Pengetatan anggaran

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Ekonomi
GDP PPP Per Capita IMF 2008.svg
Kategori umum

Ekonomi mikro · Ekonomi makro
Sejarah pemikiran ekonomi
Metodologi  · Pendekatan heterodoks

Bidang dan subbidang

Behavioral  · Budaya  · Evolusi
Pertumbuhan  · Pengembangan  · Sejarah
Internasional · Sistem ekonomi
Keuangan dan Ekonomi keuangan
Masyarakat dan Ekonomi kesejahteraan
Kesehatan  · Buruh  · Manajerial
Bisnis Informasi  · Informasi · Game theory
Organisasi Industri  · Hukum
Pertanian  · Sumber daya alam
Lingkungan · Ekologis
Geografi Ekonomi  · Kota · Pedesaan  · Kawasan
Peta ekonomi

Teknik

Matematika  · Ekonometrika
Eksperimental · Neraca nasional

Daftar

Jurnal · Publikasi
Kategori · Topik · Ekonom

Portal.svg Portal Bisnis dan ekonomi

Pengetatan anggaran atau austeritas adalah serangkaian kebijakan ekonomi yang diterapkan dengan tujuan mengurangi defisit anggaran pemerintah. Pengetatan anggaran meliputi pemangkasan belanja, peningkatan pajak, atau campuran keduanya.[1][2][3] Kebijakan-kebijakan tersebut dijalankan untuk menunjukkan kedisiplinan pemerintah secara fiskal kepada kreditur dan badan penilai kredit dengan menyamakan pendapatan dengan pengeluaran.

Dalam sebagian besar model ekonomi makro, pengetatan anggaran umumnya menaikkan angka pengangguran seiring menurunnya belanja pemerintah, mengurangi lapangan pekerjaan di sektor publik dan/atau swasta. Sementara itu, peningkatan pajak menurunkan pendapatan rumah tangga sehingga mengurangi belanja dan konsumsi.

Karena belanja pemerintah turut menentukan angka produk domestik bruto (PDB), pengurangan belanja akan menaikkan rasio utang-PDB, tolak ukur beban utang negara.

Ketika ekonomi berjalan hampir 100%, belanja defisit jangka pendek yang lebih tinggi (stimulus) akan menaikkan suku bunga, menurunkan jumlah investasi swasta, dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Ketika ekonomi berjalan melebihi 100%, stimulus akan menambah lapangan pekerjaan dan produski.[4][5]

Contoh kegagalan pengetatan anggaran dapat diamati setelah Resesi Besar. Negara-negara Eropa saat itu menerapkan kebijakan pengetatan anggaran. Akibatnya, tingkat pengangguran dan rasio utang-PDB naik drastis meski defisit anggarannya turun (relatif terhadap PDB).

See also[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Austerity measure". Financial Times Lexicon. Diakses tanggal 1 March 2013. 
  2. ^ Traynor, Ian; Katie Allen (11 June 2010). "Austerity Europe: who faces the cuts". London: Guardian News. Diakses tanggal 29 September 2010. 
  3. ^ Wesbury, Brian S.; Robert Stein (26 July 2010). "Government Austerity: The Good, Bad And Ugly". Forbes. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 September 2010. Diakses tanggal 29 September 2010. 
  4. ^ Krugman, Paul (15 April 2012). "Europe's Economic Suicide". The New York Times. 
  5. ^ Laura D'Andrea Tyson (1 June 2012). "Confusion about the Deficit". New York Times. Diakses tanggal 16 May 2013. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]