Muhammad Taufik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
H.
Muhammad Taufik
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta
Assumed office
26 September 2014
President Susilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
Governor Joko Widodo
Basuki Tjahaja Purnama
Personal details
Born 3 Januari 1957 (umur 61)
Bendera Indonesia Jakarta
Nationality  Indonesia
Political party Logo GOLKAR.jpg Partai Golongan Karya
Logo PKPI.png Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (1998-1999)
Gerindra.jpg Partai Gerakan Indonesia Raya (2008-sekarang)
Spouse(s) Dian Kartika Rini
Relations Muhammad Sanusi (adik)
Children Tofan Aji Nugraha
Anisa Yusida
Venesa Adisty Laksmita

H. Muhammad Taufik[1] (lahir di Jakarta, 3 Januari 1957; umur 61 tahun) adalah politikus dan Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerindra. Ia adalah sosok kontroversial karena banyaknya perselisihan dengan Gubernur DKI Jakarta periode 2014-2017, Basuki Tjahaja Purnama[2]. Meskipun demikian, ia diusulkan oleh Gerindra untuk mengisi posisi wakil Gubernur, setelah Joko Widodo mengundurkan diri dan Basuki mengisi posisi yang ditinggalkan Jokowi. [3]

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Muhammad Taufik pernah menjabat sebagai Ketua KPUD DKI Jakarta dan terjerat kasus pidana korupsi logistik pemilu selama 18 bulan pada 27 April 2004. Namun ia tak menganggap itu sebagai halangan dalam berpolitik, sehingga kembali menduduki jabatan politik sebagai anggota DPRD DKI Jakarta 2014-2019, bahkan berpeluang menduduki kursi pimpinan dewan. Selama pilpres 2014, ia berorasi menuntut penangkapan Ketua KPU Husni Malik karena dianggap curang telah mengeluarkan surat edaran membuka kotak suara. [3]

Riwayat Jabatan[sunting | sunting sumber]

  • Ketua KPUD DKI Jakarta
  • Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta (2014-sekarang)

Riwayat Organisasi[sunting | sunting sumber]

  • Sekjen Serikat Pekerja Maritim Indonesia
  • Ketua SPSI Pelabuhan Tanjung Priok
  • Bergabung dengan Partai Golongan Karya (Golkar)
  • Partai Keadilan dan Persatuan (PKP)
  • Partai Gerindra DKI Jakarta
  • Himpunan Mahasiswa Islam Jakarta
  • Ketua Senat Mahasiswa Universitas Jayabaya
  • Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Jayabaya
  • Ketua Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional-Indonesia (PRSSNI) DKI Jakarta
  • Ketua Pusat Pengkajian Jakarta (PPJ)

Referensi[sunting | sunting sumber]