Pertempuran Hamra' al-Asad
| Pertempuran Hamra' Al-Asad | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bagian dari Perang antara Muslim-Quraisy | |||||||
| |||||||
| Pihak terlibat | |||||||
| Muslim Madinah | Quraisy Mekkah | ||||||
| Tokoh dan pemimpin | |||||||
|
Muhammad Ali bin Abi Thalib Abu Bakar | Abu Sufyan | ||||||
| Kekuatan | |||||||
|
700-1000 infantri 2-4 kavaleri |
3000 infantri 200 kavaleri | ||||||
| Korban | |||||||
| 2 mata-mata terbunuh |
3 dipenggal 3 ditangkap | ||||||
Pertempuran Hamra' al-Asad (bahasa Arab: غزوة حمراء الأسد) atau Invasi Hamra' al-Asad adalah sebuah pertempuran (lebih tepatnya perang psikis) yang terjadi pada 24 Maret 625/Syawal 3 Hijriah di Hamra' al-Asad. Hamra' al-Asad adalah tanah luas di tepi Gunung 'Air, sekitar 16 kilometer dari Masjid Al-Ghamamah sebelah barat daya Madinah. Di sana terdapat sebuah gunung yang disebut dengan Gunung Hamra' al-Asad dan akan tampak jelas dalam perjalanan dari Dzulhulaifah menuju Mekkah.[1]
Persiapan Pertempuran
[sunting | sunting sumber]Kisah pertempuran ini ialah ketika orang-orang Quraisy saling merendahkan satu sama lain sambil berkata: Kalian telah ditimpa oleh kekuatan kaum muslimin, mengapa kalian membiarkannya? Pulanglah, kita akan dapatkan sisa-sisa dari mereka. Ketika sampai berita ini kepada Nabi ﷺ, dia segera memerintahkan para sahabat untuk menghadapi kaum Quraisy, dan dengan memendam luka yang dalam mereka pun keluar hingga sampai di Hamra' al-Asad, maka turunlah ayat, Yaitu orang-orang yang mentaati perintah Allah dan rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka --dalam peperangan Uhud--[2] Sebagian orang-orang kafir berkata: Orang-orang Quraisy benar-benar telah mengumpulkan segenap daya untuk menghabiskan dari kalian yang tersisa. Kaum muslimin menjawab: Cukuplah Allah menjadi penolong kamu dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.[3] Ketika orang-orang kafir itu tahu bahwa kaum muslimin pergi perang kal ini dengan kepercayaan penuh kepada Allah, mereka pun mundur dan kembali ke Mekkah.[1]
Ma'bad bin Abu Ma'bad seorang musyrik yang melintasi perkemahan muslimin di dekat Bani Khuza'ah setelah menyapa Muhammad dengan ucapan duka ia menuju ke arah posisi Abu Sufyan yang berniat kembali menyerang Madinah, namun Ma'bad menasihati bahwa pasukan Muhammad datang dengan kemarahan dan pasukan yang lebih besar. Hal ini mengurungkan pasukan Mekah kembali menyerang.[4]
Sebelum pulang ke Madinah setelah 3 hari berkemah, Muhammad menangkap Muawiyah bin Al-Mughirah bin Abu Al-Ash bin Umaiyyah bin Abdu Syams, kakek dari Abdul Malik bin Marwan dari jalur ibu dan juga menangkap Abu Azzah Al-Jumahi. Muawiyah sebenarnya hanya diberi ijin 3 hari di Madinah untuk menemui keluarganya Utsman bin Affan, namun ia melebihi waktu yang dijaminkan dan menjadi mata-mata bagi Quraisy Mekah lalu ia dihukum mati oleh Zubair bin Awwam sementara Abu Azzah pernah jadi tawanan di Pertempuran Badar, lalu dibebaskan Muhammad karena kasihan sebagai orang miskin dan punya banyak putri dengan syarat ia tak lagi ikut pasukan Mekah, namun ia justru ikut Pertempuran Uhud, maka ia dihukum mati oleh Ashim bin Tsabit atas perintah Muhammad.[4]
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 Abdul Ghani, Muhammad Ilyas (2005). "Pertempuran Hamra' al-Asad". تاريخ المدينة المنورة مصور (dalam bahasa Arab) (Edisi ke-1). hlm. 95. ISBN 9960-49-447-0.
- ↑ Al-Qur'an Surat Ali Imran ayat 172
- ↑ Al-Qur'an Surat Ali Imran ayat 173
- 1 2 Hisyam, Ibnu (205). Sirah Nabawiyah. Jakarta : Penerbit Qisthi Press. ISBN 978-979-1303-91-0
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Indonesia) Ensiklopedia Alquran: Perang Hamra' al-Asad Diarsipkan 2014-10-06 di Wayback Machine.