Lompat ke isi

Abdullah Syafi'i (GAM)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perkasa Alam Teungku
Abdullah Syafi'i
Abdullah Syafi'i pada tahun 1999
JulukanTeungku Lah
Lahir(1947-10-12)12 Oktober 1947
Seuneubok Rawa, Bireuen, Aceh, Indonesia
Meninggal22 Januari 2002(2002-01-22) (umur 54)
Bandar Baru, Pidie Jaya, Aceh, Indonesia
Pengabdian Gerakan Aceh Merdeka
Lama dinas1976–2002
PangkatJenderal
KesatuanTentara Nasional Aceh (TNA)
Perang/pertempuran

Abdullah Syafi'i (12 Oktober 1947  22 Januari 2002), yang biasa dikenal sebagai Teungku Lah, adalah seorang militan Aceh dan komandan sayap bersenjata Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Ia merupakan salah satu pemimpin lapangan paling terkemuka selama Pemberontakan di Aceh pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21.

Kehidupan awal

[sunting | sunting sumber]

Abdullah Syafi'i lahir pada 12 Oktober 1947 di Seuneubok Rawa, sebuah desa terpencil di Bireuen, Aceh. Ia berasal dari keluarga Aceh setempat dan menerima pendidikan Islam di Madrasah Aliyah Peusangan, Bireuen, serta belajar agama di beberapa pesantren di Aceh. Sebelum bergabung dengan GAM, ia terlibat dalam kelompok teater Jeumpa.[1][2]

Karier Militan

[sunting | sunting sumber]

Abdullah Syafii terlibat dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tak lama setelah gerakan tersebut didirikan pada pertengahan tahun 1970-an. Tidak seperti beberapa anggota GAM yang menerima pelatihan di luar negeri, Syafii memperoleh pengalaman langsung di Aceh.[3][4]

Ia meniti karier dari bawah selama akhir tahun 1980-an hingga 1990-an dan akhirnya menjadi komandan regional di angkatan bersenjata GAM. Pada akhir tahun 1990-an, ia dikenal luas sebagai pemimpin militer senior di dalam organisasi tersebut.[4]

Pada tanggal 22 Januari 2002, Abdullah Syafii gugur dalam pertempuran dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah dikepung di perbukitan Alue Mon. Pertempuran yang dimulai pukul 08.00 itu berlangsung hingga sekitar pukul 18.00. Akibat pertempuran tersebut, pasukan GAM terpencar. Abdullah Syafii tewas tertembak peluru TNI yang mengenai dadanya. Bersamanya, istrinya, Ummi Fatimah binti Abdurrahman, pengawalnya, Muhammad bin Ishak, dan penasihatnya, Muhammad Daud bin Hasyim, juga gugur.[5][6]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Wali Nanggroe Berikan Gelar Kehormatan untuk Dua Almarhum Tokoh GAM". Pemerintah Aceh. 2021-12-07. Diakses tanggal 2024-05-17.
  2. Redaksi AcehSatu (2022-01-22). "Mengenang 20 Tahun Kepergian Panglima GAM Abdullah Syafi'i". AcehSatu. Diakses tanggal 2024-05-17.
  3. "Sosok Panglima GAM Abdullah Syafi'i, Syahid dalam Pertempuran Bersama Istri Cut Fatimah". StatusAceh. Diakses tanggal 2024-05-17.
  4. 1 2 aceHTrend.com (2016-10-12). "Abdullah Syafii, Panglima "Organik", GAM Luar Biasa". aceHTrend.com. Diakses tanggal 2025-10-19.
  5. "Kilas Peristiwa: Cerita di Balik Tewasnya Panglima GAM Abdullah Syafii Dalam Serbuan Personel TNI". Tribun Video. Diakses tanggal 2025-02-02.
  6. "Aceh Hari Ini, 22 Januari 2002: Panglima GAM Abdullah Syafii Syahid - Acehinfo". www.acehinfo.id. 2024-01-22. Diakses tanggal 2025-02-02.