Patuntung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Patuntung adalah agama atau kepercayaan pemujaan terhadap kekuatan alam dan arwah leluhur (animisme dan dinamisme) yang dianut oleh masyarakat tradisional Makassar. Walau raja Gowa masuk Islam di awal abad ke-17, banyak orang Makassar masih memegang sejumlah kepercayaan dan mengikuti sejumlah upacara dari masa sebelumnya. Orang tersebut menamakan dirinya "Patuntung" dan kepercayaannya disebut sebagai "Agama Patuntung".

Kepercayaan dan upacara Patuntung berbeda menurut daerahnya, tetapi nilai-nilai dasarnya sama. Penganut ajaran ini dapat ditemukan di Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, di lereng Gunung Bawakaraeng dan Gunung Lompobattang. Menurut penganutnya, Sunda Wiwitan merupakan kepercayaan yang dianut sejak lama oleh orang Sunda sebelum datangnya ajaran Hindu dan Islam.

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

Sumber[sunting | sunting sumber]

  • Bougas, Wayne A., "Bantayan: An Early Makassarese Kingdom, 1200-1600 A.D", Archipel Volume 55, 1998. hal. 83-123