Lompat ke isi

Muzakir Manaf

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Muzakkir Manaf)
Muzakir Manaf
Potret resmi, 2025
Gubernur Aceh ke-15
Mulai menjabat
12 Februari 2025
PresidenPrabowo Subianto
WakilFadhlullah
Wali NanggroëMalik Mahmud
Wakil Gubernur Aceh ke-9
Masa jabatan
25 Juni 2012  25 Juni 2017
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
GubernurZaini Abdullah
Ketua Umum Partai Aceh
Mulai menjabat
7 Juli 2007
Sebelum
Pendahulu
posisi ditetapkan
Pengganti
Petahana
Sebelum
Waliyul 'Ahdi Aceh
Mulai menjabat
27 Desember 2022
PresidenJokowi Dodo
Prabowo Subianto
Wali NanggroeMalik Mahmud
Sebelum
Pendahulu
jabatan dibentuk
Pengganti
Petahana
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir3 April 1964 (umur 61)
Aceh Utara, Aceh, Indonesia
Partai politik  Partai Aceh
Afiliasi politik
lainnya
  Gerindra (2013–sekarang)
Anak5
PekerjaanPolitikus
Tanda tangan
Karier militer
Pihak Aceh
Dinas/cabangGerakan Aceh Merdeka
Masa dinas1986–2005
PangkatJenderal
Sunting kotak info
Sunting kotak info L B
Bantuan penggunaan templat ini

Muzakir Manaf (lahir 3 April 1964), juga dikenal sebagai Mualem, adalah seorang politikus Indonesia dan mantan pejuang gerilya Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2025–2030[1] dan Waliyul 'Ahdi Lembaga Wali Nanggroe Aceh sejak 27 Desember 2022.[2] Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh periode 2012–2017. Mualem menjadi panglima tertinggi militer GAM setelah gugurnya Abdullah Syafi'i. Ia diangkat menjadi panglima komando pusat GAM pada tahun 2002 dan kemudian pada tahun 2007 mendirikan Partai Aceh, serta menjadi ketua umum pertama partai tersebut.

Kehidupan awal

[sunting | sunting sumber]

Ia lahir pada tanggal 3 April 1964 di Mane Kawan[3] dari pasangan Manaf dan Zubaidah.[4]

Mualem menuturkan, saat lulus SMA, dirinya sempat mendaftar menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), tetapi gagal dan malah berangkat ke Malaysia untuk mendaftar menjadi pejuang GAM, kali ini lolos.[5] Pada tahun 1986, Mualem berangkat ke Libya, di mana ia menerima pelatihan tempur dengan anggota GAM lainnya.[6][7]

Setelah tewasnya panglima GAM Abdullah Syafi'i pada tahun 2002 dalam pertempuran dengan tentara TNI, Muzakir Manaf menjadi panglima komando pusat GAM.[7][8]

Setelah perjanjian Helsinki, Mualem keluar dari persembunyian dan tampil di depan publik untuk pertama kalinya, dan mulai menjabat sebagai ketua Komite Peralihan Aceh.[9] Kemudian, ia menjadi salah satu pendiri Partai Gerakan Aceh Mandiri atau Partai GAM, yang kemudian berganti nama menjadi Partai Aceh saja setelah mendapat keluhan dari pemerintah pusat dan menjadi ketua pertamanya.[10]

Pemerintah provinsi

[sunting | sunting sumber]

Dalam Pemilihan Gubernur Aceh 2012, Mualem mencalonkan diri sebagai calon wakil gubernur bersama Zaini Abdullah. Pasangan ini memenangkan pemilihan tersebut dan dilantik sebagai Wakil Gubernur pada tanggal 4 Juni 2012.[11] Mualem masih populer di kalangan mantan kombatan GAM bahkan setelah ia terpilih. Dalam konflik bersenjata yang dipimpin oleh Din Minimi, Din menolak untuk dibawa ke Jakarta atau Banda Aceh kecuali Mualem yang menjemputnya.[12]

Ia kembali mencalonkan diri pada Pemilihan umum Gubernur Aceh 2017 sebagai calon gubernur. Namun, ia kalah dari Irwandi Yusuf. Namun pada awalnya, tim kampanye Mualem juga mengklaim kemenangan dan menolak menerima hasilnya.[13][14]

Pemilu 2024

[sunting | sunting sumber]

Pada 26 Desember 2023, Mualem menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden meskipun latar belakang keduanya bertolak belakang.[15] Ia kemudian mencalonkan diri dalam Pemilihan umum Gubernur Aceh 2024, mengalahkan Bustami Hamzah, dan dilantik sebagai gubernur pada 12 Februari 2025.[16]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Muzakir Manaf dan Fadhlullah Resmi Dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2025-2030". Kompas.tv. Diakses tanggal 2025-02-12.
  2. Setyadi, Agus. "Eks Panglima GAM Dilantik Jadi Waliyul Ahdi Lembaga Wali Nanggroe". detiksumut. Diakses tanggal 2024-11-27.
  3. Fatmawati, Fajri (20 Februari 2025), Mengenal Muzakir Manaf, Eks Panglima GAM yang Jadi Gubernur Aceh, diakses tanggal 2025-02-20
  4. Novianti, Julinar Nora (2025-02-12). "Mengenal Mualem, Dari Gerilyawan hingga Gubernur Aceh". AJNN.net. Diakses tanggal 2025-03-21.
  5. "Kisah Mualem Daftar TNI Sebelum Masuk GAM". acehnetwork.com. Diakses tanggal 13 November 2018.
  6. "Mengenal Sisi Lain dari Mantan Panglima GAM, Muzakir Manaf". klikkabar.com. 17 Mei 2016. Diakses tanggal 13 November 2018.
  7. 1 2 "Abdullah Syafei: "Kemerdekaan Aceh Telah Dekat"". liputan6.com. 25 Januari 2002. Diakses tanggal 13 November 2018.
  8. "TNI Menyesalkan Pelantikan Panglima GAM Pidie". liputan6.com. 27 Januari 2003. Diakses tanggal 13 November 2018.
  9. "Mantan Panglima GAM Muzakir Manaf Keluar dari Persembunyian". detikNews. 28 Desember 2005. Diakses tanggal 13 November 2018.
  10. Juli, Muhajir (19 Juli 2017). "Partai GAM, Cikal-Bakal Partai Aceh". acehtrend.com. Diakses tanggal 13 November 2018.
  11. "Gubernur Aceh Terpilih Dilantik 4 Juni". Tempo. 10 Mei 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 19 Nov 2018. Diakses tanggal 13 November 2018.
  12. Hidayat, Muhammad Arief (29 Desember 2015). "Din Minimi Minta Dijemput Mantan Panglima GAM". VIVA. Diakses tanggal 13 November 2018.
  13. Setyadi, Agus (26 Februari 2017). "Hasil Akhir Pleno KIP Aceh: Pasangan Irwandi-Nova Unggul". detikNews. Diakses tanggal 13 November 2018.
  14. Al Mubarak, Taufik (23 Februari 2017). "Kembalinya Propagandis GAM ke Singgasana". tirto.id. Diakses tanggal 13 November 2018.
  15. Media, Kompas Cyber (2023-12-26). "Eks Panglima Gerakan Aceh Merdeka Dukung Prabowo-Gibran". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2024-02-19.
  16. "Mualem-Dek Fadh Resmi Jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Periode 2025-2030". acehprov.go.id. Diakses tanggal 20 Februari 2025.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Nova Iriansyah
Gubernur Aceh
2025—sekarang
Petahana
Didahului oleh:
Muhammad Nazar
Wakil Gubernur Aceh
2012—2017
Diteruskan oleh:
Nova Iriansyah
Jabatan partai politik
Jabatan baru Ketua Umum DPP Partai Aceh
2007—sekarang
Petahana