Perang Bani Quraizhah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Perang Bani Qurayzhah)
Lompat ke: navigasi, cari
Perang Bani Qurayzhah
Tanggal Februari/Maret, 627 AD
Lokasi Benteng Bani Qurayzhah
Hasil
  • Berhasil mengepung kaum Bani Qurayzhah selama 25 hari[1][2]
Pihak yang terlibat
Muslim Bani Qurayzhah
Komandan
Muhammad
Ali bin Abi Thalib
Kekuatan
3000 infantri, 30 kavaleri tak diketahui[1]
Korban
2 syahid[1] Sumber Muslim
  • 600–900 dipenggal (Tabari, Ibn Hisham)[1][2][3]
  • Semua laki-laki dan 1 wanita dipenggal (Hatdist Sunni)[4][5]

Perang Bani Qurayzhah, yang dikenal sebagai peperangan besar-besaran atas Bani Qurayzhah[1], terjadi di bulan Dzulqa'dah sepanjang Februari dan Maret 627 (5 Hijriyah) .[6]

Nabi Muhammad mengepung Bani Qurayzhah selama 25 hari sampai mereka menyerah.[1] Salah seorang sahabat menyatakan "para laki-lakinya dibunuh, harta rampasan dibagi, dan wanita dan anak-anak dijadikan tawanan". Nabi Muhammad setuju karena sesuai dengan perintah Allah,[7][8][9][10][11] di mana setiap laki-laki dewasa dipenggal.[2][12] Menurut Daniel C. Peterson dan Martin Lings, keputusan ini sesuai dengan hukum Moses dalam Deuteronomy 20:10-14.[13] Ulama Hadits Tabari mengutip 600–900 telah diekseskusi.[1][3] Hadits sunni tidak menyebutkan jumlah yang tewas, tetapi semua laki-laki tewas dan seorang wanita.[14] Wanita lainnya dan anak-anak dijual atau ditukar dengan senjata dan kuda, menurut sumber Islam.[1]

Menurut Ibnu Katsir, Ayat Quran ayat 33:26-27 and 33:9-10 tentang penyerbuan ke Bani Qurayzhah.[15][16]

Bani Qurayzha dahulu bersekutu dengan Muhammad dan selama pertempuran Khandaq, mereka meminjamkan peralatan perang untuk berjaga-jaga di Madinah, tetapi mereka tidak ikut serta dalam tiap pertempuran. Bani Qurayzha sangat tersinggung dengan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad agar bertindak keras terhadap Yahudi, dan menurut Al-Waqidi, mereka bernegosiasi dengan penduduk Mekkah.[17]

Waqidi menyatakan bahwa Muhammad memiliki kesepakatan dengan suku yang terpecah belah tersebut. Norman Stillman dan Watt percaya bahwa kesepakatan dimaksud "diragukan" keberadaannya, walaupun Watt percaya bahwa Qurayzhah telah sepakat untuk tidak membantu musuh Muhammad. Al-Waqidi sering dikritik oleh penulis Muslim yang menyebutnya tidak bisa dipercaya. Menurut Mubrakpuri, Peters, Stillman, Guillaume, Inamdar dan Ibnu Katsir, di hari penaklukan Mekkah, Muhammad memimpin pasukannya melawan kaum di lingkungan Bani Qurayzhah. Menurut tradisi Muslim, Muhammad diperintah melakukan hal itu melalui Malaikat Jibril.[1][2][7][9][18]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i Rahman al-Mubarakpuri, Saifur (2005), The Sealed Nectar, Darussalam Publications, pp. 201–205  (online) Kesalahan pengutipan: Invalid <ref> tag; name "autogenerated7" defined multiple times with different content
  2. ^ a b c d Ibn Kathir, Saed Abdul-Rahman (2009), Tafsir Ibn Kathir Juz'21, MSA Publication Limited, p. 213, ISBN 9781861796110 (online)
  3. ^ a b Al Tabari, Michael Fishbein (translator) (1997), Volume 8, Victory of Islam, State University of New York Press, pp. 35–36, ISBN 9780791431504 
  4. ^ Sunan Abu Dawud 14:2665
  5. ^ Shahih Bukhari, 4:52:280
  6. ^ William Muir (2003), The life of Mahomet, Kessinger Publishing, p. 317, ISBN 9780766177413 
  7. ^ a b Ibn Ishaq, A. Guillaume (translator) (2002), The Life of Muhammad (Sirat Rasul Allah), Oxford University Press, pp. 461–464, ISBN 978-0-19-636033-1 
  8. ^ Peters, Muhammad and the Origins of Islam, p. 222-224.
  9. ^ a b Stillman, The Jews of Arab Lands: A History and Source Book, pp. 137-141.
  10. ^ Adil, Muhammad: The Messenger of Islam, p. 395f.
  11. ^ William Muir (2003), The life of Mahomet, Kessinger Publishing, p. 329, ISBN 9780766177413 
  12. ^ Kister (1990), Society and religion from Jāhiliyya to Islam, p. 54.
  13. ^ Lings, Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources, p. 229-233
  14. ^ Sunan Abu Dawud 14:2665, "No woman of Banu Qurayzah was killed except one. She was with me, talking and laughing on her back and belly (extremely), while the Apostle of Allah (peace_be_upon_him) was killing her people with the swords. Suddenly a man called her name: Where is so-and-so? She said: I I asked: What is the matter with you? She said: I did a new act. She said: The man took her and beheaded her. She said: I will not forget that she was laughing extremely although she knew that she would be killed."
  15. ^ Ibn Kathir, Saed Abdul-Rahman (2009), Tafsir Ibn Kathir Juz'21, MSA Publication Limited, p. 213, ISBN 9781861796110 (online)
  16. ^ Haykal, Husayn (1976), The Life of Muhammad, Islamic Book Trust, p. 338, ISBN 978-983-9154-17-7 
  17. ^ David Norcliffe (1999), Islam: faith and practice, Sussex Academic Press, p. 21, ISBN 1898723869 
  18. ^ Subhash C. Inamdar (2001), Muhammad and the Rise of Islam: The Creation of Group Identity, Psychosocial Press, p. 166 (footnotes), ISBN 1887841288