Prehensilitas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Ekor prehensil.

Prehensilitas adalah kualitas dari bagian tubuh atau organ yang telah beradaptasi untuk mencengkram atau memegang. Kata prehensilitas berasal dari istilah Latin prehendere, yang berarti "untuk memegang".

Contoh[sunting | sunting sumber]

Bagian tubuh yang dapat menjadi prehensil meliputi:

  • Kaki prehensil:
  • Ekor prehensil – Berbagai jenis kadal memiliki ekor prehensil (genus gekko, chameleons, dan beberapa spesies skink). Kuda laut mengambil rumput laut menggunakan ekornya. Beberapa fossil telah diintrepetasikan memiliki ekor prehensil, termasuk beberapa fosil drepanosaurs di akhir periode Trias,[1] dan kemungkinan synapsida Suminia di akhir periode Permian.[2]
Lidah prehensil Jerapah

Penggunaan[sunting | sunting sumber]

Prehensilitas memberikan keuntungan alamiah yang besar untuk hewan dalam memanipulasi lingkungan mereka untuk makan, menggali dan bertahan. Hal ini memungkinkan banyak binatang, seperti kera, untuk menggunakan alat-alat untuk menyelesaikan tugas-tugas yang tidak mungkin selesai tanpa anatomi yang sangat khusus. Misalnya, simpanse memiliki kemampuan untuk menggunakan tongkatdalam mencari rayap dan belatung dengan cara yang mirip dengan manusia ketika memancing. Namun, tidak semua organ prehensil bisa menerapkan penggunaan alat. Lidah jerapah misalnya, digunakan dalam makan dan membersihkan diri.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Silvio Renesto, Justin A. Spielmann, Spencer G. Lucas, and Giorgio Tarditi Spagnoli. (2010). The taxonomy and paleobiology of the Late Triassic (Carnian-Norian: Adamanian-Apachean) drepanosaurs (Diapsida: Archosauromorpha: Drepanosauromorpha). New Mexico Museum of Natural History and Science Bulletin. 46:1–81
  2. ^ Jörg Fröbisch and Robert R. Reisz. (2009). The Late Permian herbivore Suminia and the early evolution of arboreality in terrestrial vertebrate ecosystems. Proceedings of the Royal Society B. Online First DOI:10.1098/rspb.2009.0911
  3. ^ Danielle Andrew, IFLS. (2015). http://www.iflscience.com/plants-and-animals/how-tapir-scratches-itch
  4. ^ Felicity Morse, The Independent. (2013). https://www.independent.co.uk/voices/comment/the-video-of-a-dolphin-is-shocking-but-is-it-just-because-it-reminds-us-of-ourselves-8940162.html
  5. ^ Nicholls, Henry. "The truth about elephants". Diakses tanggal 2017-09-19.