Murung Pudak, Tabalong

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Murung Pudak
Kecamatan
Letak-kec-murungpudak-tabalong.PNG
Peta lokasi Kecamatan Murung PudakKantor camat Murung Pudak
Kantor kecamatan Murung Pudak
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Selatan
KabupatenTabalong
Pemerintahan
 • CamatDrs. Asli Yakim, M.Si
Luas118,72 km²
Kepadatan415 jiwa/km²
Desa/kelurahan4/6
Masjid Desa Sulingan di Kecamatan Murung Pudak, Tabalong.

Murung Pudak adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Monumen Tanjung Puri di Murung Pudak, Tabalong.

Batas wilayah Kecamatan Murung Pudak adalah sebagai berikut:

Utara Kecamatan haruai
Timur Kabupaten Balangan
Selatan Kecamatan Tanta
Barat Kota Tanjung

Sarana dan Prasarana[sunting | sunting sumber]

Kediaman Bupati Tabalong di Desa Pembataan, Murung Pudak, Tabalong.
  • Kesehatan:
  • 2 RSU
  • 1 buah Puskesmas
  • 5 buah Puskesmas Pembantu
  • 21 buah Posyandu.
  • Pendidikan:
  • 28 buah SD/MI,
  • 7 buah SLTP/MTs,
  • 4 SMU/MA.
  • Tempat ibadah:
  • Masjid: 18 buah
  • Langgar/Surau: 61 buah
  • Gereja Protestan: 3 Buah
  • Gereja Katolik: 1 Buah

Topografi[sunting | sunting sumber]

Aktivitas aparat polisi di sekitar Polres Tabalong di Desa Pembataan, Murung Pudak, Tabalong (Kota Tanjung).

Termasuk dalam wilayah bagian barat merupakan daerah datar berawa-rawa yang meliputi wilayah kecamatan Banua Lawas, Pugaan, Kelua, Muara Harus, Tanta, Tanjung dan Murung Pudak. Sebanyak 89 persen desa di wilayah ini merupakan daerah datar.Akses dari Ibu kota relatif mudah karena seluruhnya dapat dilewati kendaraan roda empat.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010, penduduk kecamatan Murung Pudak berjumlah 44.392 jiwa, dengan rincian 23.890 jiwa laki-laki, 21.042 jiwa perempuan, dengan rasio jenis kelamin sebesar 114, kepadatan penduduknya sekitar 415 jiwa per kilometer persegi.

Sosial budaya[sunting | sunting sumber]

  • Etnis (Suku): Suku Banjar (90,77%) Dayak, Melayu, Jawa dan lainnya.
  • Agama: Mayoritas beragama Islam

Lain-lain[sunting | sunting sumber]

  • Perekonomian dan Industri: Relatif Sedang
  • Perhubungan: Dari 10 desa sebagian besar sudah jalan beraspal yang dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, hanya 1 desa yang permukaan jalan berupa tanah diperkeras.
  • Telekomunikasi: 8 Desa telah terjangkau jaringan Telkom, 6 buah sarana Wartel.
  • Penerangan (PLN): Hampir seluruh desa sudah ada sumber listrik dari PLN.
  • Komoditas Khas: Minyak bumi, gas dan batu bara.

Objek wisata[sunting | sunting sumber]

  • Tanjung Puri Indah
  • Gua Kelelawar
  • Danau Marido
  • Taman 10K