Psikologi lingkungan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Psikologi lingkungan (perilaku) adalah ilmu kejiwaan yang mempelajari perilaku manusia berdasarkan pengaruh dari lingkungan tempat tinggalnya, baik lingkungan sosial, lingkungan binaan ataupun lingkungan alam. Dalam psikologi lingkungan juga dipelajari mengenai kebudayaan dan kearifan lokal suatu tempat dalam memandang alam semesta yang memengaruhi sikap dan mental manusia.

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Psikologi lingkungan berkaitan dengan kebutuhan manusia dalam kehidupan sehari-hari, yang meliputi tanaman, hewan, objek material, dan manusia. Ada beberapa hal yang dapat menimbulkan ketegangan lingkungan ( evironmental stress ), misalnya, keadaan ruangan yang akan memicu kejiwaan seseorang, suhu, suasana dan sifat cahaya. Jadi pengaruh lingkungan terhadap kejiwaan seseorang dapat bersifat internal, eksternal, dan transendental.

Dalam psikologi lingkungan juga dipelajari mengenai kebudayaan dan kearifan lokal suatu tempat dalam memandang alam semesta yang mempengaruhi sikap dan mental manusia. Apabila kebudayaan dan kearifan lokal kita pahami sebagai perjuangan manusia untuk mempertinggi kualitas hidupnya, maka mawas diri akan menjadi inti pokok dari pelajaran psikologi lingkungan.

Ruang lingkup psikologi lingkungan tidak hanya member perhatian terhadap manusia, tempat serta perilaku dan pengalaman manusia dalam hubungannya dengan setting fisik namun juga membahas rancangan (desain), organisasi dan pemaknaan, ataupun hal-hal yang lebih spesifik seperti ruang-ruang, bangunan-bangunan, ketetanggaan, rumah sakit dan ruang-ruangnya, perumahan, serta seting-seting pada lingkup yang bervariasi lainnya. Sosiologi Lingkungan merupakan cabang ilmu yang amat dekat dengan psikologi Lingkungan. Dan terdapat jenis-jenis lingkungan dalam psikologi social yang juga banyak digunakan dalam psikologi lingkungan, diantaranya adalah:

  • Lingkungana alamiah, seperti: lautan, hutah dan sebagainya
  • Lingkungan buatan/binaan, seperti: jalan raya, prumahan dan sebagainya
  • Lingkungan social
  • Lingkungan yang dimodifikasi
Hubungan individu dengan lingkungan

Hubungan individu dengan lingkungannya ternyata tidak hanya berjalan sebelah, dalam arti hanya lingkungan saja yang mempunyai pengaruh terhadap individu, Hubungan antara individu dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling timbal balik, yaitu lingkungan dapat mempengaruhi individu, tetapi sebaliknya individu juga dapat mempengaruhi lingkungan. (Walgito, Bimo, 1980: 50) Sikap individu terhadap lingkungan adalah sebagai berikut:

  • Individu menolak atau menentang lingkungan
  • Individu menerima lingkungan
  • Individu bersikap netral

Sikap-sikap tersebut dapat berubah sesuai perkembangan individu maupun lingkungan.

Hubungan pergaulan, perilaku, psikologis (psikis), dan lingkungan yang berbeda (Lain ladang, lain belalang, lain lubuk, lain ikannya)[sunting | sunting sumber]

Pada dasarnya manusia memiliki perbedaan yang banyak dan signifikan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya, hal ini tentunya dapat di pengaruhi dari sikap keseharian, ataupun merupakan pengaruh faktor keturunan genetik dari manusia itu sendiri. Seperti yang telah di bahas pada artikel di atas tentang faktor – faktor yang mempengaruhi perilaku seseorang yaitu manusia berbeda karena kemampuannya, manusia berbeda perilaku karena adanya perbedaan kebutuhan, manusia berbeda karena mempunyai lingkungan yang berbeda dalam mempengaruhinya dan faktor like or dislike with something. Dan yang paling umum adalah manusia di bedakan atas jenis ras, jenis kelamin, sifat fisik, sifat psikologis/psikis, sifat kepribadian, bakat pembawaan, dan intelegensi.

Tentunya dengan semua perbedaan – perbedaan yang tedapat dalam setiap diri manusia membuat manusia tersebut menjadi unik tapi terkadang juga banyak pihak yang salah mengartikan akan perbedaan – perbedaan yang terdapat dalam diri mereka masing masing bahkan tidak jarang karena perbedaan ini dapat membuat terjadinya perselisihan antara manusia itu sendiri seperti pada tragedi di kota poso beberapa tahun lalu yang bentrok karena disbabkan oleh perbedaan agama, adapun kasus – kasus yang terjadi di luar negeri beberapa tahun silam yaitu perselisihan antara ras kulit putih atau kaukasia dan ras kulit hitam. Dan masih banyak lagi perselisihan yang terjadi karena perbedaan perilaku ini.

Disini saya akan memberikan beberapa contoh dari faktor – faktor yang mempengaruhi perilaku seseorang, yang pertama adalah faktor biologi contoh sederhanya adalah manusia yaitu ada yang laki – laki dan ada juga yang perempuan seperti yang kita ketahui bahwa laki – laki dan perempuan memiliki banyak sekali perbedaan dalam perilakunya seperti jika seseorang menghadapi situasi yang sangat menyudutkan dan sangat menekan mentalnya maka hal yang pertama dilakukan oleh laki – laki adalah melawan tekanan tersebut dengan tegar sedangkan jika seorang perempuan jika di tempatkan dalam situasi seperti itu maka yang biasanya terjadi adalah perempuan itu justru menangis, hal ini tentunya membuktikan bahwa salah satu perilaku yang yang membedakan yaitu perasaan. Jika laki – laki memiliki perasaan yang lebih kuat maka perempuan justru sebaliknya memiliki persaan yang lemah dan lembut.

Berikutnya adalah faktor sosiopsikologis yaitu faktor yang mempengaruhi sikap seseorang karena faktor psikologi nya (psikis), seperti pada contoh seseorang yang terbiasa dengan suasana pergaulan dan seseorang yang hanya memilih untuk menyendiri akan berbeda perilakunya dalam kehidupan sehari – hari hal ini menurut saya di pengaruhi oleh faktor psikologis yang di alami masing masing orang tersebut karena orang yang satu terbiasa dalam pergaulan maka untuk menghadapi sesuatu atau dalam kesehariannya dia bersikap lebih ceria dan lebih berani namun berbeda dengan orang yang suka menyendiri dalam perilakunya dia tentunya akan merasa malu – malu dalam melakukan sesuatu ataupun dia lebih pendiam ketika berada di lingkungan yang ramai. Itulah beberapa contoh berhubungan dengan faktor yang mempengaruhi perilaku seseorang. Bahkan lingkungan alam sekitar yang berbeda beda dapat mempengaruhi perilaku kita.

Dan kesimpulannya adalah seperti kata pepatah Lain ladang, lain belalang, lain lubuk, lain ikannya bahwa dalam perilaku manusia yang berbeda ini adalah sudah sewajarnya karena karena setiap orang tentunya memiliki lingkungan, dan keturunan genetik yang berbeda sehingga perbedaan perilaku ini yang sering manjadikan manusia itu sendiri menjadi unik. Kita harus memahami hal tersebut. Namun menurut saya perilaku seseorang itu dapat terus berubah jika dia terus berada pada lingkungan yang baik.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]