Lompat ke isi

Muhadi Setiabudi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Muhadi Setiabudi
Lahir1 Maret 1961 (umur 64)
Brebes, Jawa Tengah, Indonesia
Tempat tinggalKota Brebes, Jawa Tengah, Indonesia
PekerjaanPengusaha
Dikenal atasPendiri Dedy Jaya
AnakDedy Yon Supriyono

Muhadi Setiabudi (lahir 1 Maret 1961) adalah pengusaha Indonesia asal Brebes, Jawa Tengah. yang juga merupakan ayah dari Dedy Yon Supriyono (Wali Kota Tegal masa jabatan 2019–2024 dan 2025–2030). Ia adalah pendiri dan pemilik PT Dedy Jaya Lambang Perkasa, sebuah perusahaan konglomerasi lokal yang mengelola bermacam-macam bisnis, dengan bisnis transportasi bus sebagai lini bisnis utamanya. Grup usaha PT Dedy Jaya Lambang Perkasa telah menjadi kerajaan bisnis, mulai dari perusahaan otobus, hotel, pabrik cat, toko bahan bangunan, toko emas, bisnis mal di eks-Keresidenan Pekalongan, hingga perguruan tinggi, dan mempekerjakan 2.500 karyawan.[1]

Kehidupan awal

[sunting | sunting sumber]

Muhadi Setiabudi, lahir 1 Maret 1961, besar dalam lingkungan yang sederhana dan tidak langsung berada pada posisi ekonomi yang mapan, sehingga perjalanan hidupnya penuh dengan perjuangan dan kerja keras sejak usia muda. Ia hanya menamatkan pendidikan madrasah tsanawiyah (setingkat SMP) dari sebuah pesantren di Cirebon.[1][2]

Awal berwirausaha

[sunting | sunting sumber]

Secara ringkas, perjalanan karier Setiabudi dimulai jauh dari dunia bisnis besar. Ia menjalani pekerjaan kasar seperti berdagang es lilin di kampung, menjadi kondektur bus, serta berjualan minyak tanah. Pada tahun 1977, ia bekerja sebagai kondektur PO Gelora Masa trayek CirebonCiledug, kemudian setahun berikutnya menjadi kondektur di PO Sumber Bawang. Pekerjaan ini merupakan pengalaman awalnya di dunia transportasi dan menjadi bekal penting yang kemudian membentuk pemahamannya mengenai kebutuhan penumpang dan operasi jasa angkutan darat.[3] Pekerjaan itu telah dijalaninya hingga tahun 1979 atau sekitar lima tahun sejak menamatkan pendidikan menengah. Kariernya mulai berhasil setelah menikahi Atik Sri Subekti pada 1981, saat masih berusia 19 tahun.[1][2]

Setelah menikah, Setiabudi sempat berhenti menjadi kondektur dan mencoba usaha berdagang cabai, tetapi usaha tersebut belum memberikan hasil yang diharapkan. Tidak putus asa, ia kemudian kembali bekerja membantu keluarga di tambak. Di luar itu, ia juga pernah menjadi pekerja serabutan dan bahkan mandor bangunan, sebelum akhirnya beralih membuka usaha sendiri yang lebih serius. Kesuksesannya mulai terlihat ketika ia mencoba peruntungan di bisnis dagang bambu dengan modal awal Rp50.000, yang ternyata membuahkan hasil. Dari keuntungan tersebut, Setiabudi mampu membuka toko bangunan berkat jaringan yang ia bangun selama menjadi kontraktor dan mandor. Selama tujuh tahun berkecimpung di bisnis bangunan, ia mengumpulkan modal dan pengalaman yang mematangkan dirinya dalam urusan usaha dan manajemen.[3][4]

Mendirikan Dedy Jaya

[sunting | sunting sumber]
Bus pariwisata Dedy Jaya

Pada 11 Januari 1989, dengan modal pengalaman dan materi yang telah dikumpulkan, Setiabudi merintis PO Dedy Jaya dengan hanya delapan unit bus awal yang melayani rute penting seperti BrebesJakarta. Perusahaan otobus ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat di wilayah Brebes, Pekalongan, Tegal dan Purwokerto, karena kebutuhan transportasi yang nyaman dan efisien ke ibu kota masih sangat tinggi. Dedy Jaya melayani trayek Jakarta–Purwokerto, JakartaTegal, dan Jakarta–PemalangPekalongan.[5][1]

Di luar bisnis otobus, Setiabudi memperluas jangkauan usahanya ke bidang lain seperti kesehatan (Rumah Sakit Dedy Jaya), pendidikan, lahan yasan, dan perhotelan. Dedy Jaya membuka pusat perbelanjaan di berbagai tempat di eks-Keresidenan Pekalongan, misalnya Mall Dedy Jaya pada 6 April 2005 di Ketanggungan, Brebes.[6] Ia juga dikenal mendirikan institusi pendidikan tinggi seperti Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) di Brebes, serta rumah sakit di beberapa daerah seperti Brebes, Tegal dan Pemalang. Ekspansi ini menunjukkan bahwa visi dan kontribusinya tidak hanya terbatas pada transportasi, tetapi juga pada pengembangan sosial dan ekonomi masyarakat.[4][7]

Di sektor perhotelan, Setiabudi membangun ratusan perumahan dan beberapa hotel di eks-Keresidenan Pekalongan. Tahun 2015, Setiabudi mendirikan Hotel Grand Anggraeni Bumiayu, dan dua Grand Dian di Brebes dan Slawi. Ada juga Hotel Dedy Jaya di Kota Brebes dan Hotel Anggraeni di Tanjung, Ketanggungan dan Jatibarang. Pada Juni 2016, Setiabudi menambah portofolio hotelnya dengan mengambil alih Royal Mega Boutique Hotel Cirebon, Jawa Barat. Bahkan, ia juga membuka bioskop, tetapi akhirnya bangkrut karena kalah bersaing dengan VCD/DVD bajakan. Selain itu, ia juga membuka bisnis kapal nelayan, tetapi akhirnya kalah bersaing akibat krisis finansial Asia 1997, ketika bank sudah tidak mampu memberi pinjaman modal.[1]

Setiabudi juga menapaki sektor pendidikan, dengan mendirikan Universitas Muhadi Setiabudi di Kabupaten Brebes yang diresmikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rustriningsih, pada tanggal 20 Februari 2013.[8]

Di hadapan Kurnia Lesani Adnan, lewat kanal YouTube-nya, PerpalZ TV, Setiabudi mengingatkan bahwa dalam berbisnis, agar tidak melupakan jasa-jasa istri (jika sudah menikah). Tambahannya, ia menganjurkan agar setiap wirausahawan muda dapat melihat peluang. Diketahui, pendirian perusahaan otobus Dedy Jaya tidak hanya ditopang oleh kesiapan modal, tetapi juga didukung oleh kesiapan infrastruktur, seperti Jalan Pantura, Jalan Tol Trans-Jawa, hingga pengembangan kawasan industri di Keresidenan Pekalongan. Ia optimis karena moda transportasi bus adalah moda darat dengan tarif sangat terjangkau bagi masyarakat kelas bawah, sehingga ia mengharapkan Dedy Jaya tetap eksis untuk melayani masyarakat.[9]

Kehidupan pribadi

[sunting | sunting sumber]

Setiabudi menikah dengan Atik Sri Subekti pada 1981.[1] Anaknya, Dedy Yon Supriyono, adalah Wali Kota Tegal, mencalonkan diri sekaligus menang di Pilkada 2018[10] dan 2024.[11]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 4 5 6 developer, medcom id (2019-01-31). "Lulusan SMP Sukses Jadi Bos 2.500 Karyawan". medcom.id. Diakses tanggal 2025-12-17.
  2. 1 2 El Sutha · 2016, hlm. 136.
  3. 1 2 Sibarani, W. (2025-05-31). "Pemilik PO Bus Berasal dari Keluarga Kurang Mampu, Mengharukan Ada Anak Yatim Putus Sekolah sejak SD". iNews. Diakses tanggal 2025-12-17.
  4. 1 2 Okezone (2023-03-14). "Sejarah PO Bus Dedy Jaya: Dirintis Mandor Bangunan Hingga Punya Hotel dan Restoran : Okezone Ototekno". https://ototekno.okezone.com/. Diakses tanggal 2025-12-17.
  5. Tes; Yus (2010-05-21). "Dari Kondektur Jadi Juragan Bus". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-12-17.
  6. wh-42s (2005-04-07). "DJ Plaza Ketanggungan Dibuka". Suara Merdeka. Diakses tanggal 2025-12-17. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  7. El Sutha · 2016, hlm. 137.
  8. "Wagub Jateng Resmikan Universitas Muhadi Brebes". PanturaNews - Berita Cepat dan Akurat. Diakses tanggal 2025-12-17.
  9. "Rahasia Sukses Bos PO Dedy Jaya: Ketika Punya Uang Jangan Lupakan Jasa Istri - News+ on RCTI+". RCTI+. Diakses tanggal 2025-12-17.
  10. Suripto, Imam. "Anak Bos Dedy Jaya Resmi Daftar ke KPU Kota Tegal". detiknews. Diakses tanggal 2025-12-17.
  11. Media, Kompas Cyber (2024-12-03). "Dedy Yon dan Tazkiyatul Menangi Pilkada Tegal 2024". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-12-17.

Daftar pustaka

[sunting | sunting sumber]
  • El Sutha, S.H. (2016). Agar Kau Dikejar Rezeki. Jakarta: WahyuQolbu. ISBN 9786027413887. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)