Raji

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Untuk kegunaan lain dari Raji, lihat Raji (disambiguasi).

Raji (Dewanagari: रजि,IASTRaji, रजि) adalah seorang tokoh dalam mitologi Hindu, putra ke-4 Raja Ayu, keturunan Pururawa, dari Dinasti Candra. Ia merupakan saudara Nahusa, Kesatrawerda, Ramba, dan Anena. Dalam kitab Wisnupurana disebutkan bahwa Raji memiliki 500 putra, semuanya pemberani.

Mitologi[sunting | sunting sumber]

Dalam kitab Wisnupurana diceritakan bahwa bertahun-tahun yang lampau para asura dan para dewa melakukan peperangan. Para dewa dan asura bertanya kepada Brahma–dewa kebijaksanaan–untuk mengetahui siapa yang akan memenangkan peperangan tersebut. Brahma menjawab bahwa kemenangan berada di pihak yang bersekutu dengan Raji. Maka dari itu, para dewa dan para asura langsung menemui Raji. Saat para asura memohon agar ia bersekutu dengan mereka, Raji mengajukan syarat bahwa ia bersedia bersekutu dengan para asura apabila setelah kemenangan diraih ia diangkat sebagai Indra – gelar pemimpin para dewa. Para asura menolaknya sebab mereka sudah mencalonkan Prahlada sebagai Indra yang baru. Dengan demikian, Raji tidak bersekutu dengan para asura.

Para dewa menghadap Raji dan Raji mengajukan persyaratan yang sama. Para dewa bersedia memenuhi persyaratan tersebut sehingga Raji berpihak pada mereka. Dengan Raji sebagai sekutu mereka, para dewa berperang melawan para asura. Raji membunuh banyak asura sehingga kemenangan berada di pihak para dewa. Sesuai dengan perjanjian yang sah, Raji meminta agar ia diangkat menjadi Indra yang baru. Namun Indra yang masih berkuasa pada saat itu langsung bersujud di kaki Raji dan berkata bahwa Raji sudah melindungi mereka, seperti ayah mereka sendiri. Maka Raji adalah Indra, ayah pemimpin para dewa. Dengan demikian Raji adalah penguasa dunia. Mendengar pernyataan itu, Raji memahami bahwa Indra sulit melepas gelarnya. Akhirnya Raji diam saja dan membiarkan Indra tetap berkuasa.

Setelah kematian Raji, para putra Raji menuntut agar Indra menyerahkan gelarnya, sesuai dengan janji para dewa kepada ayah mereka. Namun Indra menolaknya sehingga terjadilah perang antara putra-putra Raji melawan para dewa. Perang tersebut dimenangkan oleh putra Raji sehingga Indra digulingkan dari kekuasaannya. Gelar Indra dipegang oleh putra Raji. Indra mengadukan hal tersebut kepada Wrehaspati, guru para dewa. Akhirnya Wrehaspati melakukan sebuah yadnya (ritual) yang membuat Indra semakin sakti. Ia juga mengajari putra Raji hal-hal yang melenceng dari ajaran kitab suci Weda. Setelah putra Raji melenceng dari jalan kebenaran, dengan mudah Indra mengalahkannya sehingga gelar Indra dapat direbut kembali.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]