Lompat ke isi

Muhammad Anas Mochtar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

KH. Muhammad Anas Mochtar (lahir di Jombang, 13 Juni 1945 - meninggal di Balikpapan, 24 Mei 2017 atau bertepatan 27 Sya'ban 1438 Hijriyah), akrab disapa Kiai Anas atau Guru Anas adalah seorang ulama (kiai) kharismatik di Kota Balikpapan Kalimantan Timur. Ia merupakan tokoh NU dan MUI Balikpapan yang dikenal santun, arif namun tegas terhadap bentuk-bentuk kemasiatan.[1] Ia juga merupakan pengasuh dan salah satu pendiri Pondok Pesantren Modern Al-Muttaqien Balikpapan yang berlokasi di kawasan Gunung Guntur Sumber Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah.[2]

Kiprah Keulamaan

[sunting | sunting sumber]

Kiai Anas menjadi pimpinan tertinggi (Rais Syuriyah) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Balikpapan dalam masa khidmat 2007-2012.[3] Pada kepengurusan NU Balikpapan berikutnya (2012-2017) hingga meninggal dunia, menjabat sebagai Mustasyar PCNU Balikpapan sekaligus anggota Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Timur.[4][5]

Sebagai ulama NU, Kiai Anas Mohctar sangat memberikan perhatian terhadap perkembangan Nahdlatul Ulama, khususnya di Kota Balikpapan, bahkan menurut salah satu anaknya, sebelum wafat, Kiai Anas Mochtar berpesan agar mendirikan lagi sekolah-sekolah NU di Balikpapan. KH. Anas Mochtar sering mengingatkan para pengurus NU dan tokoh-tokoh NU agar mempertahankan tradisi-tradisi yang ada di lingkungan Nahdlatul Ulama.[6]

Di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan, Kiai Anas pernah menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Fatwa dan Hukum, dan dalam periode kepengurusan MUI berikutnya (2016-2021) menjabat sebagai Wakil Ketua Umum MUI Kota Balikpapan bersama KH. Ahmad Syarwani Zuhri sebagai Ketua Umum MUI Kota Balikpapan.[7][8]

Kiai Anas juga pernah tercatat sebagai Kasi Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Balikpapan.[9]

Komentar Tokoh

[sunting | sunting sumber]

Sosok KH. Muhammad Anas Mochtar sangat dihormati oleh masyarakat di Kota Balikpapan. Berikut beberapa gambar sosok Guru Anas menurut beberapa tokoh Balikpapan (2018):[10]

  • "Beliau adalah sosok yang mampu menjalankan amanah sebagai wakil ketua MUI Balikpapan, selama saya tidak dapat maksimal melaksanakan tugas. Beliau mencurahkan daya berfikir dan bekerja bagi umat Islam". (KH. Ahmad Syarwani Zuhri, Ketua Umum MUI Balikpapan).
  • "Beliau adalah rekan seperjuangan sejak menjadi penghulu dan dalam melayani umat dengan sepenuh hati. Beliau adalah mediator bagi pengurus MUI Balikpapan, disaat membahas masalah umat yang penting, dan terjadi banyak pendapat. Dengan beliau bicara, lebih banyak menenangkan pengurus. Ketegasan beliau dalam bersikap menjadi jaminan situasi yang kondusif bagi kota Balikpapan. Tidak adanya beliau, kami pengurus MUI Balikpapan merasa sangat kehilangan". (Drs. HM. Jailani, Sekretaris MUI Kota Balikpapan )
  • "Beliau adalah sosok ulama kharismatik, memiliki kiprah yang bagus di MUI Balikpaan dan mampu menjadi panutan bagi umat Islam. Beliau sangat berharap agar kedepannya MUI Balikpapan memiliki kader-kader ulama yang handal. (Drs. H. Muhammad Idris, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Balikpapan )
  • "Beliau adalah kiai penyejuk yang selama hidupnya berperan penting memperat hubungan pemerintah, ulama dan umat. Beliau sangat harmonis dengan KH. Ahmad Syarwani Zuhri dalam memimpin MUI Balikpapan, sangat aktif membangun kerukunan umat beragama." (Rizal Effendi SE, Wali Kota Balikpapan )
  • "Beliau adalah orang baik, alim serta menjadi panutan dalam menjaga toleransi antar umat beragama di Kota Balikpapan". (H. Rahmad Mas'ud SE, Plt. Wali kota Balikpapan )
  • "Beliau adalah seorang Kyai yang istiqomah, tawadlu', bersahaja, memberi teladan, saya menjadi saksi langsung karena saya pernah mengabdi di Pesantren yang beliau pimpin dan pernah sama-sama di Kepengurusan MUI Kota Balikpapan". (Ahmad Rosyidi. Em.S, DPRD Prov. Kaltim 2014-2019)[11]

KH. Anas Mochtar meninggal dunia akibat penyakit kanker yang dideritanya setelah keluar masuk rumah sakit selama dua bulan.[12] Ia wafat dalam usia 72 tahun dan dikebumikan di komplek Pondok Pesantren Modern Al-Muttaqien pada Kamis, 25 Mei 2017.[13]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ _. 2017. Dikenal Kiai Santun, Tegas Lawan Kemaksiatan. Balikpapan Prokal. Akses 15-04-2021.
  2. ^ _. 2014. Pengasuh, Ketua Pondok dan Ketua Yayasan. Web Resmi PP Al-Muttaqien. Akses 15-04-2021.
  3. ^ _. 2013. Pengurus NU Balikpapan Periode 2007-2012. NUBalikpapan.ID. Akses 15-04-2021, via Wayback Machine
  4. ^ _. 2013. Struktur Pengurus Cabang NU Kota Balikpapan 2012-2017. NUBalikpapan.ID. Akses 15-04-2021, via Wayback Machine
  5. ^ _. 2018. Haul KH. Mohammad Anas Mochtar Pertama. Web Resmi PP Al-Muttaqien. Akses 15-04-2021
  6. ^ _. 2017. Ulama Kharismatik NU Balikpapan KH. Mohammad Anas Muchtar Wafat. NUBalikpapan.ID. Akses 15-04-2021, via Wayback Machine
  7. ^ _. 2014. Pengurus MUI Balikpapan 2016-2021. MUIBalikpapan.ID. Akses 15-04-2021, via Wayback Machine
  8. ^ _. 2017.Ulama Kharismatik NU Balikpapan KH. Mohammad Anas Muchtar Wafat. NUBalikpapan.ID. Akses 15-04-2021, via Wayback Machine
  9. ^ _. 2007. BAZ segera salurkan Rp 13 Miliar kepada fakir miskin. Stanleywush Wordpress. Akses 15-04-2021
  10. ^ _. 2018. Mengenang 1 Tahun Wafatnya Sosok Ulama Yang Tegas Dalam Kebaikan. Web Resmi PP Al-Muttaqien. Akses 15-04-2021 ; Balikpapan Pos (media cetak) "Sosok Ulama Tegas Dalam Kebaikan", dan komentar tokoh. Terbit Rabu 9 Mei 2018.
  11. ^ Wawancara Online dengan Ahmad Rosyidi. Em.S (DPRD Prov. Kaltim 2014-2019), tanggal 15 April 2021. Kota Balikpapan
  12. ^ _. 2017. Dikenal Kiai Santun, Tegas Lawan Kemaksiatan. Balikpapan Prokal. Akses 18 April 2021.
  13. ^ _. 2017. KH Anas Muchtar, Kiai Kharismatik NU Balikpapan Berpulang. Klik Balikpapan via Wayback Machine. Akses 18 April 2021.