Wonosobo.

Motto[sunting | sunting sumber]

Cepat, tepat, akurat, akrab & islami

Slogan[sunting | sunting sumber]

Melayani adalah ibadah

Jenis Pelayanan[sunting | sunting sumber]

1. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam.

2. Pelayanan Klinik Gigi

3. Pelayanan Klinik Spesialis:

-   Anak

- Kebidanan dan Kandungan

-   Penyakit Dalam

-   Bedah Umum

-   Bedah Orthopaedi

-   Mata

-   THT

-   Syaraf

- Radiologi

-   Paru

-   Kulit dan Kelamin

-   Anestesi

4. Pelayanan Rawat Inap:

-  Ruang Utama Al-Kautsar I

-  Ruang Al-Kautsar Lantai II (Sekarang As-Shofa dan Al-Marwah)

-  Ruang Ibnu Sina

-  Ruang An-Nisa

-  Ruang As-Salwa

-  Ruang Instalasi Rawat Intensif (ICU/PICU/NICU)

-  Ruang Perinatologi

5.  Pelayanan Penunjang:

-  Pelayanan Farmasi 24 jam

-  Pelayanan Radiologi

-  Pelayanan Laboratorium

-  Pelayanan Gizi & Konsultasi Gizi

-  Pelayanan Instalasi Bedah Sentral (OK)

-  Pelayana Instalasi Maternal (Persalinan/VK)

-  Pelayanan Rehabilitasi Medik

-  Pelayanan Ambulans

-  Pelayanan Bimbingan Kerokhanian

-  Pelayanan Pemulasaraan Jenazah

-  Pelayanan Instalasi Hemodialisa

Pelayanan Unggulan[sunting | sunting sumber]

Vaksinasi Meningitis (Per 1 September 2019).

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Penghargaan Bupati Wonosobo Perusahaan dengan Pengelolaan Lingkungan Terbaik di Kabupaten Wonosobo oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo pada tanggal 25 September 2019.

Akreditasi[sunting | sunting sumber]

Sertifikat Akreditasi
1998

(5 Dasar Pelayanan RS)

Terakreditasi

2011

(5 Dasar Pelayanan RS)

Terakreditasi

2016

(Akreditasi RS Versi 2012)

Terakreditasi Utama ★★★★

2019

(SNARS Edisi 1)

Terakreditasi Paripurna ★★★★★

☑ KPS ☑ KKS
☑ MFK ☑ MFK
☑ MPO ☑ PKPO
☑ PMKP ☑ PMKP
☑ TKP ☑ TKRS
☑ HPK ☑ HPK
☑ MKI ☑ MIRM
☑ PPK ☑ MKE
☑ PPI ☑ PPI
☑ SKP ☑ SKP
☑ AP ☑ AP
☑ APK ☑ ARK
☑ PAB ☑ PAB
☑ PP ☑ PAP
☑ MDG's (HIV, TB, PONEK) ☑ PROGNAS (HIV, TB, PONEK, PPRA, GERIATRI)
☑ IPKP